Jan 25, 2017

Fun Time #16 : Membuat Italian Pizza bersama HSMN

Fun Time #16 : Membuat Italian Pizza bersama HSMN
Fun Time #16 : Membuat Italian Pizza bersama HSMN
Kita semua pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan khas asal negara Italia ini. Yup, pizza memang begitu populer, bahkan semakin marak pizza dengan aneka toping dan bumbu ala selera nusantara.  Tapi tahukah Anda, bahwasanya pizza yang sering kita makan dengan brand yang begitu terkenal itu bukanlah jenis Pizza Italia atau Italian Pizza? melainkan American Pizza. Ya, dengan begitu menjamurnya franchise pizza milik perusahaan Amerika, membuat kita mengira bahwa itulah pizza sebenarnya.

Beberapa waktu lalu, kami mengikuti acara cooking class yang diadakan komunitas Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN) Semarang dengan tema Membuat Italian Pizza. Hal pertama yang membuat Fun Time #16 : Membuat Italian Pizza bersama HSMN ini berbeda adalah pizza yang dihasilkan. Saya baru tahu bahwa pizza Italia itu memiliki adonan roti yang tipis dan crispy di bagian pinggir, sangat berbeda dengan pizza America yang selama ini kita makan. Huh, ternyata selama ini saya salah kaprah!

Fun Time #16 : Membuat Italian Pizza bersama HSMN
Penjelasan tentang Fakta Menarik Seputar Pizza & Italia
Acara Fun Time #16 : Membuat Italian Pizza bersama HSMN dibuka dengan penjelasan Kakak Alifia mengenai Fakta Menarik Tentang Pizza dan Italia, termasuk cerita tentang pizza yang paling di sukai di negara asalnya, yang bernama Pizza Margherita. Nama pizza ini diambil dari nama seorang ratu yang sangat menyukai pizza ini ketika berlibur di Capodimonte, Italia. Pizza Margherita ini sendiri terbilang istimewa, karena memiliki warna hijau, putih dan merah seperti bendera Italia.

Satu hal lagi yang salah kita pahami, yaitu tentang pasta. Ya, aneka pasta seperti makaroni, fettuccini, spaghetti dll ternyata bukan berasal dari Italia! Karena ternyata pasta kering pertama kali dibawa oleh orang Arab pada abad ke-13. Dimana saat itu, pasta biasa dimakan dengan topping gula dan madu. Ternyata bukan cuma anak-anak yang belajar, saya pun mendapat pengetahuan baru tentang Italian Pizza (yang awalnya saya kira adonan pizzanya tidak mengembang, padahal memang crispy!). Hahaha...

Fun Time #16 : Membuat Italian Pizza bersama HSMN
Proses Pembuatan Pizza
Selanjutnya anak-anak dibagi dalam kelompok kecil untuk diajak membuat Italian Pizza di dapur Pasta Porak. Oh iya, Pasta Porak yang berlokasi di daerah Meteseh, Semarang ini merupakan restaurant yang menjual aneka jenis pizza Italia, yang menurut saya jarang sekali ada. Karena hampir semua pembuat pizza adalah American Pizza minded!

Fun Time #16 : Membuat Italian Pizza bersama HSMN
Italian Pizza sudah jadi!
Beruntung kami yang termasuk di kelompok terakhir hanya berisi 6 orang anak, sehingga anak-anak (dan emaknya) sangat leluasa dalam bereksplorasi dan menghias toping pizza. Sambil menunggu pizza di panggang, para peserta cooking class mendapat doorprize dengan menjawab berbagai pertanyaan seputar pizza yang telah dijelaskan tadi sebagai recalling

Jadi jangan dikira cuma main-main pasaran itu nggak manfaat ya, kita juga harus menentukan output yang dihasilkan serta nilai-nilai yang bisa ditanamkan dari kegiatan ini. Saya percaya jika kita menentukan tujuan dari setiap aktifitas, maka sesungguhnya segala hal yang mereka (anak-anak) lakukan adalah sebuah proses belajar. Kalau kita berpikir 'cuma' main-main? Ya sekedar itulah yang mereka dapat.

Salam Hangat,

Jan 16, 2017

Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari

Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari
Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari
Hanya punya waktu weekend untuk berlibur bersama keluarga? Jangan khawatir, salah satu destinasi wisata yang tak pernah habis untuk dieksplorasi adalah JOGJA! Kota budaya dengan slogan Jogja Istimewa-nya ini memang tak pernah berhenti menawarkan wisata terbaru yang nggak akan bikin kita mati gaya.

