Dec 30, 2014

Sudah Sukses kah Saya?

Sudah Sukses kah Saya?
Suatu sore seorang sahabat saya nyletuk di sela-sela obrolan kami, "Temen-temen kita ternyata keren-keren ya, mereka semua udah jadi orang sukses!" dan langsung saya timpali dengan "Iya bener, aku juga ngrasa gitu."

Well, sebenarnya saya memang sering berpikir bahwa seiring bertambahnya kedewasaan dalam hidup, kini teman-teman saya telah menjelma menjadi orang-orang sukses. Tadinya saya pikir itu adalah anggapan pribadi saya sendiri, dan benar-benar terkejut saat sahabat saya berpikir hal yang sama. Setelah obrolan kami via bbm sore itu saya lantas merenung, sukses itu apa sih? Sudah sukses kah saya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "sukses" diartikan berhasil atau beruntung. Sehingga kesuksesan berarti suatu keberhasilan atau keberuntungan. Sedangkan dalam Bahasa Inggris success berarti keberhasilan dan hasil baik. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kesuksesan adalah keberhasilan seseorang dalam mencapai sesuatu. Menurut definisi tersebut, sudah sukses kah saya?

Sukses yang kerap kali identik dengan banyak uang, punya jabatan, rumah besar, mobil mewah, istri cantik, suami tampan, anak-anak pandai serta berbagai fasilitas yang dimiliki, rasanya kurang pas bila tak ditambah dengan kata BAHAGIA. Setuju?? Jadi, apakah kesuksesan seseorang akan tampak dari materinya? Dulu saya masih berpikir seperti itu sampai akhirnya saya menjalani kehidupan yang sebenarnya. Berkeluarga, bekerja, menjadi seorang Ibu ternyata banyak mengubah cara pandang saya tentang sukses dan hidup itu sendiri. 

Saya adalah orang yang mengutamakan pendidikan, jadi dari dulu saya akan berusaha mati-matian belajar, mendapat nilai baik, sehingga bisa bekerja di perusahaan multinasional dan punya karir cemerlang! Saya pikir itulah tujuan saya bersekolah selama ini, sampai pernikahan mengubah pola pikir saya secara drastis!! adakah yang juga mengalaminya?


"Kesuksesan adalah apa yang Anda rasakan"

apakah sukses itu? mengutip pernyataan Andrie Wongso - seorang motivator nasional, Kesuksesan adalah apa yang Anda rasakan. Bukan yang orang lain lihat atau rasakan, tapi yang Anda rasakan sendiri. Dan saya 100% setuju dengan hal itu, karena kebaagiaan lah indikator sukses itu. Itulah mengapa saya jadi bangga bahwa teman-teman saya kini telah menjadi orang sukses sesuai kondisi mereka masing-masing, karena sukses adalah,
  • Saat mereka punya ijazah S2 dan seorang Dosen yang rela melepas pekerjaannya demi mendidik putra putri dirumah dengan sepenuh hati.
  • Mereka yang nilai akademisnya sedang namun begitu mencintai seni dan mewujudkannya menjadi berbagai produk homemade serta mendesain segala sesuatunya hingga usahanya besar.
  • Mereka dengan kepandaian dari berbagai latar belakang pendidikan yang mencurahkan seluruh perhatian, kemauan belajar dan ide-ide kreatifnya demi kebaikan keluarga dan putra-putrinya.
  • Mereka yang bekerja namun selalu dipenuhi rencana tentang bagaimana menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.
  • Mereka yang berdedikasi dalam pekerjaannya untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain - apapun profesinya.
  • Mereka yang rela mendapat sedikit uang demi memperoleh waktu untuk hal yang lebih penting - anak, keluarga.
  • Mereka yang menjual sesuatu, membuat sesuatu, melakukan sesuatu dengan penuh optimistik dan rasa bahagia - walau seringkali tidak sesuai dengan pendidikannya.
Lalu kapan orang akan mencapai sukses? jawabannya sederhana, selama Anda bahagia! Karena saya yakin, teman-teman saya yang sukses itu selalu melakukan apapun pilihan mereka dengan bahagia. Jadi selama Anda bahagia, Anda adalah orang sukses. Tak peduli bagaimana orang lain melihatnya. So, Sudah sukses kah Saya? Yes, I am. ^_^

Salam Hangat,


Dec 10, 2014

Daftar Raport Merah Orang Tua

Daftar Raport Merah Orang Tua
Daftar Raport Merah Orang Tua
Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk memfasilitasi dan melakukan apa saja agar sang buah hati menjadi pribadi yang lebih baik daripada kita, orang tuanya. Namun seringkali kita lupa bahwa menyiapkan segala kebutuhan anak saja tidaklah cukup bila tanpa disertai dengan tekad dan konsistensi untuk terus menerus menanamkan hal-hal baik dari kedua orang tua sendiri.

Motivator Nasional Keluarga Sakinah dari Surakarta Ustadz Triasmoro Kurniawan, pada acara workshop yang diselenggarakan di Blora 20/11/2014 kemarin mengingatkan bahwa setidaknya ada 7 kesalahan yang mengakibatkan orang tua mendapat "Raport Merah"

Berikut Daftar Raport Merah Orang Tua yang patut kita renungkan :
  1. Tidak sepenuh hati dalam mengemban serta mengawasi pertumbuhan dan pendidikan anak. Bukan berarti kita sebagai orang tua tidak tulus dalam mengawasi tumbuh kembang anak, akan tetapi lebih ditekankan pada kurangnya effort / usaha kita dalam mendampingi pertumbuhan dan pendidikan anak. Seringkali kesibukan kita akan hal lain bisa dijadikan permakluman atas kebiasaan kurang baik pada anak. Seperti ungkapan "Ah nggak apa-apa anak main gadget seharian, lagipula saya harus lembur kerja di rumah. Daripada mereka main di luar, siapa yang mengawasi?" dan kesalahan kecil lain yang seringkali kita anggap benar, padahal sebenarnya kita sendirilah yang mencari pembenaran itu.
  2. Tidak memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari hari kepada anak. Mari kita akui bahwa hal paling sulit berperan sebagai orang tua adalah memberikan teladan yang baik, jadi sepatutnya saat kita tidak bisa memberi contoh yang baik atau melanggar peraturan yang kita buat sendiri segeralah minta maaf pada anak. Tunjukkan bahwa orang tua juga bisa melakukan kesalahan dan kita akan berusaha untuk mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama. 
  3. Membeda bedakan dalam berprilaku. Tak ada seorang pun di dunia ini yang suka di banding-bandingkan dengan orang lain, terlebih dengan saudaranya sendiri. Saya yakin sebagian besar dari kita pernah mengalami "sakitnya" dibeda-bedakan, dan tidak ingin hal itu terjadi pula pada anak-anak kita.  
  4. Tidak adil dalam memberikan kebijakanya. Tentunya prinsip adil di sini sesuai dengan proporsi kebutuhan, kemampuan dan tingkat pemahaman masing-masing anak.  
  5. Bertengkar dengan pasangan di depan anak. Untuk hal yang satu ini jelas BIG NO! dilakukan di depan anak.
  6. Tidak konsisten dengan aturan yang disepakati. Nah point ini adalah tantangan terbesar orang tua dalam membentuk kebiasaan anak. Misalnya di rumah kami ada kesepakatan bahwa waktu menonton tv adalah jam 14.00 - 16.00, setelahnya anak bermain di luar dan NO TV hingga tidur malam. Jadi walau saat itu saya lagi kepengen banget liat ILK atau Om Mario Teguh, saya harus rela menunggu anak-anak tidur dulu, dan kalau acaranya sudah selesai toh saya masih bisa liat di You Tube tanpa ada anak-anak. Rasanya hal tersebut sangat layak dilakukan, karena dengan begitu si anak akan paham bahwa baik dirinya maupun orang tua tidak ada yang boleh melanggar kesepakatan. Dan walaupun si Abang sering bilang kepingin nonton Mahabarata seperti teman-temannya, tapi dia tidak pernah merajuk atau marah-marah agar dituruti keinginannya karena menyadari bagaimana semua orang berjuang menegakkan peraturan. Hehe..
  7. Tidak membiasakan dengan hal yang baik. Habit atau kebiasaan anak 100% dibentuk oleh orang tua. Kembali lagi apakah kita sebagai orang tua konsisten melakukannya sehingga menjadi kebiasaan bagi si anak, atau seringkali kita loyo di tengah jalan sehingga proses pembentukan kebiasaan akan gagal begitu saja. Setiap hal yang dilakukan anak mulai bangun tidur sampai ia tidur kembali di malam hari adalah murni peran dan tanggung jawab kita sebagai orang tua. Jadi no excuse buat nyalahin eyang, assisten rumah tangga atau orang lain di sekitar kita ya...
Semoga daftar raport merah orang tua ini menjadikan kita sadar, bahwa anak adalah amanah yang di berikan Allah kepada setiap orang tua yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya. Semangat!!

