Sep 21, 2014

Waspada Gambar Kaos Anak-Anak!

Waspada Gambar Kaos Anak-Anak!
Di Minggu sore yang sedikit mendung sambil nemenin (eh, ngeliatin) suami yang lagi nyuci motor kesayangannya, saya mau posting pengalaman dengan Ayah Bunda yang musti Waspada pada Gambar Kaos Anak-Anak.

Adakah yang sudah memperhatikan gambar yang ada disampul artikel ini? Itu adalah gambar dari kaos souvenir oleh-oleh dari suami untuk putra sulung kami. Sekilas nampak biasa-biasa saja, hanya kaos putih dengan gambar dan tulisan selayaknya kaos souvenir lainnya. Hal pertama yang membuat saya terganggu adalah tulisan "don't disturb" yang terpampang cukup besar. Pertanyaan mulai muncul, kenapa kaos anak-anak (ukuran usia 6th) diberi tulisan don't disturb? Anak-anak tidak ingin diganggu dari apa? Belajar? Mainan?

Demi menelaah maksud kata yang tertulis, saya mulai memperhatikan gambar pada kaos yang memang sedikit abstrak. Dan tiba-tiba alarm di kepala saya tersentak berbunyi. Gambar apa itu? Bukankah ada dua orang? Laki-laki dan perempuan? Dengan posisi.... entah sedang apa maksud sang pembuat design, yang jelas saya udah keburu lemes duluan. Coba Mommies perhatikan, adakah maksud positif atau mendidik dari gambar tersebut? Atau saya yang tidak pandai menterjemahkan sebuah gambar? (Mohon pencerahan..)

Bagaimanapun, bagi saya gambar itu SANGAT TIDAK LAYAK bagi anak-anak. Hiks, saya sebagai orang tua sakit hati kenapa gambar-gambar beserta tulisan seperti itu bisa ada di kaos ukuran anak-anak? Apakah hanya keteledoran atau memang setiap design dibuat dengan berbagai ukuran? Bagaimana kalau yang memakai anak-anak SD yang berusia lebih besar dari putra kami, saya yakin dengan ketrampilan bahasa inggris dan kemampuan anak jaman sekarang 100% mereka pasti paham apa maksud gambar tersebut. Miris sekali saat kita selaku orang tua dirumah begitu gencar mengajarkan kepada anak-anak kita dirumah tentang hal baik dan buruk, sementara diluaran sana banyak yang tidak peduli selain keuntungan yang diperoleh. Harapan saya siy, mudah-mudahan yang terjadi hanya keteledoran, hanya kecolongan yang cuma dibuat 1 piece saja.

Dibalik kejadian kaos tidak senonoh tersebut, tentunya menjadi renungan dan peringatan untuk kita semua sebagai orang tua agar lebih Waspada terhadap Gambar Kaos Anak-anak yang akan kita beli. Mari kita menjadi filter bagi anak-anak kita, menguatkan pondasi iman dan akhlak agar menjadi generasi yang tangguh.

Kalau saya pikir-pikir lagi, saya harus mengucap Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah, yang telah memperjalankan suami saya untuk membeli 2 kaos oleh-oleh bagi si Abang (putra sulung) kami. Ya, 2 buah kaos, padahal adeknya cuma kebagian 1 kaos aja. Rupanya dari situlah Allah menyapa saya dan keluarga kami, "nih ada 2 kaos, yang satu bisa dipakai untuk anakmu dan satunya sebagai pelajaran bagimu dan keluarga." Jadi sekarang kaos tersebut saya simpan dan selalu mengingatkan kebesaran Allah melalui suami saya. Trimakasih Ayah, udah beli 2 kaos buat abang.. Artinya saat itu ayah sedang dituntun Allah untuk memberi pelajaran bagi kami semua.

Sekian sharing pengalaman saya ya, yuk makin Waspada Gambar Kaos Anak-Anak. Berhubung udah mau maghrib, dan si kecil udah bangun saya pamit dulu ya. Semoga bermanfaat. HAPPY WEEKEND..

