Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi

Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi Setiap kali kita berkunjung ke rumah kerabat, saudara, teman, yang paling menarik perhatian...

Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Setiap kali kita berkunjung ke rumah kerabat, saudara, teman, yang paling menarik perhatian biasanya adalah hiasan dinding berupa foto. Tak jarang, kita bisa ikut menangkap perasaan melalui momen yang di foto tersebut. Emang wajib ya, tiap rumah diberi pajangan foto? Enggak juga sih, karena pada dasarnya manusia ingin menunjukkan eksistensi dirinya, yang dalam hal ini sebagai sang empunya rumah, dalam bingkai foto. Bagi saya pribadi, adanya foto di dalam rumah selain dilihat dari nilai estetikanya, juga sebagai pengingat bahwa kami pernah mengalami momen-momen itu bersama. Jadi kalau sedang sedih, galau, down, dengan melihat kembali foto-foto yang ada, bisa menjadi suplemen semangat yang muncul dari hati. Ya, sekeren itulah manfaat foto bagi saya.

Permasalahannya adalah, kita juga harus pandai-pandai memilih foto untuk dipajang, meski rasanya semua foto nampak bagus, terlebih foto-foto traveling nan memanjakan mata. Ingat, rumah kita bukanlah ruang pameran. Jika terlalu banyak foto bukan tak mungkin justru merusak keindahan yang ingin diciptakan. Lalu bagaimana dengan koleksi foto dikamera kita yang bejibun itu? Ya disimpan dalam bentuk album, dong!

Baca juga : Agar Si Kecil Nggak Gaptek Tanpa Kecanduan Internet

ALBUM FOTO NAN RIBET
Semaju apapun teknologi jaman sekarang, rasa-rasanya tak ada yang lebih menyenangkan dibanding membolak-balik album foto sambil tersenyum mengingat berbagai momen yang ada. Setelah menikah, kami hanya memiliki album foto pernikahan dan album ketika si sulung masih kecil. Setelahnya, saya memang lebih banyak memanfaatkan kemudahan teknologi yang ada, seperti menyimpan di cloud, drive, dropbox, serta berbagai fitur penyimpanan daring lainnya. Hingga suatu ketika kami sekeluarga menemukan album foto milik ibu mertua, dan membuka lembar demi lembar dengan penuh cerita sahut meyahut saking serunya.
"Dari situ saya sadar, sebaik-baik foto adalah yang bisa dinikmati bersama, seperti saat ini"

Maka saya dan suami memutuskan untuk mencetak foto perjalanan kami yang hampir 10 tahun hanya tersimpan di berbagai media seperti yang telah saya sebutkan tadi. Bisa dibayangkan, meski saya hanya memilih 8 foto dalam setiap momen, ternyata jumlah foto yang harus dicetak mencapai lebih dari 500 buah! Bahkan harus saya bagi menjadi dua part untuk mencetaknya, apalagi kalau bukan karena faktor budget. Hahaha.. Ditambah dengan dua album foto paling besar, biaya yang kami keluarkan hampir mendekati Rp. 800.000,-! Mantap, kan? Dan setelah ribet dengan menata satu per satu foto pada album, akhirnya kami sekeluarga bisa menikmati kenangan beberapa tahun terakhir melalui album foto.

Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Photobook by. IDPhotobook

Baca juga : Ingin Liburan Berkesan? Yuk Ajak si Kecil ke Gunung Bromo

PHOTOBOOK PRIBADI
Beberapa bulan terakhir di lini masa media sosial saya bersliweran iklan pembuatan photobook. Tertarik? Jelas banget, dibanding album yang harus menata satu per satu tentunya photobook jauh dari kesan ribet. Warnanya lebih colorfull, alternatif desainnya juga banyak. Nah, tinggal urusan budget yang biasanya bikin ngeper. Pengalaman cetak photobook saat pernikahan adik 4 tahun lalu, harganya memang tidak bisa dibilang murah. Saya sih, maklum karena butuh waktu dan kreatifitas untuk hasil maksimal. Ide kan tidak bisa dibeli. Namun setelah berkali-kali melihat lebih teliti iklan tersebut, ternyata ada juga yang harganya di bawah Rp. 100.000,- masih ditambah bonus 1 photobook lagi!

Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Berbagai pilihan ukuran, cover dan tema 

Setelah chit chat yang cukup singkat, akhirnya saya mengirimkan file foto dalam bentuk rar via email untuk dibuat photobook. Serunya membuat photobook pribadi adalah, kita bisa pilih tema yang disuka, warna sampul, judul yang diinginkan hingga cover sesuai selera. Pokoknya berasa menghadiahi diri sendiri, jadi nggak sabar melihat hasilnya.

Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Kemasan rapi nan cantik

Taraaa... inilah photobook kami. Dikirim dengan kemasan rapi nan cantik dan tersimpan dalam box elegan yang dilapisi buble plastik membuat photobook sampai di tangan saya tanpa cela. Tak hanya saya, anak-anak pun ikut bersemangat membolak balik halaman demi halaman sambil tersenyum. Senangnya bisa Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi! Kalau ingin punya photobook keren tanpa menguras kantong seperti kami, bisa ke idphotobook.com untuk melihat berbagai pilihan yang ada sekaligus cara pemesanannya. Idphotobook juga hadir di Facebook dan Instagram, jadi pemesanan akan semakin mudah. Yuk, simpan kenangan ramadhan dan lebaranmu kali ini di photobook!
Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Thankyou IDphotobook.com!

Related

Tips 2972256144049638356

Post a Comment

  1. Enak ya klo dalam bentuk buku gitu,ketimbang dibuat pajangan dinding kadang bikin kotor

    ReplyDelete
  2. Pengen bikin photobook buat foto foto travellingku nih jadinya ��

    ReplyDelete
  3. Anak-anakku aku bikinin photobook buat kenang-kenangan..trus aku juga bikin photobook prewed sama wedding biar kalo kangen bisa buka-buka hehhehe

    ReplyDelete
  4. Ya Allah aku pengen dari lama banget ini. Secara pak suami ga ngijinin ada poto nempel di dinding. Ada ukuran minimal resolusinya ga sih mbak buat bikin?

    ReplyDelete

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

item