Apr 29, 2015

Optimalkan Otak Anak untuk Menghafal Al-Qur'an

Optimalkan Otak Anak untuk Menghafal Al-Qur'an
MENGOPTIMALKAN OTAK ANAK UNTUK MENGHAFAL AL-QUR’AN.

Rasul SAW bersabda : خيركم من تعلم القرآن وعلمه “sebaik-baik kalian adalah yang belajar alquran dan mengajarkannya”. Alquran adalah satu satunya kitab yang dihafal jutaan manusia, dari berbagai usia, anak-anak, balita, dewasa, hingga usia senja. Karena Allah berjanji bahwa Alquran sangat mudah untuk dihafal. Dalam pepatah arab dikatakan : 
التعلم في الصغر كالنقش على الحجر
belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir diatas batu

Belajar diwaktu dewasa bagai mengukir diatas air. Bertolak dari pepatah tersebut maka sebagai orang tua hendaknya kita mulai mengajarkan al quran sedini mungkin, lebih kecil lebih bagus, karena informasi tersebut akan melekat  pada otak anak. Mungkin ada yang bertanya : gimana cara menghafalkan Alquran sedang anak saya belum bisa membaca? Untuk menjawab pertanyaan ini sama halya dengan pertanyaan, berapa banyak orang buta yang hafal Alquran dengan proses mendengar? Balita diusia 5 tahun juga lengkap hafal 30 juz dengan proses mendengar atau dalam bahasa arab disebut "simaah".

Mengoptimalkan otak anak untuk menghafal Alquran harus kita lakukan, karena kita mulia dengan Alquran dan hina dengan Alquran. Dengan hafal Alquran outputnya adalah bangkitnya kebudayaan Islam dan munculnya para tokoh tokoh mulia. Para gubernur pada masa Dinasti Umayyah rata-rata mereka bekas budak yang dipilih karena mereka adalah para penghafal Alquran.

Menghafal alquran saja sudah cukup :
1. Mendapat janji-janji Allah
2. Akan muncul metamorfase dalam dirinya :
-diliputi sifat penyayang.
-dijaga malaikat.
-diliputi ketenangan.
-Allah dan malaikat akan selalu menyebut mereka.
3.Menghilangkan sifat unsur  syaithoniyah berfungsi sebagai ruqiyah.
4.Pembebasan diri dari syaitan.
5. Memiliki sifat sabar.
6. Memiliki sifat teliti.
7. Memiliki manejemen waktu bagus.
8. Murah senyum.
9. Mudah berperan dimasyarakat.
10.Disenangi masyarakat.
11. Muncul sifat kepemimpinan.
12. Ditolong wali wali Allah.

Tahfidzul Quran pada usia anak layaknya Daud dengan besi, anak-anak yang sudah siap Al-quran umur 3 tahun, seperti kisah Nabi Yahya. Jika anak- anak cenderung suka bermain, maka umur 7 tahun (sebagaimana Imam Syafii, Jarir At-thobari). Dan terakhir, sblm usia 14 tahun sebagaimana para ulama sudah hafal Al-quran sebelum akil balig.

Beberapa makanan pendamping untuk menghafal alquran :
1. Kurma 
2. Susu.
3. Zabib ( anggur yang dikeringkan)
4. Zaitun dan buah tin.
5. Madu sebagai zat gula untuk otak, dan zat gula terbaik yang berasal dari bahan alami.
6. Air zam zam.

Mulailah dari yang termudah, konsisten dan komitment. Dari awal mulai melangkah dengan kitab Allah, bergabunglah dengan tempat-tempat tahfidz, karena syaitan ada ketika kita sendiri, maka ketika kita berjamaah maka dia akan menjadi lemah. 

Sesi Tanya Jawab
Pertanyaan pertama dari bunda Aan: 
Apa kiat khusus / tips untuk murajaah?. Karena berdasarkan pengalaman, lebih susah menjaga hafalan daripada saat menghafal. Ini buat ortu juga anak (Aan, ibu dua anak, 15thn dan 8 thn).
Jawaban dari Ustadzah Ida:
Ok. Untuk murojaah prinsip dasarnya ketika anak telah hafal beberapa juz dari Al-quran maka hendaknya ia melakukan murojaah seperempat dari yg dia hafal.
Dan untuk tips murojaah banyak caranya: 
1. Murojaah bi an nadr. Dengan melihat mushaf.
2. Murojaah bil ghoib. Tanpa melihat mushaf.
Bisa juga dengan cara, bunda satu ayat dilanjutkan ayat selanjutnya untuk putra putrinya. Hal ini sangat menyenangkan karena ibu atau ayah bisa ikut langsung dalam murojaah tersebut. Bisa juga murojaah untuk anak usia 15 tahun dengan menjadikannya iman dan membaca hafalan yang ia baca, biasanya setiap satu malam satu 1/4 juz sudah sangat bagus klu bisa dilakukan terus menerus. Atau bisa juga dengan menjadikan hafalan kita sebagai wirid harian, seperti setiap habis subuh murojaah bareng satu keluarga setengah dari juz 30 misalnya, dan ini yg biasa dilakukan oleh keluarga duktur kamil sekeluarga yg ketiga putranya hafal alquran diusia 4,5 tahun.
****

Pertanyaan kedua dari bunda Mey:
Masyaallah, ternyata ada makanan yang juga bisa mengoptimalkan anak untuk dapat menghafal ya Ustadzah, saya merasa terlambat membiasakan hafalan kepada putri saya, tetapi sekarang kami sedang mengejar ketinggalan tersebut. USIA putri saya sekarang 13 th (sudah baligh), bagaimana cara yang efektif untuk mengoptimalkan hafalan di USIA ini? Mohon penjelasan Ustadzah Ida. Jazzakillah.
Jawaban dari ustadzah Ida:
Bismillah, tidak ada kata terlambat, yang terpenting kalau ibu bisa cari biaah (lingkungan yang mendukung), yang utama dari keluarga, sekolah, masyarakat dll. Mulailah dari diri sendiri, karena kebaikan itu akan menular sebagaimana ahlak yang buruk juga menular. Untuk usia remaja sebetulnya adalah usia-usia mudah dan susah. Jika sudah bisa mengendalikan akan mudah, karena biasanya usia setelah 13 tahun dalam hal hafalan sangatlah cepat. Seperti yang kita tahu pembagian usia menurut islam; 0-7, 7-25, 25-40, 40-60 / sampai meninggal. Di usia 13 tahun bisa kita lejitkan jika lingkungan sangat bagus. Jika tidak dipesantrenkan atau di sekolah islam, kita bisa membentuk lingkungan yang islami itu sendiri. Setan jika kita lawan sendiri maka ia akan kuat, namun jika kita lawan bersama-sama, setan akan melemah. Maka salah satu cara untuk membentuk lingkungan yang baik untuk hafalan; mencari guru yang kaya dan fasih hafalan, orang tua harus luangkan waktu minimal satu jam. Hafalan Al quran seiring waktu akan seperti matematika, menjadi sebuah pembiasaan. (intisari dari voicenote)
*****

Pertanyaan ketiga dari bunda Faizza:
Peran makanan pendamping yang disampaikan ustazah tadi bagaimana? Sepertinya itu makanan yg sedikit asing di Indonesia. Kemudian, sebenarnya ada apa tidak ya "anak yang susah menghafal Al Qur'an" itu?
Jawaban dari Ustadzah Ida:
Kalau pun kita tidak bisa mengkonsusmsi semua paling tidak tiga dari makanan itu bisa kita berikan kepada anak, seperti susu, madu, dan kurma. Tidak ada dalam makanan dan minuman rasul berdoa seperti pada susu, beliau menambahkan doa Allahumma bariklana wa zidna fiih, dan susu juga salah satu minuman yang juga berfungsi sebagai makanan.

