Jun 28, 2018

6 Oleh-Oleh Khas Padang Sidempuan

6 Oleh-Oleh Khas Padang Sidempuan
6 Oleh-Oleh Khas Padang Sidempuan
Kota Padang Sidempuan adalah pusat keramaian yang termasuk dalam Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Nama Padang Sidempuan sendiri berasal dari kata "padang na dimpu" yang berarti hamparan rumput luas yang berada di tempat yang tinggi. Pada jaman kolonial Belanda, di tempat ini dibangun benteng oleh pasukan Paderi pimpinan Tuanku Imam Lelo yang membentang dari Batang Ayumi hingga Aek Sibontar. 

Sejak jaman Belanda, kota ini telah menjadi tempat persinggahan para pedagang bagi masyarakat di sekitar Tapanuli Selatan hingga Kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara (Paluta). Seiring perkembangan jaman, Padang Sidempuan menjadi salah satu pusat jalur lalu lintas perdagangan di Sumatera Utara yang sangat ramai dan menjadi sebuah kota. Bahkan, foto-foto  tempo dulu tentang kota yang memiliki semboyan Salumpat Saindege, atau selangkah seirama, seiya sekata ini masih tersimpan rapi di sebuah museum di Kota Leiden, Belanda (sumber : wikipedia).

Perjalanan menuju Kota Padang Sidempuan dari Pulau Jawa dapat ditempuh melalui jalur lintas Sumatera. Kita bisa memilih melewati jalur lintas timur, lintas tengah maupun lintas barat Sumatera. Waktu tempuh perjalanan darat dari ujung Pulau Jawa, tepatnya melalui Pelabuhan Merak, Banten kurang lebih 3 hari 2 malam. Setelah menyebrangi Selat Sunda selama 2 jam, kita akan menyusuri Provinsi Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau (jika melalui lintas timur) hingga tiba di Sumatera Utara. Waktu yang panjang untuk sebuah perjalanan darat, namun sebanding dengan berbagai  pengalaman yang kita dapatkan.

Baca juga : Menjelajahi Wisata Kaliurang Dalam Sehari

Jika sedang berada di Padang Sidempuan atau sekedar melintasi kota ini, daftar berikut ini bisa menjadi pilihan oleh-oleh khas Padang Sidempuan.

1. Buah Salak
Para petani salak yang berasal dari beberapa daerah di Tapanuli Selatan, terutama dari kawasan kaki Gunung Lubukraya menjual hasil panennya di Kota Padang Sidempuan. Maka tak heran jika PAdang Sidempuan dijuluki dengan Kota Salak. Kita bisa dengan mudah menemui pedagang salak yang berjajar di pinggir jalan, baik di pasar maupun di jalan-jalan kampung. Salak Padang Sidempuan memiliki ukuran sedang dengan rasa manis dan sepat yang membuatnya mengeluarkan buih saat dimakan. Dijual dengan harga Rp. 12.000,- hingga Rp. 20.000,- per kilogramnya, tergantung besar kecilnya buah dan ketrampilan menawar kita, hehe...

2. Durian
Durian juga menjadi salah satu buah yang sangat mudah ditemukan di sini. Meski kebanyakan memliki ukuran kecil, namun memiliki rasa yang manis dan yang penting harganya sangat murah dibandingkan dengan di Pulau Jawa.

6 Oleh-Oleh Khas Padang Sidempuan

3. Kaos Khas Padang Sidempuan
Kaos bertuliskan Padang Sidempuan Kota Salak adalah salah satu yang paling diminati para pelancong. Kita bisa dengan membelinya di Plaza Padang Sidempuan atau di toko-toko yang berjajar di pusat kota. Selain kaos, baju koko dengan kombinasi motif tenun Sumatera Utara bisa menjadi alternatif pilihan. Hanya saja kita perlu menyiapkan uang lebih. Jika kaos dihargai mulai Rp. 30.000,- ke atas (semakin besar ukuran semakin mahal harganya), sedangkan baju koko biasa dijual mulai Rp. 250.000,-. Sangat layak untuk menghargai keindahan tenun khas yang tak pernah sama untuk setiap bajunya.

