Allah itu Hebat ya, Bunda!

Allah itu Hebat ya, Bunda! via warungsatekamu.org Mengenalkan Allah kepada anak itu susah? Banget.. Sebagaimana telah kita bahas pada a...

Allah itu Hebat ya, Bunda!
Allah itu Hebat ya, Bunda! via warungsatekamu.org
Mengenalkan Allah kepada anak itu susah? Banget.. Sebagaimana telah kita bahas pada artikel Mengenalkan Allah pada Anak, saya yakin semua Bunda akan setuju bahwa menanamkan akidah adalah PR terberat bagi para orang tua. Terlebih di era yang serba bebas informasi seperti saat ini, apalah jadinya bila putra putri kita tak dibekali akidah yang kuat sejak dini.

Saya sepenuhnya sadar, bahwa menjelaskan konsep KeTuhanan kepada anak sangatlah sulit. Apalagi saat yang kita jelaskan bersifat sangat abstrak, namun tentunya kita tidak boleh merasa letih untuk terus mengulang dan mengulang kembali agar benar-benar terpatri dalam jiwa mereka. Jangankan anak-anak, saya yang kini telah menjadi seorang ibu pun mungkin baru belakangan ini sedikit dipahamkan tentang iman, iman yang tak hanya sekedar ketundukan.

Dalam artikel Allah itu Hebat ya, Bunda! ini saya hanya sekedar sharing pengalaman tentang pengenalan Allah pada kedua putra kami yang kini berusia 7 dan 4 tahun.

Sebagaimana para Bunda yang lain, saya juga mengenalkan Allah melalui ibadah sebagai bentuk rasa syukur, apa saja perbuatan yang menjadikan Allah sayang kepada kita, sebaliknya hal apa saja yang membuat Allah murka. (Baca : Mengenalkan Allah pada Anak

Bertawakkal atau mengembalikan segala sesuatu kepada Allah adalah salah satu kuncinya. Bukankah tak ada sehelai daun pun yang jatuh tanpa ijin Allah? Bukankah tak ada kesia-siaan dari segala yang diciptakan Allah? 

Misalnya, saat si Sulung tiba-tiba sakit perut. Kalau dulu, saya yang merasa sebagai orang yang paham tentang obat, ditunjang dengan kotak obat saya yang udah kaya toko obat berjalan, otomatis akan bersegara memberikan obat sakit perut pada si Sulung, dengan harapan segera berkurang rasa sakitnya.

Sekarang? Karena kami sedang belajar menyerahkan segala sesuatu kepada Allah, setiap si Sulung (Abang) sakit perut, saya memijatnya menggunakan lotion sambil mengajaknya mengingat-ingat, "Kira-kira kenapa ya sampai Abang diperingatkan oleh Allah lewat sakit perut?" Apakah bermain terlalu lama sampai terlambat sholat? Ooh, mungkin karena tadi sempat berkata agak keras sama Bunda? Atau Abang tidak menghiraukan saat diingatkan harus istirahat. Bukankah tidak ada hal yang sia-sia? Maka sakit pun pasti ada ijin dari Allah. Bila sudah ditemukan bagian-bagian mana yang 'salah', kami mohonkan ampun bersama-sama. Alih-alih mengaduh karena kesakitan, saya ajak mereka ber-istighfar. Sang adik pun ikut berdoa "Ya Syifaa'.. Sembuhkanlah Abang Ya Allah.." 

Tentunya semua itu harus dilakukan secara terus menerus dan konsisten. Hingga kini, saat siapapun merasa kesakitan, jatuh tersandung, batuk pilek, kami akan terlebih dahulu mencari 'pesan' apa yang ingin Allah sampaikan, memohon ampun (terutama saya sebagai ibu mereka) dan beristighfar bersama-sama. Terkadang kami sampai tertidur, dan begitu bangun ternyata Allah telah menyembuhkan. Lain waktu sakitnya masih terasa, sehingga kami harus lebih 'teliti' bagian keburukan mana yang sedang dipersoalkan

Lantas apakah masih butuh obat? Tergantung, kalau batuk pilek saya yakin Bunda juga setuju untuk tidak terburu-buru memberikan obat. Namun ada kalanya saat sakit gigi & segera perlu penanganan maka kita tetap berobat, dengan terlebih dahulu 'mencari kesalahan' dan mohon ampun bersama-sama. Dari situlah saya juga belajar untuk tidak sombong karena merasa sebagai 'ahli obat', belajar untuk menuju Allah terlebih dahulu karena dinyatakan dalam Al-Qur'an QS. Asy-Syu'ara : 80 "Dan jika aku sakit, maka Allah lah yang menyembuhkan", belajar pula untuk tidak panik karena yakin dalam setiap kejadian ada pelajaran Allah yang ingin disampaikan. Agar secara otomatis anak-anak ikut belajar selalu membawa Allah dalam kondisi apapun.

