Jan 27, 2016

Pertanyaan Seputar LGBT - Part 2

Pertanyaan Seputar LGBT - Part 2
Pertanyaan Seputar LGBT - Part 2
1. Pertanyaan dari kakak Meydiana
Assalamualaikum Kak Sinyo, salam kenal sy Kak Meydiana, sedari kemarin kami sudah heboh diskusi nih, karena narasumber yang hadir Kak Sinyo. Setelah baca materinya yang panjang lebar dan tinggi jadi bingung mau tanya apa? LGBT ini sepertinya sebagai "Penyakit Menular" yaa, bahkan saya sekilas melihat di media sosial ada Kids Gay juga. Jadi sudah menular pada semua lintas usia. Secara Praktis, bagi kami yang awam bagaimana mendeteksi anak atau orang dewasa yang "terjangkit" LGBT

✏Jawaban 
Kak @Meydiana, saya lebih memilih menyebut 'tidak sesuai fitrah' atau ada yang menyebut fitrahnya menyimpang. Untuk laki-laki, ya mudah menduplikasi karena urusannya simpel, sperma. Laki-laki setiap hari memproduksi sperma dengan jumlah tertentu, saat penuh maka dia butuh stimulus buat mengeluarkannya. Secara normal akan keluar sendiri tapi sering laki gak tahan. Nah inilah yang dicari.

1. Bebas hamil
2. Bebas curiga
3. Bebas tuntutan
4. Tahu sama tahu (tahu titik2 mana yang disukai) dengan wanita membosankan. 
5. Sodomi di laki2 dua2nya bisa ejakulasi karena prostat tersentuh lewat dubur.
Beda dengan wanita, kebanyakan lewat hati. Jadi ya cepat 'menyebar' di kalangan laki-laki.

Tentang deteksi deteksi dini orientasi seksual anak dan soal istilah LGBT sudah ada di FAQ. Lain-lain, laki-laki kalau terlalu intim dengan laki lain tanpa urusan yang jelas maka curigai. Hp dipassword tanpa boleh diketahui juga harus dicurigai. Pada dasarnya laki-laki itu mandiri.

Baca : Pertanyaan Seputar LGBT - Part 1

2. Pertanyaan Dari mama Humaira 
Apa sih yang mendasari kak sinyo ingin membantu kaum ssa ini. Hambatan apa yang paling besar selama mendampingi mereka. Pernah dapat ancaman nggak dari kaum lgbt dan pro lgbt. Makasih kak untuk jawabannya.

✏Jawaban 
Sejak layanan PS dikenalkan kepada publik, banyak id samaran (ada juga yang asli) menambahkan pertemanan di FB saya. Sebagian memang berkonsultasi tapi ada juga yang 'berniat' menyerang dan mencurigai layanan ini.

Id yang menyerang sangat mudah saya jawab. Nah yang bikin miris hati ini (saya juga manusia kan?), id yang mencurigai kalau layanan ini mendapat 'bantuan' dengan tujuan mengganggu kelompok tertentu atau hanya untuk 'menjadi ladang uang' bagi pendampingnya.

Agar jelas dan tidak ada pertanyaan atau pernyataan seperti itu lagi baiklah saya berikan sedikit riwayat PS dari tahun 2008 sampai sekarang.

Awalanya saya buta sama sekali soal dunia LGBT, ya sama dengan kawan-kawan kebanyakan di luar sana. Tahun 2008 ada salah satu lini Penerbit Erlangga (Esensi) mengadakan lomba menulis kisah nyata tentang pelacur (psk), narkoba, selingkuh, dan homoseksual dengan syarat harus mempunyai narsum asli. 

Saya berpikir tiga topik sebelumnya sudah banyak yang mengangkat, pasti yang terakhir akan jarang dan saya ambil topik terakhir. Ternyata pemikiran saya salah besar, tulisan tentang dunia homoseksual sudah berlimpah baik pro dan kontra.

Saat saya mencari narasumber di salah satu grup malah dimaki-maki karena menyatakan itu 'penyakit'. Akhirnya saya mengurungkan niat ikut lomba karena apa yang saya lakukan dianggap salah, tidak ada yang mau menjadi narsum. Padahal saya sudah menyebar pengumuman di blog dan milis hingga suatu hari ada email yang memberitahu tentang milis hijrah_euy.

Milis HE berisi teman-teman SSA dan biseksual yang ingin kembali ke jalan Allah, saya semangat untuk ikut lomba lagi. Sayang dunia ini rumit sekali sehingga membutuhkan waktu lama untuk menyusun naskah. Hampir selama setahun saya mempelajari data di HE, wawancara, bahkan pemiliknya turun langsung membantu saya. Lomba sudah lewat tulisan belum kelar juga, ya sudah....batal.

Saya terlanjur menjadi tempat curhat puluhan teman-teman SSA. Lama-lama semakin banyak apalagi saat naskah yang buat lomba saya terbitkan secara indie (Dua Wajah Rembulan) . Ada teman yang telpon berjam-jam sampai hp saya hang, banyak yang chat lewat YM, sampai datang ke rumah. Kalikan saja kalau rata-rata setiap bulan ada 5 orang baru yang ingin curhat dari 2009 - sampai sekarang.

