Nov 30, 2017

Semarang Makin Sehat dengan GERMAS, UHC dan Ambulance Hebat

Semarang Makin Sehat dengan GERMAS, UHC dan Ambulance Hebat
Semarang Makin Sehat dengan GERMAS, UHC dan Ambulance Hebat
Sumber gambar : Septi - Tim Blogger Kesehatan
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti Temu Blogger Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang. Acara yang berlangsung selama dua hari ini membuka mata saya tentang kurangnya sosialisasi program kesehatan yang menyeluruh hingga ke akar rumput. 

Sebagai seorang Apoteker yang bekerja di bidang distribusi, sejujurnya saya sangat jarang bersentuhan langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat di luar keluarga, teman dan lingkungan sekitar. Melalui event ini saya jadi tergerak untuk ikut serta menyebar luaskan berita baik tentang kesehatan bagi masyarakat yang lebih luas sebagaimana tagline be a healthy hero.

Warga Kota Semarang selayaknya bergembira dengan beberapa program positif yang telah dicanangkan Pemerintah Kota Semarang dalam bidang kesehatan. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui dan terpahamkan dengan terobosan yang dibuat Pak Walikota ini. Apa saja sih, program-program kerennya?

GERMAS
Sudah pernah dengar tentang Germas? Minimal pernah lihat iklannya di televisi dong, ya? Atau dengar dari ibu-ibu PKK? Tapi jangan dicari di akun gosip, karena dijamin nggak bakal ketemu, hehehe..

Germas adalah kepanjangan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Gerakan yang sudah dicanangkan sejak 12 November 2016 ini, berfokus pada 3 kegiatan, yaitu :
  1. Melakukan kegiatan fisik
  2. Mengonsumsi buah dan sayur
  3. Pemeriksaan kesehatan secara rutin
Dengan sosialisasi gerakan tersebut ke seluruh lapisan masyarakat, secara teknis diharapkan dapat meminimalisir jumlah orang sakit secara nyata. Sehingga dibuatlah program yang dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga dan tidak membutuhkan biaya besar (sumber : www.depkes.go.id).

Semarang Makin Sehat dengan GERMAS, UHC dan Ambulance Hebat
Promosi Kesehatan pada Temu Blogger Kesehatan DKK Semarang
Sumber gambar : Septi - Tim Blogger Kesehatan

UHC
UHC atau Universal Health Coverage yang artinya pembiayaan kesehatan secara universal. UHC diluncurkan di RSUD K.M.R.T Wongsosegoro Semarang pada 25 Oktober 2017 lalu. UHC itu program apa, sih? Singkatnya, seluruh warga Kota Semarang akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kota Semarang apabila menderita sakit, asalkan mau di kelas tiga (sumber : bpjs kesehatan)

Semarang Makin Sehat dengan GERMAS, UHC dan Ambulance Hebat
Universal Health Coverage
Sumber gambar : semarangkota.go.id

Sasaran utama dari program ini adalah masyarakat miskin yang ada di Kota Semarang. Dengan adanya UHC, maka warga miskin tak perlu lagi merasa khawatir dengan biaya kesehatan di rumah sakit. Prinsipnya, peserta UHC tetap terdaftar dalam BPJS yang biaya iurannya ditanggung oleh Pemerintah Kota Semarang. Untuk pendaftaran UHC, peserta harus datang sendiri ke Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jalan Pandanaran No. 79 dengan membawa KTP dan KK. 


Ambulance Hebat
Ambulance Hebat adalah layanan ambulance emergensi untuk melayani penanganan kasus kegawatdaruratan medis, kehamilan dan kecelakaan di Kota Semarang (sumber : ambulancehebatsemarang). Jadi ketika kita sedang dalam keadaan darurat, langsung saja hubungi ambulance hebat di 1500-132

Semarang Makin Sehat dengan GERMAS, UHC dan Ambulance Hebat
Ambulance Hebat

Saat ini ambulance hebat memiliki 25 tim yang tersebar di 5 titik di Kota Semarang, antara lain di Dinas Kesehatan Kota Semarang, Puskesmas Bangetayu, Puskesmas Karangmalang, Puskesmas Srondol dan Puskesmas Halmahera. Kabar baiknya, aplikasi ambulance hebat kini sudah bisa diunduh melalui playstore, lho! Dengan nama 'Ambulan Hebat'. Semarang memang kece!

