Resensi Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans

Resensi Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans Judul :  Resensi Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans Penuli...

Resensi Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans
Resensi Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans
Judul : Resensi Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans
Penulis : Sayf Muhammad Isa & Felix Y. Siauw
Penerbit : Al-Fatih Press
Terbit : 2014
Halaman : 320 Halaman
Kategori : Novel Sejarah
Rating : 4.5 of 5


"Dengan menyebut nama Allah 'azza wa jalla.
Dari Murad, Khalifah Orang Beriman, kepada Ivan Alexander, Kaisar Bulgaria.
Aku bermaksud untuk mengajakmu bersama-sama berpegang teguh kepada satu kalimat tahuhid, tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, Tuhan seru sekalian alam. Dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah sebagaimana Isa 'alaihissalam telah diutus juga olehNya.

Aku menyeru kepadamu, masuklah kau ke dalam Islam, maka pasti kau akan selamat di dunia dan di akhirat. Kehidupanmu akan mudah dan berkah. Tapi kalau kau menolak, kau diwajibkan untuk membayar jizyah setiap tahun. Jangan dulu berburuk sangka, Islam mengatur bahwa jizyah hanya diambil dari laki-laki dan dari orang mampu, bukan dari anak-anak, perempuan dan orang-orang miskin. Dengan bernaung di bawah penerapan syariat Islam kesejahteraanmu akan dijamin dan keamananmu akan terjamin pula. Kau tidak akan dipaksa untuk memeluk Islam dan tidak akan dianiaya secuil pun.

Tapi kalau pilihan kedua ini pun kau tolak, tandanyan kau telah menghalangi sampainya seruan Islam kepada rakyatmu, dan Allah mengajarkan bahwa aku harus menghancurkan penghalang itu dengan memerangimu dan pasukanmu.

Aku dan prajuritku telah sampai di Velbudz. Aku mengharapkan jawabanmu terhadap seruanku ini...."
The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans (halaman 48 - 49)

Demikianlah isi surat yang dikirim oleh Sultan Murad I dari Kesultanan Utsmani kepada Kaisar Bulgaria. Surat yang sama pun kelak dikirimkan kepada para penguasa Eropa lainnya, Kaisar Serbia, Voivode (Pangeran) Bosnia, Voivode Kroasia, Voivode Wallachia hingga Sang penguasa Romawi, Kaisar Hungaria (Raja Hungaria, Raja Bohemia, Raja Lombardia dan Kaisar Romawi Suci). Diantara mereka ada yang tersentuh dengan kemuliaan Islam dan serta merta mengucap dua kalimat Syahadat, namun tak sedikit pula yang memilih jalan perang.

Sebuah novel sejarah luar biasa yang bercerita tentang masuknya Islam di masa Kesultanan Utsmani (Ottoman) ke daratan Eropa. Dulu saat saya membaca tulisan-tulisan tentang perjuangan umat Islam di Kosovo, Serbia, Bosnia, jujur saja saya tidak mengerti sama sekali bagaimana semua konflik itu bermula. Dari Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans inilah pandangan saya terbuka akan betapa hebatnya para ksatria Islam di masa lampau.

Kisah yang dimulai sekitar setengah abad sebelum penaklukan Konstantinopel (Istambul) oleh Muhammad Al-Fatih, Putra Sultan Murad II (Baca : Resensi Buku Muhammad Al Fatih 1453). Diawali dengan penaklukan wilayah Eropa oleh Kesultanan Utsmani, Kisah Al-Fatih kecil, hingga perkenalannya dengan cucu Voivode Wallachia, sang Vlad Dracula yang legendaris.

Masih bingung apa hubungan Vlad Dracula dengan sejarah Islam? Yup, ternyata Vlad Dracula memang benar-benar ada, nama yang memiliki arti "Vlad anak Sang Naga" ini pada masanya meninggalkan kekejian dan kepedihan yang akan dikenang seluruh umat manusia hingga saat ini.

So, jangan ngaku muslim / muslimah keren kalau nggak melek sejarah. Setelah membaca Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans dijamin akan langsung berburu buku kedua dan ketiga dari trilogi The Chronicles of Ghazi ini. Satu lagi, bagi saya buku ini adalah aset tak terhingga yang kelak bisa diwariskan kepada anak cucu kita agar semakin mencintai dan memegang teguh agamanya, Islam. Happy reading!

Salam Hangat,

Related

Resensi Buku 2262129789717942332

Post a Comment

  1. Iya benar mbak, buku itu aset dan bisa diwariskan ke anak cucu, jadi harus pinter-pinter pilih tema buku ya..

    Jadi pengen beli buku sejarah Islam supaya lebih ngeh lagi tentang Islam :)

    ReplyDelete

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

item