Sebagai orang yang berdomisili di Semarang, saya sebenarnya agak bosan kalau ada ide liburan di Jogja. Tapi meski berkali-kali saya merasa bosan saat akan berangkat, namun kebosanan saya selalu menguap begitu menginjakkan kaki di sana. Ya, karena Jogja selalu punya hal baru untuk di eksplorasi. Setelah kami berkali-kali menjelajah pantai, keliling kota, wisata budaya kraton, aneka taman edukasi anak hingga museum 3 Dimensi, akhirnya liburan kali ini kami memutuskan untuk Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari!

Seakan ingin menjauh dari padatnya jalanan menuju pantai di kala weekend, kami memilih menghabiskan hari di daerah Kaliurang, yang pada akhirnya membuat saya merasa tak pernah cukup untuk mejelajah Jogja! Karena begitu pulang dari sana, saya sudah punya bucket list baru untuk eksplorasi Jogja pada kesempatan berikutnya! Hehe...
Berikut itinerary kami selama Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari :


1. Museum Gunung Merapi (MGM)

Inilah destinasi pertama kami di Kawasan Kaliurang. Menempuh perjalanan sekitar 57 menit (23 km) dari pusat kota Jogja, kami sampai di sini sekitar pukul 11 siang dengan perjalanan lancar bahkan di saat peak season seperti saat ini.

Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari
Tiket masuk MGM

Dengan tiket masuk Rp. 5000,- per orang, kita bisa berkeliling museum yang menjelaskan mekanisme terjadinya gunung meletus, simulasi gempa dan tsunami, hingga koleksi perubahan wajah Merapi dari tahun ke tahun. Di museum ini juga terdapat theater 3 Dimensi tentang gunung Merapi yang tiketnya dapat dibeli sekaligus saat masuk, seharga Rp. 5000,- per orang.

"Meski seringkali orang dewasa merasa apatis terhadap museum, tapi percayalah bahwa tak ada museum yang membosankan bagi anak-anak!"


2. Museum Ullen Sentalu

Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari
Bagian Depan Museum Ullen Sentalu 

Museum Ullen Sentalu merupakan salah satu Museum Budaya dan Seni yang dikelola secara Profesional oleh pihak swasta sebagai pengelolanya. Bangunannya yang nampak kecil di bagian depan, kita justru disuguhi landscape pedesaan berundak-undak nan sejuk dan romantis di bagian dalamnya.
Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari
Tiket Museum Ullen Sentalu

Para pengunjung yang datang dibagi dalam kelompok-kelompok kecil berisi 20 orang untuk dipandu oleh seorang guide. Berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain dengan cerita tentang tokoh-tokoh Kerajaan Mataram Islam yang belum pernah kita dengar sebelumnya. Setelah itu ada sesi minum jamu dan ditutup dengan foto-foto.

Terdapat pula toko souvenir dengan kualitas bagus di pintu keluar. Sebuah pengalaman berkesan bagi kami semua!


3. Taman Kaliurang

Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari

Taman ini cocok untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak. Dilengkapi dengan aneka mainan, taman yang luas, lengkap dengan aneka sarana outbond mini serta deretan pedagang kaki lima di sekeliling taman membuat kita enggan beranjak pergi. Cukup dengan tiket Rp. 10.000,- kita sudah bisa menikmati keseruannya!


4. Lava Tour Merapi

Lava Tour Merapi adalah sebuah tour dengan menyewa mobil Jeep untuk berkeliling di bekas daerah terdampak dari Letusan Gunung Merapi tahun 2010, yang merupakan letusan terparah dalam 20 tahun terakhir.

Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari
Berkendara dengan Jeep
Kita bisa menyewa Jeep dari Taman Kaliurang seharga Rp. 400.000,-/kendaraan, yang bisa diisi 4 sampai 5 orang. Menikmati serunya naik Jeep di medan terjal serta melihat sisa-sisa kekuatan Maha Dahsyat yang meluluh lantakkan seisi desa merupakan pengalaman tersendiri bagi kami.

Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari
Bunker Kaliadem
Jangan lupa di akhir tour lewatlah di kali kuning untuk merasakan sensasi adrenalin touring di aliran sungai! It's mean, bersiaplah membawa baju ganti.


5. Light Festival Kaliurang / Menara Pandang

Light Festival Kaliurang ini bertempat di area Menara Pandang Merapi. Naik sedikit dari Taman Kaliurang. Dilengkapi aneka lampion yang megah dan unik serta lampu-lampu kecil berwarna-warni, menjadikan suasana malam nan berkabut semakin romantis.

Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari
Lampion di Light Festival
Hanya dengan tiket masuk Rp. 20.000,-, maka lengkaplah sudah akhir hari kita Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari.