Semarang Makin Sehat dengan GERMAS, UHC dan Ambulance Hebat
Ambulan Hebat di Aplikasi Android
Sumber gambar : dok pribadi

Selain 3 program di atas, masih ada Program Keluarga Sehat melalui Pendekatan Keluarga, dimana para petugas Puskesmas mendatangi para warga door to door untuk mendata dan melakukan konsultasi kesehatan. Yang jelas, kita patut mengapresiasi dan mendukung berbagai program keren ini, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini juga. Agar Semarang Makin Sehat dengan GERMAS, UHC dan Ambulance HebatBe a healthy hero!

Nov 29, 2017

Hindari Kematian Mendadak Setelah Olahraga, Ilmu Bermutu dari Temu Blogger Kesehatan

Hindari Kematian Mendadak Setelah Olahraga, Ilmu Bermutu dari Temu Blogger Kesehatan
Hindari Kematian Mendadak Setelah Olahraga,
Ilmu Bermutu dari Temu Blogger Kesehatan
Kematian seseorang secara mendadak setelah olahraga bukanlah hal yang baru, mendiang aktor senior Adjie Massaid adalah salah satunya. Bahkan di lingkungan sekitar saya pun, beberapa kali pernah terjadi hal serupa. Salah satunya seorang bapak berusia 60 tahun meninggal setelah bermain bulutangkis, yang notabene merupakan olahraga favoritnya. Banyak spekulasi muncul di masyarakat, mulai dari telah uzurnya usia sang bapak, faktor stress, terlalu letih berolahraga, yang kesemuanya hanyalah anggapan pribadi tanpa bisa ditelisik kebenarannya.

Bersyukur saya berkesempatan mengikuti kegiatan Temu Blogger Kesehatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Acara yang baru pertama kali diagendakan oleh DKK Semarang ini merupakan salah satu wujud komitmen Dinas Kesehatan untuk melakukan promosi-promosi kesehatan yang diharapkan dapat menjangkau msyarakat yang lebih luas melalui dunia maya. Secara tidak langsung, para blogger kesehatan diberi amanat menjadi agen kesehatan dengan semboyan Be a Healthy Hero.

Penyebab Kematian Mendadak Setelah Olahraga, Ilmu Bermutu dari Temu Blogger Kesehatan
Acara Temu Blogger Kesehatan DKK Semarang, 27 - 28 November 2017
Sumber gambar : Tim Blogger Kesehatan
Meski berprofesi sebagai seorang apoteker, namun ilmu untuk mengetahui tingkat kebugaran jantung dan paru adalah hal baru bagi saya. Dan saya pun yakin masih banyak orang-orang pecinta olahraga di luar sana yang belum mengetahui pentingnya melakukan Tes Kebugaran Jantung - Paru sebelum memutuskan untuk melakukan olahraga tertentu. Salah satunya adalah dengan melakukan Tes Rockport secara mandiri.


Tes kebugaran dengan metode rockport merupakan salah satu metode untuk menilai kesanggupan kardiovaskuler saat beraktifitas fisik dengan mengestimasi kapasitas aerobik (sumber : Pusat Kesehatan Haji). Singkatnya, dengan melakukan tes rockport, bisa diketahui kategori tingkat kebugaran jantung dan paru kita, yang pada akhirnya menentukan jenis latihan fisik / olahraga jenis apa saja yang aman untuk dilakukan. Dengan tes ini diharapkan olahraga yang kita lakukan sudah mengikuti empat prinsip, yaitu baik, benar, teratur dan terukur. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya kasus Kematian Mendadak Setelah Olahraga.

Penyebab Kematian Mendadak Setelah Olahraga, Ilmu Bermutu dari Temu Blogger Kesehatan
Para Blogger Kesehatan Melakukan Pemanasan Sebelum Melakukan Tes Rockport
Sumber gambar : Tim Blogger Kesehatan

