7 Strategi Menggali Potensi Anak

7 Strategi Menggali Potensi Anak Setiap anak adalah bintang, memiliki potensi dan keunikan masing-masing . Di era orang tua kita dahulu...

7 Strategi Menggali Potensi Anak
7 Strategi Menggali Potensi Anak
Setiap anak adalah bintang, memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Di era orang tua kita dahulu, penilaian potensi anak hanya berpatokan pada angka-angka yang tertera di raport yang dibagikan setiap catur wulan. Namun seiring berkembangnya kesadaran orang tua akan potensi masing-masing anak atau yang umum disebut dengan teori multiple intelligence, kini rasanya kita tak lagi perlu menuntut anak untuk sepandai teman-temannya dalam hal matematika, secepat kakaknya dalam berenang atau semerdu sepupunya dalam bernyanyi. Ya, karena putra putri kita adalah istimewa dengan caranya masing-masing.

Tugas besar kita sebagai orang tua tentunya membimbing dan menuntun anak untuk dapat mengetahui potensi mereka masing-masing. Di sinilah para orang tua (termasuk saya) mulai kebingungan harus diawali dari mana? Mengenalkan anak dengan berbagai les kah? Pengenalan profesi kah? Karena rasanya terlalu banyak hal yang perlu dikenalkan pada anak dan sering kali kita memang terburu-buru ingin melihat dimana potensi anak kita.

Maka pada artikel ini saya mencoba berbagi tentang 7 Strategi Menggali Potensi Anak. Meski pada prakteknya saya masih berjalan, artinya belum benar-benar mengetahui minat bakat atau bawaan alaminya. Namun patokan ini membuat saya belajar, bahkan membuat tabel tentang kegiatan apa saja yang diminati anak. Let's check this out :

1. Temukan potensi, minat dan kegemaran (hobby) anak.
Anak-anak sangat suka bereksplorasi, bebaskan mereka melakukan kegiatan yang mereka suka. Biasanya di tahap awal hampir semua anak suka menggambar, mewarnai dan mencorat-coret apapun. Sediakan media yang mereka butuhkan dan amati. Selain itu Ayah Bunda bisa mengajak putra putri ke berbagai acara maupun pameran, seperti ke museum, ke kota lama, ke pameran perumahan, mobil, buku, dll. Jangan pernah berpikir mereka terlalu kecil untuk mengetahui hal-hal tersebut, justru kitalah yang akan tercengang dengan kecepatan belajar mereka.

2. Apakah berminat / unggul di jalur akademis? Non akademis? Atau keduanya?
Ada anak yang akademisnya biasa-biasa saja, namun unggul di bidang seni atau olah raga. Namun beberapa anak unggul di kedua bidang tersebut. Sangat banyak tokoh terkenal yang selain dinilai BERBAKAT, ia juga PINTAR secara akademis.

3. Berikan aktivitas yang mengembangkan keunggulannya sesring mungkin.
Apapun yang sedang diminati anak saat itu, sebisa mungkin kita fasilitasi. Anak senang menggambar, masukkan sanggar. Sedang suka sekali berenang, latih sampai ia mahir. Suka mengarang cerita, sering-seringlah mendongeng dan pergi ke perpustakaan / toko buku bersamanya. Lantas, bagaimana jika suatu saat ia bosan? Kan sudah mengeluarkan banyak biaya untuk les ini itu? BAGUS kalau ia bosan sejak dini, daripada setelah dewasa ia bosan dengan profesinya! Lebih baik mengetahui sejak dini apa yang ia suka dan tidak. Jika seseorang berminat dan berbakat pada hal tertentu, tentunya tidak pernah ada kata bosan.

Saat anak suka taekwondo, ikutkan ia les yang terbaik. Ingin ikut kompetisi? Fasilitasi saja. Tapi ingat, kita jangan sampai memaksa. Bila suatu saat ia ingin berhemti dan mencoba hal lain? Biarlah ia mencoba, kelak jika ia pasti akan kembali pada hal-hal yang dicintainya.

4. Cek konsistensi anak.
Disinilah kita baru mengetahui apakah yang ia minati hanya sekedar musiman, ikut-ikutan teman, atau memang ia punya minat dan keunggulan di bidang itu. Seperti saat ini, lego adalah trend di kalangan anak-anak, sehingga banyak dari mereka yang kemudian ikut les lego, rancang bangun, robotika dll. Namun ketika trend berubah kepada hal lain, ia serta  merta menginginkan hal yang sama. Tak mengapa, kita hanya perlu mengecek bagaimana konsistensi anak terhadap bidang yang ia minati.

5. Fasilitasi dengan sekolah yang tepat.
Setelah anak tau betul apa yang ia sukai dan inginkan, jangan pernah tanggung untuk memfasilitasi mereka dengan sekolah yang tepat dan terbaik. Tentunya yang paling menunjang perkembangan bakat yang diminatinya.

6. Cari di internet tentang profil tokoh yang sukses di bidang yang disukai anak.
Hal ini penting untuk terus memberikan motivasi pada anak. Cari tokoh yang sesuai dengan visi misi keluarga dan bidang yang disukai anak, ceritakan pada mereka. Bahkan mencarinya bersama-sama tentu akan menjadi kegiatan yang mengasyikkan.

7. Doakan sepanjang waktu.
Yang terakhir, apalah arti segala usaha kita jika tanpa kehendak Yang Maha Kuasa. 

Related

Tips 202758640287557805

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

item