Nov 18, 2016

UKM, Bangkitnya Bisnis Anak Negeri

UKM, Bangkitnya Bisnis Anak Negeri
UKM Sebagai Penggerak Perekonomian Rakyat

Usaha Kecil Menengah (UKM) memang mulai mendapat perhatian serius dari Pemerintah sejak 5 tahun terakhir. Saat ini begitu kita membuka internet, sudah berjajar laman website yang menjual hasil karya para pengusaha UKM. Tentu saja ini menjadi kabar baik bagi kita semua, dengan Bangkitnya Usaha Anak Negeri diharapkan kita bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Tahun lalu saya sempat menghadiri undangan dari Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) di Hotel Santika Premiere tentang UKM. Dalam acara tersebut dijelaskan bahwa industri UKM kita masih sangat minim, jika dibandingkan dengan Republik Rakyat Tiongkok yang lebih dari separuh pendapatan negaranya berasal dari UKM! Bayangkan! Pantas saja ada anekdot mengatakan, "Tuhan menciptakan bumi dengan seluruh makhluk hidup di dalamnya, yang selain itu adalah buatan China!" Huks, miris memang, tapi itulah yang terjadi saat ini.

Saya pribadi sangat mendukung para pengusaha UKM. Bahkan, saya lebih memilih untuk membeli barang-barang UKM dibanding barang branded tapi KW, hehe.. Ada semacam keterikatan emosional saat saya bisa mendapatkan barang secara custom, dan tentunya hal itu tidak dapat saya temui pada barang pabrikan.

Beberapa jenis hasil UKM yang paling sering saya nikmati diantaranya :

Salah satunya kripik tempe ini, asli buatan anak negeri. Dengan kemasan yang catchy, kripik ini sangat diminati di kantin yang saya kelola. Ada lagi cireng, cilok, teri krispy yang memang secara rutin bekerjasama dengan kami. Insya Allah segera menyusul nugget frozen kuro hadir di kantin kami. Bisa dibilang, itulah wujud rasa nasionalisme saya. Haiisssshh.. ^_^



UKM, Bangkitnya Bisnis Anak Negeri

Sekali lagi, saya orang yang sangat menyukai sentuhan emosional. Alih-alih membeli tas 'branded' kualitas nomor sekian (karena ada KW1, KW2, dst), tas produk UKM selalu menjadi pilihan karena bisa dipesan secara custom.

UKM, Bangkitnya Bisnis Anak Negeri

Ajang pameran di pusat perbelanjaan tampaknya menjadi sarana ampuh untuk mengenalkan produk-produk UKM, terutama fashion dan hijab. Karena mereka selalu menawarkan desain yang terbatas dengan kualitas serta keunikan masing-masing, tak heran pameran UKM menjadi salah satu ajang menambah koleksi saya.

Produk Kecantikan
Saat ini para pelaku UKM sedang sangat gencar melakukan 'kampanye' produk berbasic Back To Nature, termasuk dalam produk kecantikan. Terbukti sabun herbal di kantin yang saya kelola pun sangat digemari pelanggan dan selalu repeat order. Karena penasaran, akhirnya saya pun memakainya. Ternyata wanginya yang segar khas dedaunan serta tekstur sabun yang lembut menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan saat ini saya, orang tua dan saudara yang lain pun ikutan repeat order. Hebat kan, produk UKM?

Makin bertumbuhnya produk UKM di negeri ini merupakan gejala yang sangat baik, bahkan saya berharap ide 'Beli Indonesia' bisa tercapai dengan UKM Sebagai Penggerak Perekonomian Rakyat, tentunya dengan support kita semua yang secara bertahap mulai beralih ke produk-produk dalam negeri. Sebagaimana saya yang sekarang mulai suka cek "merk" terlebih dahulu setiap belanja kebutuhan dasar, sebagai bentuk kontribusi saya kepada teman-teman sebangsa.


Tulisan ini diikutkan dalam giveaway UKM Sebagai Roda Penggerak Perekonomian Rakyat yang diadakan Agustina DJ

Nov 16, 2016

Tantangan Mengelola Bisnis Warisan

Tantangan Mengelola Bisnis Warisan
Tantangan Mengelola Bisnis Warisan
Siapa sih yang tidak ingin punya bisnis sendiri? Saya yakin setiap orang pasti ingin mandiri secara finansial, dan memiliki bisnis sendiri merupakan salah satu cara untuk mengeksplorasi seluruh ketrampilan dan kemampuan pengelolaan kita dalam berbagai hal. Tentu tujuan umum yang diharapkan adalah adanya Passive Income di kemudian hari. 