Menjelajahi Wisata Kaliurang dalam Sehari
Lampu warna warni di Light Festival
Dalam perjalanan pulang, bagi pecinta kopi bisa mampir di Klinik Kopi lalu dilanjutkan beli oleh-oleh Jogja Scrummy yang fenomenal ituuhh.. Kalau sudah begini, masih mau bilang kurang piknik? Hehehe... Selamat berlibur ya, mari menjelajahi Jogja sampai ke dusun-dusunnya! #apasihh

Salam Hangat,

Jan 12, 2017

Fun Time #15 : Bermain dengan Gelembung

Fun Time #15 : Bermain dengan Gelembung
Fun Time #15 : Bermain dengan Gelembung
Siapa yang tidak suka bermain gelembung? Saya rasa gelembung itu selalu menyenangkan. Ingat kan jaman kita kecil suka membuat gelembung yang ditiup dari sedotan kecil dengan pasta (yang entah terbuat dari apa) di ujungnya? Gelembung sabun pun tak kalah menyenangkan. Di setiap keramaian, hampir dipastikan para pedagang gelembung sabun selalu hadir di sana. 

Beberapa kali kami membeli mainan gelembung sabun, baik yang berbentuk pistol maupun yang tradisional menggunakan lidi dengan lingkaran kawat pada ujungnya, kesenangan kami pun cepat sekali menghilang. Apalagi kalau bukan karena habisnya cairan sabun? Hehehe... Pernah sih, membuat cairan sabun sendiri, tapi entah mengapa hasilnya tidak sekeren cairan yang dijual abang-abang itu.

Tak patah arang, akhirnya saya, abang dan si adek mengisi jadwal Fun Time kami di rumah dengan membuat gelembung yang super keren! Ingin tahu caranya? Yuk, simak tips Fun Time #15 : Bermain dengan Gelembung!

Alat dan Bahan :
  • Botol bekas yang sudah dicuci, karena botol ini yang nantinya digunakan untuk meniup. Jadi pastikan bersih ya..
  • Kaos kaki tak terpakai (bersih)
  • Pisau / Gunting / Cutter, untuk memotong botol
  • Mangkuk kecil
  • Sabun cuci piring
  • Air
  • Pewarna (optional)
Fun Time #15 : Bermain dengan Gelembung

Persiapan Membuat Gelembung :
  1. Potong bagian alas botol menggunakan pisau / gunting (gambar 1)
  2. Masukkan kaos kaki dari bagian bawah botol (gambar 2)
  3. Tarik kaos kaki hingga ke atas botol (gambar 3)
  4. Lipat sisa kaos kaki (gambar 4)
  5. Tuangkan cairan cuci piring secukupnya pada mangkuk, lalu tambahkan air. Beri pewarna agar lebih menarik (optional)
  6. Celupkan bagian alas botol ke dalam mangkuk, lalu tiup dari mulut botol. Taraaaa... jadilah gelembung yang kita inginkan!
Fun Time #15 : Bermain dengan Gelembung

Kerennya lagi, sedikit cairan di mangkuk bisa awettt berkali-kali tiupan sampe bosan, alias irit banget! Padahal kalau beli rasanya kurang terus. Kata si abang, malam ini kita pesta gelembung! Mereka bahkan berkata, ini adalah malam yang menyenangkan di tahun 2017! Hahaha... saya sampai meleleh mendengarnya. Ya, ternyata bahagia itu sesederhana melihat gelembung bertebaran kemana-mana, bisa dicuci ulang lagi! Wkwkwk... Selamat mencoba Fun Time #15 : Bermain dengan Gelembung ya, selamat berpesta gelembung!

Salam Hangat,

Jan 6, 2017

Bukit Bintang, Surga Baru Di Lereng Gunung Slamet

Bukit Bintang, Surga Baru Di Lereng Gunung Slamet
Bukit Bintang, Surga Baru Di Lereng Gunung Slamet
Bagi warga Jawa Tengah, tentu sudah tidak asing lagi dengan Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci yang terletak di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal. Ya, tempat ini selalu ramai dikunjungi saat akhir pekan. Bahkan ketika liburan panjang tiba, obyek wisata yang buka 24 jam ini bisa membuat antrian mengular berkilo-kilo meter sepanjang jalannya yang menanjak!