Salam Hangat,

Dec 9, 2014

9 Fakta Kesehatan yang Harus Anda Tahu

Berikut 9 Fakta Kesehatan yang Harus Anda Tahu :

  1. Jalan 50 langkah memerbaiki tulang tubuh, sedangkan menaiki 20 anak tangga dapat memperbaiki tulang lutut.
    9 Fakta Kesehatan yang Harus Anda Tahu
  2. Wanita dilarang menarik barang, tetapi mendorongnya.
  3. Salah satu penyebab darah tinggi adalah kurangnya Kalium. Sedangkan timun dan semangka (terutama yang berwarna kuning) adalah sumber kalium.
  4. Wanita sangat tidak disarankan meminum kopi, karena selain dapat menyebabkan osteoporosis, kopi juga mempercepat menopause. #selfreminder
  5. Mengkonsumsi jus pear ditambah 4 buah strawberry setiap hari dapat menaikkan daya tahan tubuh Anda.
  6. Labu kuning baik untuk mempertajam daya ingat anak.
  7. Rebusan 10 lembar daun salam dalam 2 gelas air dapat mengurangi kandungan kolesterol dari santan.
  8. Memakan anggur hitam dapat menguatkan jantung, anggur hijau melangsingkan tubuh, sedangkan anggur merah dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah dan kolesterol.
  9. Kandungan dalam daun tapak dara dapat menurunkan kualitas dan kuantitas pada sperma.


Nov 27, 2014

Fun Time #3 : Membuat Pigura Foto Sederhana

Fun Time #3 : Membuat Pigura Foto Sederhana
Membuat pigura foto atau photo frame adalah salah satu jenis kegiatan yang paling mudah dilakukan bersama anak-anak, karena pada usia TK dan SD memang mereka sedang senang bermain dengan gunting, lem dan cat. Kalau Mommies mungkin sudah tidak asing dengan membuat pigura foto dari kardus, kertas kado, flanel maupun aneka kain lainnya, nah kali ini saya dan dua jagoan saya akan membuat pigura yang dihias dengan potongan CD (compact disc).

Alat :
1. Cutter / gunting
2. Lem / double tip
3. Penggaris
4. Pensil
5. Kuas

Bahan :
1. Karton / kardus bekas sebagai bahan pigura
2. Cat untuk melapisi pigura (bisa diganti crayon / kertas kado / kain)
3. CD yang tak terpakai (rusak) digunting aneka bentuk dan ukuran


How To :
  1. Buat sketsa pigura dari kardus tak terpakai (saya menggunakan kardus bekas mainan) dan gunting sesuai pola yang ada. Ukuran pigura menyesuaikan ukuran foto yang akan dipasang ya, untuk bentuknya Mommies bebas berkreasi dibentuk apa saja. Kebetulan kami membuat pigura sederhana berbentuk persegi agar si Abang lebih mudah mengguntingnya.
  2. Warnai list / pinggiran pigura dengan cat (warna & media mewarnai bisa sesuai minat anak). Selain di cat juga bisa dibungkus dengan kertas kado, kain katun bekas, flanel atau digambar langsung menggunakan crayon.
  3. Tunggu sampai cat mengering sembari kita potong-potong CD yang sudah di siapkan menggunakan gunting.
  4. Tempelkan potongan CD secara acak, atau dapat pula dibuat pola tertentu. Jadi deh pigura kita!!
  5. Agar foto yang dipajang tidak kotor dan berdebu, bagian dalam pigura bisa dilapisi dengan mika bekas (jika tersedia), kalaupun nggak ada ya tinggal kita lap aja tiap hari. Nambah tanggung jawab buat si kecil ^_^

Sedikit tips, kalau list pigura dihias dengan cat seperti yang kami lakukan, cat tidak perlu ditunggu sampai mengering. Saat cat masih basah langsung kita tempel dengan potongan CD, jadi begitu cat mulai kering maka potongan CDpun akan otomatis menempel pada karton. Hemat lem kan? hehe...

Hasil prakarya kali ini cukup bikin si Abang bangga, sampai tiap hari pigura fotonya dilihat dan dipindah-pindah letaknya sambil senyum-senyum sendiri. Apalah yang lebih berharga bagi seorang Ibu selain melihat buah hatinya tersenyum. So, boleh dicoba dengan ide yang lebih keren ya Mommies!

Salam Hangat,



Nov 24, 2014

Omong Kosong #1 : Kenapa Nge-BLOG?

Omong Kosong : Kenapa Nge-BLOG?
Nge-Blog atau Blogging memang sedang digandrungi generasi sekarang. Maklum saja, kalau jaman dulu orang suka curhat lewat diary, seiring perkembangan teknologi curhat sekarang juga punya rumah baru yang lebih keren yaitu BLOG. Selain digunakan sebagai sarana curhat dan menumpahkan uneg-uneg penulisnya, beberapa orang lainnya membuat blog dengan tujuan berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang lain yang sedang membutuhkan informasi terkait.

Saya sendiri masih termasuk newbie alias anak baru dalam hal Nge-Blog atau Blogging ini, setahun lalu saya membuat blog cahcilcuilcuil.blogspot.com dengan niat sebagai sarana pelampiasan hasrat menulis saya, kemudian baru sekitar 3 bulan ini saya menetapkan bahwa blog ini akan lebih menitik beratkan dalam hal serba-serbi pendidikan anak atau parenting agar selain ber-haha hihi tapi juga bisa bermanfaat bagi pembacanya. Berkat bantuan adik ipar saya maka blog yang lama diganti dengan nama yang sekarang parentingid.blogspot.com (jangan tanya gimana caranya ya...).

Bagi Readers yang punya hoby menulis atau sekedar curhat bermanfaat rasanya bikin blog sangatlah disarankan, kenapa?
  1. Karena nge-blog itu gratis, kalau nge-web ya bayar! Hehe... makanya nggak ada istilah webbing, karena bagaimanapun orang selalu suka gratisan ^_^. Sekarang banyak yang menyediakan domain untuk membuat blog gratis, tinggal tanya mbah google, caranya pun mudah tanpa harus punya keahlian khusus.
  2. Tulisan atau artikel di blog tidak akan tertumpuk atau hilang, ini kelebihan blog dibanding menulis di buku diary. Meski begitu, sentuhan emosional tulisan tangan akan lebih terasa dibanding hasil karya keyboard (kalau niatnya nge-blog untuk curhat) ;)
  3. Blog sifatnya lebih informal dibanding web, baik dari isi tulisan, gaya bahasa yang digunakan dan tema-tema yang di angkat. Bisa dikatakan blog itu mewakili kita banget.
  4. Bisa dapet uang dari blog! Kalau yang satu ini pasti bikin kita semua langsung semangat. Saya juga baru tahu dari adik ipar kalau banyak teman-temannya yang duduk manis di rumah jadi seorang blogger yang berpenghasilan puluhan juta rupiah setiap bulannya, tadinya saya agak ragu -apa iya?- tapi liat ipar sendiri yang menekuni blognya tiap ada waktu luang juga bisa tuh sebulan 2 jutaan (yang bagi saya udah WOW bingit). Tapi jangan dikira mudah, proses seleksi untuk dinyatakan layak dipasang iklan itu juga sangat ketat. Intinya nggak ada yang cuma duduk manis dapet duit, pasti duduk manisnya juga harus pakai mikir dan ketekunan. Setuju??
  5. Blog juga bisa jadi ladang ibadah. Maksudnya dengan menulis hal-hal bermanfaat dan membagikannya pada orang lain yang membutuhkan informasi tersebut tentunya bisa dikatakan kita sudah beramal jariyah, amal yang tidak akan putus walau penulisnya telah meninggal sekalipun.
Gambaran di atas adalah beberapa kelebihan blog pada umumnya, kalau Readers akan membuat blog dengan tujuan mendapat profit atau bersifat komersil tentunya akan ada tips dan trik khusus lain yang perlu diketahui. Tapi karena saya sendiri nggak dapet uang dari blog jadi belum bisa berbagi tips, hehe.... ntar dikira omong doang ^_^. So, yuk kita rame-rame nge-blog yang manfaat. 