Betul masing masing anak berbeda, tapi insya Allah bila kita buat target juga untuk mereka akan bisa tercapai pula, bukan kemudian kita tinggalkan. Afwan kalau sempat beli buku ini (Rahasia Sukses 3 Hafizh Quran Cilik Mengguncang Dunia, penerbit Zikrul, penulis: Fathin Masyhud, Lc. MHI dan Ida Husnur Rahmawati, Lc. MHI) dan baca bisa antum tanyakan hal-hal yang kurang jelas dalam buku ini. Apakah masing-masing anak bisa menghafal? Bisa dilihat di foto buku tersebut, yang tengah bernama Tabarok bisa menghafal Quran saat usia 4.5 tahun, orang tuanya ingin adiknya yang bernama Yazid (gambar sebelah pinggir) juga mengikuti jejak kakaknya. Namun ternyata Yazid tidak bisa secepat Tabarok. Tapi orang tuanya terus berusaha untuk memperdengarkan metode yang sama mereka lakukan pada Tabarok. Alhamdulillah setelah biasanya sehari cuma setengah lembar, lama-lama sehari bisa dua setengah lembar. Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan, ketika sesuatu hal dilakukan terus-menerus, bagaikan otot -otot ketika kita minta kerja terus-terusan, otok akan semakin kuat, begitu pula dengan otak kita. (intisari dari voicenote)
****

Pertanyaan keempat dari Bunda Titin:
Assalamu'alaikum ustadzah ida. Saya Titin, anak saya 14thn, 6thn dan 3bln. Ustadzah,
1. klo hanya menghafal ayat saja tanpa menghafal terjemahnya, apakah Al qur'an bisa memberikan manfaat bagi penghapalnya? 
2. Hapalan anak saya saat ini hanya memenuhi tuntutan akademis. Bagaimana supaya hapalannya itu menjadi salah satu amalan ibadah.
Jawaban dari Ustadzah Ida:
Pertanyaan bagus, mukjizat Alquran telah terbukti ribuan tahun, dari masyarakat yang paham bahasa arab dan yang tidak paham bhs arab.
1. Hadist rasul yang berbunyi: Barang siapa yang membaca satu huruf dari al quran maka baginya 10 kebaikan, dan aku tidak mengatakan الم  satu huruf, tp aliif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. Untuk memahami arti alquran hendaklah ibu belajar bahasa arab karena bahasa arab bahasa peradaban yang harus lebih dahulu dikuasi dari bahasa lain. Ketika ibu paham bahasa arab maka ibu akan merasakan ruh (jiwa Alquran).

Trik yang saya lakukan sendiri terhadap anak-anak biasanya saya membacakan terjemah surat yang telah ia murojaah sebagai reward dari murojaahnya. Dan tidak saya sangka ternyata anak mampu menyerap banyak dari yang saya bacakan. Contoh kisah Nabi Musa dan Fir'aun, kisah Ashabul Kahfi,
cerita hari kiamat dll. Berapa banyak orang yang sembuh dari penyakitnya karena bacaan Alquran walaupun dia tidak mengerti artinya karena irama yang ada akan membuat hati pembacanya tenang dan saraf-saraf tubuhpun menjadi rilex, karena sesungguhnya Alquran adalah petunjuk terbaik dan obat terbaik bagi manusia insya Allah. Ada cerita nyata seorang ibu yg harus diamputasi kakinya karena mengalami luka yang sangat parah dan dia sudah tidak kuat dengan derita itu, hingga akhirnya ditengah putus asanya ada seorang yang menawarkan untuk terapi dengan membaca Alquran secara baik dan benar 2 juz perhari. Subhanallah, hanya dalam 2 bulan luka tersebut mengering dan sembuh total.

2. Untuk tahapan awal tidak menjadi masalah jika hafalan masih berupa sekedar tuntutan akademis, antum masih ingat mungkin kalau saya tanya dulu ketika sholat lima waktu rutin usia berapa? Karena kesadaran sendiri atau karena perintah orang tua? Banyak yang menjawab, karena disuruh orangtua, sekarang coba kita bandingkan sekarang seiring dengan waktu dan bertambahnya umur ibu sudah jauh lebih bisa memahami bahwa sholat bukan sekedar perintah, tapi merupakan kebutuhan rohani manusia dan Allah yang harus dipenuhi. Salah satu contoh : kita tidak nyaman kalau pas datang bulan
karena tidak melakukan sholat, karena kita sudah terbiasa sholat. 

Biarkan untuk awal Al-quran dijadikan tuntutan akademis seiring pemahamannya bertambah, insya Allah dia akan jadi satu kebutuhan dalam hidupnya. Rasul bersabda: barang siapa yang belajar dan menghafal Alquran diwaktu kecil maka Allah akan mencampurkan Alquran dalam darah dan dagingnya.

Beberapa tips supaya anak cinta alquran:
1. Perbanyak berdoa untum dan anak diwaktu mustajabah.
2. Jadikan alquran isu utama dalam alquran.
3.Temukan anak-anak dengan para hafidz alquran
4. Jadikan kenangan ana- anak Alquran sesuatu yg indah. Contoh setelah selesai menghafal juz amma berikan hadiah yang istimewa bisa berupa rekreasi, buku edukatif mainan, makan bersama teman sebayanya dll. Ini contohnya ketika mereka berhasil menyetor satu juz maka masing-masing dapat hadiah dari ibunya masing-masing ditulis disitu hadiyyatul quran (hadiah Alquran).

Nomer 2. Jadikan alquran isu utama dalam keluarga.
*****

Pertanyaan Kelima dari bunda Kamilia:
1. Bagaimana memotivasi anak umur 3,5 tahun untuk menghafal Al-qur an
2. Bagaimana mengarahkan anak  anak yang lebih suka nonton kartun / tablet agar mau lebih dekat dengan Al quran
3.bagaimana manajemen waktu yang paling baik untuk menghafal.
Jawaban dari Ustadzah Ida:
Saya jawab dengan pertanyaanya nomer 3 dulu : waktu yang terbaik untuk menghafal adalah diwaktu pagi hari selepas subuh, karena rasul bersabda : Ya Allah berkatilah ummatku diwaktu pagi hari, adapun murojaah bisa dilakukan setelah sholat ashar atau sebelum tidur atau ketika qiyam lail. Untuk pertanyaaan nomer satu dan dua : satu statemen yang selalu saya ingat ketika membawa anak-anak menghafal kitab Allah adalah : mengarahkan anak ketika usia dini atau sebelum akil balig jauh lebih mudah dibanding ketika mereka sudah dewasa. Untuk usia anak 3,5 tahun bisa dengan beberapa metode, salah satunya yang termudah dan yang biasa Rasulullah lakukan adalah dengan methode talqin. Contoh : dalam seminggu ini anak ingin kita ajarkan surat al faatihah. CARANYA : antum bisa talqin surat tersebut ayat demi ayat.

Untuk hari pertama 3 ayat misalnya, antum ucapkan satu ayat berulangkali kemudian suruh anak untuk mengikuti. Minimal talqinkan sampe 20 kali, umpama setiap hari bisa setengah jam saja dan rutin maka insya Allah al fatihah tuntas dalam waktu seminggu. Untuk tablet dan kartun bisa ibu alihkan dengan buku cerita sahabat dan harus ada peraturan dalam keluarga untuk penggunaan tablet tersebut. Ada beberapa film kartun yang saya recommen, cuma masalahnya bahasa arab bisa ibu ibu download, seperti al qosos fil quran (kisah kisah dalam alquran). Kalau ibu-ibu ke Mesir mampir ke kota kecil bernama Tanta atau biasa disebut dengan madinatul qurro (kota para penghafal al quran).
*****

Pertanyaan keenam dari Bunda Aulin:
Assalamualaikum ust, anak kami yang pertama (7th) hafalan sudah sampai Al-fajr, sedang adiknya (4th) sudah hafal al-ikhlas, An-nas, Al-falaq, Al-ashr dan Al-fatehah, namun mereka semua sebatas hafal saja luar kepala belum paham artinya, apakah itu tahapnya begitu dulu atau dibarengi dengan artinya. Jazakillah khair.
Jawaban dari Ustadzah Ida:
Pembagiaan umur manusia ;
1. Dari kandungan hingga 7 tahun, umur ini kelebihan hafalan mereka sangat tinggi dan bisa memahami hal-hal yang sederhana. Seiring dengan usia bertambah pemahaman juga akan bertambah. Ibu sudah melakukan capaian yang masya Allah, dan yang lebih penting dari itu teruskan jangan sampai berhenti, karena berapa banyak orang yang sudah mulai menghafal bersama anak anaknya, akan tetapi mereka berhenti ditengah tengah, dan saya katakan memulai adalah hal yang sangat bagus akan tetapi meneruskan dan menyelesaikan hafalan juga sangat utama dan mulai, dan butuh konsistensi yang tinggi serta tekad yang membaja. Allahu yuftah alaikunna.
*****

Ketika ada niat baik, mulailah untuk mewujudkankannya karena ketika kita sudah memulai maka Allah akan memudahkan pekerjaan kita dan akan mempertemukan dengan yang setipe dengan kita karena sesungguhnya, jiwa orang mukmin ibarat malaikat yang berbaris yang sama jiwanya maka dia akan mendekat, dan yang berbeda akan terpisah dengan sendirinya.

Berprasangka baik kepada Allah harus kita lakukan, karena godaaan syaitan dalam bentuk jin dan manusia selalu ada disekitar kita. Rasul bersabda : Rumah yang tidak pernah dibacakan alquran seperti rumah yang rusak. Menukil nasehat para ulama : hendaklah kalian pegang Alquran, membacanya, menghafalnya dan mengamalkannya. Allah tidak melihat hasil usahanya, tapi yang Allah nilai adalah ketulusan niat kita dan usaha kita untuk mewujudkan cita cita tersebut.