Persiapan Tes Rockport :
  • Lintasan datar sepanjang 1,6 km
  • Alat pencatat waktu
  • Sepatu olahraga yang nyaman
Cara Pelaksanaan Tes Rockport :
  1. Tes diawali dengan melakukan pemanasan dan peregangan seluruh tubuh, terutama otot tungkai dan dilanjutkan dengan jalan kaki kecil selama 10 - 15 menit.
  2. Melintasi jalur dengan jalan cepat, jogging atau berlari dengan kecepatan konstan. Karena kita tidak sedang berlomba, lakukanlah sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Namun pastikan usaha yang kita lakukan sudah maksimal.
  3. Catat waktu tempuh setelah melintasi 1,6 km.
  4. Gunakan tabel 1 (Hubungan Waktu Tempuh - VO2 max) untuk mengetahui nilai volume oksigen maksimal. 
  5. Gunakan tabel 2 untuk mengetahui Kategori Tingkat Kebugaran Jantung - Paru kita.
Penyebab Kematian Mendadak Setelah Olahraga, Ilmu Bermutu dari Temu Blogger Kesehatan
Lingkari berapa waktu tempuh anda untuk mengetahui nilai VO2 max
Sumber gambar : www.kesehatanhaji.com

Penyebab Kematian Mendadak Setelah Olahraga, Ilmu Bermutu dari Temu Blogger Kesehatan
Lihat Kategori Tingkat Kebugaran Kita
Sumber gambar : www.kesehatanhaji.com

Setelah diketahui tingkat kebugaran kita, maka sesuaikan dengan program latihan fisik berikut :

A. Tingkat Kebugaran Kurang :
  • Frekuensi latihan fisik cukup 2x seminggu
  • Lama latihan fisik 20 - 30 menit, diluar waktu pemanasan dan pendinginan
  • Jenis latihan fisik : jalan santai, jalan cepat, jogging, bersepeda
B. Tingkat Kebugaran Cukup

  • Frekuensi latihan fisik 3x seminggu
  • Lama latihan fisik 30 - 40 menit, diluar waktu pemanasan dan pendinginan
  • Jenis latihan fisik : jalan santai, jalan cepat, jogging, bersepeda, senam, renang, step aerobik, disko robotik, dan yang sejenis
C. Tingkat Kebugaran Baik
  • Frekuensi latihan fisik 4-5x seminggu
  • Lama latihan fisik 40 - 60 menit, diluar waktu pemanasan dan pendinginan
  • Jenis latihan fisik : jalan santai, jalan cepat, jogging, bersepeda, senam, renang, step aerobik, disko robotik, olah raga permainan (seperti sepak bola, tenis, basket, bulutangkis, voli, dan yang sejenis)


Jadi sudah tahu ya, kalau seperti saya yang hasil tesnya kurang bugar, ya jangan memaksakan diri buat zumba kalau cuma mau gaya-gayaan aja. Hahaha.. 

Lalu apakah tingkat kebugaran bisa berubah? Bisa banget! Seperti saya yang males olahraga ini, kalau 2x seminggu mau jogging atau sepedaan (seperti rekomendasi di atas), bisa jadi 3 bulan kemudian dengan menjalani tes yang sama, hasil tingkat kebugaran saya jadi cukup, atau bahkan baik. Yang artinya, aktifitas fisik yang bisa saya lakukan juga lebih beragam. 

"Intinya, Olahraga itu harus Baik, Benar, Teratur dan Terukur"
Nah, terukur ini yang seringkali kita lupakan. Sehingga tak jarang melakukan olahraga yang ternyata justru melebihi kapasitas kita yang seharusnya. Semoga bermanfaat!

Nov 24, 2017

Dandan dan Perempuan

Dandan dan Perempuan
Dandan dan Perempuan
Pernah mengalami nggak, pas kita lagi dandan lalu dikomentari suami, "Lama banget sih, dandannya?", "Kayak mau ketemu siapa aja..", "Udah mandi dari tadi kok masih belum selesai juga dandannya?", atau uangkapan-ungkapan yang senada? Saya sih, sering pake banget. Kalau udah begitu seringnya acara dandan bakal berlanjut di mobil. Kebayang kan, dandan di atas mobil berguncang yang menuntut kemampuan multitasking khas perempuan?

Tadinya saya mau jawab tuh, ketika diprotes sama suami. Laki-laki itu aneh, suka melihat perempuan cantik, tapi protes kalo istri sendiri dandan kelamaan. Cantik itu juga butuh proses, Bang! Bukan sim salabim mendadak mirip Kendal Jenner, hehe... Jadi, daripada jawaban itu cuma dihayati dalam hati, saya jawab di sini  aja deh. Semoga dibaca yang bersangkutan. Ehem...
Kenapa sih, perempuan harus dandan? Saya pribadi meyakini bahwa segala sesuatu berawal dari niat. Jadi tergantung niat masing-masing ya, tapi setidaknya ada dua alasan kenapa harus dandan versi saya.