Salam Hangat,
Note : nggak sia-sia punya adik ipar ^,^

Nov 18, 2014

8 Fakta Bawang Merah

8 Fakta Bawang Merah
BAWANG MERAH (Allium cepa L.) atau dalam bahasa jawa biasa kita sebut dengan Brambang, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut 10 Fakta tentang Bawang Merah yang harus Anda ketahui :

  1. Bawang Merah (Allium cepa L.) mengandung senyawa utama alliin, dimana senyawa ini didalam tubuh akan diubah oleh enzym alinase menjadi asam piruvat, ammonia dan alliisin yang merupakan zat anti mikroba dan bersifat bakterisid.
  2. Sifatnya yang menarik bakteri untuk dimatikan, maka jangan pernah menyimpan bawang merah yang akan dimasak dalam keadaan terkupas. Karena sama artinya Anda membiarkan bakteri dan kuman di sekitar menempel padanya.
  3. Sebaliknya, untuk menjaga kesehatan dianjurkan untuk meletakkan bawang merah kupas di dalam ruangan maupun kamar untuk meminimalisir penyebaran bakteri di ruangan tersebut. Dan ganti dengan bawang merah kupas baru setiap harinya. Ini bisa mengurangi penularan beberapa penyakit umum dari satu anggota keluarga ke anggota keluarga lainnya.
  4. Dalam sebutir Bawang Merah (Allium cepa L.) juga terkandung senyawa minyak atsiri, sikloaliin, metialiin, hidroaliin, flavonglikosida, kuersetin, saponin, peptida, sulfida, fitohormon, vitamin serta zat pati.
  5. Menyantap sate dengan Bawang Merah (Allium cepa L.) mentah merupakan cara untuk melindungi tubuh kita dari resiko kanker. Karena karbon yang terdapat pada sate yang merupakan pemicu kanker akan dinetralkan oleh senyawa sulfida yang terkandung dalam Bawang Merah (Allium cepa L.).
  6. Dengan mengunyah Bawang Merah (Allium cepa L.) mentah setiap hari, artinya Anda telah menjaga mulut dan gigi dari sumber penyakit yang bersarang di dalam mulut.
  7. Keuntungan memakan Bawang Merah (Allium cepa L.) setiap hari dapat mencegah sembelit, menjaga tekanan darah, mengontrol gula darah dan kolesterol, menjaga kesehatan jantung, mengurangi resiko terkena kanker serta meningkatkan daya tahan tubuh.
  8. Sari Bawang Merah (Allium cepa L.) dapat mengobati jerawat dan ketombe pada kulit kepala.
Well, dengan seabrek kebaikannya rasanya sayang kan kalau tidak kita manfaatkan? Bagi Anda yang kurang suka mengunyah Bawang Merah (Allium cepa L.) mentah secara langsung, bisa dicampur sebagai salad atau topping masakan. Selamat mencoba ya...

Salam Hangat,

Nov 12, 2014

Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink

Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink
Sebagaimana yang Mommies tahu bahwa dunia anak adalah dunia bereksplorasi, faktanya bahwa setiap anak akan mengalami fase corat-coret, menggambar, mewarnai hingga mereka terampil menulis. Maka layaklah jika kita berusaha menyediakan berbagai media demi menunjang masa eksplorasi tersebut, seperti dengan menyediakan sabak (yang bahasa kerennya doodle), kertas, papan tulis atau bahkan menyediakan bagian dinding tertentu dalam rumah sebagai media corat-coret si kecil.

Saya pribadi selain membeli doodle juga selalu menyediakan kertas di rumah, terkadang sengaja membeli kertas hvs 1 rim sekaligus, lain waktu saya membawa kertas tak terpakai dari kantor yang sebaliknya masih kosong / bersih serta memfasilitasi papan gabus untuk membanggakan hasil karya mereka. 
Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink
Namun sejak si Abang masuk SD dia mulai minta dibelikan papan tulis dengan alasan agar lebih leluasa, sedangkan saya merasa kurang sreg dengan papan tulis selain menambah satu item barang itu berarti bikin rumah terasa penuh, ditambah lagi urusan dilema pemilihan alat tulis antara kapur tulis, spidol dan karalink. Berikut ringkasan hasil googling saya, 

  • Kapur Tulis : Bahan dasarnya Calsium carbonate atau olahan batu kapur alam, relatif aman, lebih murah, tapi mengotori ruangan karena partikel debunya besar, dan debu yang ditimbulkan juga dapat memicu alergen bagi penderita asma, gangguan pernafasan serta batuk. Intinya kapur tulis bermasalah karena debu yang ditimbulkan.
  • Spidol : Alasan digunakannya karena spidol lebih bersih dan tidak berdebu, akan tetapi bahan dasarnya adalah Xylene yang menimbulkan bau khas pada spidol dan tergolong dalam kategori RACUN! dengan gangguan jangka pendek berupa sakit kepala, pusing, gangguang pernafasan dan gangguan memori jangka pendek. Sedangkan efek jangka panjangnya berupa kerusakan otak permanen, kerusakan hati, ginjal serta sistem saraf pusat. Ngeri kan... 
  • Karalink : Karalink adalah merk alat tulis dengan semboyannya eco friendly, artinya kapurnya tidak berdebu, dilengkapi pegangan atau chalk holder, yang dapat dihapus dengan air, papannya dilapisi dengan chalk board (cat dengan basic karet yang dapat berfungsi seperti papan tulis dan bersifat water eraseable atau bisa dibersihkan dengan air). Pokoknya merk ini jaminan mutu, tentunya dengan harga yang lumayan juga. Untuk satu pack komplit harganya mulai dari 1,5 s/d 4 juta rupiah, WOW!! ^,^ Untuk lebih jelasnya Mommies bisa baca DI SINI.
Terus kita musti pakai apa dong? Tenang Mommies, bisa kok kita menerapkan prinsip eco friendly seperti karalink di rumah kita dengan meminimalisir efek debu dengan harga yang pasti lebih terjangkau. Caranya?
  1. Tentukan space dinding di rumah yang akan dijadikan sebagai papan, termasuk berapa panjang dan lebarnya. Sekedar info, space ga harus dinding ya, karena chalk board bisa diaplikasikan ke kayu (misal pintu, meja) bahkan stainless maupun alumunium (seperti kulkas). Kebayang kan serunya kulkas yang bisa ditulisi resep dan catetan ini itu.. ^_^
    Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink
  2. Beli chalk board alias cat dinding dengan rubber base (basic karet) yang mudah dibersihkan dengan air. Cat ini bisa dibeli di ACE Hardware dengan harga sekitar Rp. 107.000,- untuk satu kaleng berisi 1kg cat. Oiya warnanya bebas lho Mommies, kita tinggal pilih warna dan akan dibuat campurannya disana. Saya sendiri lebih suka warna hitam karena terasa "papan tulis" banget dan dari segi estetika lebih cantik kalau digambari dengan  kapur berwarna.
    Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink

    Fun Time #2 : PAPAN DINDING - Solusi Dilema Kapur Tulis, Spidol dan Karalink
  3. Aplikasikan cat pada space yang diinginkan. Karena sifatnya rubber base, jadi nggak perlu ditambah air, tinggal hajar aja pakai kuas / roll. Cat ini juga cepat kering, nggak sampai 30 menit sudah bisa kita pakai.
  4. Beli kapur tulis. Nah yang ini saya masih pakai kapur tulis yang umum dipakai seperti jaman sekolah dulu, belum nemu toko alat tulis yang jual kapur tulis yang lebih eco friendly di Semarang. Barangkali Mommies bisa kasih saran buat saya...
  5. Siapkan kain / lap untuk penghapus. Kain apa aja ya, yang teksturnya halus lebih baik. seperti baju atau kaos yang udah nggak kepakai. Caranya, kain dibasahi dengan air, peras sedikit, tinggal hapus deh! jadi kalau udah kotor bisa dicuci dan dipakai lagi. Ekonomis kan?  ;)
Sedikit tips dari saya, baiknya space yang digunakan dekat dengan jendela atau berada di ruangan terbuka. Jadi kalaupun ada sisa debu kapur yang terbang masih tertolong dengan sirkulasi udara di sekitarnya. Kalau pengalaman kami di rumah, debu dari kapur tulis sangatlah sedikit karena sudah diminimalisir oleh lap basah yang digunakan. Pokoknya nggak sampai tercecer dibawah kaya jaman kita SD dulu, juga nggak sampai masuk-masuk ke hidung.

