Aug 28, 2017

Pelajaran Hidup dari Berbisnis

Pelajaran Hidup dari Berbisnis
Pelajaran Hidup dari Berbisnis
Siapa sih yang tidak ingin punya bisnis sendiri? Apapun pekerjaannya, saya rasa setiap orang memiliki keinginan untuk mandiri. Meski ada juga sih yang merasa sudah cukup puas dengan gajinya dan tinggal menunggu pensiunan di hari tua, hehe..

Bisnis idaman pastinya adalah usaha yang sesuai dengan passion kita, karena segala sesuatu yang dilakukan dengan kecintaan pastilah lebih terasa menyenangkan ketika menjalani prosesnya. Tapi manusia boleh saja berencana, namun Tuhanlah pemilik segala ketetapan. Seringkali yang terjadi adalah hal-hal diluar rencana kita, sehingga membuat kita gagap pada awalnya hingga bisa menemukan makna di dalamnya.

Dalam hal bisnis pun, banyak hal yang terjadi di luar rencana saya, yang akhirnya mengantarkan saya pada pengalaman demi pengalaman jatuh bangunnya mengelola bisnis.

1. Counter Pulsa & PPOB
Berawal dari saudara yang memiliki counter pulsa, kami (saya dan suami) pun berniat membuat usaha yang sama, dengan harapan bisa ikut mengembangkan usaha sang saudara tersebut. Sebagai orang yang baru pertama kali berbisnis, saya cukup merasakan repotnya menyempatkan waktu menengok counter dua hari sekali yang jaraknya satu jam dari rumah kami di sela-sela waktu kantor dan menemani anak-anak, berkutat dengan server pulsa, hp yang perlu diservice, kulakan aksesoris hp dll. Usaha pertama kami ini pun hanya bertahan sekitar 2 tahun.

Lesson : Sangat susah berlaku professional ketika kita membangun usaha bersama saudara.


2. Rental Mobil
Usaha ini pun tak terlalu bertahan lama karena maraknya mobil-mobil rental yang dibawa kabur customer membuat kami tak mau ambil risiko. Maklum pebisnis newbie takut rugi ^_^

Lesson : Kepercayaan adalah hal utama dalam bisnis ini


3. Tas Lemon
Tas lemon ini murni inisiatif saya pribadi. Awalnya saya naksir berat sama tas yang dipakai seseembak designer ternama, lalu berselancarlah saya di dunia maya mencari tahu bisa beli dimana tas imut itu. Ternyata saya mendapati laman luar negerilah yang menjualnya, ya iyyalah yang beli juga artis. Tak mau kecewa, saya pun berinisiatif memesannya secara custom ke pengrajin tas sesuai bentuk yang sudah dimodifikasi serta bahan pilihan saya. Taraaa! Jadilah tas lemon kesayangan nan cantik.

Pelajaran Hidup dari Berbisnis
Lemonbag by Lemoniax

Kemudian saya pun mencoba menawarkan tas tersebut melalui berbagai media sosial dan mendapat respon yang luar biasa, dari situlah saya mulai memproduksi massal dengan label Lemoniax. Sayangnya di tahun kelima ini saya kurang fokus menjalaninya, dengan alasan ada usaha lain yang juga harus saya pikirkan, kerjaan kantor, anak-anak yang saya tak ingin kehilangan sekecil apapun moment dengan mereka, ngeblog, duh, maruk bener saya ini! So far sampai saat ini tas lemon masih ready stock, sesekali masih ada pembeli, pun masih banyak yang nge-like fanpage Lemon Bag ID meski jarang update. Hiks, sebenarnya banyak impian saya berkaitan dengan brand ini, tapi apalah daya tangan dan kaki saya tak mampu menggapai segalanya.

Lesson : Konsistensi adalah hal tersulit ketika kita memiliki banyak pilihan. Yeah, bukankah dalam hidup kita harus memilih?

Buat kalian yang kepo dengan tas lemon by Lemoniax bisa diintip di www.lemonbagid.blogspot.com ya, barang ready stock ^_^

4. Kantin Halal & Healthy
Bagi orang yang mengenal saya, pasti nggak akan menyangka kalau suatu saat saya akan bergelut di usaha kuliner. Apalah saya yang kemampuan masaknya standar-standar aja, mending nulis atau beberes rumah deh! Hehehe.. Namun skenario Allah memang selalu ajaib, dengan caraNYA yang serba tak terduga membuat saya meneruskan usaha Mama mertua untuk mengelola kantin ini. 

