Traveling itu Mahal

Traveling itu Mahal Sumber gambar : lifestyle.liputan6.com    Traveling itu Mahal , kurang lebih begitulah mindset yang tertanam pada k...

Traveling itu Mahal
Traveling itu Mahal
Sumber gambar : lifestyle.liputan6.com 
 Traveling itu Mahal, kurang lebih begitulah mindset yang tertanam pada keluarga kami saat saya masih kecil. Bukan tanpa alasan, bapak ibu yang masing-masing berasal dari keluarga besar dengan banyak saudara yang harus dipikirkan, membuat traveling tak pernah ada dalam agenda keluarga kami. Paling mewah adalah ketika ikut piknik yang diadakan oleh kantor bapak ibu, sekolah, atau sesekali ke mall ketika akan kenaikan kelas. Namun bukan berarti kami meratapi hal tersebut, saya dan adik saya tetap menikmati masa kecil kami yang selalu dicukupkan dengan huru hara dan bahagia, selain kurang piknik. Hehe..

Gambaran betapa kupernya saya soal 'dunia luar' adalah fakta bahwa saya baru mengenal fast food saat SMA, pertama kali ke toko buku Gramedia saat kuliah (saya sampai heran, padahal saya suka sekali membaca, tapi tak pernah sekalipun ke toko buku. Yang artinya saya selalu pinjem buku, wkwkwk), apalagi nonton bioskop. Kehidupan jalan-jalan saya hanya diisi dengan keyword Yogyakarta dan Kyai Langgeng saat piknik SD, Borobudur saat piknik kantor ibu, serta baru mengenal Bandung, Bogor, Jakarta saat SMA. Itupun dalam rangka ikut lomba, kalau masih boleh dimasukkan dalam kategori jalan-jalan.

Pada dasarnya saya merasa tak ada yang salah dengan hidup tanpa traveling, saya masih punya banyak teman dan kegiatan lain yang bisa dilakukan. Hingga akhirnya saya bertemu sang mantan pacar (baca : suami). Suami saya berasal dari keluarga perantau. Asli Sumatera Utara yang akhirnya tinggal di tanah Jawa. Bagai bumi dan langit, dari kecil suami saya sudah tak asing dengan traveling. Kesibukan orang tuanya membuat sang ayah (mertua) selalu menyempatkan waktu untuk traveling bersama keluarga dan lima anaknya. See? Saat itulah saya baru nyadar kalau saya ini benar-benar ndeso! Hahaha..

Rencana Allah selalu luar biasa. Setelah menikah, saya yang kuper ini bertransformasi menjadi tukang jalan-jalan. hehe.. Sampai suatu ketika saya berkata kepada suami, kayaknya kita dipertemukan itu biar suami bisa ngajak saya jalan-jalan. Dari situ, terkadang kami mengajak keluarga besar maupun saudara untuk ikut traveling, hingga dari mulut Ibu terucap, 'Padahal nyenengin saudara gini sebenarnya nggak mahal ya, kok dulu Ibu dan Bapak nggak pernah kepikiran sama sekali!', seraya mengingat-ingat kembali bahwa pada masa itu pikiran orang tua saya tercurah pada anak serta keluarga besar masing-masing, sehingga lupa betapa bahagianya bisa menyisihkan waktu untuk menikmati kebersamaan.

Traveling itu Mahal
Masjidil Haram, Mecca
Sumber gambar : dailymail.co.uk
Di hari tuanya, bapak ibu masih tidak pernah memikirkan traveling, kecuali diajak oleh kami, anak-anaknya. Beliau berdua selalu memilih traveling ke Rumah Allah sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diperoleh hingga detik ini. Jika beberapa orang berpendapat bahwa umroh hanyalah bagi orang yang 'kelebihan uang', sementara bapak ibu selalu berusaha memampukan diri (dengan nabung) untuk umroh selama masih diberi kesempatan. Jadi ketika Mba Dwi Septia dan Mba Winda memilih tema Orang yang Paling Ingin Saya Ajak Traveling di Arisan Blog Ganjel Rel putaran ke-6 ini, maka jawaban saya adalah paling ingin mengajak bapak ibu untuk traveling bersama anak, menantu dan cucu-cucunya, tentunya traveling ke Baitullah! Aamiin.. semoga Allah mampukan.

Related

Wisata 8927431531677799011

Post a Comment

  1. Kalo ada rejeki dan bisa tentu pengenny semua aku ajak, ga cuma ibu, tapi bapak juga 😁

    ReplyDelete
  2. Aamiin, sama walau ortu sudah haji di 2012, aku dan suami juga adikku sudah umroh di 2013, pengen bisa bersama keluarga besar kesana lagi, memang teman pas diajak travelling itu suami, anak dan keluarga dulu ya 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyya mba, pengennya sekeluarga besar bareng-bareng ya..

      Delete
  3. Aamiin mb, semoga terwujud yaa..

    ReplyDelete
  4. Aamiin mb, semoga terwujud yaa..

    ReplyDelete
  5. Aamiin semoga terwujud ya mbak.kami jg lagi nabung nih supaya bisa umrah bareng aekeluarga besar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, smoga segera terwujud ya mba Muna. Mari semangat menanbung ^_^

      Delete
  6. Aamiin ya robbal alamiin, semoga terwujud mbak

    ReplyDelete
  7. Makasi Mbak Nunung, dan semoga keinginannya segera terwujud :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba Winda, makasii udah bikin semangat nabung lagi. hehe

      Delete
  8. Jalan2 dan ibadah menjadi hal yang wajib bagi umat muslim. Supaya kita bisa mendekatkan diri kepada allah SWT.

    nurazizahkim.blogspot.com

    ReplyDelete
  9. Kayaknya kita punya persamaan deh mbak Nurul : Suka baca buku tapi seringnya pinjem! Kalau pas sekolah pinjam di perpus, atau teman atau tetangga, hehe..

    Tapi kalau soal travelling mbak Nurul lebih beruntung. Saya termasuk ibu-ibu yang kurang piknik, kegiatannya cuman diseputaran rumah dan tempat kerja aja, huhu.. kasian deh saya :)

    Cita-cita terbesar saya pengen umrah bersama keluarga, aamiin ya Allah :)

    ReplyDelete

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

item