Sampai suatu hari saya merasa Allah begitu sayang kepada kami, begitu sayangnya hingga Allah berkenan membuka pintu hati kedua putra kami melalui tanda kebesaranNYA. Suatu malam saat suami sedang dinas keluar kota, selepas sholat isya, saya dan anak-anak keluar rumah menggunakan motor berniat untuk membeli lauk. Begitu keluar dari rumah makan, angin bertiup sangat kencang diiringi bunyi guntur bersahutan dan gerimis sudah mulai turun. Saat itu di kendaraan hanya ada 2 jas hujan untuk kami bertiga. Pastinya bila hujan semakin deras akan ada yang basah kuyup, anak-anak pun akan kedinginan. Maka sepanjang jalan menuju ke rumah saya mengajak kedua putra kami mengucap tasbih "Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaa ha illAllah...dst.." dan berdoa bersama memohon ketundukan, "Ya Allah, tundukkanlah angin, petir dan hujan yang sedang Allah turunkan.. Jika bukan Allah yang menundukkan maka kami tidak akan mampu menguasainya.. Lindungilah kami Ya Allah agar selamat hingga ke rumah". Benar-benar tak ada sedetik pun terlewat tanpa doa kami bertiga sepanjang jalan saat gerimis mulai turun.

Ketika hampir sampai, saya berpesan pada si Sulung, "Abang, nanti sampai rumah langsung turun minta tolong dibukain pagar ya, biar motornya bisa cepat masuk teras sebelum hujan deras..". Setelah Abang berlari membuka pagar, saya pun segera memasukkan motor kedalam teras. Dan sedetik kemudian, BYURRRRRRR... Hujan turun dengan derasnya bagai ditumpahkan dari langit. Kami bertiga pun serentak berucap "Alhamdulillah... Subhanallah, Maha Suci Allah". Allah menurunkan hujan TEPAT setelah kendaraan kami masuk ke teras, bahkan pintu rumah pun belum sempat kami buka.

Setelah kejadian itu, Abang berkomentar "Allah itu Hebat ya, Bund! Ternyata Allah benar-benar bisa mendengar kalau kita berdoa" dengan masih terheran-heran dengan bukti kebesaran Allah. Sejak itu rasanya Allah memudahkan tugas saya, karena si Sulung kini merasa yakin bahwa meski Allah tak kasat mata, ternyata Allah itu amatlah dekat dan mengabulkan doa-doa hambaNYA. 

"Dan bila hamba-hambaKU bertanya kepadamu tentang AKU, Maka sungguh AKU dekat. AKU mengabulkan permohonan orang yang mendoa, bila ia berdoa kepadaKU.."
QS Al-Baqarah : 186

Maha Benar Allah dengan segala firmanNYA.

Related

Pendidikan Anak 6742295600862045138

Post a Comment

  1. Insya Allah dg cara mendidik spt ini mendapatkan hsl ygmemuaskan ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. Makasih ulasannya mbak. Bermanfaat banget buat aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masama mb.wahyu.. ini share sebatas pengalaman aja ;)

      Delete
    2. Masama mb.wahyu.. ini share sebatas pengalaman aja ;)

      Delete
  3. Alloh itu Maha Besar dan Maha segalanya, bagus cara mengenalkannya pada anak-anak ☺

    ReplyDelete
  4. MasyaAllah... 😍😍

    Bener banget.. Semua yang terjadi atas kehendak Allah dan bisa jadi teguran atas perbuatan kita sendiri.

    Perlu dicontoh nih caranya Bunda Nunung mengenalkan Allah ke anak-anak. Makasih Bund..

    ReplyDelete
  5. MasyaAllah... 😍😍

    Bener banget.. Semua yang terjadi atas kehendak Allah dan bisa jadi teguran atas perbuatan kita sendiri.

    Perlu dicontoh nih caranya Bunda Nunung mengenalkan Allah ke anak-anak. Makasih Bund..

    ReplyDelete

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

item