Aug 29, 2016

Benarkah Bersepeda Dapat Membahayakan Kesehatan Wanita?

Benarkah Bersepeda Dapat Membahayakan Kesehatan Wanita?
Benarkah Bersepeda Dapat Membahayakan Kesehatan Wanita?
Belakangan ini, kami sekeluarga sedang hoby bersepeda di pagi hari. Berawal dari suami yang ingin hidup lebih sehat dan rutin membakar kalori, plus, males jogging, hehe.. maka saya dan anak-anak pun ikut bersemangat dalam kegiatan bersepeda pagi kami.

Karena hampir tiap hari bersepada (minimal 30 menit), tiba-tiba saya teringat tentang mitos bahwa anak gadis sebaiknya jangan sering-sering naik sepeda, nanti selaput daranya bisa robek. Wah, saya jadi agak parno juga dan berpikir lagi, Benarkah Bersepeda Dapat Membahayakan Kesehatan Wanita?

Dari situ, saya mulai browsing-browsing tentang 'manfaat bersepeda bagi kesehatan wanita'. Muncullah artikel-artikel tentang berbagai manfaat bersepeda, diantaranya : 
  1. Menguatkan dan membentuk otot tangan dan kaki
  2. Menyehatkan jantung, karena termasuk olahraga kardiovaskuler
  3. Melancarkan supply oksigen dari paru-paru ke tubuh
  4. Mengurangi kolesterol jahat
  5. Membakar kalori
  6. Meningkatkan mood / mood booster sehingga menjalani hari dengan segar & semangat
  7. Mengasah konsentrasi & pandangan mata

Ternyata, selain manfaat ada juga hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bersepeda. Karena menurut penelitan para ahli di Yale University, wanita yang bersepeda dengan posisi handlebar (stang) rendah (seperti sepeda gunung) memiliki resiko tinggi menimbulkan masalah kesehatan seksual. Penelitian yang melibatkan 48 responden wanita dengan frekuensi mengayuh sepeda setidaknya 25,5 km dalam seminggu. Para peneliti mencatat, mayoritas wanita menyandarkan berat badan ke depan dengan penyangga tangan. Posisi punggung mereka cenderung membentuk sudut 30 - 45 derajat ke arah depan untuk mendapatkan posisi yang lebih aerodinamis. Analisis selanjutnya menunjukkan sebagian besar mereka mengalami mati rasa di bagian pinggul yang dikarenakan gerakan mengayuh sepeda dapat mengakibatkan gesekan pada kemaluan sehingga mengurangi sensitifitas (pada organ kewanitaan). Intinya, semakin rendah posisi stang, semakin beresiko. http://doktersehat.com/bersepeda-menyebabkan-disfungsi-seksual-pada-wanita/

Masalah kesehatan seksual juga bisa terjadi pada laki-laki dengan aktifitas bersepeda yang tinggi. Bentuk sadel (dudukan) yang terlalu sempit dan meruncing akan memeberikan tekanan pada testis dalam jangka waktu tertentu secara terus-menerus. Hal inilah yang dapat mengakibatkan penurunan sperma (yang diproduksi di dalam testis) baik secara kuantitas maupun kualitas. Namun kita dapat menyiasati dengan melapisi dudukan dengan semacam sarung tangan namun diperuntukkan khusus sadel sepeda (ini karena saya tidak tau istilahnya apa, hihihi...), sehingga dudukan menjadi lebih lebar dan lebih empuk.

Benarkah Bersepeda Dapat Membahayakan Kesehatan Wanita?
Cover sadel sepeda

Sebetulnya, gangguan seksual yang sama juga bisa disebabkan oleh penggunaan celana dalam maupun celana panjang yang terlalu ketat. Jadi tidak serta merta salah sepeda ya, hehe...

Setelah membaca berbagai artikel tentang dampak bersepeda bagi wanita, inilah point-point yang perlu diperhatikan :