Resume Diskusi Grup HSMN Semarang
Hari dan tanggal : Ahad, 26 April 2015
Pukul : 15.00 - 17.00 wib
Pemateri : Ida Husnur Rahmawati
Tema : " Mengoptimalkan Otak Ànak untuk Menghafal Alqur'an"
Moderator : Faiza dan Kamilia Dwi
Notulen : Marita


Tentang Narasumber :


Bernama lengkap Ida husnur Rahmawati. Dilahirkan di Ponorogo, 20 Mei 1978. Pekerjaan utama sebagai Ibu rumah tangga. Diamanahi oleh Alloh SWT empat orang anak :1. Ahmad fawwaz, 2. Khansa Basmah Maulidiyah, 3.Muhammad fuad Raihani, dan 4. Maryam siddiqoh. Anak pertama dan kedua, ketiga telah resmi bergabung di markaz tabarok Tanta (Mesir), dengan hafalan masing masing. Pengalaman bekerja: 12 tahun menjadi tenaga pengajar D2 bahasa Arab, di Imarot Bandung, dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Saat ini berdomisili di Tanta, Mesir. Sedangkan jika sedang berada di Indonesia, bertempat tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur.

Apr 21, 2015

Pemetaan Bakat (Talents Mapping)

Pemetaan Bakat (Talents Mapping)
Talents Mapping atau pemetaan bakat adalah gambaran "Peta Bakat" yang ada di dalam diri kita. Sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi kekuatan individu dengan didasari pada penemuan bakat. Program Talents Mapping umumnya mencakup pengukuran bakat dan pernyataan kekuatan diri (Personal Strenhgth Statement).


Berikut adalah hasil diskusi komunitas Homeschooling Muslim Nusantara Semarang seputar Pemetaan Bakat (Talents Mapping).

1. Bunda Indri
Saya mulai tertarik dengan Talents Mapping. Awalnya  ingin mengikutsertakan anak-anak tes Talents Mapping, tapi ternyata anak balita belum bisa ikut. Sedangkan saya kan ibu rumah tangga, dengan aktivitas harian mengasuh anak-anak, kalau saya ikut tes Talents Mapping, menurut cikgu, manfaat besar apa yang akan saya peroleh baik untuk diri sendiri maupun keluarga?
jawaban:
Manfaat untuk orangtua ikut TM antara lain :
1. lebih kenal diri sendiri sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup
2. untuk membantu anak-anak menemukan bakatnya krn orangtuanya paham 'bahasa bakat'  
3. lebih bahagia dengan diri sendiri, 
4. bisa mengembangkan karir
5. bisa memperbaiki dan membangun hubungan interpesonal, 
6. bahkan meningkatkan keselarasan rumah tangga.


bunda Indah 
Saya tertarik dengan jawaban cikgu di poin 5 (bisa memperbaiki dan membangun hubungan interpesonal). Boleh di jelaskan lagi cikgu, sebenarnya apa saja yang bisa kami peroleh/ ketahui tentang diri kami dengan mengikuti tes Talents mapping ini? 
Jawaban: 
Baik saya kasih contoh bu. Dari 34 tema bakat, ada tema INTELLECTION, jika ibu di tes Talents Mapping ternyata bakat Intellection-nya tidak kuat bahkan berada di 7 terakhir,  maka suami ibu akan memahami bahwa ibu bukan orang yang bertipe betah diajak berdiskusi panjang, sehingga kalau selama ini mungkin suami bilang,  "ah bunda gimana sih,  kalau diajak ngomongin masalah keluarga panjang dikit, bawaannya ngantuk dan cepat bosan", sehingga itu selama ini bisa memicu pertengkaran.


Bunda Meydiana 
Feed back dr pertanyaan 1 lagi nih Cikgu. 
Talents Mapping bagi Full Time Mom. Sebelumnya saya bekerja, tetapi selama saya bekerja itu, saya merasa kalau bidang yang saya tekuni "bukan diri saya banget", setelah resign, saya bingung mau ngapain, karena baru sadar kalau saya "buta" dengan passion saya, mungkin karena kemarin hanya disibukkan dengan rutinitas saja. Pertnyaannya, apa dengan mengikuti tes Talents Mapping ini dapat membantu saya dalam mnemukan passion saya?
Jawaban: 
Benar bu Mey, nanti hasil Talents Mapping akan memberi gambaran tentang passion ibu.


2. Bunda Nunung
Usia berapa sebaiknya mulai dilakukan talent mapping pada anak? Karena putra saya masih berusia 7th & 3.5th, apakah ada syarat yang diperlukan demi memaksimalkan hasil dari talent mapping? Seperti cakupan stimulasi & eksplorasi apa saja yang sebaiknya dilakukan sejak anak usia dini.
Jawaban:
Bunda Nunung, Talents Mapping untuk anak sekolah formal, dengan rutinitas umum seperti kebanyakan anak-anak sekolah di Indonesia,  akan bisa dan akurat diujikan kepada anak usia 15-16 tahun. Namun, jika anak-anak sudah banyak mencoba, mendapat banyak wawasan, berinteraksi dengan banyak karakter dan profesi, dsb (istilah kami 3 BANYAK = BANYAK interaksi, dengan BANYAK orang, dalam BANYAK ragam aktifitas), maka sangat dimungkinkan usia lebih muda yakni sekitar 9-10 tahun sudah bisa dan akurat untuk diuji. Tapi sebaliknya, pernah tes Talents Mapping ini diujikan ke seorang berusia 20 tahunan ternyata tidak bisa dan tidak akurat, ternyata setelah ditelusuri diketahui orang tersebut amat minim kegiatan bahkan cenderung kuper. Jadi pointnya adalah bagi anak atau orang dewasa yang sudah melakukan 3 BANYAK. Anak maupun orang dewasa yang sudah ikut Talents Mapping akan lebih yakin dalam memilih kegiatan yang menunjang karirnya.

3. Umi Ninin
Ada yang berpendapat, jangan terlalu fokus pada satu dua bakat anak, karena serunya dunia anak tidak akan berulang, biarkan anak menikmati beragam aktivitas dan pengalaman seru sesuai yang ia sukai, toh nanti bakal ketahuan juga setelah dia baligh. Jadi usia berapa sebenarnya orang tua bisa secara alami mengetahui dengan mantap apa bakat anaknya. Umi ninin (anak usia 5th, 3th,2thn).

Jawaban:
Umi Ninin, ya itu bu apa yang saya maksud dengan 3 BANYAK, dan hasilnya akan beda-beda setiap anak, ada yang berbakat tunggal ada juga yang multi bakat, namun selama kita asah dibakat kuatnya tersebut, insya Allah akan menghasilkan manusia yang hebat dibidangnya tsb. Nah, untuk mengikuti perkembangan bakat anak, gunakan indikator 4E, yaitu :

1. Easy , maksudnya apakah anak ibu mudah saja mengerjakan setiap contoh atau ide yang ia buat
2. Enjoy,  maksudnya apakah anak ibu terlihat happy dan asyik mengerjakan, tidak cepat hilang fokus atau gak cepat bosan, malah cenderung 'lupa waktu'
3. Excellent,  maksudnya jika poin 1 & 2  terpenuhi, maka kita boleh 'curiga' bahwa anak kita berbakat di bidang tsb, maka sebagaimana semangatnya Talents Mapping, fasilitasi dan asahlah kekuatan anak ibu tersebut dengan mengikutkan ia dikursus atau memanggil orang yang lebih ahli untuk mengasah, lihat apakah hasilnya ternyata jauh lebih bagus dan keren.
4. Earn,  maksudnya adalah apabila poin ketiga terpenuhi, maka seharusnya kebisaan anak ibu dibidang ini bisa memberi manfaat kepada orang lain, bahkan mungkin bisa menghasilkan pendapatan bagi anak ibu.


4. Bunda Heksa
Cikgu, nama saya Heksa. anak kami yang pertama perempuan kelas TK B sudah kelihatan bakat  dan hobbynya menggambar. Baginya hadiah terindah adalah buku gambar dan pena. Saya mgamati sejak dimotivasi kakak saya yang juga seniman, dia seperti memiliki motto bahwa tiada hari tanpa menggambar. Anak kedua kami bayi laki2 usia 1.5 th, setiap mobil berhenti dia seringnya minta jatah "bergaya" menyetir, bahkan jika suatu saat tidak diberikan karena harus terburu-buru akan berujung menangis, dia juga hobby memutar sesuatu yang berbentuk lingkaran terutama saat ketemu roda bisa asyik khusuk berkonsentrasi.
pertanyaan kami;
- Apakah terlalu dini jika kami mengatakan itu hobby anak hanya karena dia Enjoy banget, mengingat anak saya masih balita?
- Adakah parameter baku yang mengukur bahwa hobby seseorang telah menjadi Excellent dan Expert?
Jawaban:
Bunda Heksa, jika sudah Easy dan Enjoy, lanjutkan bu. Asah kesukaannya tsb, apakah dengan ada jadwal rutin ketemu kakak ibu untuk lebih dilatih, atau panggil guru lukis atau ikut sanggar lukis, jika hasilnya semakin bagus dan banyak orang mengakuinya, berarti anak ibu sudah dapat tuh excellent-nya. Nah, jika setelah banyak orang mengakui dan mulai banyak orang bisa mengambil manfaat,  apakah memesan untuk dibuatin atau membeli hasil gambar atau lukisannya sehingga bahkan malah memberikan pengasilan, maka E yg keempat yakni Earn sudah terpenuhi. Sampai disini, maka sangat-sangat sudah bisa diduga anak ibu berbakat dan berminat dibidang tsb. Jadi, setiap kegiatan anak dapat di petakan bakatnya oleh orang tua.