Saya rasa sejauh ini PAPAN DINDING sudah bisa menjadi solusi dilema kapur tulis, spidol dan karalink. Selain itu bisa jadi ajang fun time bareng si kecil, pilih warna cat sendiri, ngecat bareng sampai corat-coret bareng. Selamat mencoba ya Mommies, semoga bermanfaat.

Salam Hangat,


Nov 10, 2014

Kisah Pengemis dan Penjual Koran (Perdebatan Ibu dan Anak) #2

Kisah Pengemis dan Penjual Koran (Perdebatan Ibu dan Anak) #2
Kisah Pengemis dan Penjual Koran #2
Melanjutkan cerita perdebatan saya dengan putra sulung kami yang sebelumnya dapat Bunda baca DI SINI, saya akhirnya menyerah atas pemahaman si Abang bahwa pinjam uang itu ya tidak boleh dipakai buat beli (sambil putar otak untuk kasih pemahaman).

Akhirnya saya menimpali, "Ya sudah, nggak usah jual minuman deh... pengemisnya suruh jualan koran aja." Lalu si Abang bertanya, apakah korannya tidak perlu beli dulu? dan saya jelaskan kalau pengemis yang mau jualan koran tidak perlu beli dulu, jadi nggak perlu pinjam uang juga buat modal (yang konsep "pinjam uang" nya belum bisa ia terima).

Bukannya puas dan berdiam diri, Abang masih terus mencerca saya dengan rasa penasaran, "Terus kalau ga perlu beli, ambil korannya dimana Bunda?"
Bunda : "Ambilnya ya di pabrik koran, di gudangnya." sambil saya sebut kantor penerbitan koran terbesar di kota kami.
Abang : "Lho apa boleh dateng ke gudang? yang boleh masuk gudang itu ya karyawan aja.."
#garuk-garuk kepala -bener juga ya. hihihi... padahal mau saya jelasin konsep agen koran sepertinya dia juga belum paham, lalu saya inisiatif saja,
Bunda : "Ya kan bisa daftar dulu Bang, bilang dulu sehari sebelumnya kalau besok mau datang ambil koran untuk dijual.."
Abang : "Nah, kalau ijin dulu gitu baru boleeeh.. " Hahaha.. pinter beneeerrrr ;)
Bunda : "Berarti kalau masih sehat nggak perlu jadi pengemis kan? Harus mau bekerja, penjual koran aja bisa nggak pakai modal dulu. Yang penting jangan malas yang maunya duduk aja sambil minta uang." menutup penjelasan saya.

"Bunda, kalau yang punya pabrik koran orang baik, orang sholeh, paling nanti uang hasil jualan korannya dikasihin lagi sama yang jual koran biar buat makan ya... Pasti yang punya pabrik koran kalau sholeh bilang gini, 'Nggak usah dikasih saya Pak, uangnya dibawa Bapak lagi aja buat beli makan..'" ungkapnya

Akhirnyaaaahh... lega juga saya bisa menyampaikan point bahwa kita tidak perlu kasihan apalagi terus-menerus memberi uang terhadap orang yang malas berusaha. Walau sambil gontok-gontokan, pakai jengkel, pakai adu argumen sampai pengen ketawa sendiri. Tapi eh tapi, si Abnag tidak langsung bisa menerima begitu saja dengan penjelasan beserta ilustrasi panjang lebar saya, malam harinya saat saya sedang khusyuk mencuci piring, Abang datang lagi mengemukakan pemikirannya.

Abang : "Bunda, kalau yang punya pabrik koran orang baik, orang sholeh, paling nanti uang hasil jualan korannya dikasihin lagi sama yang jual koran biar buat makan ya... Pasti yang punya pabrik koran kalau sholeh bilang gini, 'Nggak usah dikasih saya Pak, uangnya dibawa Bapak lagi aja buat beli makan..' ungkapnya. #jlebb jlebb jlebb T,T

Saya tersenyum sambil terkagum-kagum pada pemikiran polos anak SD di depan saya, sambil berdoa semoga kelak Abang menjadi sang pemilik pabrik nan sholeh itu dan bisa membantu banyak pengemis mendapatkan pekerjaan yang lebih mulia. Aamiin

Salam Hangat,

Nov 6, 2014

Kisah Pengemis dan Penjual Koran (Perdebatan Ibu dan Anak) #1

Kisah Pengemis dan Penjual Koran (Perdebatan Ibu dan Anak) #1
Kisah Pengemis dan Penjual Koran (Perdebatan Ibu dan Anak) #1
Seperti yang kita tahu, belakangan ini pemerintah gencar menyadarkan para warga untuk tidak memberi uang kepada pengemis. Karena selain mengganggu ketertiban jalan, dengan selalu menyodorkan uang pada pengemis berarti kita turut serta membangun mental - mental pengemis di negara ini.

Bahkan Pemprov DKI sampai membuat perda larangan memberi uang kepada pengemis yang terdapat dalam Pasal 40 Perda DKI Jakarta No 8/2007 tentang Ketertiban Umum. Sehingga warga yang memberi uang bisa dikenai tindak pidana ringan (tipiring). Di kota saya -Semarang- sosialisasi tentang larangan memberi uang kepada pengemis dilakukan di tiap-tiap lampu merah melalui rekaman speaker.
" Bahkan Pemprov DKI sampai membuat perda larangan memberi uang kepada pengemis yang terdapat dalam Pasal 40 Perda DKI Jakarta No 8/2007 tentang Ketertiban Umum. Sehingga warga yang memberi uang bisa dikenai tindak pidana ringan (tipiring). "
Saya yakin bahwa sebagian besar dari kita mendukung larangan memberi uang kepada pengemis, sedangkan di keluarga kami biasanya masih melihat-lihat dulu apakah si pengemis sudah renta, udzur atau cuma karena malas bekerja.

Suatu hari waktu kami pergi bersama, saat berhenti di lampu merah perempatan jalan putra sulung kami pun bertanya,
Abang : "Kenapa Ayah nggak ngasih uang ke pengemis itu?" 
dan dijawab sang ayah "Kan yang ngemis masih muda Bang, masih sehat, harusnya masih mampu bekerja. Kenapa nggak jualan aja kayak yang lain -penjual koran / minuman di pinggir jalan-, berarti dia pemalas.."
saat itu si Abang hanya terdiam, sepertinya dia sedang berpikir...

Beberapa minggu setelah kejadian itu, suatu sore saya yang sedang bercerita tentang galaksi pada si adek di teras rumah tiba-tiba Abang menghampiri sambil berlari setelah bermain sepeda bersama teman-temannya. Ia langsung duduk didepan saya dan bertanya "Bunda, katanya kan nggak boleh ngasih uang sama pengemis, katanya mereka suruh jualan aja, lha uang yang buat jualan dapet dari mana kalau nggak ngemis dulu?"

Saya rada roaming sejenak, anak ini lucu, datang sambil lari tau-tau tanya soal pengemis ;)
Bunda : "Ya ambil uang tabungan, atau pinjem sama teman dulu."
A : "Kalau ga punya tabungan?"
B : "Pinjem teman dulu dong.."
A : "Kalau nggak punya teman?"
B : "Ya pinjem keluarga atau sodaranya.."
A : "Kalau nggak punya sodara?"
B : "Ya pinjem tetangga.." 
A : "Kalau nggak punya tetangga?"
B : "Ya pinjem keluarga lagi atau pinjem pak RT.." #mulai erosi
A : "Kalau masih nggak punya juga? uangnya dari manaaaa?" #ikutan marah
B : "Memangnya tinggal di hutan kok nggak ada siapa-siapa?" #ikutan saraf =P
hadeeeh..... si Abangnya jengkel, saya sndiri jadi antara geli, lucu, pengen emosi juga ^_^
A : "Maksudnya gimana? Abang nggak paham!" Pake falceto alias nada tinggi
B : "Ya Abang jangan jengkel gitu kalau belum paham... Misalnya budhe -ART kami- mau jualan air minum botol tapi nggak punya uang, jadi pinjem uang Bunda dulu 100 ribu. Kalau udah ada yang beli, dapet uang, uang Bunda dikembaliin lagi.." cerita saya panjang lebar
A : "Loh pinjem kok dibuat beli, pinjem itu ya dipegang aja sebentar terus dikembaliin lagi. Ya nggak boleh itu pinjem uang dibawa pulang, apalagi dibuat beli!" #gubrakkkk

To be continued ^,^

Kisah Pengemis dan Penjual Koran (Perdebatan Ibu dan Anak) #2 dapat Mommies baca DI SINI

Nov 4, 2014

TUA VS DEWASA

Menurut rumusannya tua dan dewasa mempunyai hubungan berbanding lurus, dimana kedewasaan seseorang akan semakin bertumbuh dengan bertambahnya usia. Namun layaknya ilmu statistika, dalam suatu nilai selalu terdapat simpangan, dan pada kenyataannya kedua hal tersebut tak akan selalu berbanding lurus pada setiap orang. 