  • Pilih sepeda dengan posisi stang minimal sejajar atau lebih tinggi dari sadel (dudukan).
  • Hindari penggunaan sadel (dudukan) yang terlalu sempit dan ujung yang terlalu runcing.
  • Akan lebih baik jika memilih sadel yang tebal dan empuk.
  • Sesekali Anda boleh trekking, downhill bareng keluarga atau teman-teman, tapi jangan terlalu sering. Jalan terjal tentu membuat tekanan semakin meningkat. You know what I mean..
  • Hasil penelitian yang dicantumkan di hampir semua laman yang saya baca (tanpa tau sumber aslinya) itu memberi dampak pada wanita yang bersepeda sepanjang 25,5 km / minggu. Jadi, jika Anda tidak semaniak itu (atau bukan atlet sepeda), saya kira tidak masalah. Lagipula, pasti ada petunjuk dan treatment-treatment tertentu bagi para atlet tersebut. Kasihan kan, kalau semua atlet sepeda jadi bermasalah seksualnya ^_^
  • Resiko gangguan seksual tidak hanya bisa terjadi pada wanita, tapi pria juga sangat mungkin. Jadi tidak ada urusan sama gender disini. Hanya saja wanita biasanya lebih care tentang hal tersebut, makanya lebih banyak dilakukan penelitian. Toh, segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, bukan?

Buat Anda para wanita, dan saya pribadi, jangan takut melakukan sesuatu hanya karena rumor, mitos atau hal-hal yang belum tentu terjadi. Kerjakan dan nikmati saja. Selama memperhatikan hal-hal di atas dan tahu porsinya, insya Allah tidak akan apa-apa. Niatkan ibadah untuk menjaga amanah tubuh dan nikmat sehat yang telah dikaruniakan Allah kepada kita (self reminder buat diri sendiri yang suka males gerak).

Mari bersepeda!
Salam hangat,

PS : bersyukur sepeda yang saya naiki sudah sesuai kriteria, legaaa ^,^

Benarkah Bersepeda Dapat Membahayakan Kesehatan Wanita?
Bersepeda di minggu pagi

Aug 23, 2016

Fun Time #13 : Membuat Slime dari Tepung, Minyak & Sabun Cuci Piring

Fun Time #13 : Membuat Slime dari Tepung, Minyak & Sabun Cuci Piring
Slime ala kami
Hai hai hai.... Setelah beberapa lama mengalami writer block, alias kebuntuan dalam menulis a.k.a males ngeblog, akhirnya saya kembali menyapa hari ini dengan ulasan Fun Time #13 : Membuat Slime dari Tepung, Minyak & Sabun Cuci Piring.

"Slime adalah cairan lengket dan pekat yang sekilas terlihat seperti lendir. Umumnya slime dibuat dengan warna-warna yang cerah dan tekstur yang tidak meninggalkan bekas di tangan, sehingga disukai anak-anak"

Biar ikut kekinian, acara fun time kami minggu lalu diisi dengan prakarya membuat slime. Bagi yang masih asing, Slime adalah cairan lengket dan pekat yang sekilas terlihat seperti lendir. Umumnya slime dibuat dengan warna-warna yang cerah dan tekstur yang tidak meninggalkan bekas di tangan, sehingga disukai anak-anak. Kegunaan slime ini pun bisa beragam, mulai dibentuk-bentuk seperti plastisin / play doh, main lempar-lemparan, yah pokoknya kenyal-kenyalnya itu yang bikin menyenangkan! 

Fun Time #13 : Membuat Slime dari Tepung, Minyak & Sabun Cuci Piring kali ini sengaja memilih bahan slime yang memang sudah tersedia di rumah. Bagi saya, prakarya itu sebisa mungkin ga keluar uang. Selain biar irit, bukankah tujuan prakarya itu sendiri adalah untuk mengasah kreatifitas? Nah kalau sedikit-sedikit pakai modal mah, sekalian beli aja!. Hehe... Yuk langsung kita simak pembuatan Slimenya!

Fun Time #13 : Membuat Slime dari Tepung, Minyak & Sabun Cuci Piring
Alat dan Bahan yang diperlukan

Alat dan Bahan :
  • Tepung terigu sebagai bahan dasarnya
  • Sabun cuci piring cair (saya menggunakan sunlight, bisa diganti dengan merk lain) berfungsi sebagai pengikat agar terbentuk slime yang kenyal. Dalam hal ini sekaligus berfungsi sebagai pewarna. Namun bila kurang puas dengan warna yang dihasilkan, bisa juga ditambah atau dicampur dengan pewarna makanan (yang alami lebih baik).
  • Minyak sebagai pelicin, agar tidak lengket. Saya memakai minyak zaitun, selain itu bisa juga menggunakan baby oil, minyak telon atau minyak kayu putih
  • Wadah untuk membuat slime
  • Sendok atau spatula sebagai pengaduk