5. Bunda Ria
Assalamualaikum Cikgu, Anak saya usia 6 th (laki), suka sekali lego, main bangun susun, peta, tapi kalau kegiatan extra tidak mau. Sebaiknya di jurusin latihan / kegiatan apa ya? 

Jawaban:
Bunda Ria, Lego, rancang bangun, bermain pasir atau kegiatan berkaitan dengan konstruksi lainnya, tidak apa-apa bu, difasilitasi saja, lalu gunakan 4E untuk mengukurnya. Sedangkan kegiatan dan aktifitas lainnya terus diberikan sebagai bagian dari 3 BANYAK.


6. Bunda Ina
Cikgu, mohon dijabarkan start awal membuat pemetaan bakat. Terimakasih atas penjelasannaya.
Jawaban:
Bunda Ina, sudah terangkum di pertanyaan 1 s.d. 5 ya.


7. Bunda Eka
Cikgu, anak saya umur 4,5thn, suka sekali bercerita, bermain peran dan membaca, suka main masak-masakan, tapi kalau disuruh bantu masak tidak mau, dia tipe yang bosenan. Kalau ada buku baru dia akan menyelesaikan buku itu dibolak balik sampai selesai, habis itu kalau bukunya ga bagus dia ga pegang lg. Tidak suka diajak gambar karena dia ga suka kalau crayonnya ada yang keluar garis, suka memerintah temannya, tapi juga suka mengorbankan diri biar temannya mau main dirumah. Bagaimana saya harus memfasilitasinya?
Jawaban:
Bunda Eka, coba kesukaannya anak ibu bercerita, bermain peran dan membaca digali lagi, misalnya setiap ia cerita ibu bantu dengan memvisualisasikan dengan menuangkan dalam bentuk gambar, lalu ibu eksplore dengan pancingan pertanyaan, jika enjoy dengan hal tsb, lanjutkan latih terus bu. Untuk bermain peran bagus juga diasah dengan bermain bersama ibu dan kawan-kawan yang berhasil diajaknya atau yang berhasil ibu himpun. Kalau membaca, dalam arti sudah membaca tulisan, mungkin agak dikurangi dulu kecuali anak ibu membaca hal yang paling sangat disukainya. Usia 4,5 tahun, kalau baru minta belum bisa diambil kesimpulan apa-apa, paling kita coba ikuti saja, sambil dicek terus 4Enya. Bosan dan tidak fokus, selain bagian dari ke-tidak enjoy-an anak ibu, bisa juga karena banyak hal. Suka memerintah atau mengatur? barengi dengan pendidikan akhlak agar menjadi pribadi yg menyenangkan sehingga anak ibu menjadi anak yg disukai teman-temannya. 


8. Bunda Novita
Bagaimana cara test Talents Mapping Di semarang? Maksudnya tempat test Talents Mapping seperti Finger Print, Stiffin Finger print di Semarang.
Jawaban:
Bunda Novita kalau di Semarang, tgl 2 mei HSMN Semarang menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan Talents Mapping. Langsung dengan Abah Rama dan Cikgu Adrian, silahkan form tesnya ibu menghubungi bu Meydiana. Info seminar TM, bisa langsung menghubungi Bunda Asti. Hp 0816 667 730 / WA 0812 2522 2583


9. Bunda Faiza
Anak saya 8th. Sangat gemar membuat tabel. Kegiatan apa saja bisa dibuat tabelnya. Saya malah bingung memetakan hobinya ini. hehehe.. Motoriknya kurang bagus. Gerakannya sering clampsy. Saya sering mengajaknya menari atau melenturkan tubuh. Hasilnya belum banyak kemajuan. Kalau saya teruskan apakah ini termasuk memaksanya?
Jawaban:
Bunda Faiza, senang membuat tabel, bisa dikembangkan potensi otak kirinya, terutama di cluster THINKING & REASONING-nya. Coba saja dibantu juga anak ibu melengkapi tabelnya dengan grafik dan uraian analisis terhadap tabel yang ia buat. Mengenai geraknya yang clampsy, maka saya pikir tidak masalah jika ibu latih menari atau senam, selama tidak anak ibu menjalani dengan senang.


Sumber : diskusi HSMN Semarang 

Narasumber: Cikgu Adrian 
Tema: Tallent Mapping Training Benefit 
Moderator: Bunda Meydiana & Bunda Indah 
Notulen: Bunda Indri 
Hari: Ahad, 19 April 2015
Pukul: 06.00

Semoga Bermanfaat ^_^

Apr 16, 2015

Teori Perbedaan

Teori Perbedaan
Ini tidak seperti kita akan membahas tentang Teori Relativitas atau The Big Bang Theory dan sejenisnya, bukan. Ini cuma teori asal-asalan hasil pengamatan dan analisa ala sentilan sentilun yang saya lakukan.

Saya memang orang yang senang mengamati apapun, baik orang, lingkungan, cara berpikir, gaya hidup, apa saja lah. Kemudian saya mulai menganalisa dan membuat suatu hipotesa sendiri. Ingat ya, hipotesa, artinya adalah dugaan sementara. Tentu saja, karena saya memang tidak pernah melakukan penelitian. You know lah, terlalu banyak variabel yang harus dikendalikan dalam sebuah penelitian terutama yang berhubungan dengan manusia. Aiiishh, jangan-jangan saya berbakat jadi pengamat sosial. Hahaha.. abaikan!

Meski begitu, saya jadi menemukan banyak hal melalui hobi pengamatan saya. Misalnya, tentu Anda tidak asing lagi dengan istilah 'Kehidupan itu hanyalah sawang-sinawang', atau 'Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau'. Saya percaya kita semua meyakininya, tapi lebih dikuatkan lagi dengan hobi pengamatan asal-asalan ini. Saya mengenal empat orang pria yang bersahabat. Orang pertama : berkecukupan, istri cantik, dengan dua anak perempuan (Sementara semua orang merasa lengkap jika telah memiliki anak perempuan dan laki-laki). Orang kedua : Pasangan suami isteri yang sama-sama polisi, bahagia, namun belum di karuniai anak. Orang ketiga : Pegawai negeri, tanpa masalah keuangan dengan dua anak laki-laki. Sedangkan orang keempat : Pekerjaan tetap, dengan dua anak laki-laki dan perempuan (yang jaraknya tidak sampai setahun), tapi belum siap secara mental. See? Tak ada hidup yang sempurna. Ini bahkan hanya dilihat dari sudut pandang kelengkapan anak saja, bayangkan ada berapa banyak hal lagi yang bisa kita bandingkan! Meski kita sering kali iri terhadap kehidupan orang lain, tapi percayalah, saat kita benar-benar menjalaninya belum tentu kita bahagia.