Salam Hangat,

Sep 17, 2014

Resensi Buku Sabtu Bersama Bapak

Resensi Buku Sabtu Bersama Bapak
Resensi Buku Sabtu Bersama Bapak
Judul Buku : Sabtu Bersama Bapak
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : Gagas Media
Terbit : 2014
Halaman : 278 halaman
Kategori : Novel Keluarga
Rating : Recommended, 3.5 of 5 stars

Akhir-akhir ini saya cukup sering menjumpai buku maupun novel yang bercerita tentang sosok ayah di toko buku,mungkin ini saatnya untuk unjuk gigi bagaimana peran ayah begitu penting dalam sebuah keluarga.Sebelum kita cuss ke Resensi Buku Sabtu Bersama Bapak, saya punya ungkapan favorit "Hal terbaik yang bisa dilakukan seorang ayah bagi anak-anaknya adalah dengan selalu mencintai ibu mereka". Saya yakin para Ibu seluruh dunia pun 100% setuju pada ungkapan tersebut. Ya, karena kasih sayang ayah berarti surga bagi keluarga, cinta suami adalah energi luar biasa bagi seorang istri, serta istri yang bahagia adalah sumber kedamaian keluarga dan keceriaan anak-anaknya. So, para ayah... Andalah orang paling penting bagi kebahagiaan kami ;)

-----
"Ketika kalian punya pertanyaan, kalian tidak perlu bingung
kemana harus mencari jawaban.
I don't let death take these, away from us.
I don't give death, a chance.
Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian". 
-red. Sabtu Bersama Bapak-
------ 

Sudah bisa membayangkan apa isi buku ini dari kutipan di atas? Sabtu Bersama Bapak adalah buku yang bercerita tentang keluarga Pak Gunawan, Ibu Itje dan dua anak lelakinya Satya dan Cakra. Setelah vonis penyakit yang diderita Pak Gunawan, ia memutuskan bahwa waktu 1 bulan yang tersisa akan dimanfaatkan untuk membuat rekaman video dirinya agar kelak dapat selalu mendampingi anak-anaknya tumbuh besar hingga menjadi seorang suami dan ayah yang baik meski ia telah tiada. Agar mereka tak kehilangan sosok ayah, karena Bapak selalu bersama mereka.

Buku ini berisi kisah 3 orang pria dari keluarga Pak Gunawan, Sang ayah dengan perjuangannya untuk dapat menemani anaknya sepanjang waktu melalui video-video yang di rekam setiap malamnya. Satya si sulung yang merasa harus menjadi pengganti ayah akhirnya tumbuh menjadi suami pemarah dan keras terhadap anak dan istrinya, namun sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi "Best Dad Ever" bagi anak-anaknya setelah kembali menonton video-video dari Bapak. Serta perjalanan sang adik Cakra, untuk menemukan istri pujaan ditengah keterbatasan fisik yang tak seganteng kakaknya. Namun selalu semangat karena mengingat pesan-pesan di video Bapak. Makin lengkap dengan cerita tentang Ibu Itje, seorang janda dengan 2 anak lelaki balitanya yang selalu berusaha hidup mandiri sepeninggal Pak Gunawan dan tak ingin menjadi beban bagi kedua anaknya. 

Lucu, kocak, konyol, menyentuh, sarat pesan dan makna tentang arti sebuah keluarga, mengajari tanpa terasa menggurui. Setelah Readers membaca buku ini yakinlah siapapun diri kita, apakah anak bagi orang tua kita, suami bagi istri kita, istri bagi pasangan kita, orang tua bagi anak-anak kita, selalu ingin menjadi manusia yang lebih baik bagi orang-orang yang kita sayangi.

Ayah, sempatkanlah waktu bersama anak-anak dan keluargamu selagi Allah masi menganugerahkan kesehatan dan usia. Cobalah membuat rutinitas seperti inspirasi dari Resensi Buku Sabtu Bersama Bapak. Mungkin Minggu bersama Ayah? Pagi bersama Ayah? atau Malam Minggu bareng Ayah? Apapun namanya, percayalah istri dan anak-anakmu selalu menanti tiap detik kebersamaan yang bisa diraih. Ya, karena kau adalah Ayah kami...

Rasanya cukup sekian ya Readers Resensi Buku Sabtu Bersama Bapak kali ini, sampai ketemu di postingan selanjutnya. Saya jadi ikut kebawa suasana niy. Ayah, Abang, Adek... I Love U.

Sep 15, 2014

Resensi Buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak

Resensi Buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak
Resensi Buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak
Judul Buku : Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak
Penulis : Ayah Edy
Penerbit : Noura Books
Terbit : Februari 2014
Halaman : 196 halaman
Kategori : Parenting
Keterangan : Very Recommended 4 of 5 stars

Happy Monday, Readers...  

Di hari Senin nan ceria ini saya akan menulis Resensi Buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak. Why? Kenapa harus buku ini? Yup, karena saya adalah ibu dari 2 orang putra yang demi mereka saya harus membuat diri saya "pintar" terlebih dahulu. Salah satunya adalah dengan membaca Buku ini, kemudian menuliskan resensinya untuk berbagi dengan para orang tua yang semangat memberikan yang terbaik untuk anaknya, seperti saya.