Fun Time #13 : Membuat Slime dari Tepung, Minyak & Sabun Cuci Piring

Cara Membuat Slime :
  1. Masukkan tepung terigu ke dalam wadah (takaran sesuai yang diinginkan)
  2. Tambahkan sabun cuci piring cair sedikit demi sedikit sambil di aduk rata hingga terbentuk gumpalan yang kenyal
  3. Setelah diperoleh tekstur / tingkat kekenyalan yang diinginkan, tambahkan beberapa tetes minyak dan terus diaduk
  4. Minyak dirasa cukup, bila saat dipegang / diremas sudah tidak ada lagi sisa slime yang menempel di tangan.
  5. Pewarna makanan atau glitter bisa ditambahkan ke dalam adonan untuk mempercantik warna.
"belum banyak yang tau kalau slime dengan bahan dasar sabun cuci piring ini juga bisa dijadikan gel pembersih alat elektronik, seperti layar handphone, laptop, keyboard komputer dll"

Oiya, belum banyak yang tau kalau slime dengan bahan dasar sabun cuci piring ini juga bisa dijadikan gel pembersih alat elektronik, seperti handphone, laptop, keyboard komputer dll. Caranya? Ambil (cuil) sedikit slime, lalu gulung-gulungkan di permukaan yang akan dibersihkan, maka debu dan kotoran pun akan menempel di permukaan slime dengan sendirinya, sehingga membuat gadget kita menjadi bersih tanpa meninggalkan bekas sabun, setelah itu baru di lap menggunakan kain halus untuk menghindari goresan.

Seru dan mudah bukan? Tunggu apa lagi? Yuk, buat slime dengan kreasi kita sendiri!
Salam Hangat,

Aug 9, 2016

Mengajarkan Disiplin Pada Anak

Mengajarkan Disiplin Pada Anak
Mengajarkan Disiplin Pada Anak
Beberapa Metode Mengajarkan Disiplin pada Anak dan Trik Berbicara dengan Anak :

1. KONSEKUENSI NATURAL

Konsekuensi natural merupakan hasil dari tindakan anak secara alami
Konsekuensi natural akan memberikan pengalaman sebab-akibat dari tindakan anak sendiri dan mereka belajar untuk bertanggung jawab. Orang tua yang menggunakan konsekuensi natural memungkinkan anak anaknya untuk menemukan keuntungan dari perintah dan peraturan.

Tanpa ancaman dan debat dengan orang tua, anak-anak yang mengalami konsekuensi natural akan terbangun rasa disiplin pada diri sendiri dan kekuatan internal, dan belajar mematuhi perintah bukan karena takut akan hukuman, akan tetapi karena mereka mengetahui bahwa dengan mematuhi perintah akan membuat hidup lebih baik.

Contoh penggunaan konsekuensi natural adalah membiarkan anak menghadap gurunya dan menjelaskan bahwa dia tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya karena dia lebih memilih bermain dibandingkan mengerjakan PR. Jika orang tua ‘menolongnya’ dengan membuatkan surat izin, maka anak akan belajar bahwa tidak mengapa tidak mengerjakan tugasnya, karena akan ada ‘dewa penolong’ yang akan menyelamatkannya dari hukuman yang tidak diinginkan.

KAPAN KONSEKUENSI NATURAL TIDAK BERLAKU?
Orang tua sebaiknya tidak menggunakan konsekuensi natural bila konsekuensi yang akan timbul berbahaya untuk anak anak atau tidak menyebabkan rasa tidak nyaman bagi anak-anak.


2. KONSEKUENSI LOGIS

Ketika konsekuensi natural tidak berfungsi, orang tua harus membuat konsekuensi logis. Konsekuensi logis berupa hukuman dan praktis, dapat dilaksanakan dan berkaitan dengan perilaku anak.

Orang tua harus memberikan penjelasan mengenai konsekuensi ini kepada anak-anaknya pada saat tenang dengan jelas dan tegas. Sangat penting bagi orang tua untuk memberitahukan terlebih dahulu alasan mengapa mereka harus berperilaku baik dan hasil keluaran yang diinginkan.

Berikut adalah contoh konsekuensi logis :
  • Anak yang pulang larut melewati jam malam akan dimajukan jam malamnya untuk beberapa malam kedepan, atau akan kehilangan haknya menggunakan mobil. 
  • Anak yang bermain secara ceroboh dan memecahkan kaca jendela tetangga harus menggunakan uang tabungannya sendiri untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Seperti konsekuensi natural, konsekuensi logis harus sesuai dengan perilaku mereka dan tanpa ancaman atau hukuman fisik untuk anak anak. Orang tua sebaiknya membiarkan anaknya bertindak sesuai dengan keinginannya, bila ia melanggar aturan maka bersiap menghadapi konsekuensinya.