Awalnya sebagian data di ponsel dan komputer saya simpan, lama-lama 'malas' karena bingung buat apa coba? Apalagi ponsel atau komputer ganti sehingga repot memindah data terutama YM. Baru setelah aktif di FB banyak data terselamatkan.

Semua dilakukan 'gratis' tanpa biaya sedikitpun bahkan sebagian dari mereka saya bantu gartis buku DWR. Lantas saya 'hidup' dari mana kalau sehari-hari melayani klien yang tidak membayar? (Kadang full time dari pagi sampai malam) terutama akhir pekan >_
Saya juga tidak tahu, sungguh, apakah besok masih bisa makan atau tidak yang saya pahami bahwa selama manusia hidup (belum mati) maka akan selalu ada rezeki untuknya. Silakan bisa konfirmasi kepada istri saya Nur Aini Meiningsih bagaimana kita berdua menjalani hidup serba terbatas tapi dengan senang hati. Kita sepakat terpenting hidup halal, baik, dan berkah. Sampai detik ini bahkan saya belum pernah membelikan 'baju' buatnya ^_^ sejak menikah.

Ya kita masih bisa bertahan dari menulis, menang lomba, bantuan Bunda atau Kakak, royalti buku (saya mulai menjadi penulis pro sekitar tahun 2012, jadi belum lama :) ), kelebihan uang transport (saya tidak mau dibayar saat mengisi acara), dan istri saya juga bekerja sebagai guru PAUD. Terpenting dinikmati dan disyukuri saja.

Pernah ustadz Muhammad Safari Maskur tidak percaya saat melihat kehidupan saya :D secara langsung di rumah, tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya :p

Layanan ini murni berbasis sosial untuk membuka kapling yang baik di akhirat kelak. Sampai saat ini layanan PS juga belum ada donatur, paling secara sporadis kalau butuh untuk pengembangan website. Jadi, mohon maaf jika selanjutnya ada teman-teman baru bertanya atau membuat pernyataan dengan arah yang sama tidak akan saya jawab kecuali dengan memberi tautan ke posting ini :) Harap maklum ^_^

Itu sekilas saya kak, kalau hambatan ya dulu diremehkan, dicap pengangguran dll, kendala biaya hidup. Kalau mengganggu tidak sih, ada yang jatuh cinta tapi dijelaskan baik2 ya sudah beres.

3. Kak Sinyo, bagaimana caranya supaya kita semua bisa membantu orang disekitar kita yang terjangkit disorientasi sex bisa kembali normal.

✏Jawaban
Kak @Mey, semampu kita kak. Kalau saran saya sih FAQ tadi disebarkan, diprint. Jadi secara tidak langsung memberitahu atau bisa sebarin PS kalau kakak malu.

4. Pertanyaan dari kak Hanik
Saya kok jadi ngeblank mau nanya apa. Saking pembahasannya bikin terbelalak. Bagaimana dengan anak-anak yang terlahir memiliki kelamin ganda? Apa masih relevan dgn diskusi kita malam ini. Trima kasih.

✏Jawaban
Kak @Hanik, itu bias hemaprodit, bukan asli hemaprodit. Setahu saya belum ada manusia hemaprodit, pasti ada salah satu yang major. Baiknya diketahui sejak kecil agar ditentukan mana yang major tapi kadang diketahui sudah dewasa karena alasan ekonomi.

Dalam Islam kalau tidak salah disebut khunsa. Itu kelaian biologis. Tetap ada pilihan laki atau perempuan secara biologis. Kalau kelainan hormon hanya ada 1% di seluruh dunia sehingga hampir dianggap tidak ada walau tetap dimasukkan ke prosedur pendampingan kalau klien mau. Jika iya bisa diterapi hormon.

Respon 
Kak sinyo untuk anak yang seperti itu apakah mereka punya potensi besar diorientasi sex? Dan apa yang kami, masyarakat bisa lakukan kalau menemui kasus seperti itu? (Saat ini ada tetangga 1 kampung yg bayinya terlahir memiliki kelamin ganda)

✏Jawaban 
Kak @Hanik, di kalangan ekonomi ke bawah iya kak. Misalnya dia majornya laki, karena penis terlipat misalnya dan ada semacam vagina maka dikira wanita. Dididik secara wanita atau menjadi wanita. Begitu besar baru ketahuan laki, padahal sudah terlanjur jadi 'wanita'.

Nah orientasi seksual itu akan mengikuti karakter atau biasanya disebut gender dari pembentukan itu tapi tidak mesti begitu. Sebaiknya kalau dokter melihat ada yang janggal alangkah baiknya dibantu periksa secara mendalam. Apakah laki atau wanita sejak kecil agar lebih aman. Kalau wanita pasti ada ovum, kantung lahir, dll

5. Pertanyaan dari kak Titin
Assalamu'alaikum kak sinyo, saya betul-betul tertegun sekaligus kuatir. Anak sulung saya perempuan kls 9 smp, tinggal di asrama sekolah. Terus terang saya kuatir sekali, bagaimana anak membentengi dirinya agar tidak tertular oleh hal tsb. Yang kedua, bagaimana mengenali anak yang berperilaku menyimpang seperti itu.