Pelajaran Hidup dari Berbisnis
Pelajaran Hidup dari Berbisnis

Berstatus sebagai kantin kantor di salah satu kanwil kementerian provinsi, membuat saya harus pintar-pintar berhubungan dengan ibu-ibu Dharma Wanita beserta segala urusan administrasi lainnya. Mengelola kantin yang awalnya bernama Kantin Dharma Wanita ini memberi banyak pengalaman kepada saya hingga tahun keempatnya, mulai dari diremehkan, nggak ngerti apa-apa tentang masakan, nggak pernah ke pasar kecuali habis dapat wangsit, nggak pernah tahu harga sembako, buta manajemen rumah makan, berkali-kali berganti metode pembukuan, memberi nama dan logo sesuai dengan konsep, melakukan inovasi, yang kesemuanya membuat saya semakin 'dewasa'. 

Pelajaran Hidup dari Berbisnis
Kantin Halal & Healthy
Dari yang awalnya tanpa sengaja 'kecemplung' hingga akhirnya muncul kecintaan dan rasa tanggung jawab untuk membuatnya tetap berjalan dan berkembang. Faktanya usaha ini juga menjadi sumber rezeki yang memampukan kami untuk semakin banyak berbuat kebaikan. Hal ini juga yang menginspirasi saya untuk menulis Tantangan Mengelola Bisnis Warisan.

Lesson : Kadang kala Allah memberi kita kejutan. Meski terkaget-kaget saat menghadapinya, namun sejatinya berisi pelajaran hidup sarat makna.

Itulah beberapa usaha yang pernah saya jalani, selain jualan baju musiman yang agak memalukan kalau ditulis (saking seringnya up and down). Sebenarnya saya masih memendam sebuah impian, yaitu ingin memiliki sebuah perpustakaan yang dipadukan dengan cafe. Karena buat saya, me time ternikmat itu ketika saya bisa membaca buku bagus sambil ditemani secangkir kopi dan croissant! Duh, malah jadi ngebayangin. 

Special thanks buat dua embak super kece pemenang #arisanbloggandjelrel periode 9, Mba Wahyu Widyaningrum, empunya www.awanhero.com dan BunSal yang tulisan-tulisan kerennya bisa dibaca di www.muslifaaseani.com. Temanya sukses bongkar aib saya di dunia bisnis, hahaha...

Aug 9, 2017

5 Film Abad Pertengahan Inggris nan Elegan

5 Film Abad Pertengahan Inggris nan Elegan
Film The Duchess (2008)
Keluarga kecil saya termasuk para pecinta film dan selalu update dengan film keluaran terbaru. Saya pribadi adalah penikmat film segala genre, mulai dari action, komedi, drama, sci fi (science fiction), history, biografi, animasi, thriller hingga horror (yang terakhir ini syaratnya harus nonton rame-rame, hehe..). Diantara berbagai genre tersebut, sebenarnya passion saya ada pada genre history dan biografi, lebih spesifik lagi dua genre tersebut yang mengambil setting abad pertengahan Inggris.

Obsesi konyol mengapa saya menyukai setting Inggris adalah karena kecintaan pada aksen bahasa inggris British yang bagi saya sangat seksi! Pokoknya dengerin orang Inggris bicara itu bisa memberi kesan seksi, smart dan elegan di mata saya. Coba saja perhatikan bagaimana artis Inggris seperti Keira Knightley atau penyayi Adele berbicara, maka kalian akan paham.

Meski selalu update dengan film terbaru, saya bukanlah orang yang akan asal nonton film tanpa membawa 'bekal'. Mau tau apa bekal penikmat film? Review dan Sinopsis! Yup, saya tidak pernah menonton film tanpa mengetahui garis besar alur ceritanya serta membaca review yang telah ada. Bisa dikatakan saya ogah rugi bandar karena harus keluar uang untuk beli tiket kalau filmnya nggak bagus, hehe.. Ya, tanpa kita sadari keberadaan review film sangatlah penting bagi 'masa depan' film tersebut. 

Karena saya termasuk orang yang tidak akan menonton film tanpa review dan rekomendasi, maka kali ini boleh lah giliran saya berbagi tentang Film abad pertengahan Inggris nan elegan dengan genre history atau biografi yang berada dalam Top List versi saya.

