Feb 23, 2015

Resensi Buku Ilmuwan Cilik, Tubuhku

Resensi Buku Ilmuwan Cilik, Tubuhku
Judul : Ilmuwan Cilik, Tubuhku
Penulis : Lisa Burke
Alih Bahasa : Yunita Candra Sari, dari Buku Mini Scientist, My Body by Lisa Burke
Editor : D. Kurniawan, S.Si
Penerbit : PT. Tiga Ananda
Tahun Terbit : 2014
Kategori : Sains Anak

Setiap anak bisa menjadi seorang ilmuwan. Yup, kali ini saya mau sharing Resensi Buku Ilmuwan Cilik, Tubuhku yang akan membuat kegiatan bersama anak jadi makin seru!

Tentu Mommies sudah tidak asing dengan percobaan telepon sederhana dengan menghubungkan dua buah kaleng kosong melalui sebuah benang. Nah, saat ini kita tak perlu menunggu si kecil masuk Sekolah Dasar (SD) untuk dapat mengajaknya berkesperimen layaknya ilmuwan cilik. Buku Ilmuwan Cilik, Tubuhku cocok dipraktekkan mulai anak berusia 5 tahun untuk lebih mengenal tiap anggota tubuh beserta fungsinya.

Banyak percobaan sederhana yang dapat Mommies lakukan bersama bersama buah hati, seperti menjadi detektif tubuh, percobaan detak jantung, bernapas, kekuatan otot, tipuan mata, bunyi nan merdu, indra pengecap serta sesi raba dan rasakan. Termasuk percobaan tipuan mata (mengenal thaumatrope) yang kami lakukan tempo hari. Bahan dan alat yang diperlukan pun sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, jadi Mommies tidak perlu berbelanja khusus untuk persiapannya.

Buku Ilmuwan Cilik, Tubuhku ini menawarkan sebuah pembelajaran seru dengan memberikan alasan dan penjelasan pada setiap hasilnya. Dijamin si kecil tidak akan merasa bosan, dan mereka akan lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan yang ingin kita sampaikan melalui percobaan, tanpa dipaksa menghafal. Bahkan, putra kami pun selalu merasa ketagihan untuk melakukan percobaan-percobaan baru setiap harinya. So, selamat mencoba ya Mommies, semoga bermanfaat..

Salam Hangat,
Resensi Buku Ilmuwan Cilik, Tubuhku


Feb 17, 2015

Apa Yang Seharusnya BUMIL Tahu? (Serba Serbi Kehamilan)

Apa Yang Seharusnya BUMIL Tahu? (Serba Serbi Kehamilan)
Menjadi Ibu Hamil tentu lah istimewa, terlebih bagi Mommies yang sedang menjalani masa kehamilan untuk pertama kalinya. Bahagia, khawatir, cemas, tak sabar menanti kelahiran si kecil tentu menjadi teman sehari-hari. Tak heran, para Bumil (Ibu Hamil) banyak meminta saran dan sharing dari banyak pihak, selain dokter, sering kali cerita dari keluarga, orang tua, sahabat dan teman-teman juga menjadi bahan pertimbangan. Bahkan kadang-kadang info dan berbagai macam saran tersebut sampai membuat Bumil menjadi cemas dan khawatir berlebih akan kesehatan diri dan sang calon bayi.

Berikut beberapa hal yang seharusnya Bumil tahu seputar kehamilan yang saya rangkum dari berbagai buku dan majalah kehamilan,