Sengaja Resensi Buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak ini saya posting di hari Senin, karena ada kutipan favorit saya di buku ini yang berbunyi "I DON'T LIKE MONDAY = I DON'T LIKE MY JOB". Kata-kata itu begitu "mak jlebb" buat saya ;) Jujur saja saya adalah salah satu manusia di bumi ini yang tidak menyukai hari Senin, it means... saya memang tidak terlalu menyukai pekerjaan rutin saya *ups! (But I really love writing). So, dengan alasan yang sederhana itulah saya tidak ingin anak-anak saya ikut "tersesat" di lingkaran pekerjaan yang bukan menjadi bakat dan minatnya seperti saya. hehe...

Sedikit point penting buat saya yang mungkin bisa membuat readers semua ikut kepo pengen baca buku keren ini,

1. Setiap anak adalah pohon tertentu. Jika anak kita adalah pohon penyanyi, jangan paksakan dia untuk tumbuh menjadi pohon dokter
Tentu saja dia bisa menjadi seorang dokter seperti keinginan kita, tapi dokter yang serba tanggung. tidak bodoh dan juga bukan seorang dokter hebat,tidak terkenal tapi juga tidak sepi-sepi amat, tidak menonjol dan tidak terlalu ingin maju.
Berbeda jika si anak menjadi penyanyi, karena dia adalah pohon penyanyi tentu saja dia punya minat (passion) besar terhadap menyanyi, ditunjang dengan bakat alami yang dia bawa sebagai pohon penyanyi. Bisa dibayangkan bukan akan jadi penyanyi seperti apa anak kita kelak? Luar biasa hebat karena ditunjang kerja keras dan ketekunan yang ia lakukan dengan sukarela. Kenapa? Yup, karena dia punya minat dan bakat di bidang itu, tentu ia akan selalu melakukan yang terbaik untuk mengejar mimpi besarnya.

2. Jangan mudah menilai rendah terhadap minat anak.
Dengan kata lain kita sebagai orang tua jangan gampang negatif thingking pada anak kita. Misalnya ada anak yang suka melihat maket (miniatur bangunan) di pameran-pameran perumahan (seperti anak saya ;)). Seringkali kita langsung menanggapi,"adek ngapain liat itu lama-lama?", "apa nggak bosen?", "cuma kayak gitu kok dilihatin terus!" beserta komentar-komentar sinis lainnya. Yuk coba belajar menahan diri kita sebentar, cukup amati saja. Apa yang anak kita lihat? apa yang dia suka dari maket itu? arsitekturnya kah? kokohnya bangunan kah? taman-tamannya yang indah kah? desain kamarnya yang lucu kah? atau mungkin dia menyukai perpauduan cat dari tiap2 miniatur bangunan yang ada (ini jawaban putra sulung saya waktu saya tanya). Lihat, kan? kita bisa mengenal minat anak kita lebih jauh jika kita mau sedikit bersabar dan memperhatikan. Tak ada yang buruk terhadap minat anak kita, asal semua diawali dengan rasa senang hal sesulit apapun akan ditaklukkannya.

3. Tugas orang tua adalah memberi referensi dan pengetahuan tentang berbagai hal kepada anak. Kemudian AMATILAH.
Jangan biarkan anak kita terfokus pada pekerjaan maupun cita-cita yang umum saja. Ajaklah mereka kemana saja untuk memperluas pengetahuan. Mungkin kita bisa mengajak anak kita ke museum, peternakan sapi, pameran otomotif, pameran perumahan, pameran pendidikan, pasar malam, rumah ibadah, konser musik, pentas tari, lomba memasak, atau bisa juga diajak ke kantor kita sesekali. Berilah rangsangan sebanyak-banyaknya kepada anak dan AMATI, dimana minat mereka? apakah ia berbakat? Semakin banyak rangsangan yang kita berikan, maka akan semakin mudah kita memetakan potensi unggulnya.

Rasanya 3 hal tersebut sudah membuat Bunda penasaran bukan? akan ada banyak ilmu, banyak hikmah dari tiap pengalaman yang ada didalamnya dan makin banyak ide bagaimana kita akan mengantarkan anak kita masuk dalam slogan RIGHT MAN IN THE RIGHT PLACE. Sukses selalu para Ayah Bunda, semoga Resensi Buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak ini banyak membantu yaa....

Salam hangat.