Feb 5, 2015

Kabar Gembira, UN 2015 Bukan Lagi Penentu Kelulusan!

Kabar Gembira, UN 2015 Bukan Lagi Penentu Kelulusan!
Kabar Gembira, UN 2015 Bukan Lagi Penentu Kelulusan! Aiiih... betapa leganya anak-anak sekolah dan para Mommies yang mendengarnya. Hehe.. Bukan rahasia lagi kalau Ujian Nasional (UN) telah menjadi momok menakutkan bagi para siswa tingkat akhir.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan telah mengeluarkan Permendikbud Nomor : 144 / 2014 di akhir tahun 2014 lalu yang menyebutkan bahwa bobot UN hanya 50% dari penentu kelulusan. Dan direncanakan pada awal 2015 ini akan disempurnakan dengan Permendikbud yang baru, dimana nantinya akan lebih menekankan instruksi mendikbud tentang fungsi UN sebagai pemetaan. Sehingga diharapkan terbangun kejujuran dalam nilai-nilai dan proses pelaksanaan UN karena tidak ada lagi pihak yang ingin mendapatkan nilai tinggi supaya lulus.

"Permendikbud baru akan menyempurnakan Permendikbud Nomor : 144 / 2014 tentang Ujian Nasional, sekaligus menegaskan tidak berlakunya UN sebagai penentu kelulusan"

Teuku Ramli, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta menyatakan bahwa Permendikbud baru akan menyempurnakan Permendikbud Nomor : 144 / 2014 tentang Ujian Nasional, sekaligus menegaskan tidak berlakunya UN sebagai penentu kelulusan. Dengan ditetapkannya UN sebagai pemetaan, maka tidak ada lagi siswa yang tidak lulus sekolah karena UN, karena wewenang penentuan kelulusan diberikan kepada sekolah. Konsekuensinya, bagi siswa yang tidak lulus nantinya tidak ada lagi istilah UN Ulangan, melainkan harus tinggal kelas.

UN sendiri pada dasarnya ditujukan sebagai pertimbangan atas empat hal :
  1. Pemetaan mutu program dan atau satuan pendidikan.
  2. Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.
  3. Penentuan kelulusan peserta didik dari program dan atau satuan pendidikan.
  4. Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Namun pada kenyataannya, selama ini hanya fungsi penentuan kelulusan peserta didik lah yang selalu ditonjolkan, sehingga tiga tujuan yang lain tidak terlaksana dengan baik.

Tentunya Kabar Gembira, UN 2015 Bukan Lagi Penentu Kelulusan! disambut baik oleh masyarakat, terlebih lagi, tak jarang para siswa yang mendapat beasiswa ke sekolah atau universitas tertentu justru terganjal karena nilai UN yang tidak mencukupi. Bukankah sebuah proses pendidikan itu sendiri lebih penting dari pada hasil akhirnya? Alangkah naifnya bila proses pembelajaran yang bertahun-tahun hanya ditentukan selama tiga hari dan pada akhirnya semua pihak baik siswa, orang tua, guru maupun sekolah akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.


No comments:

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.