  1. Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi minimal dua kali sehari dan berkumur dengan air matang setelah makan sangatlah penting bagi Bumil, karena kuman yang berasal dari sisa-sisa makanan dapat menjadi sumber infeksi yang berkaitan dengan kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
  2. Produk susu dan susu yang tidak di pasteurisasi, daging dan seafood yang tidak dimasak matang karena rentan mengandung bakteri Listeria yang dapat membahayakan janin. Termasuk telur yang tidak dimasak matang, serta ikan dengan kandungan merkuri tinggi seperti hiu dan makarel.
  3. Hindari junk food dan makanan manis berlebihan yang hanya mengandung sedikit zat gizi untuk menghindari kelebihan berat badan. Tinggalkan alkohol dan membatasi konsumsi kafein juga termasuk hal yang wajib dilakukan Bumil.
  4. Perbanyak asupan cairan dan mengonsumsi lebih banyak makanan berserat dapat mengurangi resiko konstipasi yang dialami lebih dari 75% Ibu Hamil.
  5. Perbanyak asupan asam folat selama kehamilan. Menurut studi yang dilakukan di Norwegian Institute of Public Health, Oslo, menemukan adanya indikasi bahwa asam folat selain berperan dalam mencegah cacat lahir juga dapat membantu mencegah autisme di masa kanak-kanak. Sedangkan Journal of The American Medical Association menambahkan keunggulan asam folat lain dengan membuka kemungkinan adanya kaitan antara konsumsi asam folat dengan berkurangnya resiko gangguan otak lainnya pada anak.
  6. Pilah pilih buah apel. Hal ini berkaitan dengan sedang merebaknya apel impor jenis Granny Smith dan Gala yang mengandung bakteri Listeria monocytogenes. Menurut studi yang dimuat di The Journal of Experimental Medicine, bakteri Listeria masuk ke dalam usus dan plasenta melalui protein yang disebut phosphoinositide-3 kinase (PI3K), dimana dalam kasus yang terjadi beberapa waktu lalu, dilaporkan bakteri ini menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan kehamilan, salah satunya menyebabkan kematian pada janin. Baca Juga : Waspada Ancaman Bakteri Listeria!
  7. Anggapan bahwa Bumil dilarang menggaruk perutnya yang gatal sangatlah beralasan. Gatal pada perut saat masa kehamilan disebabkan kulit perut yang meregang sehingga menimbulkan gatal. Sedangkan menggaruk dapat meninggalkan bekas, sebaiknya cukup gunakan lotion atau minyak zaitun untuk mengurangi rasa gatal.
  8. Bumil boleh melakukan perawatan tubuh seperti spa massage, facial, atau luluran selama bahan-bahan yang digunakan tidak mengandung zat-zat yang berbahaya untuk kehamilan, seperti isotretinoin, hydroquinone. Yang tidak boleh dilakukan adalah urut pada bagian perut karena dikhawatirkan dapat menyebabkan plasenta terlepas.
  9. Penggunaan kuteks pada dasarnya diperbolehkan selama terbuat dari bahan-bahan non toksik. Namun sebaiknya tidak digunakan saat Bumil akan bersalin. Pada saat proses persalinan, dokter perlu memastikan sirkulasi darah Mommies dalam kondisi baik dan hal ini salah satunya dapat dinilai dari perubahan warna pada kuku.
Demikian beberapa hal yang seharusnya Bumil tahu seputar kehamilan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan Mommies semua ya..

Salam Hangat,


Feb 11, 2015

Fun Time #4 : Percobaan Tipuan Mata (Mengenal Thaumatrope)

Percobaan Tipuan Mata (Mengenal Thaumatrope)
Kali ini saya ditodong bikin percobaan sains sama si Abang yang terinspirasi dari buku Ilmuwan Cilik karya Lisa Burke. Nah, malam ini kami mau membuktikan tentang adanya ilusi penglihatan dengan Percobaan Tipuan Mata (Mengenal Thaumatrope). Langsung kita tengok yuk Mommies!

Alat dan Bahan :
1. Kertas warna
2. Ballpoint / spidol
3. Clay
4. Tusuk sate / lidi
5. Selotip
6. Jangka / cetakan lingkaran
7. Gunting


How To Make it?
1. Buat 2 buah lingkaran dari kertas. Bisa menggunakan jangka atau cetakan berbentuk lingkaran.
2. Gambar sangkar burung di kertas pertama, dan burung dengan ukuran lebih kecil di kertas kedua.
3. Tempelkan masing-masing kertas pada lidi, letakkan saling memunggungi dan tempelkan satu sama lain menggunakan clay.
4. Putar lidi dengan kedua tangan secepat mungkin dan lihat apa yang terjadi ^_^



"Thaumatrope sendiri ditemukan oleh Peter Mark Roget, yang sebenarnya adalah animasi tradisional pada era Victoria"


So, apa yang kita lihat? Yup! Seolah-olah burung berada di dalam sangkar! Inilah yang disebut dengan thaumatrope, salah satu bentuk tipuan mata. Thaumatrope sendiri ditemukan oleh Peter Mark Roget, yang sebenarnya adalah animasi tradisional pada era Victoria. Dan mulai di demonstrasikan menggunakan teori fenomena Phi, yaitu sebuah ilusi mata yang diakibatkan karena melihat pergerakan dari dua objek benda secara terus menerus dan cepat, pada tahun 1824 di hadapan Royal Collage of Physicians.

