Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink

Sebagaimana yang Mommies tahu bahwa dunia anak adalah dunia bereksplorasi, faktanya bahwa setiap anak akan mengalami fase corat-coret, me...

Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink
Sebagaimana yang Mommies tahu bahwa dunia anak adalah dunia bereksplorasi, faktanya bahwa setiap anak akan mengalami fase corat-coret, menggambar, mewarnai hingga mereka terampil menulis. Maka layaklah jika kita berusaha menyediakan berbagai media demi menunjang masa eksplorasi tersebut, seperti dengan menyediakan sabak (yang bahasa kerennya doodle), kertas, papan tulis atau bahkan menyediakan bagian dinding tertentu dalam rumah sebagai media corat-coret si kecil.

Saya pribadi selain membeli doodle juga selalu menyediakan kertas di rumah, terkadang sengaja membeli kertas hvs 1 rim sekaligus, lain waktu saya membawa kertas tak terpakai dari kantor yang sebaliknya masih kosong / bersih serta memfasilitasi papan gabus untuk membanggakan hasil karya mereka. 
Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink
Namun sejak si Abang masuk SD dia mulai minta dibelikan papan tulis dengan alasan agar lebih leluasa, sedangkan saya merasa kurang sreg dengan papan tulis selain menambah satu item barang itu berarti bikin rumah terasa penuh, ditambah lagi urusan dilema pemilihan alat tulis antara kapur tulis, spidol dan karalink. Berikut ringkasan hasil googling saya, 

  • Kapur Tulis : Bahan dasarnya Calsium carbonate atau olahan batu kapur alam, relatif aman, lebih murah, tapi mengotori ruangan karena partikel debunya besar, dan debu yang ditimbulkan juga dapat memicu alergen bagi penderita asma, gangguan pernafasan serta batuk. Intinya kapur tulis bermasalah karena debu yang ditimbulkan.
  • Spidol : Alasan digunakannya karena spidol lebih bersih dan tidak berdebu, akan tetapi bahan dasarnya adalah Xylene yang menimbulkan bau khas pada spidol dan tergolong dalam kategori RACUN! dengan gangguan jangka pendek berupa sakit kepala, pusing, gangguang pernafasan dan gangguan memori jangka pendek. Sedangkan efek jangka panjangnya berupa kerusakan otak permanen, kerusakan hati, ginjal serta sistem saraf pusat. Ngeri kan... 
  • Karalink : Karalink adalah merk alat tulis dengan semboyannya eco friendly, artinya kapurnya tidak berdebu, dilengkapi pegangan atau chalk holder, yang dapat dihapus dengan air, papannya dilapisi dengan chalk board (cat dengan basic karet yang dapat berfungsi seperti papan tulis dan bersifat water eraseable atau bisa dibersihkan dengan air). Pokoknya merk ini jaminan mutu, tentunya dengan harga yang lumayan juga. Untuk satu pack komplit harganya mulai dari 1,5 s/d 4 juta rupiah, WOW!! ^,^ Untuk lebih jelasnya Mommies bisa baca DI SINI.
Terus kita musti pakai apa dong? Tenang Mommies, bisa kok kita menerapkan prinsip eco friendly seperti karalink di rumah kita dengan meminimalisir efek debu dengan harga yang pasti lebih terjangkau. Caranya?
  1. Tentukan space dinding di rumah yang akan dijadikan sebagai papan, termasuk berapa panjang dan lebarnya. Sekedar info, space ga harus dinding ya, karena chalk board bisa diaplikasikan ke kayu (misal pintu, meja) bahkan stainless maupun alumunium (seperti kulkas). Kebayang kan serunya kulkas yang bisa ditulisi resep dan catetan ini itu.. ^_^
    Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink
  2. Beli chalk board alias cat dinding dengan rubber base (basic karet) yang mudah dibersihkan dengan air. Cat ini bisa dibeli di ACE Hardware dengan harga sekitar Rp. 107.000,- untuk satu kaleng berisi 1kg cat. Oiya warnanya bebas lho Mommies, kita tinggal pilih warna dan akan dibuat campurannya disana. Saya sendiri lebih suka warna hitam karena terasa "papan tulis" banget dan dari segi estetika lebih cantik kalau digambari dengan  kapur berwarna.
    Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink

    Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink
  3. Aplikasikan cat pada space yang diinginkan. Karena sifatnya rubber base, jadi nggak perlu ditambah air, tinggal hajar aja pakai kuas / roll. Cat ini juga cepat kering, nggak sampai 30 menit sudah bisa kita pakai.
  4. Beli kapur tulis. Nah yang ini saya masih pakai kapur tulis yang umum dipakai seperti jaman sekolah dulu, belum nemu toko alat tulis yang jual kapur tulis yang lebih eco friendly di Semarang. Barangkali Mommies bisa kasih saran buat saya...
  5. Siapkan kain / lap untuk penghapus. Kain apa aja ya, yang teksturnya halus lebih baik. seperti baju atau kaos yang udah nggak kepakai. Caranya, kain dibasahi dengan air, peras sedikit, tinggal hapus deh! jadi kalau udah kotor bisa dicuci dan dipakai lagi. Ekonomis kan?  ;)
Sedikit tips dari saya, baiknya space yang digunakan dekat dengan jendela atau berada di ruangan terbuka. Jadi kalaupun ada sisa debu kapur yang terbang masih tertolong dengan sirkulasi udara di sekitarnya. Kalau pengalaman kami di rumah, debu dari kapur tulis sangatlah sedikit karena sudah diminimalisir oleh lap basah yang digunakan. Pokoknya nggak sampai tercecer dibawah kaya jaman kita SD dulu, juga nggak sampai masuk-masuk ke hidung.

Saya rasa sejauh ini PAPAN DINDING sudah bisa menjadi solusi dilema kapur tulis, spidol dan karalink. Selain itu bisa jadi ajang fun time bareng si kecil, pilih warna cat sendiri, ngecat bareng sampai corat-coret bareng. Selamat mencoba ya Mommies, semoga bermanfaat.

Salam Hangat,


Related

Tutorial 4432596374245205130

Post a Comment

  1. 1kg bisa untuk luas berapa persegi?

    ReplyDelete
  2. Bisa pakai kapur elc mom.. lebih minim debu.

    ReplyDelete

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

item