1. Sebagai Penghormatan terhadap Diri Sendiri
Hormatilah dirimu sendiri jika ingin orang lain menghormatimu. Meskipun ada pepatah mengatakan don't judge a book by its cover, pada kenyataannya yang nampak pertama kali itulah yang akan dinilai. Well, pepatah tadi bisa berlaku ketika kita sudah saling mengenal lama. Akan tetapi penampilan menjadi hal yang sangat penting pada pertemuan pertama.

Kembali lagi, kesan apa yang ingin kita tampilkan melalui dandanan? Apakah seksi, smart, playfull, sweet, itu akan nampak pada dandanan kita. Ditunjang dengan pembawaan serta cara berbicara dan bersikap, yang nantinya akan memunculkan kesan tertentu pada orang yang sedang kita ajak bicara.

Tentu kita akn memiliki kesan berbeda ketika melihat para artis seperti Shireen Sungkar, Syahrini, Vicky Shu, hingga Chelsea Islan. Hal itu karena perbedaan cara berdandan mereka ditunjang dengan bagaimana cara mereka bersikap.

Singkatnya, merawat tubuh termasuk dandan adalah bagian dari cara saya bersyukur kepada Allah dam penghargaan pada diri sendiri.

2. Menjaga Kehormatan Keluarga (especially Suami)
Jika ditarik ke belakang, saya mulai belajar dandan (secara bertahap) sejak menikah. Bahkan sewaktu kuliah pun saya merasa belum perlu dandan selain menggunakan pelembab wajah, bedak dan lipgloss. Selain belum merasa perlu, nggak ada niatan juga buat cari pacar. Hahaha... Sejak menikah barulah mulai sedikit coba-coba menggunakan make up, kadang tergantung mood, seringnya malah males dandan.

Sampai suatu ketika saya mengajar di sebuah kampus, ada seorang asisten dosen yang hendak menikah. Ia adalah wanita keturunan Arab. Anehnya, saat itu ia minta kepada saya untuk diajarin dandan! Ealah, nggak salah nih? Sini bikin alis aja gagal terus, wkwkwk.. Dari situ, saya baru tahu bahwa wanita Arab yang akan menikah harus menjalani semacam kursus memasak dan berdandan! WOW banget, ya! Pantes aja kalau lihat wanita keturunan Arab itu cantik-cantik dan pintar berdandan.

Akhirnya saya menyadari bahwa ketika seorang perempuan itu sudah menikah, kemanapun ia melangkahkan kaki, maka selalu ada kehormatan suami yang ia bawa. Bagaimana kita di hadapan orang lain, akan berdampak pada suami kita. Baik di lingkungan kerja suami, di hadapan teman-teman kita, bahkan di lingkungan keluarga. Maka ketika saya hendak melakukan suatu hal atau pergi ke suatu tempat, akan ada jeda bagi saya untuk berpikir, apakah ini baik menurut Allah? Dan apakah kehormatan suami dan keluarga saya terjaga? Urusan bagaimana pendapat orang lain tidaklah terlalu penting, kecuali memang kita bertujuan menyenangkan orang lain. Toh, baik menurut manusia belum tentu baik menurut Sang Pencipta.

Baca Juga : Hidup Untuk Apa?

Mungkin inilah yang pada akhirnya membuat saya tetap berusaha teguh dalam berjalan di tengah hiruk pikuknya dunia yang semakin menua. Semoga bermanfaat!

Nov 20, 2017

Internetan Seru Bersama Buah Hati

Internetan Seru Bersama Buah Hati
Internetan Seru Bersama Buah Hati
Hidup di jaman now tak bisa dipisahkan dari dunia maya, alias internet. Sejak kita membuka mata hingga menuju peraduan selalu bersinggungan dengan yang namanya internet. Pagi hari masak sambil dengerin spotify atau murottal online, browsing resep pake aplikasi smartphone, berangkat kerja naik angkutan online, pekerjaan kantor semua sistem terkoneksi secara online, pulang kerja capek masak, pesen makan via online, pengen hiburan tinggal streaming film, jemput anak telat bisa ijin dulu via chat grup, nemenin anak belajar bekalnya buku online, mau tidur bacain cerita ke anak sumbernya juga online, hingga murojaah hafalan pun pakai nada qori favorit yang selala didengerin di aplikasi online. Bahkan ibu saya yang tergolong gaptek banget, setahun menjelang masa pensiunnya terpaksa belajar mengunduh aplikasi percakapan online, karena tak seorangpun rekan kerjanya yang masih menggunakan sms!