Pada percobaan ini, otak kita merekam sebuah gambar sedikit lebih lama dari waktu yang sebenarnya. Kemudian, otak menggabungkannya dengan gambar kedua yang juga terekam lebih lama daripada waktu sebenarnya. Jadilah muncul dua gambar terpisah secara bersamaan dan otak kita menggabungkannya menjadi sebuah gambar bergerak, sehingga mengakibatkan timbulnya fenomena Phi tersebut.

Mungkin bagi para orang dewasa hal semacam ini sih biasa saja, atau "semua orang juga tau" walau saya yakin sebenarnya tidak. Namun bagi anak-anak? Begitu kertas diputar si Abang langsung berteriak "Wow, kereen!". Dari hal sederhana kita bisa memperoleh pengetahuan tak terhingga. Selamat mencoba Percobaan Tipuan Mata (Mengenal Thaumatrope) ya Mommies..

Salam Hangat,

Feb 6, 2015

NGAMEN GRATIS!?

Pernahkah Mommies menjumpai tulisan "NGAMEN GRATIS!" atau "PENGAMEN GRATIS"? di kota kami, Semarang, banyak toko-toko yang menempeli pintu masuknya dengan tulisan seperti di atas? Apa maksudnya? Nah, ini baru mau kita bahas.

Kalau dipikir lagi, rasanya ga penting banget ya bahas beginian? Eits, tunggu dulu.. itukan buat kita, para orang dewasa. Namun berbeda bila tulisan tersebut dibaca oleh anak-anak, bahkan bisa menghasilkan puluhan pertanyaan! Itulah yang saya alami.

Saya yang tadinya ga pernah ambil pusing dengan tulisan "NGAMEN GRATIS" itu mendadak dapat pertanyaan dari putra sulung kami. Suatu hari sepulang kami dari sebuah toko roti, si Abang bertanya "Bunda, tadi itu ada tulisan 'Ngamen Gratis' di toko, apa maksudnya?" detik itu pula lah saya juga mulai mikir. "Iya ya, artinya apa?" Setahu saya, itu artinya kalau ada orang yang ngamen di depan toko tidak akan diberi uang oleh pemilik maupun penjaga toko. Makanya disebut gratis! Lalu saya jawab saja sesuai pemahaman saya selama ini.

Si Abang belum puas rupanya, karena pertanyaan selanjutnya adalah "Maksudnya gimana? Ga dikasih uang kok bisa gratis!??" Hahaha.. mampus lah saya yang juga ikut pusing. Belum sempat berpikir, Abang melanjutkan ocehannya "Ooo.. Abang tau! Paling itu maksudnya kalau ada pengamen dateng boleh masuk & ambil roti, ga usah bayar. Kan, gratis!" Ngek ngoook... Saya langsung tertawa lepas mendengarnya, hehe.. bener juga ya, kalau tulisan Ngamen Gratis ya harusnya pengamen boleh ambil apa aja gratis, masuk akal! Lalu, kenapa selama ini diartikan kl ngamen ga dikasih uang? Kenapa juga kata-katanya "Ngamen Gratis!"? Bukan "Dilarang Ngamen!" Aja, kan lebih eksplisit tuh bahasanya? Haduuuuuh... rasa-rasanya saya jadi pusing dengan pemahaman orang kebanyakan tentang penggunaan bahasa. Sepertinya memang anak-anak jauh bisa berpikir logis!