Back to topic! Setelah melakukan pengamatan dan pengalaman, Teori Perbedaan saya kurang lebih begini
"Kita akan dapat membedakan sesuatu jika kita memahaminya dan kita bisa memahami sesuatu karena kita menyukainya."
atau secara sistematis : SUKA --> PAHAM --> TAHU BEDANYA. Anda bisa mencoba menerapkannya dalam berbagai macam aspek. Berikut beberapa contoh nyata berdasar pengalaman saya :
  • Saya sangat suka dengan Pempek. Karena saya begitu menyukainya, saya jadi tahu mana pempek yang enak dan mana yang tidak enak. Hal serupa berlaku pada Kepiting, yang juga makanan favorit saya. Jika ada orang bertanya dimana pempek atau kepiting yang enak, saya akan menjawabnya dengan pemaparan yang panjang lebar. Pempek A terasa tengirinya, tapi terlalu keras; Pempek B empuk dan pas teksturnya, tapi proporsi tengirinya lebih sedikit dari pempek A. Atau, kepiting di warung A kecil, tapi bumbunya mantap karena begini. Kepiting di warung B besar, tapi saat memasak terlalu banyak saus. Kepiting yang paling pas adalah di warung C, karena ukurannya sedang, bumbunya merasuk, dan cangkangnya sudah dihancurkan. Yah, penjelasan semacam itu lah. Saya bisa menjelaskan secara detil karena saya memang menyukainya.
  • Lain lagi saat ditanya, ikan bakar mana yang paling enak? atau, ikan bakar di warung ini bagaimana rasanya? Pasti jawaban saya adalah "Bagi saya sama saja, toh rasa ikan bakar ya begitu-begitu juga." Hehe... Itu karena saya doyan ikan bakar, tapi tidak se-ekstrim Kepiting atau Pempek. ^_^
  • Pasangan dan Anak-anak. Semua orang pasti mencintai pasangan dan putra putrinya (Harap evaluasi diri Anda jika berkata Tidak), kecuali ada alasan-alasan tertentu seperti KDRT ya! Karena saya menyayangi pasangan maupun anak-anak, saya jadi paham saat ada yang berbeda pada diri mereka. Saya tahu perbedaan raut wajah, cara berbicara, gesture tubuh, tingkah laku, sehingga hampir tidak mungkin saya tidak tahu saat mereka sedang risau akan sesuatu, sedang sakit ataupun berbohong (meski mereka tidak mengatakannya), dari perbedaan-perbedaan itu. Mungkin Anda juga mengalaminya, kenapa bisa begitu? Karena kita mencintai mereka, tak ada alasan lain.
  • Saya menyukai profesi saya, tapi tidak dengan pekerjaan. Apa Anda melihat bedanya? Saya senang dengan ilmu-ilmu yang saya dapat dari masa kuliah, terkadang saya masih membaca jurnal-jurnal yang berkaitan dengan kefarmasian. Sedangkan pekerjaan? Honestly, semua yang saya lakukan ternyata tidak membutuhkan ilmu-ilmu itu. Jadi, tujuan saya bekerja adalah untuk berbuat kebaikan, baik terhadap orang-orang yang berhubungan dengan pekerjaan saya, maupun terhadap uang yang saya peroleh dari bekerja. Tapiiiiii... saya jadi tidak peka kapan si bos sedang nggak mood, kapan sedang ingin ngobrol, kapan mau marah, kapan lagi happy. Sungguh, saya tidak tahu! Itu karena saya tidak terlalu menyukai tugas-tugas yang saya kerjakan, sehingga membuat saya bersikap tak peduli. Hehehe... Mungkin ada baiknya bersikap cuek. Tapi jujur, saya terkadang merasa buruk juga. Kalau kata orang yang profesional, saya ini kurang punya integritas dalam pekerjaan. Makanya saya juga punya banyak pekerjaan lain untuk memberikan integritas saya. Wkwkwk
Sepele sekali kan, analisa Teori Perbedaan saya? Pasti Anda semua juga sering mengalaminya dan mulai manggut-manggut saat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin banyak juga dari Anda yang akan mengatakan, "Yah, cuma begini aja kan aku juga mengalami.." atau "Ya pasti gitu lah, semua orang juga tau!". Itu betul, tapi tidak semua orang mau memikirkannya, bukan? Jadi, untuk memahami sesuatu, kita harus menyukainya terlebih dahulu. Baru kita bisa menjawab jika ditanya, temukan tiga titik perbedaan dalam diri saya! Hehehe..

Salam Hangat,

Apr 15, 2015

Resensi Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika

Resensi Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika
Judul : Bulan Terbelah di Langit Amerika
Penulis : Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Halaman : 344 Halaman
Kategori : Perjalanan, Inspiratif
Rating : 4.5 of 5

"Mu Lan Pi. 
Sebuah dokumen bernama The Sung Document dari Dinasti Song China tahun 1178 bermaklumat bahwa pelaut-pelaut muslim telah berlayar jauh sampai daratan baru yang sepi manusia.
Dua ratus tahun kemudian, pelayaran di bawah pimpinan Admiral Zhou Man, anak didik Laksamana Muslim Cheng Ho, terseret gelombang Laut Jepang hingga ke selatan Alaska dan berakhir di daratan yang sama. 
Kini Mu Lan Pi menjelma menjadi daerah bernama California, Amerika Serikat.
-----------------------------------------------Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika"

Ini adalah buku kedua karya Hanum Rais dan suaminya yang saya baca setelah 99 Cahaya di Langit Eropa, yang telah dibuat versi layar lebarnya. 

Di tengah maraknya buku-buku traveling akhir-akhir ini, Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika menyuguhkan cerita perjalanan dengan pemaparan sejarah yang luar biasa serta sarat makna kehidupan.

Takdir membawa Hanum dan Rangga, yang merupakan mahasiswa S3 di Wina, Austria menuju sebuah perjalanan impian mereka, yaitu mengelilingi benua Amerika. Tidak ada hal yang kebetulan, begitupun perjalanan mereka kali ini bukan semata menjadi rangkaian sesi "jalan-jalan", melainkan ada sebuah misi yang di emban. Rangga dengan tugas presentasi papernya, dan Hanum dengan tugas liputannya yang menguak berbagai hal seputar tragedi WTC 9/11 demi sebuah artikel berjudul "Would the world be better without Islam?".

Bagi saya, Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika mengungkapkan banyak hal, tentang bagaimana kebencian bangsa Eropa dan Amerika yang semakin menjadi pada Islam pasca WTC 9/11, tentang beratnya perjuangan kaum muslim sebagai minoritas di Amerika untuk tetap memegang teguh akidahnya, berbagai hal janggal seputar tragedi WTC, pandangan para Founding Fathers Amerika terhadap Islam, bahkan fakta sejarah penemuan Benua Amerika yang sungguh membuat saya tercengang.

Ya, Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika ini berhasil menceritakan negara adidaya itu dari sudut pandang yang berbeda. Semakin membuka mata kita bahwa Islam adalah Rahmatan lil 'Alamin. Dan membuat kita yakin bahwa manusia hanyalah pion-pion yang sedang memainkan skenario Tuhan. Percayalah, Tuhan selalu mengawasi dengan cermat bagaimana kita menjalankan peran itu.

And the last, ucapan yang muncul di benak saya selepas membaca buku ini adalah : Perjalanan mereka terlalu indah untuk dikatakan kebetulan semata! Happy Reading.. ^_^

Salam Hangat,




Apr 14, 2015

Mengenal Cara Belajar Anak (Learning Style)


Mengenal Cara Belajar Anak (Learning Style)
Untuk Mengenali Gaya Belajar atau Learning Style Anak, ada tiga poin penting, yakni :
  1. Apa itu gaya belajar atau learning style?
  2. Teori gaya belajar berbasis modalitas belajar dan kecerdasan majemuk atau multiple intelligences.
  3. Cara mengenali dan menstimulasi gaya belajar anak.
Learning Style adalah  suatu cara atau pola yang sistematis, mulai saat informasi atau pengetahuan (stimulus) diterima oleh panca indera kemudian diolah otak secara tepat dan efektif sehingga informasi atau stimulus tersebut mampu bertahan lama di dalam Long Term Memory (LTM) serta bermanfaat bagi proses belajar anak.

Setiap individu memiliki learning style yang unik dan berbeda, tergantung pada faktor internal atau bawaan lahir maupun faktor eksernal atau stimulasi dari lingkungan terutama orang tua semenjak anak usia dini.

Ada dua teori learning style yg akan kita bahas kali ini :
A. Teori Modalitas Belajar dari  Barbe (VAK model), yang kemudian dikembangkan oleh Fleming menjadi VAR/WK Model. VAK Model meliputi Visual, Auditori dan Kinestetik. Teori ini menekankan pada peran indera yang dimiliki setiap orang sejak lahir. 

VISUAL 
Terkait kemampuannya dalam menggunakan indera matanya untuk melihat dan mengolah info atau pengetahuan dalam bentuk gambar, warna, dan tulisan. Anak visual cenderung lupa nama orang tapi tidak lupa wajah orang yang dikenalnya. Tipe orang yang detil dalam mengamati dan menjelaskan. Sangat suka dan nyaman saat menulis, menggambar, menyusun balok, puzzle, merancang bangun, main game atau lihat acara televisi maupun VCD. Saat di kelas lebih suka duduk di urutan depan dibanding di belakang. Anak ini angat rapi dan sistematis, termasuk anak yang mudah jika diminta diam dan berkonsentrasi. 

AUDITORI 
Terkait kemampuan anak dalam menggunakan indera pendengarannya dalam menerima, lalu melanjutkan dan mengolah info ke otak. Anak ini suka belajar sambil bergumam, bersenandung atau mengeraskan suaranya saat membaca ataupun saat melakukan aktivitas apapun, suka mendengarkan musik saat belajar, suka dan sering bertanya dan tidak suka apabila prtanyaannya tidak dijawab, sehingga akan terus bertanya sampai dijawab. Dia lebih suka jika diminta mempresentasikan atau menjelaskan segala sesuatu dg menggunakan bahasa.