6 Oleh-Oleh Khas Padang Sidempuan

4. Kain Ulos
Kain ulos sangat cocok untuk kenang-kenangan pribadi, apalagi dengan harga yang tak murah hingga perlu pikir panjang untuk membelinya sebagai oleh-oleh. Hehe.. Kain ulos tersedia dalam berbagai ukuran, mulai yang sepanjang selendang, selebar sajadah hingga yang besarnya melebihi meja makan. Peruntukannya pun bervariasi, mulai dari taplak meja, hiasan hingga hanya digunakan saat upacara adat dan pernikahan.

6 Oleh-Oleh Khas Padang Sidempuan

5. Pernak Pernik Khas Batak
Nah, oleh-oleh yang satu ini banyak disukai karena bentuknya yang kecil dan harganya yang relatif terjangkau. Pernak pernik ini dibuat dengan tangan yang kemudian dihias manik-manik dengan menonjolkan warna khas batak, yaitu merah, putih dan hitam. Kerajinan manik-manik ini berpusat di Sipirok, pusat pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan. Namun kita juga bisa menemukannya di toko-toko Padang Sidempuan. Bentuk dan kegunaannya pun beraneka ragam, mulai dari peci, tempat tisu, tempat pensil, gantungan kunci, hiasan dinding serta perlengkapan pernak pernik pernikahan masyarakat Batak, memudahkan kita memilah dan memilih sebagai buah tangan dengan budget mulai Rp. 15.000,- hingga Rp. 100.000,-.

Baca juga : Mengulang Romansa di Danau Toba

6. Sirup Markisa
Minuman yang satu ini seringkali menjadi buruan wisatawan yang singgah di Padang Sidempuan. Dibanderol dengan harga mulai Rp. 16.500,- untuk satu botolnya, kita tinggal melipir di pertokoan sepanjang kota. Beberapa toko juga menawarkan sirup markisa dengan berbagai kualitas, dari yang biasa hingga kualitas super yang berharga Rp. 65.000,- per botol.

6 Oleh-Oleh Khas Padang Sidempuan

Melintasi pulau Sumatera membuka wawasan kita tentang betapa beragamnya Indonesia, dan membeli oleh-oleh dari masyarakat setempat merupakan salah satu bentuk kecintaan dan kontribusi yang bisa kita berikan pada bangsa ini. Happy traveling!

Jun 4, 2018

Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi

Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Setiap kali kita berkunjung ke rumah kerabat, saudara, teman, yang paling menarik perhatian biasanya adalah hiasan dinding berupa foto. Tak jarang, kita bisa ikut menangkap perasaan melalui momen yang di foto tersebut. Emang wajib ya, tiap rumah diberi pajangan foto? Enggak juga sih, karena pada dasarnya manusia ingin menunjukkan eksistensi dirinya, yang dalam hal ini sebagai sang empunya rumah, dalam bingkai foto. Bagi saya pribadi, adanya foto di dalam rumah selain dilihat dari nilai estetikanya, juga sebagai pengingat bahwa kami pernah mengalami momen-momen itu bersama. Jadi kalau sedang sedih, galau, down, dengan melihat kembali foto-foto yang ada, bisa menjadi suplemen semangat yang muncul dari hati. Ya, sekeren itulah manfaat foto bagi saya.

Permasalahannya adalah, kita juga harus pandai-pandai memilih foto untuk dipajang, meski rasanya semua foto nampak bagus, terlebih foto-foto traveling nan memanjakan mata. Ingat, rumah kita bukanlah ruang pameran. Jika terlalu banyak foto bukan tak mungkin justru merusak keindahan yang ingin diciptakan. Lalu bagaimana dengan koleksi foto dikamera kita yang bejibun itu? Ya disimpan dalam bentuk album, dong!