Hasilnya adalah anak akan berperilaku baik karena mereka mengetahui bahwa semuanya akan menjadi baik bila mengikuti aturan yang ada. Sebaliknya, hukuman akan membuat anak berperilaku baik hanya jika mereka takut ketahuan orang tuanya, dan akan membuat mereka bersikap ‘nakal’ saat tidak ada orang tua.

Yang perlu diperhatikan: waktu mengomunikasikan dan konsisten dalam menerapkan konsekuensi tersebut.


3. Reward dan Punishment melalui reinforcement negatif

Cara yang terbaik dalam menerapkan reward dan punishment adalah penerapan reinforcement negatif, yaitu:
"Memberikan reward ketika anak melakukan hal yang diharapkan dengan MENGURANGI hal yang TIDAK DISUKAInya.
Memberikan punishment ketika anak melakukan hal yang tidak diharapkan dengan MENGURANGI hal yang DISUKAInya"
Misalnya anak suka makan coklat dan jatahnya 2 bungkus sehari. Ketika anak melakukan hal yang tidak diharapkan, jatah coklatnya itu yang dikurangi. Atau jatah nonton TV, mainan, jajan dlsb, yang disukai anak. Bukan malah menambahkan hal yang baru yang tidak disukai anak. Seperti mencubit ---> memberikan hal baru yaitu cubitan.

Mengurangi hal yang tidak disukai sebagai hadiah. Misalnya anak berperilaku baik tertentu, jadi hadiahnya anak ga usah cuci piring (biasanya itu tugas hariannya) ---> itu yang dikurangi. Jadi bukan memberi hal yang baru, seperti ngasih uang, boleh makan coklat sepuasnya dlsb. 

Rewards & punishment hanyalah salah satu cara mendisiplinkan anak. Yang paling penting, perhatikan cara berkomunikasi dengan anak yang efektif.


4. Time Out
Time out adalah suatu cara untuk mengendalikan marah dan menghentikan perilaku buruk anak, dengan memberikannya kesempatan untuk menenangkan diri dan berpikir kembali atas perbuatan yang dilakukannya. Time out bukanlah sebuah hukuman.
Time out adalah sebuah teknik yang dilakukan orangtua untuk membantu anak berelaksasi. Anak diberikan jeda untuk sendiri, berusaha merenung, serta tanpa diganggu dan tanpa mengganggu orang lain. Time out menjadi hukuman ketika orangtua mempraktekkannya dengan tidak tepat.

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan time out dinilai sebagai hukuman oleh anak:
  • Time out dilakukan oleh orangtua dengan marah. #selfreminder
  • Orangtua mengatakan bahwa time out merupakan hukuman atas perilaku anak yang tidak sesuai arahannya.
  • Tempat time out yang menakutkan dan berkesan tempat penghukuman, seperti kamar mandi dan ruang tertutup.
  • Tempat time out yang memungkinkan orang-orang dapat melihat anak seperti dihukum.
Langkah dalam Menerapkan Time Out :
Penerapan time out harus didahului beberapa tahapan lain, yaitu:
  1. Pembentukan ikatan (bounding) antara orangtua dan anak 
  2. Pemberian pemahaman  bahwa time out ditujukan untuk menenangkan diri karena anak marah-marah ataupun berperilaku buruk. 
  3. Pembuatan kesepakatan bersama tentang pelaksanaan time out. Hal ini akan memberikan hasil yang berbeda dibandingkan bila peraturan ditetapkan oleh satu pihak saja (orangtua).
  4. Sosialisasi bila teknik tersebut akan mulai diterapkan dalam keluarga.
Bagian utama dari disiplin adalah belajar bagaimana berbicara dengan anak-anak. Cara berbicara orang tua kepada anak akan sangat dipelajari dan ditiru oleh anak.