Namun dibalik serunya berendam air panas sambil menikmati hawa pegunungan, siapa sangka terdapat secuil nikmat Tuhan di Bukit Bintang, Surga Baru Di Lereng Gunung Slamet. Berawal dari kemalasan kami mendaki lereng di sekitar Guci, akhirnya diputuskan untuk menuju lereng dengan naik ojek. Maklum, jalan-jalan berkeliling Guci saja sudah membuat kami ngos-ngosan, apalagi ditambah aksi naik-naik lereng yang tidak termasuk dalam to do list kami. #alesan ^_^

Dalam perjalanan, Pak ojek yang kami sewa menawarkan untuk menuju Bukit Bintang saja, "Pemandangannya lebih mantap! Tempatnya juga masih baru dibuka, jadi nggak terlalu ramai.", ungkap si Bapak waktu itu. Kami pun setuju untuk mencoba peruntungan menuju Bukit Bintang. 

Perjalanan dari Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci memakan waktu sekitar 20 menit. Dengan pemandangan pegunungan yang sejuk meski waktu sudah hampir siang, kami disuguhi udara yang sejuk serta hutan pinus dengan lereng di sepanjang jalan. Berbelok ke sebuah jalan setapak yang belum ada papan petunjuknya, saya merasa kami akan menuju ke sebuah 'surga tersembunyi'. Hehehe...

Sampai di sebuah bukit, sudah menunggu seorang tukang parkir dengan papan bertuliskan "Motor Parkir Di Sini Om", bukan Om Telolet Om ya... Agak heran, karena di parkiran hanya ada 5 buah motor termasuk 2 motor yang kami sewa. Dari parkiran, dengan pak ojek sebagai pemandu dadakan, kami trekking menyusuri jalan setapak di lereng bukit yang di kanan kirinya ditanami aneka sayuran, mulai dari wortel, lobak, daun bawang, sampai saya tidak bisa membayangkan bagaimana cara mereka memanen dengan posisi kemiringan hampir tegak lurus seperti itu!

Setelah kurang lebih berjalan 1 km, sampailah kami di sebuah tanah lapang. Saat itu ada dua buah tenda yang habis bermalam, satu milik anak-anak kuliahan, satu lagi milik sebuah keluarga dengan anak-anak mereka yang masih kecil. Benar-benar masih sepi, hanya mereka dan kami berempat saja yang mengunjungi Bukit Bintang ini! Kata si Bapak ojek, kalau weekend memang ada beberapa yang berkemah di sini, hmmm... noted!

Bukit Bintang, Surga Baru Di Lereng Gunung Slamet
Tempat Camping di Bukit Bintang
Di ujung bukit telah dibuat gardu pandang sederhana yang terbuat dari anyaman bambu. Agak ngeri-ngeri sedap dengan bunyi kretek-kretek tiap kali kaki menapak, dan sebaiknya tidak dinaiki lebih dari 6 orang. Bersyukur saat itu kami bisa foto-foto sepuas hati, angan saya pun menerawang, mungkin sekitar 6 bulan lagi kami harus rela mengantri untuk bisa berfoto di tempat itu. Maklum, begitu ada tempat baru yang ngehits di sosial media, tak butuh waktu lama untuk membuatnya jadi viral. ^,^

Bukit Bintang adalah sebuah tempat yang sangat dekat dengan obyek wisata terkenal namun masih begitu asri. Melihat pemandangan pohon pinus yang berjajar, jalan berkelok di kaki Gunung Slamet, ladang sayuran milik warga, sambil sesekali menikmati turunnya kabut, membuat kita serasa di atas awan! Maka nikmat Tuhanmu yang manakah Yang Kamu Dustakan?

So, selamat menikmati Bukit Bintang, Surga Baru Di Lereng Gunung Slamet bersama keluarga ya, mumpung tempat ini masih GRATIS! Hahaha...

How to get there?
Dari Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci naik ojek (banyak tersedia) ke Bukit Bintang.
Sewa ojek PP  sekitar Rp. 70.000,- (buat saya worth it sama yang kita nikmati)
Parkir di Bukit Bintang Rp. 5.000,- per motor (mobil nggak bisa sampai parkiran, prefer ngojek aja)
Bea masuk Bukit Bintang GRATIS!
Jalanan menuju kesana sudah sangat bagus.
Bukit Bintang, Surga Baru Di Lereng Gunung Slamet
Tiket Prakir

Tips : Sebaiknya bawalah air mineral sendiri, karena di sana belum ada pedagang sama sekali! Jalan-jalan juga butuh tenaga bukan? Hehehe.. Satu lagi, gunakan alas kaki yang nyaman ya untuk trekking.

Harapan saya, semoga Bukit Bintang ini semakin dikelola dengan baik, professional dan makin banyak mendatangkan pendapatan bagi warga sekitar. Asal jangan nambah kotor ya (saat ini kondisinya masih sangat bersih dan segar), boleh selfie tapi tetap ramah lingkungan. Sayang kan, pemandangan yang begitu indah dikotori dengan sampah. Have a nice trip!

Salam Hangat,