✏Jawaban
Kak @Titin. Wa'alaikumussalam wr wb. Imunitas dari dalam Bunda. Jadi kalau anak punya sahabat selain orang tua pasti hibungannya gak beres. Orang tua adalah sahabat terbaik anak, apa2 bicara ke orang tua. Bisa dibangun dengan
1. Komunikasi yang sehat, sayang kita sering memutus komunikasi misalnya pas diajak bicara muka kita tidak memerhatikan si anak.
2. Hubungan yang erat, sayang kita sering menyingkirkan anak dari kehidupan kita, contohnya anak-anak hanya diomelin saat membuat berantakan rumah karena dia tidak diajarkan (role model) susahnya membersihkan rumah.

Anak kecil butuh contoh, kosa katanya masih sedikit. Nah karena ini sudah termasuk dewasa agak berat kalau hubungan yang terbangun tidak bagus. Bunda sebaiknya dievalusi apakah hubungan bagus? Kalau tidak, perbaiki dan Bunda harus tahu id dan password semua akun dia di medsos, termasuk hp.

Mengenal anak yang berperilaku menyimpang, ya kalau aneh saja Bunda. Ada tahapnya sih, lihat masa balita dan kecilnya. Lihat masa remaja, kalau sudah ada tanda pembelokan lihat aktivitas keseharian termasuk medsos. Sebenarnya kalau hubungan anak dan ortu bagai sahabat, no problem, semua hal tentang anak pasti akan cerita ke ortu. Itu preventifnya.

Respon
Apakah kekuatiran saya berlebih ya kak? Kebetulan, walau pertemuan kami seminggu sekali, anak sempat cerita berbagai hal tentang apa saja, diri dan teman-teman di asrama, cuma setelah issu lgbt yang sebenarnya sudah lama, muncul ramai dibicarakan, kami sangat kuatir, karna anak tinggal di asrama

✏Jawaban
Kak @Titin, kalau dia cerita apa saja kepada kakak, sudah percaya saja. Kalau perlu dikasih tahu soal SSA, agar dia paham.

6. Pertanyaan dari kak Riska
Kak sinyo apakah LGBT masih bisa terapi / dibantu karena mereka sudah menganggap perbuatan mereka bukanlah perbuatan buruk lagi? Dan bagaimana kita mendeteksi lingkungan sekitar?

✏Jawaban
Kak @Riska, LGBT itu identitas sosial dan legalitas, rasanya impossible kalau mau diapa-apakan karena sudah meyakini SSA anugerah kebaikan dari Tuhan yang harus disyukuri lewat pernikahan sesama jenis. Beda dengan SSA.

7. Pertanyaan dari Kak Tya
Apa benar perilaku LGBT bisa dipicu dari makanan dan obat yang diminum?

✏Jawaban
Minim kak, karena itu masuk hormon.  Bayangkan, kelainan hormon saja cuma ada 1% apalagi dari makanan. Ada, tapi minim seklai sehingga dapat dianggap tidak ada pengaruh secara signifikan.

Respon
Ada teman perempuan suka nge-gym sampai berotot dan minum obat supaya berotot, plus maskulin juga.

✏Jawaban
Maskulin dan feminin itu ada di setiap manusia, kadarnya saja yang berbeda. Tidak ada hubungan dengan gym dan orientasi seksual secara langsung.

8. Pertanyaan dari Kak Hapsari
Jadi jika di PS, para ssa ini tetap boleh suka dengan sesama jenis, tapi untuk penyaluran sex tetap harus ke pasangan resmi atau istrinya. Karena, mereka juga sudah berusaha untuk menghindarinya, yang penting mereka nyaman hidup secara agama dan masyarakat. Begitu ya?

✏Jawaban
Kak @hapsari, SSA itu katakanlah niat jahat. Hukumnya tidak ada jadi kita bingung ngomongnya kalau mengatakan boleh menyukai laki-laki. Niat mencuri akan tetap saja niat 'jahat' ya, jadi kita berusaha tidak menghukumi karena memang tidak ada hukumnya tapi memberi warning bahwa SSA itu dekat dengan 'niat jahat'. 

Nah kita hanya menyeimbangkan kegalauan mereka agar tidak galau lagi, bahwa meski dia punya SSA tapi tetap bisa hidup di jalan Allah. Sama sajalah orang heteroseksual, ini soal keimanan. Bedanya hanya WIL da PIL, udah gitu saja.

Catatan :
**SSA = Same Sex Attraction (Ketertarikan dengan sesama jenis, belum melangkah ke LGBT. Baca : Pertanyaan Seputar LGBT - Part 1)
**PS = Peduli Sahabat, yaitu komunitas yang membantu para SSA kembali menjalani hidup sebagai heteroseksual.

Sumber :
Resume Diskusi HSMN Semarang
Hari Selasa, 26 Januari 2016
Pukul 20.00 - 22.00 WIB
Tema : LGBT
Pemateri : Sinyo Egie
Moderator : Hapsari
Notulen : Riska

No comments:

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.