Berikut adalah beberapa tips agar anak-anak kita mendengarkan kita:
  1. Perhatikan anak sebelum memberi instruksi dan panggil menggunakan namanya. Sebelum mengarahkan anak Anda, posisikan tubuh selevel dengan mata anak Anda dan beri ia kontak mata-ke-mata untuk mendapatkan perhatiannya. Ajari anak untuk fokus: “Adel, lihat Bunda..” Jaga kontak mata dengan pandangan biasa agar anak tidak akan merasa terkontrol dan kurang dianggap.
  2. Bicara Sesingkat dan Sesimple Mungkin, Minta Anak Mengulangi Kata-kata Orang tua. Gunakan satu kalimat saja: Mulai pembicaraan dengan inti dari perkataan Anda. Semakin lama Anda mengoceh, semakin besar kemungkinan anak Anda untuk tidak mendengarkan.
  3. Tawarkan Sesuatu yang Tidak Bisa Ditolak Oleh Anak. Beri alasan yang menguntungkan dari sudut pandang anak dan yang sulit ia tolak. Hal ini akan membuatnya menurut pada Anda.
  4. Beri Instruksi Positif 
  5. Bertindak Dulu Baru Berbicara. Anda menunjukkan bahwa Anda serius tentang permintaan Anda. Kalau tidak anak akan menafsirkan ini sebagai pilihan saja.
  6. Beri Anak Pilihan. "Mau ganti baju atau sikat gigi dulu?" "Baju merah atau biru?"
  7. Bicara Sesuai Perkembangan Anak. Semakin muda anak Anda, instruksi Anda harus sesingkat dan sesederhana mungkin. Pertimbangkan tingkat pemahaman anak Anda.
  8. Bicara dengan Kata-kata yang Baik dan Suara halus. Ancaman dan perkataan yang menghakimi cenderung membuat anak bersikap defensif.
  9. Pastikan Anak Tenang. Sebelum memberikan perintah, pastikan anak tidak sedang emosional. Kalau tidak, Anda hanya membuang-buang waktu saja. Anak tidak akan mendengarkan Anda jika ia sedang emosional.
  10. Ulangi Perkataan Anda. Balita perlu diberitahu berkali-kali karena mereka masih sering mengalami kesulitan menginternalisasi arahan orang tua. Mereka baru belajar memahami perintah.
  11. Biarkan Anak Berpendapat. Jika anak selalu mencari pembenaran, bisa kita lihat dari sisi positif :
    - anak punya alasan kuat dan mampu menyampaikan pendapatnya 
    - anak kritis, tidak langsung menerima penjelasan orang lain begitu saja 
    - anak percaya pada ortunya, bahwa ortu dapat menjadi partner komunikasi yang baik yang mau mendengarkan opininya. Nah, tingggal yang perlu diperhatikan dan terus dipahamkan pada anak :
    1. Adab berbicara yang baik kepada ortu. 
    2. Cara menyampaikan pendapat yang baik dan benar. 
    3.  Bagaimana empati dan cara menghargai orang lain. 
    4.  Bagaimana berbesar hati menerima pendapat orang lain. 
    5. Bagaimana rendah hati dalam menerima ilmu yang benar 
    Sehingga mereka tahu kapan harus memberi alasan. Bagaimana memulainya, bagaiman mengakhirinya.
  12. Gugah emosi anak dalam berkata-kata. Berikan hadiah kepada anak berupa benda yang disukainya sewaktu-waktu, ungkapkan rasa cinta secara verbal, berikan pujian setiap kali anak melakukan hal yang diharapkan, dan ingat untuk mencintai anak SEUTUHNYA, SETIAP WAKTU...! Tidak hanya ketika anak berperilaku yang diharapkan, tapi juga ketika anak melakukan hal yang sebaliknya ^,^
Mari kita coba Mengajarkan Disiplin pada Anak dengan tegas dan menyenangkan.
Salam,

Sumber gambar : vemale.com
Sumber artikel :
Notulensi Diskusi Tema Harian HSMN Depok
Telah diedit dan dirangkum termasuk poin-poin dalam sesi tanya jawab
Resume Kulwap External - HSMN Depok
Jum'at / 20 Mei 2016
Jam: 16.00-17.30
Ibu Innu Virgiani
Mengajarkan Disiplin  Pada Anak

Moderator: Bunda Sekar 
Notulen: Bunda Kiki 
Whatsapp Group HSMN Depok


Biodata Narsum:
 Nama: Innu Virgiani
 Pendidikan: Lulusan Magister Psikolog Klinis Dewasa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
 Domisili: Selama 4 tahun terakhir ini berdomisili di Delaware, USA. 
 Pengalaman Organisasi: Pernah bekerja sebagai HRD dan Psikolog di salah satu RS Islam di Jakarta, menjadi Guru & Kepala salah satu TK di Depok, dan mengajar di salah satu sekolah (MTS dan MAN) gratis di Cileungsi. 
 Aktivitas saat ini: Saat ini berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga dengan (baru) 1 orang putri. Bersama dengan beberapa teman se-almamater, mendirikan Grup Fb dan WA Bunda Bermain dan Belajar, dan blog jendelaummahat.blogspot.com