Tak lama kemudian, putra kami kembali bercerita "Bunda, kemarin Abang baca peraturan yang ditempel di supermarket AJ lucu lho! Masa tulisannya 'Yang Mencuri Gratis Naik Mobil Polisi'? Enak banget bisa dianter kemana-mana pakai mobil polisi, gratis lagi!" Wkwkwk... kembali saya tertawa sampai mules, jujur saja saya bahkan ga pernah tau kalau di supermarket AJ yang dimaksud ada pengumuman seperti itu! Si Abang ikut malu karena saya menertawakan ceritanya, kemudian saya timpali "Iya bang, boleh jalan-jalan pakai mobil polisi gratis, habis itu sekalian gratis nginep di kantor polisi". Hehe.. Dan seperti biasa, anak kecil yang pengen tau banget ini selalu membalas "Maksudnya gimana?? Abang ga paham.." Nah, kalau sudah begini pasti kelanjutannya adalah penjelasan panjang lebaaaar sampai si empunya merasa puas. ^_^

Lain waktu, ia berkata sambil membaca tulisan pada bungkus rokok yang dijual di mini market "Rokok Membunuhmu!, tapi kok masih aja banyak yang jual sama beli rokok ya Bund? Aneh!" Kontan saja si mbak penjaga mini market cuma bisa mesem miris.

Kejadian seperti di atas mungkin tidak hanya saya yang mengalaminya, tapi dari hal-hal kecil itu saya jadi makin sadar kalau pola pikir anak jauh lebih jujur dan logis dibanding kita, orang (yang mengaku) dewasa. Saat-saat seperti itulah saya merasa jadi seorang murid dari guru kecil saya yang memberi banyak pelajaran hidup.

Salam Hangat,

Feb 5, 2015

Kabar Gembira, UN 2015 Bukan Lagi Penentu Kelulusan!

Kabar Gembira, UN 2015 Bukan Lagi Penentu Kelulusan!
Kabar Gembira, UN 2015 Bukan Lagi Penentu Kelulusan! Aiiih... betapa leganya anak-anak sekolah dan para Mommies yang mendengarnya. Hehe.. Bukan rahasia lagi kalau Ujian Nasional (UN) telah menjadi momok menakutkan bagi para siswa tingkat akhir.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan telah mengeluarkan Permendikbud Nomor : 144 / 2014 di akhir tahun 2014 lalu yang menyebutkan bahwa bobot UN hanya 50% dari penentu kelulusan. Dan direncanakan pada awal 2015 ini akan disempurnakan dengan Permendikbud yang baru, dimana nantinya akan lebih menekankan instruksi mendikbud tentang fungsi UN sebagai pemetaan. Sehingga diharapkan terbangun kejujuran dalam nilai-nilai dan proses pelaksanaan UN karena tidak ada lagi pihak yang ingin mendapatkan nilai tinggi supaya lulus.

"Permendikbud baru akan menyempurnakan Permendikbud Nomor : 144 / 2014 tentang Ujian Nasional, sekaligus menegaskan tidak berlakunya UN sebagai penentu kelulusan"

Teuku Ramli, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta menyatakan bahwa Permendikbud baru akan menyempurnakan Permendikbud Nomor : 144 / 2014 tentang Ujian Nasional, sekaligus menegaskan tidak berlakunya UN sebagai penentu kelulusan. Dengan ditetapkannya UN sebagai pemetaan, maka tidak ada lagi siswa yang tidak lulus sekolah karena UN, karena wewenang penentuan kelulusan diberikan kepada sekolah. Konsekuensinya, bagi siswa yang tidak lulus nantinya tidak ada lagi istilah UN Ulangan, melainkan harus tinggal kelas.

UN sendiri pada dasarnya ditujukan sebagai pertimbangan atas empat hal :
  1. Pemetaan mutu program dan atau satuan pendidikan.
  2. Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.
  3. Penentuan kelulusan peserta didik dari program dan atau satuan pendidikan.
  4. Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Namun pada kenyataannya, selama ini hanya fungsi penentuan kelulusan peserta didik lah yang selalu ditonjolkan, sehingga tiga tujuan yang lain tidak terlaksana dengan baik.

Tentunya Kabar Gembira, UN 2015 Bukan Lagi Penentu Kelulusan! disambut baik oleh masyarakat, terlebih lagi, tak jarang para siswa yang mendapat beasiswa ke sekolah atau universitas tertentu justru terganjal karena nilai UN yang tidak mencukupi. Bukankah sebuah proses pendidikan itu sendiri lebih penting dari pada hasil akhirnya? Alangkah naifnya bila proses pembelajaran yang bertahun-tahun hanya ditentukan selama tiga hari dan pada akhirnya semua pihak baik siswa, orang tua, guru maupun sekolah akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.