Dec 30, 2014

Sudah Sukses kah Saya?

Sudah Sukses kah Saya?
Suatu sore seorang sahabat saya nyletuk di sela-sela obrolan kami, "Temen-temen kita ternyata keren-keren ya, mereka semua udah jadi orang sukses!" dan langsung saya timpali dengan "Iya bener, aku juga ngrasa gitu."

Well, sebenarnya saya memang sering berpikir bahwa seiring bertambahnya kedewasaan dalam hidup, kini teman-teman saya telah menjelma menjadi orang-orang sukses. Tadinya saya pikir itu adalah anggapan pribadi saya sendiri, dan benar-benar terkejut saat sahabat saya berpikir hal yang sama. Setelah obrolan kami via bbm sore itu saya lantas merenung, sukses itu apa sih? Sudah sukses kah saya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "sukses" diartikan berhasil atau beruntung. Sehingga kesuksesan berarti suatu keberhasilan atau keberuntungan. Sedangkan dalam Bahasa Inggris success berarti keberhasilan dan hasil baik. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kesuksesan adalah keberhasilan seseorang dalam mencapai sesuatu. Menurut definisi tersebut, sudah sukses kah saya?

Sukses yang kerap kali identik dengan banyak uang, punya jabatan, rumah besar, mobil mewah, istri cantik, suami tampan, anak-anak pandai serta berbagai fasilitas yang dimiliki, rasanya kurang pas bila tak ditambah dengan kata BAHAGIA. Setuju?? Jadi, apakah kesuksesan seseorang akan tampak dari materinya? Dulu saya masih berpikir seperti itu sampai akhirnya saya menjalani kehidupan yang sebenarnya. Berkeluarga, bekerja, menjadi seorang Ibu ternyata banyak mengubah cara pandang saya tentang sukses dan hidup itu sendiri. 

Saya adalah orang yang mengutamakan pendidikan, jadi dari dulu saya akan berusaha mati-matian belajar, mendapat nilai baik, sehingga bisa bekerja di perusahaan multinasional dan punya karir cemerlang! Saya pikir itulah tujuan saya bersekolah selama ini, sampai pernikahan mengubah pola pikir saya secara drastis!! adakah yang juga mengalaminya?


"Kesuksesan adalah apa yang Anda rasakan"

apakah sukses itu? mengutip pernyataan Andrie Wongso - seorang motivator nasional, Kesuksesan adalah apa yang Anda rasakan. Bukan yang orang lain lihat atau rasakan, tapi yang Anda rasakan sendiri. Dan saya 100% setuju dengan hal itu, karena kebaagiaan lah indikator sukses itu. Itulah mengapa saya jadi bangga bahwa teman-teman saya kini telah menjadi orang sukses sesuai kondisi mereka masing-masing, karena sukses adalah,
  • Saat mereka punya ijazah S2 dan seorang Dosen yang rela melepas pekerjaannya demi mendidik putra putri dirumah dengan sepenuh hati.
  • Mereka yang nilai akademisnya sedang namun begitu mencintai seni dan mewujudkannya menjadi berbagai produk homemade serta mendesain segala sesuatunya hingga usahanya besar.
  • Mereka dengan kepandaian dari berbagai latar belakang pendidikan yang mencurahkan seluruh perhatian, kemauan belajar dan ide-ide kreatifnya demi kebaikan keluarga dan putra-putrinya.
  • Mereka yang bekerja namun selalu dipenuhi rencana tentang bagaimana menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.
  • Mereka yang berdedikasi dalam pekerjaannya untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain - apapun profesinya.
  • Mereka yang rela mendapat sedikit uang demi memperoleh waktu untuk hal yang lebih penting - anak, keluarga.
  • Mereka yang menjual sesuatu, membuat sesuatu, melakukan sesuatu dengan penuh optimistik dan rasa bahagia - walau seringkali tidak sesuai dengan pendidikannya.
Lalu kapan orang akan mencapai sukses? jawabannya sederhana, selama Anda bahagia! Karena saya yakin, teman-teman saya yang sukses itu selalu melakukan apapun pilihan mereka dengan bahagia. Jadi selama Anda bahagia, Anda adalah orang sukses. Tak peduli bagaimana orang lain melihatnya. So, Sudah sukses kah Saya? Yes, I am. ^_^

Salam Hangat,


Dec 10, 2014

Daftar Raport Merah Orang Tua

Daftar Raport Merah Orang Tua
Daftar Raport Merah Orang Tua
Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk memfasilitasi dan melakukan apa saja agar sang buah hati menjadi pribadi yang lebih baik daripada kita, orang tuanya. Namun seringkali kita lupa bahwa menyiapkan segala kebutuhan anak saja tidaklah cukup bila tanpa disertai dengan tekad dan konsistensi untuk terus menerus menanamkan hal-hal baik dari kedua orang tua sendiri.