Baca juga : Agar Si Kecil Nggak Gaptek Tanpa Kecanduan Internet

ALBUM FOTO NAN RIBET
Semaju apapun teknologi jaman sekarang, rasa-rasanya tak ada yang lebih menyenangkan dibanding membolak-balik album foto sambil tersenyum mengingat berbagai momen yang ada. Setelah menikah, kami hanya memiliki album foto pernikahan dan album ketika si sulung masih kecil. Setelahnya, saya memang lebih banyak memanfaatkan kemudahan teknologi yang ada, seperti menyimpan di cloud, drive, dropbox, serta berbagai fitur penyimpanan daring lainnya. Hingga suatu ketika kami sekeluarga menemukan album foto milik ibu mertua, dan membuka lembar demi lembar dengan penuh cerita sahut meyahut saking serunya.
"Dari situ saya sadar, sebaik-baik foto adalah yang bisa dinikmati bersama, seperti saat ini"

Maka saya dan suami memutuskan untuk mencetak foto perjalanan kami yang hampir 10 tahun hanya tersimpan di berbagai media seperti yang telah saya sebutkan tadi. Bisa dibayangkan, meski saya hanya memilih 8 foto dalam setiap momen, ternyata jumlah foto yang harus dicetak mencapai lebih dari 500 buah! Bahkan harus saya bagi menjadi dua part untuk mencetaknya, apalagi kalau bukan karena faktor budget. Hahaha.. Ditambah dengan dua album foto paling besar, biaya yang kami keluarkan hampir mendekati Rp. 800.000,-! Mantap, kan? Dan setelah ribet dengan menata satu per satu foto pada album, akhirnya kami sekeluarga bisa menikmati kenangan beberapa tahun terakhir melalui album foto.

Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Photobook by. IDPhotobook

Baca juga : Ingin Liburan Berkesan? Yuk Ajak si Kecil ke Gunung Bromo

PHOTOBOOK PRIBADI
Beberapa bulan terakhir di lini masa media sosial saya bersliweran iklan pembuatan photobook. Tertarik? Jelas banget, dibanding album yang harus menata satu per satu tentunya photobook jauh dari kesan ribet. Warnanya lebih colorfull, alternatif desainnya juga banyak. Nah, tinggal urusan budget yang biasanya bikin ngeper. Pengalaman cetak photobook saat pernikahan adik 4 tahun lalu, harganya memang tidak bisa dibilang murah. Saya sih, maklum karena butuh waktu dan kreatifitas untuk hasil maksimal. Ide kan tidak bisa dibeli. Namun setelah berkali-kali melihat lebih teliti iklan tersebut, ternyata ada juga yang harganya di bawah Rp. 100.000,- masih ditambah bonus 1 photobook lagi!

Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Berbagai pilihan ukuran, cover dan tema 

Setelah chit chat yang cukup singkat, akhirnya saya mengirimkan file foto dalam bentuk rar via email untuk dibuat photobook. Serunya membuat photobook pribadi adalah, kita bisa pilih tema yang disuka, warna sampul, judul yang diinginkan hingga cover sesuai selera. Pokoknya berasa menghadiahi diri sendiri, jadi nggak sabar melihat hasilnya.

Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Kemasan rapi nan cantik

Taraaa... inilah photobook kami. Dikirim dengan kemasan rapi nan cantik dan tersimpan dalam box elegan yang dilapisi buble plastik membuat photobook sampai di tangan saya tanpa cela. Tak hanya saya, anak-anak pun ikut bersemangat membolak balik halaman demi halaman sambil tersenyum. Senangnya bisa Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi! Kalau ingin punya photobook keren tanpa menguras kantong seperti kami, bisa ke idphotobook.com untuk melihat berbagai pilihan yang ada sekaligus cara pemesanannya. Idphotobook juga hadir di Facebook dan Instagram, jadi pemesanan akan semakin mudah. Yuk, simpan kenangan ramadhan dan lebaranmu kali ini di photobook!
Membingkai Kenangan dalam Photobook Pribadi
Thankyou IDphotobook.com!