Bagi saya dewasa itu adalah hal abstrak yang penilaiannya sangat subyektif. Sulit untuk menemukan arti sebenarya dalam kamus, terkecuali yg telah diatur dalam agama yaitu datangnya haid bagi perempuan dan mimpi basah bagi laki2, itupun tidak serta merta membuat mereka menjadi dewasa bukan? 

Ya, karena dewasa itu proses bersamaan dengan pertambahan usia. 
Banyak orang menilai kedewasaan dari cara berfikir, itu benar. Tapi bagi saya kedewasaan berfikir selayaknya diikuti dengan kedewasaan dalam bertutur kata, bersikap dan perilaku dalam keseharian. 
Beberapa orang merasa ia telah dewasa, namun justru tidak demikian menurut orang-orang di sekelilingnya. Itulah mengapa dewasa sangat bersifat subyektif. 
Ada yang merasa dewasa, sedangkan ia adalah pribadi tak bertanggung jawab. 
Ada yang merasa dewasa, sedangkan ia suka berkata kasar. 
Ada yang merasa dewasa, sedangkan ia bertindak diluar norma sosial. 
Maka mereka hanyalah orang tua, bukan orang dewasa. Karena manusia dewasa tak hanya matang dalam berfikir tapi juga tercermin dalam tindakan. Bukankah planning tanpa action itu sia-sia? 

Maka selayaknya pribadi dewasa adalah pribadi yang anggun, tenang, menyenangkan bagi pasangan, keluarga dan orang di sekelilingnya, selalu under control, dan senantiasa berjalan di jalan yang benar. Karena ia sadar bahwa segala hal yang out of the rule - tidak baik, akan membawa keburukan pula. Jika bukan dia, pasti orang disekitar yg akan tersakiti karena ketidak dewasaanya. 

"menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa adalah pilihan"

"menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa adalah pilihan" udah sering denger dan terbukti bener. 
Semoga menjadi bahan muhasabah bagi saya khususnya..

Oct 27, 2014

Fun Time #1 : Mendekorasi Dinding Dengan Kertas Lipat

Dekorasi Dinding dengan Kertas Lipat
Fun Time #1
Semangat Senin Mommies... Di hari Senin nan cerah ini saya mau sharing hasil prakarya sama duo krucil weekend kemarin. Ceritanya seminggu ini si Abang lagi UTS (Ujian Tengah Semester), nah untuk mengisi waktu di sela-sela belajar biar nggak bosen akhirnya saya ngajakin anak-anak prakarya tempel-tempel dinding deh!
Langsung capcuss ya Mommies, dalam Mendekorasi Dinding dengan Kertas Lipat ini ada beberapa hal yang harus kita siapin dulu,
Bahan :
- Kertas Lipat (Bisa diganti dengan kertas lain sesuka hati ya...)
Alat :
- Gunting (baiknya gunting yang ujungnya tumpul biar nggak bahaya)
- Staples / Selotip
- Double Tip
Langkah Pembuatan :

  1. Siapkan kertas lipat aneka warna;
  2. Lipat secara diagonal;
  3. Gambar sketsa bentuk hati di salah satu sisi;
  4. Gunting sesuai gambar, taraaaa... jadi deh bentuk hatinya. Biar lebih lucu, gambar hati bisa dibuat dengan berbagai warna dan ukuran. Pokoknya semua suka-suka ya Moms, yang penting happy ^_^
  5. Gunting sedikit pada tengah lipatan hati (pic.5);
  6. Rekatkan kembali bekas guntingan dengan staples / selotip;
  7. Kemudian balik bentuk hati dan cembungkan pada bagian depannya (pic.7) sehingga berkesan 3D;
  8. Buat dengan jumlah sesuai dengan rancangan aplikasi (atau bikin banyak dulu, sisa juga nggak apa-apa);
  9. Beri double tip pada sisi belakang (di bagian ujung aja, biar tengahnya tetap menggembung);
  10. Tempel deh ke media apa aja, bisa di dinding, almari, papan, nah kami menempelnya di pintu kamar mandi. Hehehe... Cukup unyu-unyu ya ;)
Gimana Moms, gampang kan? dan nggak butuh waktu lama juga, yang pasti si kecil juga bisa ikut berkreasi. Jadi say goodbye deh sama hari Minggu dirumah nan membosankan (itu siy akal-akalan saya biar nggak pada rewel karena hari libur di rumah aja, wkwkwk).

"Jadi say goodbye deh sama hari Minggu dirumah nan membosankan"

Sekian sharing dari saya dan kedua assisten kecil saya, semoga Mommies bisa Mendekorasi Dinding Dengan Kertas Lipat dengan ide yang lebih kreatif dari ini. Selamat mencoba!

Salam Hangat,


Oct 24, 2014

Resensi Buku Muhammad Al Fatih 1453

Resensi Buku Muhammad Al Fatih 1453
Judul Buku : Muhammad Al Fatih 1453
Penulis : Felix Y. Siaw
Penerbit : Al Fatih Press
Terbit : Cetak Kelima, November 2013
Halaman : 320 halaman
Kategori : Biografi, Sejarah Islam
Rating : Must Be Read!

Jum'ah Mubarokah Readers... Spesial di hari Jum'at ini saya mau posting most favorite book versi saya, yaitu Buku Muhammad Al Fatih 1453. Yang ngaku muslim / muslimah keren, adakah yang belum baca buku ini? atau ada yang belum kenal siapa Muhammad Al Fatih? Duh, berarti sama kupernya kayak saya 2 tahun yang lalu ^,^

Biar bikin penasaran bagi yang belum kenal saya kasih beberapa testimoni deh, Readers tau ustadz Felix Y. Siaw kan? Tau juga nggak kalau putra-putra beliau diberi nama Al Fatih? Bikin Studio Alfatih, Al Fatih Press. Kalau masih belum ngeh, tau dong pesinetron Teuku Wisnu? Babynya yang baru lahir bernama Al Fatih juga kan? -ketahuan update gosip-. Nah dari situ jelaslah bahwa kedua tokoh tersebut adalah fans pejuang muslim Muhammad Al Fatih. Kalau testimoni saya? jangan ditanya, buku setebal 320 halaman ini saya baca kurang dari 2 hari! sampai rela lembur seharian pas weekend, Seninnya dibawa ke kantor dan khatam sebelum Dhuhur. Hehe.. Dengan jalan cerita yang runut mengalir serta penggambaran detil yang sangat terperinci plus dilengkapi peta wilayah di masa itu dan lampiran berbagai foto peninggalan sejarahnya bikin saya benar-benar merasakan aura kejadian di jaman kesultanan Utsmani (Ottoman), nggak kalah menariknya sama baca novel! Salut pada ustadz Felix Y. Siauw yang telah mengemas buku sejarah ini menjadi begitu apik dan jangan harap bisa ketemu sama kata "bosen" atau "ngantuk" ya...

Soal tokoh Al Fatih sendiri? Setelah tau ada tokoh khalifah Islam se-keren ini lewatlah semua super hero yang pernah saya idolakan dari kecil sampe sekarang. Siapa? Ksatria Baja Hitam? Lewattt, Superman? Spiderman? Thor? Hercules? Leeewaaatttt semua ;) Makin kepo ya? Yuk chek this video out DISINI yang saya ambil dari tayangan Khalifah di salah satu station tv. Readers juga bisa lihat filmnya FETIH 1453 / CONQUEST 1453 terlebih dahulu di you tube  biar ada gambaran waktu baca bukunya.

Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Berbekal hadits Rasulullah SAW inilah selama beratus-ratus tahun sepeninggal beliau para pejuang di tiap Kesultanan Islam meyakini akan adanya hari itu, hari jatuhnya kota Konstantinopel (sekarang Istanbul, Turkey) dari tangan penguasa Romawi. Setiap era kekhalifahan selalu mengupayakan terwujudnya janji Rasulullah SAW itu dengan melakukan serangan demi serangan, pengepungan, memikirkan berbagai strategi yang dilakukan secara turun temurun menjadi tujuan utama kekhalifahan Ottoman meski selalu berakhir dengan kegagalan. Hingga tibalah masa itu di tahun 1453 pada masa Khalifah Sultan Mehmed II atau Muhammad Al Fatih.
Seandainya seluruh dunia berkata bahwa Konstantinopel tidak akan bisa ditaklukkan, selama Muhammad saw berkata “bisa” maka bagi Mehmed II itu sudah cukup (hal. 292)

Betapa besar keyakinan para pendahulu kita pada Rasulullah Muhammad SAW. Coba bandingkan dengan kita saat ini, seberapa yakin kita pada hadist Nabi atau pada ayat-ayat Al-Qur'an yang kita baca setiap hari? Yakinkah kita pada hukum qishash? Yakinkah kita akan datangnya hari kiamat? Seberapa yakin? Lantas kenapa kita masih bisa hidup santai di dunia yang jelas hanya dipenuhi dengan senda gurau, Hiks.. #selfplak
Beberapa hikmah yang saya ambil dari Buku Muhammad Al Fatih 1453 adalah :

  • Pendidikan agama dan akhlaq sejak dini sangatlah penting, sebagaimana Al Fatih yang di didik oleh Ulama pilihan, hafidz Qur'an di usia dini, dibekali ketrampilan berkuda, memanah dan strategi, dijejali kisah-kisah para Nabi dan pejuang-pejuang Islam hingga mendarah daging.
  • Betapa Islam menjadi nafas kehidupan di masa itu, di saat perang sang Khalifah selalu memimpin sholat berjama'ah, sholat tahajjud bersama pasukan-pasukannya, bahkan para Ulama senantiasa mendampingi di setiap moment kenegaraan untuk mengajak berdoa bersama, mengingat Allah, memurnikan tujuan yang ingin dicapai, Masya Allah... -kembali mikir kondisi sekarang-
  • Buku Muhammad Al Fatih 1453 ini menjadi titik balik saya untuk kembali lebih mengenal sejarah Islam, nyesel kenapa waktu saya sekolah dulu pas pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sering tidur =(
  • Setelah baca buku ini saya jadi semangat buat baca -lagi- Shiroh Nabi Muhammad SAW -yang entah kenapa selalu bikin ngantuk-, saya cuma berfikir kalau pengikut Rasulullah SAW aja sedemikian keren, harusnya saya lebih mengidolakan beliau. #selfreminder
Sekian ya Readers, udah ngerti kan kenapa buku ini masuk kategori Must Be Read -dengan huruf tebal dan warna merah- seperti yang saya tulis di atas? Kalau belum punya bukunya boleh pinjem saya, tapi sangat disarankan beli sendiri ya jadi bisa diwariskan buat anak-anak kelak, sebagai investasi akhirat kita.

Salam Hangat

Oct 22, 2014

Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? #2

Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? #2
Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? #2
Lanjut topik Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? ya Mommies, artikel sebelumnya bisa dibaca disini. So, dengan berbagai kegiatan yang bisa kita lakukan di rumah, Mommies ga perlu khawatir si kecil akan di cap Kuper alias Kurang Pergaulan. 

Bukti nyatanya adalah apa yang saya alami ketika suatu sore si Abang minta ijin buat beli mainan kartu, pas saya tanya,
B : "Mau beli kartu apa? Abang kan udah punya kartu di rumah?"
A : "Tapi abang belum punya yang gambarnya Ganteng-Ganteng Serigala bunda.." #gubrakk

Di lain hari sepulang sholat maghrib di masjid si Abang nyanyi-nyanyi sendiri yang ga jelas nadanya buat saya, terus saya tanya, 
B : "Abang nyanyi apa siy? Kok Bunda ga pernah denger, itu lagu apa?"
A : "Itu lagunya Ganteng-Ganteng Serigala, Bunda nggak tau ya?"
#tuiiingggg


Ternyata si Abang tau dari temen-temennya, padahal dia siy ga ngerti juga film macem apa itu Ganteng-Ganteng Serigala, tapi nggak Kuper kan? Hehe.. Cukup tau apa yang lagi happening di kalangan temen-temennya aja, tanpa harus ditambah dengan pengetahuan dan tontonan yang ga ada manfaatnya. Coba apa positifnya nonton anak-anak sekolah yang selalu berburu darah suci? #loh kok saya tau ;)
Yang lebih bikin amazed lagi belakangan saya sering liat foto anak-anak yang pake gigi palsu di upload di medsos, suwer! saya beneran ga paham maksudnya apa. Lucu-lucuan kok nggak lucu? barulah saya tau setelah dijelasin putra kami, Ooo.. ternyata itu anak-anak kecil lagi pada niruin film serigala sama harimau itu to! Katanya siy temen-temennya banyak juga yang beli gigi vampir ato serigala itu, dimana-mana penjual mainan selalu nawarin gigi. Hadeeeeh,,, makin parah aja niy virus nyebar.

Ditinjau dari pengalaman saya di atas, jelas Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper Kan? Sebenernya mereka cuma butuh eksistensi untuk diakui (sebagaimana orang dewasa), kalau ada temennya bahas ini, dia tau. Cerita itu, dia ngerti. Justru dengan mengendalikan interaksi anak dengan tv kita bisa menyelamatkan mereka. Mommies tau sendiri, bahkan tayangan cartoon yang ditujukan untuk anak pun nggak semuanya punya nilai-nilai positif, kitalah yang harus pintar-pintar jadi filter. Perkenalkan anak mana tayangan yang boleh, seperti Dora The Explorer, Diego, Thomas and Friends, Barney, Laptop si Unyil, Upin dan Ipin serta serial Dodo dan Syamil. Mana tayangan yang perlu pendampingan orang tua, "Abang kalau mau nonton panggil Bunda ya, nanti Bunda temani." itu yang sering saya sampaikan ketika akan menonton Masha and Bear, Spongebob Squarepants, Si Entong, Keluarga Pak Somad, karena ada hal-hal yang baik dicontoh dan yang tidak patut ditiru sehingga kita yang harus menjelaskan jika ada adegan yang kurang mendidik, "Kalau sombong kayak si ini akibatnya begini Bang" "Kalau Abang malas jadinya seperti si itu" dan sebagainya.

"Kunci untuk mendisiplinkan anak adalah konsistensi dari orang tua, karena pada kenyataannya orang-orang dewasalah yang seringkali merusak tatanan yang telah dibuat sendiri"

Kunci untuk mendisiplinkan anak adalah konsistensi dari orang tua, karena pada kenyataannya orang-orang dewasalah yang seringkali merusak tatanan yang telah dibuat sendiri. Yuk selamatkan anak-anak kita dari bahaya Tv ya Mommies, Happy Thursday!!

Salam Hangat

Oct 19, 2014

Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? #1

Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? #1
Happy weekend Mommies... Kali ini saya kepingin mengangkat topik Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper??. Mommies tau kan belakangan lagi heboh beberapa sinetron yang disemprit oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) karena dianggap meresahkan dan ga mendidik? Ada si serigala, harimau, elang, lama-lama semua member kebun binatang keluar di tv. hehe...

Dan barusan aja saya baca artikel kalau KPI telah menetapkan acara anak yg tidak layak tonton karena memperlihatkan kekerasan secara eksplisit yaitu Bima Sakti, Krisna dan Tom and Jerry. Sedangkan cartoon Spongebob Squarepant dan Crayon Sinchan termasuk dalam kategori Hati-hati. Itu baru ditinjau dari segi kualitas tayangan, belum lagi dampak buruk dari sisi psikologi, kesehatan, gangguan konsentrasi dan sebagainya. Maka layaklah banyak Mommies yang sudah mulai membatasi interaksi anak dengan tv (red : televisi).

"Maka layaklah banyak Mommies yang sudah mulai membatasi interaksi anak dengan tv"

Ada sebagian Mommies yang saya kenal telah berhasil menyingkirkan tv dari rumahnya, ada pula sahabat saya yang bilang bahwa sudah saatnya tv-ny dijual karena anak-anak tak pernah ingin nonton tv. Bener-bener salut! Lalu bagaimana dengan saya? Saya sendiri belum bisa sepenuhnya melarang anak nonton tv, namun kami punya kesepakatan tentang waktu dan acara yang dapat ditonton.
Satu jam di pagi hari dari jam 06.00 - 07.00 dan 2 jam di siang hari mulai 13.30 - 15.30 adalah jadwal tv dirumah kami, setelahnya anak-anak akan mandi dan main di luar bersama teman sebayanya dan NO TV di malam hari.