Kita tidak bisa menghentikan laju teknologi dengan segala kelebihan dan risikonya. Karena bagaimanapun internet hanyalah sarana, kita sendirilah yang memutuskan akan digunakan untuk apa.

Sebagai emak jaman now, saya pun mengalami dilema tentang 'tarik ulur gadget' pada anak. Alih-alih melarang kedua putera kami menggunakan gadget, saya membuat kesepakatan dengan mereka dalam penggunaannya, termasuk berselancar dalam dunia maya. Berikut adalah tips internetan seru bersama buah hati versi pengalaman saya :

Buat Kesepakatan Jadwal
Namanya saja kesepakatan, pastinya berupa hasil diskusi antara orang tua dan si anak. Saat anak masih di usia balita, kita bisa menerapkan aturan untuk jadwal penggunaan gadget dan internet. Namun seiring bertambahnya usia, ubahlah aturan tersebut menjadi kesepakatan dengan menawarkan kepada anak. Seperti berapa hari dalam seminggu, hari apa yang mereka pilih, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan (Do & Dont's), bagaimana aturan berbagi dengan kakak / adik, hingga konsekuensi pelanggaran kesepakatan, baik untuk anak maupun orang tua.

Dengan melakukan diskusi, beberapa kali anak-anak minta berganti hari jadwal internetan, kemudian ingin mengganti pilihan konsekuensi, hingga mengusulkan apa saja yang bisa kami lakukan saat HARI GADGET berlangsung.
Tawarkan Aneka Pilihan Kegiatan
Hari gadget di rumah kami adalah saat weekend, yaitu hari Sabtu dan Minggu ditambah Senin sore selama 3 jam untuk mereka berdua. Wah enak dong, bisa main game terus? Eits, itulah tugas emak jaman now yang dituntut harus serba kreatif. Di Hari Gadget, saya memberikan beberapa pilihan kegiatan untuk mereka, seperti :

1. Mencari referensi tutorial prakarya. 
Kami memiliki hari khusus dalam seminggu untuk fun time, yaitu hari prakarya. Boleh melakukan percobaan sederhana, boleh membuat mainan, boleh apa saja yang melibatkan aneka bahan dan alat. Nah, biasanya di Hari Gadget ini kami bersama-sama mencari ide melalui beragam tutorial yang bertebaran di dunia maya.

2. Belajar ngeblog. 
Kalau yang ini sih, jelas ide emaknya. Kebetulan si Abang suka mengarang cerita fabel, kadang membuat puisi tentang bencana alam (agak aneh fokusnya, hehe..), atau sekedar cerita singkat mengenai liburan. Nah, blog inilah yang menjadi media belajarnya. Biasanya ia menulis di kertas terlebih dahulu, baru kemudian disalin di blog pribadinya. Silakan mampir di www.azkakucil.blogspot.com

3. Menggali rasa ingin tahu anak. 
Seminggu sekali biasanya saya mengajak anak-anak nobar alias nonton bareng. Tapi yang ini nonton barengnya lewat video online. Jadi, sebelum hari gadget tiba, saya menanyakan mereka ingin dicarikan video tentang apa. Seringkali saya menyesuaikan dengan apa saja yang sedang hits di kalangan anak-anak, pengetahuan apa yang sedang mereka pelajari di sekolah, hingga menangkap pertanyaan-pertanyaan kritis dari mereka. Jadi tugas saya adalah mengunduh beberapa video yang diperlukan serta membaca atau mencari tahu penjelasan apa yang perlu saya berikan.