1. The Other Boleyn Girl (2008)
Sepintas film ini seperti kisah perebutan cinta dan tahta yang klise, namun sebenarnya menceritakan tentang asal muasal bagaimana Ratu Elizabeth II kelak bisa menjadi Ratu Inggris. Berawal dari kakak beradik Anne Boleyn dan Mary Boleyn yang berusaha memperebutkan cinta dari Raja Henry VIII, hingga salah satu diantara mereka menjadi Ratu dan lainnya menjadi Selir. Film ini berakhir dengan tragisnya kematian Anne Boleyn yang dihukum mati oleh Sang Raja, suaminya sendiri, membuat saya tahu tentang kehidupan dalam kerajaan Inggris masa itu yang dipenuhi persaingan dan intrik yang sengit. 
5 Film Abad Pertengahan Inggris nan Elegan
The Other Boleyn Girl

2. Pride And Prejudice (2005)
Kisah dalam novel Pride And Prejudice karya Jane Austen ini telah melahirkan banyak film dengan judul sama meski dalam sudut pandang dan versi yang berbeda. Namun film Pride And Prejudice yang rilis tahun 2005 ini menjadi the most favorite film bagi penggemar aksen English British dengan setting abad pertengahan seperti saya. 
5 Film Abad Pertengahan Inggris nan Elegan
Most favorite romance film
pic by rottentomatoes.com
Seperti disuguhi makanan favorit, film ini luar biasa dalam hal akting para pemainnya (terutama Keira Knightley), setting abad 18 dengan gaun masa renaissance yang didominasi korset, pita dan renda, sinematografi nuansa pedesaan yang indah, kekakuan tata krama yang mengagungkan etika serta kesopanan di masa itu, hingga romantisme cantik yang tak perlu menyuguhkan gairah berlebihan, namun justru mambuat saya jatuh cinta pada kisah Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy ini.

3. Becoming Jane (2007)
Berawal dari film Pride And Prejudice yang merupakan adaptasi novel karya Jane Austen, mengantarkan saya pada film-film lain yang mengangkat novel Jane Austen. Diantaranya Atonement (2007), Sense And Sensibility (1995), Love And Fiendship (2016), hingga film biografi tentang Jane Austen sendiri, yaitu Becoming Jane (2007). 
Penulis terkenal seringkali lahir dari tragedi dalam hidupnya, tak terkecuali Jane Austen. Bagaimana orang tuanya yang tak mendukungnya menjadi seorang penulis, namun memintanya untuk segera menikah dengan pria kaya. Sementara Jane justru jatuh cinta pada Tom, pengacara miskin yang menggantungkan hidup pada pamannya yang kaya raya. Jane pun akhirnya tak pernah bisa bersatu dengan Tom dan tak menikah hingga di puncak kariernya sebagai penulis, sedangkan Tom menikah dengan wanita pilihan pamannya dan memiliki seorang anak perempuan, yang diberi nama Jane.
5 Film Abad Pertengahan Inggris nan Elegan
Anne Hathaway berperan sebagai Jane Austen
pic by rogerebert.com

4. The King's Speech (2010)
Dalam film biografi ini Colin Firth sangat sukses memerankan Raja George VI (ayah Ratu Elizabeth II) yang sedang berjuang mengatasi kesulitan bicaranya (gagap) sebagai persiapan menjadi Calon Raja.

5. The Duchess (2008)
Keira Knightley selalu berhasil memerankan seorang Ratu dengan sangat baik. Meski bukan berasal dari kisah nyata, film ini menggambarkan bagaimana perjuangan seorang Ratu yang sangat dicintai dan disegani rakyatnya untuk tetap bisa tampil elegan dan berwibawa, meski faktanya ia dicampakkan dan diperlakukan secara kasar seperti barang oleh sang Raja.

Selain 5 daftar di atas, masih banyak lagi film tentang Inggris, biografi dan sejarah yang tak bisa saya jabarkan satu per satu. Sebagai rekomendasi diantaranya film The Queen (2006), The Iron Lady (2011) tentang biografi Margaret Thatcher, Testament of Youth  (2014) tentang kehidupan masa perang dunia pertama, serta Elizabeth : The Golden Age (2007).

Terima kasih buat tema "Film Favorit Sepanjang Masa" yang dipilih mba Untari dan mba Ira Sulistiana untuk #arisanbloggandjelrel periode 8 ini, happy writing gals!