Terus kalau malam suruh ngapain dong? Ohhh Mommies ga usah khawatir, banyak loh kegiatan yang bisa dilakuin di malam hari. Seperti mengaji dan makan malam setelah maghrib, sedangkan selepas isya adalah waktunya "fun time". Artinya kita bebas mau ngapain aja asal positif dan tetap menegakkan kesepakatan No tv! Contohnya apa Mom? Baca cerita, menggambar, bikin prakarya, masak bareng nyiapin bekal buat besok, mainan tradisional jaman kita kecil dulu (sambil nostalgila) atau nonton "video learning", yaitu koleksi video singkat (max. 7 menit) yang saya download dari you tube, berisi tentang berbagai pengetahuan baru buat anak-anak kita. Dari situlah saya jadi tau bahwa si Adek sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan luar angkasa, planet-planet, bintang dan galaksi. Sedangkan Abang sedang senang-senangnya mengenal kehidupan beruang kutub dan anjing laut di kutub utara yang saya download dari NatGeo. Peinsipnya Mommies bisa coba download video singkat dengan tema apa saja dan lihat ketertarikan anak kita. So, masih mau bilang Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper??

--to be continued--
Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? #2 sudah dapat Mommies baca DI SINI

Oct 17, 2014

Resensi Buku Terima Kasih Ayah

Resensi Buku Terima Kasih Ayah
Resensi Buku Terima Kasih Ayah
Judul Buku : Terima Kasih Ayah

Penulis : @terimakasihayah
Penerbit : Wahyu Qolbu
Terbit : 2014
Halaman : 252 halaman
Kategori : Kumpulan Cerpen
Rating : Good

AYAH
-Rinto Harahap

Di mana... akan kucari
Aku menangis, seorang diri
Hatiku, slalu ingin bertemu
Untukmu, aku bernyanyi

Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi


Siapa yang tidak mengenal lagu di atas? Saya yakin siapapun akan akan terharu karena meresapi maknanya. This is for you ay.. I know when you miss him, you will sing it deeply -bighug-. Cuplikan lagu di atas rasanya sangat mewakili apa yang ingin disampaikan para penulis dalam buku Terima Kasih Ayah. Yup, buku ini berisi kumpulan cerpen, kumpulan quotes, kumpulan renungan yang kesemuanya menggambarkan kemuliaan seorang ayah.


Berawal dari akun twiter @TerimakasihAyah yang kemudian di kemas dan di satukan dalam sebuah buku yang sarat makna akan pengorbanan dan perjuangan seorang ayah. Begitu pula kisah-kisah nyata yang dtulis oleh para followernya sangat layak untuk di baca sebagai perenungan kita, kenapa ayah tidak banyak bicara? kenapa ayah seringkali sibuk bekerja? kenapa ayah jarang mengungkapkan rasa sayang lewat kata? semuanya menjadi bisa diterima saat kita memahami beban dan tanggung jawab yang dipikul seorang ayah.


Meski seringkali kita lebih dekat dengan ibu, namun sosok ayah tak kan pernah tergantikan. Right? Seorang anak perempuan selalu mengidamkan pasangan yang memiliki sifat seperti ayahnya, dan anak laki-laki akan bermimpi bahwa saat dewasa kelak ia akan se keren sang ayah. Di beberapa kesempatan putra kami berkata "Ayah keren, bisa ini", "Ayah pemberani, soalnya begini", "Ayah hebat, karena begitu" atau "Abang kalau besar nanti pengen kerja kayak Ayah!", hingga saya paham ayah adalah panutan, ayah adalah idola, ayah adalah super hero yang ada di dunia nyata.


Langsung cuss baca buku Terima Kasih Ayah aja ya dears, udah speechless saya jadi emosional gini ;). Terima kasih Bapak, karena selalu ada untuk kami. Terima kasih Suamiku, karena selalu berusaha menjadi ayah terbaik bagi anak-anak kami. Terima kasih para calon ayah (anak-anak) ku, yang membuat kami selalu ingin menjadi orang tua yang lebih baik.


Ia adalah orang yang mencintai kita dalam diam,
Ia adalah orang yang tak pandai menangis ketika bersedih,
Ia juga orang yang selalu mengerti akan hati pada saat yang lain tak bisa memahami...
Terima Kasih, Ayah
---Red. Terima Kasih Ayah---

Oct 15, 2014

Resensi 101 Pertanyaan Seru

Judul Buku : 101 Pertanyaan Seru
Penulis : Intan Pradina Ardanto
Penerbit : Buah Hati
Terbit : 2013
Halaman : 136 halaman
Kategori : Parenting
Rating : Very Recommended, 4.5 of 5 stars

* Berapa umurmu sekarang?
* Menurutmu saat ini kamu sudah besar atau masih kecil? mengapa kamu pikir begitu?
* Menurutmu jadi dewasa itu asyik tidak?
* Tanya ayah atau ibu : Apa sih enaknya jadi orang dewasa?
* Apa saja yang kamu sukai dari dirimu?
* Tanya ayah atau ibu : Apa yang ayah dan ibu sukai dari diriku?
                                                                                                                ---red. 101 Pertanyaan Seru---
   

Pernahkah pertanyaan-pertanyaan di atas terlintas di benak Mommies? Kebayang kan gimana serunya anak-anak kita menjawab pertayaan-pertanyaan di atas? Kalau Mommies belum punya ide pertanyaan seru lainnya, buku yang terbit setahun lalu ini rasanya wajib dimiliki Mommies untuk mengenal lebih dekat tentang pemikiran anak-anak kita.

Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi 101 Pertanyaan Seru yang bisa kita tanyakan pada anak disertai dengan lembar untuk mengisi jawaban dari tiap pertanyaan yang ada. Jadi anak kita bisa langsung mengisi di buku tersebut. Dulu saat saya membeli buku ini si Abang masih TK dan belum pandai menulis, jadi saya membacakan tiap-tiap pertanyaan untuk dijawab secara lisan. Karena judulnya saja 101 Pertanyaan Seru maka jawaban yang keluar dari Abang pun benar-benar lucu, kadang aneh, kadang membuat saya takjub, kadang nggak nyambung, tentu saja sesuai dengan usia si anak. Seiring bertambahnya usia jawaban yang diberikan akan semakin serius dan lebih tegas. Ada beberapa pertanyaan yang jawabannya berubah-ubah sesuai mood dan usia Abang saat itu, ada pula pertanyaan yang jawabannya konsisten, selalu sama. Seperti pertanyaan "Kamu ingin kamarmu dicat warna apa?" dan Abang selalu menjawab "Merah!", artinya dia memang menyukai warna merah sama seperti setahun lalu. Dan tinggal kita lihat saja, apakah merah masih menjadi warna favoritnya saat dewasa kelak? Let's see...

Hebatnya buku ini karena bisa bikin Abang jadi ketagihan, setiap mau tidur pengen ditanyain pertanyaan yang seru-seru sampai bahan di buku habis dan lama-lama pertanyaan yang keluar adalah hasil karangan saya sendiri, dan ternyata Abang masih tetap enjoy dan happy dengan berbagai pertanyaan kepo dari saya -mungkin dia senang serasa diwawancara- Hehe... Sekarang karena Abang sudah duduk di bangku Sekolah Dasar, maka saya akan memberikan buku 101 Pertanyaan Seru untuk dia isi sendiri. Boleh diisi secara acak, tanpa batas waktu atau sesuai dengan mood Abang hari itu. Dan setelah dia dewasa saya ingin memberikan buku itu kembali sebagai kenang-kenangan, so sweet n very emotional pastinya ;) 

   Saran saya, ikuti konsepnya namun buatlah sendiri bukunya sesuai kreatifitas Mommies dan ananda. Pasti lebih seru! Saya juga berencana membuat 101 Pertanyaan Seru versi saya sendiri untuk si Adek, so selamat berkreasi dan berimajinasi bersama sang buah hati ya Mommies... =)
   Salam Hangat



Oct 14, 2014

Sikap Buruk Anak = Aku Ingin Perhatian

Sikap Buruk Anak = Aku Ingin Perhatian
Sikap Buruk Anak = Aku Ingin Perhatian
Pernah mengalami anak kita yang biasanya penurut mendadak memberontak? Anak kita yang biasanya rajin mendadak mogok sekolah? Atau anak kita yang biasanya pendiam mendadak suka marah-marah? Itulah yang ingin saya sampaikan, bahwa Sikap Buruk Anak = Aku Ingin Perhatian.

