Pemetaan Bakat (Talents Mapping)

Talents Mapping atau pemetaan bakat adalah gambaran "Peta Bakat" yang ada di dalam diri kita. Sehingga dapat digunakan untuk...

Pemetaan Bakat (Talents Mapping)
Talents Mapping atau pemetaan bakat adalah gambaran "Peta Bakat" yang ada di dalam diri kita. Sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi kekuatan individu dengan didasari pada penemuan bakat. Program Talents Mapping umumnya mencakup pengukuran bakat dan pernyataan kekuatan diri (Personal Strenhgth Statement).


Berikut adalah hasil diskusi komunitas Homeschooling Muslim Nusantara Semarang seputar Pemetaan Bakat (Talents Mapping).

1. Bunda Indri
Saya mulai tertarik dengan Talents Mapping. Awalnya  ingin mengikutsertakan anak-anak tes Talents Mapping, tapi ternyata anak balita belum bisa ikut. Sedangkan saya kan ibu rumah tangga, dengan aktivitas harian mengasuh anak-anak, kalau saya ikut tes Talents Mapping, menurut cikgu, manfaat besar apa yang akan saya peroleh baik untuk diri sendiri maupun keluarga?
jawaban:
Manfaat untuk orangtua ikut TM antara lain :
1. lebih kenal diri sendiri sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup
2. untuk membantu anak-anak menemukan bakatnya krn orangtuanya paham 'bahasa bakat'  
3. lebih bahagia dengan diri sendiri, 
4. bisa mengembangkan karir
5. bisa memperbaiki dan membangun hubungan interpesonal, 
6. bahkan meningkatkan keselarasan rumah tangga.


bunda Indah 
Saya tertarik dengan jawaban cikgu di poin 5 (bisa memperbaiki dan membangun hubungan interpesonal). Boleh di jelaskan lagi cikgu, sebenarnya apa saja yang bisa kami peroleh/ ketahui tentang diri kami dengan mengikuti tes Talents mapping ini? 
Jawaban: 
Baik saya kasih contoh bu. Dari 34 tema bakat, ada tema INTELLECTION, jika ibu di tes Talents Mapping ternyata bakat Intellection-nya tidak kuat bahkan berada di 7 terakhir,  maka suami ibu akan memahami bahwa ibu bukan orang yang bertipe betah diajak berdiskusi panjang, sehingga kalau selama ini mungkin suami bilang,  "ah bunda gimana sih,  kalau diajak ngomongin masalah keluarga panjang dikit, bawaannya ngantuk dan cepat bosan", sehingga itu selama ini bisa memicu pertengkaran.


Bunda Meydiana 
Feed back dr pertanyaan 1 lagi nih Cikgu. 
Talents Mapping bagi Full Time Mom. Sebelumnya saya bekerja, tetapi selama saya bekerja itu, saya merasa kalau bidang yang saya tekuni "bukan diri saya banget", setelah resign, saya bingung mau ngapain, karena baru sadar kalau saya "buta" dengan passion saya, mungkin karena kemarin hanya disibukkan dengan rutinitas saja. Pertnyaannya, apa dengan mengikuti tes Talents Mapping ini dapat membantu saya dalam mnemukan passion saya?
Jawaban: 
Benar bu Mey, nanti hasil Talents Mapping akan memberi gambaran tentang passion ibu.


2. Bunda Nunung
Usia berapa sebaiknya mulai dilakukan talent mapping pada anak? Karena putra saya masih berusia 7th & 3.5th, apakah ada syarat yang diperlukan demi memaksimalkan hasil dari talent mapping? Seperti cakupan stimulasi & eksplorasi apa saja yang sebaiknya dilakukan sejak anak usia dini.
Jawaban:
Bunda Nunung, Talents Mapping untuk anak sekolah formal, dengan rutinitas umum seperti kebanyakan anak-anak sekolah di Indonesia,  akan bisa dan akurat diujikan kepada anak usia 15-16 tahun. Namun, jika anak-anak sudah banyak mencoba, mendapat banyak wawasan, berinteraksi dengan banyak karakter dan profesi, dsb (istilah kami 3 BANYAK = BANYAK interaksi, dengan BANYAK orang, dalam BANYAK ragam aktifitas), maka sangat dimungkinkan usia lebih muda yakni sekitar 9-10 tahun sudah bisa dan akurat untuk diuji. Tapi sebaliknya, pernah tes Talents Mapping ini diujikan ke seorang berusia 20 tahunan ternyata tidak bisa dan tidak akurat, ternyata setelah ditelusuri diketahui orang tersebut amat minim kegiatan bahkan cenderung kuper. Jadi pointnya adalah bagi anak atau orang dewasa yang sudah melakukan 3 BANYAK. Anak maupun orang dewasa yang sudah ikut Talents Mapping akan lebih yakin dalam memilih kegiatan yang menunjang karirnya.

3. Umi Ninin
Ada yang berpendapat, jangan terlalu fokus pada satu dua bakat anak, karena serunya dunia anak tidak akan berulang, biarkan anak menikmati beragam aktivitas dan pengalaman seru sesuai yang ia sukai, toh nanti bakal ketahuan juga setelah dia baligh. Jadi usia berapa sebenarnya orang tua bisa secara alami mengetahui dengan mantap apa bakat anaknya. Umi ninin (anak usia 5th, 3th,2thn).