Namun bagaimana ceritanya bila tiba-tiba kita diwarisi bisnis? Senang? Pasti, tetapi kebahagiaan itu akan diikuti dengan berbagai Tantangan Mengelola Bisnis Warisan. Kira-kira apa saja sih tantangannya? Yuk, kita bahas satu persatu.

Diragukan
Yup, ketika tiba-tiba kita dipercaya untuk meneruskan pengelolaan sebuah usaha yang sudah berjalan, tantangan pertamanya adalah akan ada banyak orang yang meragukan kita. Baik para relasi maupun karyawan yang menjadi tanggung jawab kita. And it's normal, orang akan mulai memperhatikan perubahan apa yang akan terjadi, apa kelebihan dan kekurangan kita, serta membandingkan cara kerja kita dengan para pendahulu. Saran saya, kuatlah dan secepatnya belajar.

Senioritas
Tantangan berikutnya, para pegawai senior akan mulai mendekati kita satu demi satu dan memberikan begitu banyak saran. Wajar saja, mereka sudah bertahun-tahun bekerja di tempat itu dibanding kita yang baru datang, dan tiba-tiba harus mereka terima sebagai "BOS". Hal itu juga berarti mereka ingin menunjukkan dedikasi dan loyalitasnya. Jadi dengarkan setiap saran yang disampaikan dan catat hal-hal yang perlu kita perhatikan.

Penataan Keuangan
Nah, bagian ini mulai rada-rada susah. Kita harus memilah mana yang bisa diberi amanah soal uang, mana yang tidak. Karena sejatinya watak asli seseorang akan terlihat ketika diberi amanah dan berhadapan dengan uang. Untung rugi dalam usaha itu biasa, ditipu dalam usaha juga biasa, tapi jangan lupa untuk selalu mengambil pelajarannya. Keledai saja tidak akan jatuh di lubang yang sama!

Kedekatan dengan Karyawan
Sangat penting bagi kita yang Mengelola Bisnis Warisan untuk bisa dekat secara personal dengan para karyawan yang membantu kita. Buat mereka merasa diperhatikan sebagaimana pendahulu kita memperhatikan mereka. Bahkan kalau bisa, harus lebih baik. Baik dari segi pribadi maupun kesejahteraannya. Buat mereka merasa tempat kerja adalah rumah kedua, dan kita adalah keluarganya. Tambahan bonus tak terduga saat usaha sedang ramai akan mempermudah terjalinnya 'kelekatan emosional' antara kita dan karyawan. Dengan begitu, loyalitas serta dedikasi akan muncul dengan sendirinya.

Tegas dan Professional
Hal ini yang sering kali sulit dipraktekkan kepada para karyawan senior. Ada rasa sungkan, tidak enak hati dan sebagainya. Semua itu wajar, namun tetaplah belajar untuk bersikap tegas bila ada yang kurang pas, atau kita sendiri yang akan menanggung resikonya.

Komitmen dalam Bersedekah
Dalam komitmen bersedekah terkandung rasa terima kasih kita kepada Allah, Sang Pemberi Rezeki serta tanggung jawab kita kepada lingkungan sosial, termasuk keluarga, kerabat, tetangga dan  umat dalam cakupan yang lebih luas. Berjanjilah pada diri sendiri di hadapan Allah bahwa saya akan menyisihkan sekian dari hasil usaha ini, baik saat lapang maupun sempit. Komitmen dalam bersedekah akan diuji ketika hasil usaha sedang pas-pasan atau bahkan defisit, berusahalah untuk tetap memenuhi janji kita sendiri. Hasil yang kita rasakan pasti akan luar biasa. Saya tidak bicara hasil dalam waktu singkat ya, bukan juga hasil berupa uang. Karena sedekah bukan sulap, bukan pula menuntut pada Tuhan untuk dikembalikan dalam jumlah lebih banyak, tetapi Insya Allah Tuhan juga akan berkomitmen dalam menjaga keberlangsungan usaha kita.

Terus Belajar
Seorang usahawan haruslah pembelajar sejati, belajar dari kesalahan, belajar dari orang yang lebih berpengalaman, belajar untuk terus melakukan inovasi, belajar untuk selalu memperbaiki kualitas ibadah dan sedekah. Karena begitu kita berhenti, saat itulah kita akan tergilas jaman. Semoga kita terus bersemangat dalam Mengelola Bisnis Warisan, ya!

Salam Hangat,
Sumber gambar : harianbernas.com