Acara semacam ini sekaligus menjadi ajang belajar bagi saya. Suatu kali saya harus menjelaskan cara kerja otak manusia melalui video, belajar tentang bermacam-macam jenis awan gegara mereka penasaran dengan awan cumulonimbus yang bisa bikin pesawat kecelakaan. Melihat video tentang dahsyatnya letusan Gunung Krakatau yang menyebabkan tsunami dan berdampak pada perubahan musim di seluruh muka bumi. Bahkan bersama-sama melihat video sejarah 10 November di Surabaya hingga alasan Bung Tomo yang bukan tentara dijadikan seorang pahlawan. Setiap minggunya selalu ada saja yang lucu, aneh dan seru tentang ketertarikan anak-anak!
4. Memperbanyak perbendaharaan kata dan pengetahuan.
Bukan rahasia lagi kalau gadget merupakan senjata emak jaman now kalau lagi nemenin belajar si kecil. Tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan banyak pengalaman baru kepada mereka, untuk kemudian diarahkan pada ilmu pengetahuan serta konsep Ketuhanan. Duh, agak mbulet ya? 

Mudahnya begini, beberapa waktu lalu kami berkunjung di Jawa Timur Park, yang di dalamnya terdapat museum uang. Dari situ saya mengajak mereka untuk mengenal perbedaan uang jaman dulu dan sekarang -- Mereka pun jadi penasaran tentang cara pembuatan uang -- Saya mencari aneka video dan referensi tentang uang, termasuk sejarah uang -- Disambungkan dengan bagaimana berdagang pada jaman Nabi -- Memahami aturan-aturan berdagang sesuai agama, seperti tidak mengurangi timbangan, dll -- Merujuk ke ayat Al-Quran. Panjang bukan? Prinsipnya adalah EKSPLORASI dan LITERASI.

Yes, sedikit rangsangan yang kita berikan bisa menjadi gurita pengetahuan yang luar biasa! Kalau sudah begini, tak ada waktu lagi bagi anak untuk tengok-tengok gadget dan internet cuma untuk hal yang nggak berguna, apalagi sampai merugikan diri dan orang lain. Tentunya sebanding dengan rempongnya emak yang harus selalu belajar. Tapi rempong yang happy, pastinya.

Tulisan ini sekaligus untuk menjawab tantangan Mba Dewi Rieka, penulis Anak Kos Dodol nan kece banget, yang tulisan-tulisannya bisa dibaca di www.dewirieka.com serta Mba Ningrum, blogger senior empunya www.prananingrum.com tentang Berinternet Sehat pada #ArisanBlogGandjelRel periode 15. Semoga bermanfaat artikel Internetan Seru Bersama Buah Hati ini bermanfaat.

Nov 15, 2017

Usaha yang Tumbuh bersama Sebuah Warung Soto

Usaha yang Tumbuh bersama Sebuah Warung Soto
Usaha yang Tumbuh bersama Sebuah Warung Soto
Soto adalah pilihan pertama saya ketika belum sempat sarapan dan nggak bisa nitip nasi bungkus ke teman. Sejak pertama bekerja di tahun 2009, ada sebuah warung soto yang sering menjadi tujuan saya beserta teman-teman sekantor. Dari situlah saya mulai bertumbuh bersama sebuah warung soto.

Warung soto ini memiliki cukup banyak cabang di Kota Semarang, namun dari beberapa cabang yang pernah saya datangi, sepertinya cabang yang ada di Jalan Hasanudin inilah yang paling berkembang. Bermula dari warung soto kebanyakan yang berjajar di sepanjang jalan Hasanudin dengan atap terpal dan pelayanan seadanya, saya menjadi saksi bagaimana warung ini tumbuh dan mencuri ilmu dalam setiap kedatangan.

Lingkungan di daerah Hasanudin, Semarang adalah kawasan ruko dan perkantoran. Maka tak heran aneka warung, toko dan penjual jajanan pun bertebaran dari pagi hingga malam hari. Selama lebih dari 8 tahun bekerja, saya menyaksikan bermacam jenis warung buka dan tutup setiap tahunnya. Beberapa masih bertahan meski serba seadanya dan terlihat dimakan usia, namun banyak diantaranya yang memilih berganti usaha atau bahkan menjual lapaknya.