Seperti quote yang saya sertakan, Anak-Anak yang paling membutuhkan CINTA akan memintanya dengan cara-cara yang paling tidak Anda sukai. Jika Anda pernah mengalami hal-hal seperti diatas, saatnya kita pause dari kesibukan dan mulai berpikir bagian mana yang salah dari cara mendidik kita. Tapi yakin saja, seburuk apapun hal yang kita hadapi pasti ada karunia dibalik itu semua, asal kita mau mengakui kesalahan dan berani mengambil keputusan beserta resikonya.

Agak mbulet ya? hehe... Sebenarnya artikel Sikap Buruk Anak = Aku Ingin Perhatian ini didasarkan pada pengalaman pribadi yang baru-baru ini saya alami. Putra sulung kami adalah anak yang aktif, mudah bergaul dan beradaptasi dimanapun ia berada, sifatnya dominan, verbal dan keras, karakter seorang pemimpin. Tiap hari si Abang berangkat sekolah dengan semangat dengan diantar suami atau saya dan pulang dengan pak becak, karena jarak sekolah dan rumah kami cukup dekat. Hal ini sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu.

Suatu hari Abang males ke sekolah, alasannya "Jadi kakak SD pulangnya siang, ga enak!", esoknya ia ganti alasan dengan "Sekarang sholatnya tambah banyak, Abang capek..", hampir selama seminggu ia selalu beralasan dan menangis tiap akan berangkat sekolah. Lucunya, begitu sampai sekolah Abang langsung ceria dan tidak terlihat ada masalah apapun. Saya sempat bertanya pada wali kelas dan kepala sekolahnya apakah putra kami punya kendala dengan adaptasi di SD -karena ia baru 3 bulan ini masuk kelas 1 SD-, keduanya menjawab tidak ada masalah apa-apa, Abang tetap semangat di sekolah, hanya saja tiap pagi memang wajahnya murung.

Seminggu penuh perjuangan dengan rewelnya Abang tiap berangkat sekolah ternyata belum berakhir, sampai suatu ketika saat saya antar ke sekolah ia benar-benar tidak mau turun dari motor. Saya bujuk dengan berbagai cerita ia tetap tidak mau, sampai saya, wali kelas, teman-teman sekelas, kepala sekolah bergantian membujuknya pun tidak berhasil, diajak pulang abang juga menolak. Duh, saya sampai buntu sebenarnya apa maunya???

Akhirnya saya berinisiatif turun dari motor ke teras sekolah, jadi mau tidak mau Abang mengikuti saya. Ia hanya main-main dan duduk-duduk di teras. Kemudian datanglah Ibu kepala sekolah menghampiri kami,
Guru : "Abang masuk kelas yuk, nanti bunda nungguin disini kok.."
Abang : "Ga mau! Nanti kalo masuk kelas mesti bunda pergi.."
Kemudian sang Guru bertanya pada saya apakah Ayah ada dirumah? saya jawab kalau ayahnya sedang diluar kota beberapa hari. Saya mengakui bahwa kuantitas pertemuan putra kami dengan sang ayah memang kurang, jadi saya yang sepenuhnya fokus dalam hal mendidik anak-anak kami.

Kemudian Ibu Guru bercerita bahwa ada anak didiknya yang sangat temperamental, sedikit-sedikit marah, hal kecil pun temannya dimarahi, bahkan marah pada gurunya. Usut punya usut, ternyata anak tersebut sebenarnya marah pada kedua orang tuanya, ia ingin diperhatikan, ingin diantar jemput seperti teman-teman yang lain, ingin didampingi tiap ada kegiatan, namun karena terlalu takut mengungkapkan isi hatinya ia lantas memarahi semua orang. Ada lagi seorang anak yang susah berkata jujur, meski ia bilang hanya bercanda tapi sudah menjadi kebiasaan bahwa sampai hal ga penting sekalipun ia musti tidak jujur. Dan terjawablah bahwa selama ini ia merasa sering dibohongi orang tuanya.

Mendengar cerita itu saya merenung sejenak, mungkin putra kami ada perasaan mengganjal juga pada kami orang tuanya. Lalu saya coba memancingnya,
Saya : "Abang masuk kelas aja, Bunda tunggu diluar sampai pulang.."
Abang : "Bohong! Nanti mesti Bunda pergi.."
Saya : "Enggak, Bunda janji nunggu Abang disini. Hari ini Bunda ijin aja nggak ke kantor."
Abang : "Bohong! Bunda sukanya bohong!"
Cetarrrrr... bagai kesambar petir dipagi hari, mak jlebb di hati saya.. ;(
Saya : "Bohong kenapa? Apa Bunda suka bohong sama Abang?"
Abang : "Bunda dari dulu bohong! Katanya mau pensiun, nemenin Abang dirumah. Tapi besoknya kerja lagi, Bunda bohong terus!!"
Dan..... meweklah sayaaaa, Hiks, ternyata Abang begitu berharap bisa mendapatkan perhatian penuh dari saya. Saya paham, dengan keterbatasan waktu yang dimiliki dengan sang Ayah tentu ia mengharap kompensasi lebih dari saya. Saat itu saya benar-benar merasa gagal sebagai orang tua, padahal saya merasa sudah all out mencurahkan tenaga dan pikiran saya untuk anak-anak, sementara pekerjaan adalah nomor sekian. Namun kenyataannya putra kami butuh perhatian lebih dari itu.

Setelah semua uneg-uneg Abang tersampaikan, mulai dari dia berharap saya kalaupun kerja tidak pulang sore, ia ingin Bundanya bisa menjemput tiap hari dan menemani bermain di rumah setelahnya, ia ingin Ayah menelponnya jika akan pulang lambat, bahkan saat saya jelaskan kalau tidak bekerja bararti Abang harus hemat, ia dengan tegas menjawab "Nggak apa-apa, Abang ga butuh uang, nggak beli susu juga nggak papa, nggak beli roti juga nggak papa, uang Abang di ambil semua aja nggak papa!", hal-hal kecil yang sebelumnya tidak pernah kami sadari.

Singkat cerita saya lalu curhat dengan suami sambil nangis bombay dan bilang kalau saya mau resign aja, setelah beberapa hari mencari solusi, diskusi, memikirkan dengan berbagai pertimbangan bersama, akhirnya saya memutuskan keluar dari tempat kerja dan mencoba mencari tempat lain yang lebih fleksibel untuk kepentingan keluarga. Tentu dengan konsekuensi akan ada masa tenggang dimana saya harus mencari tempat praktek baru, artinya saya harus siap menganggur paling tidak untuk 1 bulan ke depan.
"Ternyata Allah memberi karunia luar biasa disaat kita siap melepasnya, kita hanya perlu memilih prioritas, apa tujuan hidup kita, membuat keputusan dan ikhlas dengan segala resiko yang akan kita hadapi."

Tuhan selalu menyiapkan karuniaNYA tepat saat kita sudah merasa pasrah dan ikhlas akan ketetapanNYA. Karena begitu saya mengajukan resign, ternyata pimpinan justru memberikan kelonggaran pada saya untuk bisa pulang lebih awal dan menjemput putra kami, serta tidak perlu kembali ke kantor setelahnya, selama saya masih bisa menyelesaikan semua kewajiban dan tugas saya. Sungguh, Maha Kuasa Allah atas segala sesuatu... Ternyata Allah memberi karunia luar biasa disaat kita siap melepasnya, kita hanya perlu memilih prioritas, apa tujuan hidup kita, membuat keputusan dan ikhlas dengan segala resiko yang akan kita hadapi. Selebihnya? Campur tangan Allah lah yang akan memutuskan.

So, Tidak ada anak nakal, tidak ada anak yang bersikap buruk tanpa alasan. Kita lah sebagai orang tua yang harus lebih peka dan mau memperbaiki kesalahan. Saya jadi bersyukur si Abang ngambek waktu itu, bersyukur ia masih mau mengungkapkan kegundahan hatinya, artinya ia masih percaya bahwa kami mau mendengar isi hatinya, bahwa kami menyayanginya. Setelah kejadian itu, tiap siang saya menjemput Abang dari sekolahnya, dan dirumah kami membuat surat perjanjian yang berisi tentang apa yang diharapkan dari masing-masing anggota keluarga beserta konsekuensinya. Ayah, Bunda, Abang semua bertanda tangan dalam perjanjian itu -kecuali Adek, karena belum bisa tanda tangan-, namun tetap masuk dalam perjanjian.

Semoga keluarga kita semua dilimpahi dengan kebahagiaan.

Salam Hangat,