KINESTETIK
Terkait kemampuan anak dalam menerima dan mengolah stimulus dengan cara bergerak atau menggunakan fisik atau anggota tubuhnya, anak ini tipe anak yang aktif atau banyak gerak bahkan sangat aktif. Namun perlu dicatat anak ini bukanlah anak hiperaktif. Mereka lebih suka belajar langsung memegang atau memanipulasi media belajarnya, dengan praktek atau terjun ke lapangan. Anak ini tidak suka mendengarkan penjelasan orang tua atau guru dalam bentuk ceramah maupun membaca tulisan. Dia lebih suka dijelaskan dengan media pembelajaran yang konkrit, bisa disentuh atau pegang sehingga menghasilkan suatu produk atau hasil karya..

Tambahan gaya belajar VAR/WK model Fleming yakni READING/WRITING
Terkait dengan kemampuan anak dlm mengolah info dlm bentuk bahasa dg cara membaca maupun menulis.

Teori VAK maupun VARWK memiliki kelemahan, karena jika anak memiliki ketunaan seperti tuna netra, maka dia tdak akan memiliki gaya belajar visual, begitu pula anak anak tuna daksa atau cacat fisik, misal tidak memiliki kaki, maka anak ini gaya belajarnya bukan kinestetik. Namun pendapat tersebut kurang tepat, oleh karena itu pada perkembangan selanjutnya lahir teori multiple intelligences yang meyakini bahwa anak tuna daksa pun mampu memiliki gaya belajar kinestetik dan mmg terbukti byk anak tdk punya kaki namun bisa jadi atlet tenang.

Mengenal Cara Belajar Anak (Learning Style)
sumber : edukasi.web.id


B. Teori Gaya Belajar berbasis Multiple Intelligences dari Howard Gardner. 
Learning Style berbasis teori Multiple Intelligences (MI) cakupannya lebih luas, karena dapat diterapkan juga untuk orang yang kurang secara fisik atau tidak memiliki modalitas belajar Visual krn tuna netra, Auditori krn tuna rungu maka akan lebih baik kita gunakan Learning Style berbasis Multiple Intelligences

Gaya belajar menurut konsep ini ada 8,  yakni kinestetik dengan bergerak atau praktek langsung; linguistik dengan membaca, menulis, bicara maupun diskusi; visual spasial dengan melihat gambar, menyusun, menggambar; musikal dengan mendengarkan musik, bersenandung; logika matematik dengan membaca dan memahami konsep pola tertentu, melakukan analisa masalah, penelitian dan percobaan; naturalis dengan mengenal alam, tumbuhan, hewan, kegiatan outdoor; intrapersonal dengan mengevaluasi, memahami diri, membuat rangkuman; serta interpersonal dengan belajar kelompok dan bekerjasama.

Cara mengenali gaya belajar berbasis modalitas dan multiple intelligences dapat dilakukan dengan mengamati aktivitas sehari-hari anak. Amati aktivitas yang paling sering diulang, paling diminati atau disukai anak sehingga anak merasa nyaman dan betah. Orang tua juga dapat menggunakan panduan ceklis atau kuesioner tentang gaya belajar berbasis multiple intelligences, yang sekaligus juga dapat mengetahui potensi kecerdasan yang dominan pada anak. 

Yang terpenting bagi orang tua adalah bukan sekedar mengenali gaya belajar anak, namun menstimulasi anak usia dini dengan beragam aktivitas yang menstimulasi seluruh aspek perkembangannya atau gaya belajarnya. Karena setiap anak punya kedelapan gaya belajar sesuai teori multiple intelligences tersebut.

Fokus stimulasi pada anak usia dini adalah pada aspek fisik motorik kasar, dengan mengajak dia berolahaga, berlari, melompat, merangkak, memanjat, main sepeda. Fisik motorik halus, spt menggambar, mewarnai, meronce, main puzzle, lego. Stimulasi aspek emosi dan sosial melalui permainan yang mengandung unsur kerjasama, kompetisi, saling berbagi saat main, sportif, antri nunggu giliran main, serta sisipkan materi kognitif yang mengasah logika berpikir serta kemampuan problem solving nya.

Semakin bertambah usia anak, semakin matang perkembangan aspek fisik motorik, emosi sosial dan kognitifnya, terutama saat menginjak usia Sekolah Dasar, saat inilah orang tua akan semakin dapat melihat pola gaya belajar yang dominan pada anaknya dengan mengamati aktivitas sehari-hari anak.

Setiap anak itu unik dengan gaya belajar nya yang dominan dan kombinasi dengan gaya belajar lainnya. Dengan teori  modalitas belajar, anak punya 3 gaya belajar yaitu visual, audotori, kinestetik. Namun akan lebih baik dan lengkap jika kita gunakan teori Multiple Intelligences dimana tiap-tiap anak punya 8 gaya belajar dari mulai yang paling dominan sampai yang dominan.

 "tak ada pelajaran yang sulit ketika gaya mengajar guru/ortu disesuaikan dengan gaya belajar siswa/anak" 

Gaya belajar merupakan kunci atau pintu utama kesuksesan anak dalam menjalani hidupnya. Jika guru dan ortu memahami gaya belajar siswa dan anaknya maka akan cenderung sama frekuensi antara gaya mengajar guru / orang tua dan siswa / anak, dengan demikian tak ada pelajaran yang sulit ketika gaya mengajar guru/ortu disesuaikan dengan gaya belajar siswa/anak.


Sumber : Resume Diskusi Grup Homeschooling Muslim Nusantara Semarang.

Hari : Jumat, 11 April 2015
Waktu: 15.00 - selesai
Narasumber: Dyah Indah Noviyani 

(Lulusan S1 Psikologi Undip dan S2 Psikologi Pendidikan UI.
Ibu 4 anak yg baru resign dari dosen PNS UNNES Fak Psikologi. Saat ini aktif mengelola Paud Day Care Bintang Juara, LPK Smart and Fun Home, Biro Psikologi Qualifa)
Moderator: Lillah
Notulen: Aan

Semoga Bermanfaat ^_^

Apr 6, 2015

Tanya Jawab Seputar Homeschooling

Tanya Jawab Seputar Homeschooling
Happy Monday, Mommies... Senin ceria ini saya mau sharing tentang tanya jawab seputar homeschooling, hasil diskusi kami di komunitas Homeschooling Muslim Nusantara Semarang. Well saya juga masih newbie di komunitas ini, awalnya memang saya sangat tertarik dengan homeschooling karena tidak ada sekolah senyaman di rumah, bukan? Tentunya untuk menerapkan proses homeschooling itu sendiri, orang tua menjadi pilar utamanya.

Berikut adalah intisari hasil diskusi kami tentang Tanya Jawab Seputar Homeschooling.

Sumber : Grup HSMN Semarang
Narasumber : Teh Patra
Waktu Diskusi : Jumat, 3 April 2015
Tema : PRAKTEK HOMESCHOOLING
Moderator : Kiki dan Lillah
Notulensi.  : Arina
Durasi 2 jam Pkl. 20.00 - 22.00 wib

SELAYANG PANDANG DARI TEH PATRA
Perkenalkan dulu, saya Patra,  lengkapnya Yuria Pratiwhi Cleopatra
Ibu 4 anak HS (17,14,13,3)tahun, Domisili Bandung.

Jadi homeschooling itu adalah kegiatan sekolah yang dilakukan di luar sekolah formal, dengan ujian kesetaraan ujian paket A, B, C. Alasan diterapkan HS berbeda-beda di setiap keluarga. HS ini hanya merupakan salah satu alternatif jenis pendidikan, seperti juga sekolah negri, sdit, boarding, pesantren, dll. Memilih jenis yang mana,  disesuaikan dengan visi dan misi masing-masing keluarga.
Sebelum membahas praktek,  kita samakan persepsi bahwa HS itu adalah pendidikan usia sekolah jenjang SD,  SMP dan SMA. Jadi sebelum SD dan sesudah SMA bukan HS ya. Mungkin HE (Home education) aja.

HS secara umum terdiri atas 2 jenis : yang mengikuti kurikulum dan tidak.

Sebelum memutuskan untuk melakukan homeschooling, tentunya perlu ada penyamaan persepsi, visi misi, dan platform keluarga. Setelah itu baru dibuat program tahunan, program bulanan, program mingguan hingga program harian. Jika memungkinkan bisa dilakukan evaluasi perjalanan keluarga setiap pekan. Kalau tidak paling sedikit sebulan sekali perlu ada rapat keluarga. Setiap keluarga kan punya visi, misi dan cita2. Mau membentuk keluarga seperti apa? Mau punya anak seperti apa? Maka semua anggota keluarga perlu duduk bersama merumuskannya.

Paling gampang, coba bayangkan 5 tahun ke depan kita ingin keluarga kita seperti apa. Ibu menjadi bagaimana, ayah bagaimana, anak bagaimana. Baru setelah itu ditentukan model pendidikan apa yang cocok, apakah sekolah formal? bilingual school? pesantren? HS? dst.