Motivator Nasional Keluarga Sakinah dari Surakarta Ustadz Triasmoro Kurniawan, pada acara workshop yang diselenggarakan di Blora 20/11/2014 kemarin mengingatkan bahwa setidaknya ada 7 kesalahan yang mengakibatkan orang tua mendapat "Raport Merah"

Berikut Daftar Raport Merah Orang Tua yang patut kita renungkan :
  1. Tidak sepenuh hati dalam mengemban serta mengawasi pertumbuhan dan pendidikan anak. Bukan berarti kita sebagai orang tua tidak tulus dalam mengawasi tumbuh kembang anak, akan tetapi lebih ditekankan pada kurangnya effort / usaha kita dalam mendampingi pertumbuhan dan pendidikan anak. Seringkali kesibukan kita akan hal lain bisa dijadikan permakluman atas kebiasaan kurang baik pada anak. Seperti ungkapan "Ah nggak apa-apa anak main gadget seharian, lagipula saya harus lembur kerja di rumah. Daripada mereka main di luar, siapa yang mengawasi?" dan kesalahan kecil lain yang seringkali kita anggap benar, padahal sebenarnya kita sendirilah yang mencari pembenaran itu.
  2. Tidak memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari hari kepada anak. Mari kita akui bahwa hal paling sulit berperan sebagai orang tua adalah memberikan teladan yang baik, jadi sepatutnya saat kita tidak bisa memberi contoh yang baik atau melanggar peraturan yang kita buat sendiri segeralah minta maaf pada anak. Tunjukkan bahwa orang tua juga bisa melakukan kesalahan dan kita akan berusaha untuk mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama. 
  3. Membeda bedakan dalam berprilaku. Tak ada seorang pun di dunia ini yang suka di banding-bandingkan dengan orang lain, terlebih dengan saudaranya sendiri. Saya yakin sebagian besar dari kita pernah mengalami "sakitnya" dibeda-bedakan, dan tidak ingin hal itu terjadi pula pada anak-anak kita.  
  4. Tidak adil dalam memberikan kebijakanya. Tentunya prinsip adil di sini sesuai dengan proporsi kebutuhan, kemampuan dan tingkat pemahaman masing-masing anak.  
  5. Bertengkar dengan pasangan di depan anak. Untuk hal yang satu ini jelas BIG NO! dilakukan di depan anak.
  6. Tidak konsisten dengan aturan yang disepakati. Nah point ini adalah tantangan terbesar orang tua dalam membentuk kebiasaan anak. Misalnya di rumah kami ada kesepakatan bahwa waktu menonton tv adalah jam 14.00 - 16.00, setelahnya anak bermain di luar dan NO TV hingga tidur malam. Jadi walau saat itu saya lagi kepengen banget liat ILK atau Om Mario Teguh, saya harus rela menunggu anak-anak tidur dulu, dan kalau acaranya sudah selesai toh saya masih bisa liat di You Tube tanpa ada anak-anak. Rasanya hal tersebut sangat layak dilakukan, karena dengan begitu si anak akan paham bahwa baik dirinya maupun orang tua tidak ada yang boleh melanggar kesepakatan. Dan walaupun si Abang sering bilang kepingin nonton Mahabarata seperti teman-temannya, tapi dia tidak pernah merajuk atau marah-marah agar dituruti keinginannya karena menyadari bagaimana semua orang berjuang menegakkan peraturan. Hehe..
  7. Tidak membiasakan dengan hal yang baik. Habit atau kebiasaan anak 100% dibentuk oleh orang tua. Kembali lagi apakah kita sebagai orang tua konsisten melakukannya sehingga menjadi kebiasaan bagi si anak, atau seringkali kita loyo di tengah jalan sehingga proses pembentukan kebiasaan akan gagal begitu saja. Setiap hal yang dilakukan anak mulai bangun tidur sampai ia tidur kembali di malam hari adalah murni peran dan tanggung jawab kita sebagai orang tua. Jadi no excuse buat nyalahin eyang, assisten rumah tangga atau orang lain di sekitar kita ya...
Semoga daftar raport merah orang tua ini menjadikan kita sadar, bahwa anak adalah amanah yang di berikan Allah kepada setiap orang tua yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya. Semangat!!

Salam Hangat,

Dec 9, 2014

9 Fakta Kesehatan yang Harus Anda Tahu

Berikut 9 Fakta Kesehatan yang Harus Anda Tahu :

  1. Jalan 50 langkah memerbaiki tulang tubuh, sedangkan menaiki 20 anak tangga dapat memperbaiki tulang lutut.
    9 Fakta Kesehatan yang Harus Anda Tahu
  2. Wanita dilarang menarik barang, tetapi mendorongnya.
  3. Salah satu penyebab darah tinggi adalah kurangnya Kalium. Sedangkan timun dan semangka (terutama yang berwarna kuning) adalah sumber kalium.
  4. Wanita sangat tidak disarankan meminum kopi, karena selain dapat menyebabkan osteoporosis, kopi juga mempercepat menopause. #selfreminder
  5. Mengkonsumsi jus pear ditambah 4 buah strawberry setiap hari dapat menaikkan daya tahan tubuh Anda.
  6. Labu kuning baik untuk mempertajam daya ingat anak.
  7. Rebusan 10 lembar daun salam dalam 2 gelas air dapat mengurangi kandungan kolesterol dari santan.
  8. Memakan anggur hitam dapat menguatkan jantung, anggur hijau melangsingkan tubuh, sedangkan anggur merah dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah dan kolesterol.
  9. Kandungan dalam daun tapak dara dapat menurunkan kualitas dan kuantitas pada sperma.