Satu dari beberapa warung yang bertahan, pada akhirnya saya banyak mencuri ilmu dari warung soto ini. Warung yang dulu hanya beratap terpal di pinggir jalan, kini menempati lahan cukup luas dengan tempat yang nyaman serta pelayanan prima. Sebuah takdir wafatnya ibu mertua di tahun 2014 lalu, membuat saya diberi amanah untuk meneruskan usaha beliau di bidang kuliner. Menyadari sebagai orang yang fakir pengalaman tentang usaha kuliner, perlahan usaha saya tumbuh bersama sebuah warung soto ini.
Saya belajar dengan mengamati, menduplikasi serta melakukan inovasi. Berikut beberapa hal yang saya catat dan menjadi inspirasi tentang perkembangan warung soto ini :

1. Kualitas Rasa
Tak dipungkiri bagi pelaku usaha kuliner, rasa adalah yang utama. Meski dulu soto ini dijual di pinggir jalan, namun pelanggannya sangat banyak karena faktor rasa. Maka saya pun juga harus bisa meyakinkan pelanggan bahwa masakan di kantin kami terjamin kelezatannya.

2. Pengelola
Pindahnya warung soto ke sebuah lahan ruko yang luas ditandai dengan adanya seorang pengelola yang tidak pernah saya temui ketika masih beratap terpal dulu. Kualitas pengelola inilah yang memberi dampak sangat besar terhadap atmosfer suasana warung

Seorang Kokoh paruh baya dengan perawakan sedikit tambun namun sangat cekatan sukses menjadi perbincangan para pelanggan di hari pertamanya. Saya bahkan terheran-heran dengan semangatnya menyambut tamu yang datang, menanyakan pesanan mereka, memastikan pesanan telah sesuai permintaan, menanyakan apa lagi cemilan yang mereka butuhkan (seperti sate kerang, ayam, telur, tahu, tempe), hingga mengucapkan salam kepada pelanggan yang pulang. Mungkin hal ini lumrah dilakukan di resto-resto besar, yang membuatnya luar biasa adalah ia melakukannya setiap hari meski telah didampingi oleh hampir 10 orang pelayan! Hal ini membuat si Kokoh bak leader yang sangat bersemangat hingga menularkan energi dan sikap cekatannya kepada pegawai yang lain.

Awalnya saya dan para pelanggan agak canggung dengan ramahnya yang kebangetan, serta perhatiannya memastikan segala hal yang kami inginkan. Namun perlahan kami mulai menikmati dan menjadikannya sebuah nilai tersendiri dari warung ini.

3. Sumber Daya Manusia
Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) para pegawai sangatlah penting. Meski dulu saya tak pernah hafal dengan pelayan-pelayannya, namun sejak menjadi besar, saya baru sadar bahwa mereka semua berjiwa muda. Ingat ya, berjiwa muda. Bukan berusia muda. Bahkan sang peracik soto (koki) yang notabene adalah kakek-kakek masih sangat sigap dan terlihat bersemangat. Sementara pelayan lain berusia antara 20 - 40 tahun, yang selalu regudukan menyambut setiap tamu yang datang. Intinya sih, mereka benar-benar bersemangat seperti waiters yang sering saya tonton di drama Korea atau Jepang gitu.

4. Penampilan
Penampilan adalah salah satu hal yang saya duplikasi di kantin kami. Saya baru menyadari bahwa seragam mereka dengan kaos kerah polo, celana jeans dan sepatu kets itu sangat kece untuk sebuah warung soto! Sebanding dengan sikap cekatan yang mereka tunjukkan. Ya, penampilan para pelayan merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada pelanggan.

5. Dekorasi Ruangan
Dekorasi bukan berarti harus memasang wallpaper atau melukis mural besar-besar seperti yang sedang trend belakangan ini, namun cukup pastikan ruangan terkesan lapang, bersih dan segar.

Hal-hal di atas membuat acara makan soto saya selalu sarat makna. Tak sekedar urusan mengisi perut, saya selalu melihat inovasi apa yang mereka lakukan, perubahan baik apa yang bisa saya ikuti dan berbagai perenungan lainnya yang membuat saya tetap semangat dalam menjalankan usaha. Fighting!

Baca Juga : Pelajaran Hidup dari Berbisnis

Usaha yang Tumbuh bersama Sebuah Warung Soto
Warung Soto Tempat Saya Banyak Belajar dan Merenung

Oiya, tulisan ini bukan iklan, ya. Tapi karena banyak komen yang penasaran, saya kasih bonus foto untuk para pecinta soto, hahaha... Salam Hangat.