Perlu ada kesamaan suhu antar semua stakeholder tersebut. Sehingga proses HS akan menjadi tanggung jawab dan keinginan bersama. Berat sekali kalau ada salah satu pihak yang tidak setuju dan tidak mendukung, apakah itu ibu, ayah dan anak.

TANYA JAWAB

1. TANYA 1, Bunda nunung
Bagaimana cara menyusun kurikulum utk anak homeschooling? Apakah ada buku atau sumber yg bisa dijadikan contoh model? Terimakasih

JAWAB :
Untuk menyusun kurikulum, kita bisa kembali pada visi misi yg kita buat itu. Target apa yg ingin dicapai? Berapa lama? Nah, target itu bisa dibreakdown menjadi kurikulum. Misalnya kalau kita ingin anak hafizh Qur'an dalam 5 tahun,  berarti tahun pertama sekian,  kedua sekian, dst. Nah dari satu tahun yang harus hapal sekian juz itu, sebulan berapa, seminggu berapa, sehari berapa. Dan semua itu dilakukan utk semua mata pelajaran,  termasuk mata pelajaran akademis, ekskul pilihan,  dll. Jadi seluruh kegiatan bisa terukur.

2. TANYA 2. BUNDA NINIES
Bagaimana praktek homeschooling/HS utk anak Balita?? Putri saya usia 5 tahun & 2 tahun,, aktivitasY sering bertolak belakang. Si kakak 5 tahun lg seneng2Y menyusun, menata, memasang dan merapikan sesuatu. Si adik 2 tahun lg asyik2Y eksplorasi dg membongkar, mengorak-arik sesuatu. Kadang pas aktifitas main sambil belajar,, Kakak lg asyik menyusun, adik ikut2an dg cara merobohkan, dsb. Jd bubar dech..aktivitasY. Jd bagaimana praktek HS utk anak2 semacam ini agar efektif&optimal.

JAWAB :
Bunda Ninis, itu kejadian yang menimpa hampir seluruh ibu balita ya. Tidak hanya di rumah tapi juga di semua tempat. Oleh karenanya, membuat lesson plan itu harus diupayakan. Tentukan target yang ingin dicapai. Misalnya ditentukan target yang ingin dicapai pekan ini adalah pengembangan motorik. Maka pola belajarnya dipisah agar optimal. Dicari waktu yang tidak saling bertabrakan. Atau targetnya adalah pengembangan emosi. Maka bisa disatukan. Anak akan belajar sabar, berbagi, menunggu, menyayangi, dll

3. TANYA 3
Saya berasal dr kultur pantai&laut, sedang suami dr kultur pegunungan. Bagaimana saya bisa mengoptimalkan potensi2 tsb utk media belajar anak2 dlm mengeksplor alam sekitar sbg salah satu cara belajar dlm praktek HS??

JAWAB :
Untuk pertanyaan  mengenai kultur, Alhamdulillah kalau kultur itu masih terbentuk hingga sekarang, karena di jaman global ini nyaris sulit menemukan orang dengan kultur yang unik. Kebanyakan seragam aja, tidak menampakkan keunikan kulturalnya.

Dari kultur pegunungan tentunya sangat paham ya dengan kebiasaan bercocok tanam. Sehingga anak bisa diajari tentang proses penciptaan makanan yang dikaitkan dengan aqidah. Selain itu di pegunungan juga ada hewan ternak. Anak bisa dilatih memelihara hewan untuk melatih kelembutan hati dan kedisiplinan.

Dari kultur pantai biasanya orangnya pemberani. Anak bisa dilatih untuk memperlihatkan keberanian di setiap aspek kehidupan. Kalau tempat tinggal mendukung untuk eksplorasi tentunya bisa dioptimalkan..misalnya tinggal di gunung atau di laut. Kalau tidak, ortu bisa membuat maket/model alam sebagai bahan belajar. Tapi tetap anak pun perlu memahami kultur yang lain selain pegunungan dan laut. Misalnya kultur perkotaan, perkampungan, dll

4. TANYA 4, bunda mey
Putri saya 13th, baru kurang lebih 9 bulan menjalani HS...kendati kami sdh membuat jadwal harian, mingguan dan bulanan...kadang masih kurang konsisten mematuhi jadwal yg sdh kami buat..misalnya jika ada acr mendadak...apakah proses ini jg banyak dialami pelaku HS ...bagaimana menyikapinya..?

JAWAB :
Bunda Mey, kalau yang saya alami, jadwal tidak selamanya jadi patokan. Kadang pencapaian yang jadi patokannya. Misalnya kita targetkan pelajaran 1 bab selesai dalam 1 pekan. Ternyata dalam 1 hari sudah paham. Bisa saja kita beri kelonggaran atau 'hadiah' libur pada anak-anak.

Atau jika target yang ditentukan tidak tercapai, kita bisa menambah jadwal atau menggeser jam main mereka. pun ketika ada gangguan yang syar'i..maka bisa kita pindahkan jadwal yang terganggu ke hari/jam lain. Tentunya hal ini harus disepakati di awal. Kalau gangguannya termasuk dalam proses belajar, maka kita tidak perlu khawatir dan tidak perlu mengganti, flexible saja.

Misalnya anak-anak ada jadwal piano sejam sehari. Ternyata saat akan konser mereka perlu jadwal tambahan. tidak mengapa mereka menggeser jadwal lainnya dan menggantinya dengan latihan piano, karena latihan itu termasuk proses belajar, atau anak harus libur sehari untuk ikut lomba robot, jadwal hari itu di skip saja. Serius, tapi flexible, yang tidak boleh ditolelir itu hanya kemalasan dan pelanggaran.

5. TANYA 5,  BUNDA YUYUN
Assalamualaikum Teh Patra, saya ibu dari 2 anak laki2 (10 th & 6 th), saya baru menjalani hs sekitar 3 bln ini dan itu pun awalnya 'sedikit terpaksa' krn salah satu anak saya merasa sdh tdk nyaman dgn sekolah formal dan saya pun sempat kecewa dgn sekolahan yg terdahulu. Jujur saat ini saya blm mampu memfasilitasi anak2 dgn optimal krn sesuatu hal. Dan jujur utk saat ini saya pun blm dpt mentargetkan apa2 krn anak2 saya perhatikan sdg senang2nya 'free' dr semua tekanan yg sebelumnya mungkin tanpa saya sadari saya tlh melakukannya thdp anak krn tuntutan akademis di sekolah formal. Nah utk hs ini,apakah memang hrs ada target tertentu yg hrs kita capai? Apakah anak2 tetap hrs belajar mengikuti kurikulum spt sekolah formal mengingat pd diskusi yg lalu ada narasumber yg mengatakan bahwa utk persiapan UN hanya dibutuhkan wkt 1 th sebelumnya saja cukup. Sedangkan anak saya baru kelas 3 dan 1 SD. Apakah saya salah sbg ortu apabila saya saat ini hanya berupaya mengikuti apa yg mereka suka,mengingat msh ada jeda waktu 3 th utk si sulung UN? Mohon pencerahannya ya Teh...terima kasih sebelumnya."

JAWAB :
Dear Mbak Yuyun..dari sekian banyak pertanyaan yang saya terima mengenai hs, banyak yang senada. Mungkin nanti jawaban ini akan saya upload ke fesbuk ya..hehe..biar cepet kalo ada yang nanya lagi.
Banyak alasan orang sekarang mengambil HS. Tapi secara garis besar, saya bagi menjadi 2 saja :
1. Karena ingin mencapai visi misi keluarga yang tinggi tapi tidak tercover oleh sekolah formal
2. Karena bermasalah, baik masalah medis, masalah sosial, finansial, dll.

HS yang berangkat dari visi misi dan platform keluarga seperti yang saya jelaskan di atas itu merujuk pada alasan pertama. Kita ingin anak kita lebih baik dari anak seusianya. Kita ingin anak kita mencapai lebih banyak dan bermanfaat lebih luas bagi ummat. Konsekuensinya, anak akan belajar lebih keras, lebih bertanggungjawab, lebih mandiri, dan lebih struggle daripada anak sekolah formal.

Di keluarga saya, nyaris tidak ada hari libur untuk mereka. Bahkan saat anak sekolah formal libur dua minggu setelah US, anak2 saya tidak libur. Karena banyak sekali pencapaian yang harus mereka raih. Tentunya semua ini perlu dipahamkan dan dicari metode yang tidak membebani mereka. Dan mereka membuat sendiri jadwal dan target yang ingin mereka capai. Mereka bisa libur dari mata pelajaran akademis asal diganti dengan stimulasi lain. Tidak boleh dengan hiburan game dll.

HS yang berasal dari masalah, sulit untuk bisa berkembang dengan optimal. Anak-anak pada dasarnya belum mengerti apa yang baik bagi mereka. Di situlah tugas kita sebagai ortu untuk mendidik, membimbing, memotivasi mereka. Sekali anak dibiarkan berbuat sesuka hatinya dengan bebas tanpa pertanggungjawaban, akan sulit bagi orangtua mengembalikan mereka ke rel nya lagi.
Yang harus dilakukan adalah mencari akar masalah. HS itu bukan pelarian. Harus dikaji lebih dalam, apa penyebab ketidaknyamanan itu? Apa perlu terapi? Psikolog? psikiater? Masalah yang ada harus diselesaikan sebelum menerapkan HS.

Mengenai kurikulum untuk UN, memang kurikulum UN bisa kita kejar dalam waktu 1 tahun. Bahkan untuk jenjang SD bisa saja dikejar dalam waktu 3 bulan. Itu sebabnya kita perlu punya platform. Akan dijadikan apa anak-anak kita? Kalau sekedar lulus ujian paket saja sih bahkan tidak perlu belajar. PKBM terkadang memberi jawaban, mengatrol nilai dan memberi nilai bagus untuk rapot. Tapi untuk apa? Seperti itukah anak yang ingin kita besarkan? Sekedar lulus ujian paket saja? Bagaimana dengan mental belajarnya? Bagaimana dengan semangat hidupnya? Bagaimana dengan target non akademisnya?

Silahkan duduk bersama suami dan anak-anak untuk membahas masa depan anak-anak dan keluarga. Usia 10 tahun tentunya sudah cukup besar untuk bisa berdialog dan berpikir logis

6. TANYA 6. bunda rosalia
Assalamualaikum mb mau tanya ya, Utk analis SWOT HS gmn?
Maksud sy Strong, Weakness, opportunity, Threat..khususnya bagi atau dr sudut pandang keluarga?
Kan kl ikut lembaga formal, sdh tdk perlu bikin analisis SWOT, krn masing2 lembaga sudah buat di kurikulum masing2 nya...
Terimakasih,

JAWAB :
Bunda Rosa, analisis swot itu kan sesuatu yang diperlukan oleh setiap keluarga. Bukan hanya yang hs saja. Sangat harus keluarga itu memahami kelebihan dan kekurangan yang ada, bagaimana mengoptimalkan kekuatan, mengatasi kelemahan. Perlu tau peluang-peluang apa yang bisa diraih, bukan hanya anak-anak saja tapi juga orang tua. Perlu tau hal-hal apa saja yang bisa mengancam upaya kita. Bentuknya mungkin tidak harus sama persis seperti yang dilatihkan di training leadership atau manajemen itu..hehe..ya nyaman-nyamannya keluarga aja.

Misalnya di keluarga saya, sebelum memutuskan HS kami duduk bersama. Saya, suami, anak pertama kelas 2 SMP, anak kedua kelas 5 SD, dan anak ketiga kelas 3 SD. Kami sampaikan kepada mereka tentang kemungkinan HS, kelebihan dan kekurangannya, resiko-resikonya, ditanyakan kesiapan mereka untuk bertanggung jawab atas konsekuensi pilihan yang mungkin ada.

Kami diskusikan kelebihan dan kekurangan setiap anggota rapat, rencana-rencana, rencana ayah 5 tahun ke depan, rencana ibu, rencana mereka masing2. Semuanya sangat perlu dilakukan jika kita ingin keluarga kita menjadi bagian dari pembangun peradaban. Bahkan jika kita menyekolahkan anak di sekolah formal, semakin perlu kita buat swotnya.

7. TANYA 
Kalau boleh tambah tanya, kl kelebihan HS sudah sering dibahas, trus kl kelemahan nya ap y Teh??

JAWAB :
kelemahan yang paling utama adalah kelemahan mental..hehehe..
kalau sekolah formal kan sistemik, semua sudah terstruktur. yang hs ini terlalu subjektif, tergantung mood anak dan ortunya. Makanya perlu dibuat evaluasi rutin. Sehingga kalau terjadi hal2 yang diinginkan, misalnya sudah sekian bulan berjalan tidak optimal, kita bisa mencari alternatif solusi. Selain itu sebaiknya ortu hs saling bergabung juga untuk membentuk komunitas, saling sharing, mengerjakan proyek bersama, bertukar info dan pengalaman, dll.

Yang jelas menjalankan HS itu berarti kerja keras untuk ortunya (terutama ibu) karena ibu yang sehari-hari di rumah. Kalau kita gagal di sekolah formal, maka kita bisa menyalahkan mereka. Kalau kita gagal di HS, maka seluruh beban dan tanggungjawab dunia akhirat kita yang pikul. Kelemahan lain adalah banyak ortu HS yang enggan mencari info mengenai legal formal HS. Hal ini membuat ortu tidak dapat menyelaraskan program HS dengan peraturan diknas.

8. TANYA 8, mbak kensafithri
Pembelajaran kpd anak kn harus sesuai dg tahap tumbuh kembang ya teh? Bagaimana caranya mapping bahan ajar yg hrs d ajarkan sesuai kebutuhan anak? Adakah buku  panduan yang recommended?

JAWAB :
Mbak Kensafithri, untuk bahan ajar saat ini tidak sulit mencarinya. Kita bisa mendapat banyak sekali bahan dari internet, tinggal search aja. Termasuk juga mengenai tahapan tumbuh kembang anak..semua lengkap di web. Kecuali kurikulum akademis kita mengacu pada kurikulum diknas.

9. TANYA 9 dst, Bunda Dini
Anak saya umur 7th ,sdh msk sd formal, rencana tahun depan sy HS kan brng adiknya yg msk usia SD. Berbicara kurikulum, memakai pedoman buku dr diknas/bgmn? Krn td smpt dibhs mslh mengejar materi misal 1 bab. Indikator pencapaian perkembangan ttp pakai yg dr diknas kah?

JAWAB :
(Sudah terjawab di pertanyaan pertama)

10. TANYA 10
Ujian nasional/ujian paket,tentunya kita ingin anak kita mendptkan hasil lulus,bgmn treatment nya kpd kita dan anak agar tdk mnjd "horor". Karena mau tdk mau ini adl legalitas kan.

JAWAB :
Anak-anak itu ga horor ko sama ujian paket, mereka sih enjoy aja. Yang bikin horor kan media, hehehe. Dari dulu juga kita ujian biasa aja kan ya! Lagipula nilai kelulusan itu rendah sekali..hehehe..rata-rata 5 kalau ga salah. Sebetulnya kalau sampai ga lulus itu ya memang bermasalah sekali dan tidak diperbaiki.

Akhirnya kembali ke cara kita menyampaikan tentang ujian itu. Kalau sekedar lulus sih, seperti saya sampaikan, PKBM bersedia 'membantu' karena itu sangat penting untuk keberlangsungan ekonomi mereka. Anak yang menguasai bahan ajar dan sering latihan soal, Insya Allah lulus.☺

11. TANYA 11
Pembahasaan yg ramah ke anak bgmn ya utk HS ini, terutama utk sulung yg sdh bersekolah formal.
Latar belakang sprt yg disampaikan teh patra, ada ketidakpuasan kami thd sistem dr sekolah dan membuat anak jenuh serta terbebani. Ketika si sulung ditanya ttg sekolah, dia ttp mau skul disitu.

JAWAB :
Kalau anak mau sekolah disitu, berarti tidak jenuh dong? Jenuh itu kalau spons sudah tidak bisa menyerap air lagi.

12. TANYA 12
Bgmn ttg mslh sosialisasi?? Klo di komnitas ini kan ada keg brsm tp jamnya jg terbatas,sdgkn di skul mereka berjam2 berinteraksi dgn teman. Terima kasih sblmnya

JAWAB :
Sosialisasi juga menjadi PR ortu. Kita harus pro aktif mendorong mereka mencari tempat sosialisasi jika mereka kesulitan. Jika tidak ya alhamdulillah. Makanya membentuk komunitas itu sangat dianjurkan. Mengenai jam atau waktu interaksi saya pikir bukan isyu. Jaman sekarang anak2 bisa berkomunikasi secara online. Yang saya perhatikan, seringkali anak-anak sekolah formal berkumpul bersama, tapi masing-masing sibuk dengan gadgetnya, itu sih bukan bersosialisasi namanya ☺

Alhamdulillah, terima kasih ya atas semua atensinya. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, salah tangkap dll karena terbatasnya waktu dan media kita. Insya Allah tidak perlu closing statement yaa..tinggal praktek aja..

Jazakumullahu khairan katsiiraa
Wassalaamu'alaikum Wa rahmatullahi wa barakatuhu
---------------------------------------------------------------------

Demikian berbagi ilmunya tentang Tanya Jawab Seputar Homeschooling kali ini ya, Mommies.. Semoga bermanfaat.

Salam Hangat