Jawaban:
Umi Ninin, ya itu bu apa yang saya maksud dengan 3 BANYAK, dan hasilnya akan beda-beda setiap anak, ada yang berbakat tunggal ada juga yang multi bakat, namun selama kita asah dibakat kuatnya tersebut, insya Allah akan menghasilkan manusia yang hebat dibidangnya tsb. Nah, untuk mengikuti perkembangan bakat anak, gunakan indikator 4E, yaitu :

1. Easy , maksudnya apakah anak ibu mudah saja mengerjakan setiap contoh atau ide yang ia buat
2. Enjoy,  maksudnya apakah anak ibu terlihat happy dan asyik mengerjakan, tidak cepat hilang fokus atau gak cepat bosan, malah cenderung 'lupa waktu'
3. Excellent,  maksudnya jika poin 1 & 2  terpenuhi, maka kita boleh 'curiga' bahwa anak kita berbakat di bidang tsb, maka sebagaimana semangatnya Talents Mapping, fasilitasi dan asahlah kekuatan anak ibu tersebut dengan mengikutkan ia dikursus atau memanggil orang yang lebih ahli untuk mengasah, lihat apakah hasilnya ternyata jauh lebih bagus dan keren.
4. Earn,  maksudnya adalah apabila poin ketiga terpenuhi, maka seharusnya kebisaan anak ibu dibidang ini bisa memberi manfaat kepada orang lain, bahkan mungkin bisa menghasilkan pendapatan bagi anak ibu.


4. Bunda Heksa
Cikgu, nama saya Heksa. anak kami yang pertama perempuan kelas TK B sudah kelihatan bakat  dan hobbynya menggambar. Baginya hadiah terindah adalah buku gambar dan pena. Saya mgamati sejak dimotivasi kakak saya yang juga seniman, dia seperti memiliki motto bahwa tiada hari tanpa menggambar. Anak kedua kami bayi laki2 usia 1.5 th, setiap mobil berhenti dia seringnya minta jatah "bergaya" menyetir, bahkan jika suatu saat tidak diberikan karena harus terburu-buru akan berujung menangis, dia juga hobby memutar sesuatu yang berbentuk lingkaran terutama saat ketemu roda bisa asyik khusuk berkonsentrasi.
pertanyaan kami;
- Apakah terlalu dini jika kami mengatakan itu hobby anak hanya karena dia Enjoy banget, mengingat anak saya masih balita?
- Adakah parameter baku yang mengukur bahwa hobby seseorang telah menjadi Excellent dan Expert?
Jawaban:
Bunda Heksa, jika sudah Easy dan Enjoy, lanjutkan bu. Asah kesukaannya tsb, apakah dengan ada jadwal rutin ketemu kakak ibu untuk lebih dilatih, atau panggil guru lukis atau ikut sanggar lukis, jika hasilnya semakin bagus dan banyak orang mengakuinya, berarti anak ibu sudah dapat tuh excellent-nya. Nah, jika setelah banyak orang mengakui dan mulai banyak orang bisa mengambil manfaat,  apakah memesan untuk dibuatin atau membeli hasil gambar atau lukisannya sehingga bahkan malah memberikan pengasilan, maka E yg keempat yakni Earn sudah terpenuhi. Sampai disini, maka sangat-sangat sudah bisa diduga anak ibu berbakat dan berminat dibidang tsb. Jadi, setiap kegiatan anak dapat di petakan bakatnya oleh orang tua.


5. Bunda Ria
Assalamualaikum Cikgu, Anak saya usia 6 th (laki), suka sekali lego, main bangun susun, peta, tapi kalau kegiatan extra tidak mau. Sebaiknya di jurusin latihan / kegiatan apa ya? 

Jawaban:
Bunda Ria, Lego, rancang bangun, bermain pasir atau kegiatan berkaitan dengan konstruksi lainnya, tidak apa-apa bu, difasilitasi saja, lalu gunakan 4E untuk mengukurnya. Sedangkan kegiatan dan aktifitas lainnya terus diberikan sebagai bagian dari 3 BANYAK.


6. Bunda Ina
Cikgu, mohon dijabarkan start awal membuat pemetaan bakat. Terimakasih atas penjelasannaya.
Jawaban:
Bunda Ina, sudah terangkum di pertanyaan 1 s.d. 5 ya.


7. Bunda Eka
Cikgu, anak saya umur 4,5thn, suka sekali bercerita, bermain peran dan membaca, suka main masak-masakan, tapi kalau disuruh bantu masak tidak mau, dia tipe yang bosenan. Kalau ada buku baru dia akan menyelesaikan buku itu dibolak balik sampai selesai, habis itu kalau bukunya ga bagus dia ga pegang lg. Tidak suka diajak gambar karena dia ga suka kalau crayonnya ada yang keluar garis, suka memerintah temannya, tapi juga suka mengorbankan diri biar temannya mau main dirumah. Bagaimana saya harus memfasilitasinya?
Jawaban:
Bunda Eka, coba kesukaannya anak ibu bercerita, bermain peran dan membaca digali lagi, misalnya setiap ia cerita ibu bantu dengan memvisualisasikan dengan menuangkan dalam bentuk gambar, lalu ibu eksplore dengan pancingan pertanyaan, jika enjoy dengan hal tsb, lanjutkan latih terus bu. Untuk bermain peran bagus juga diasah dengan bermain bersama ibu dan kawan-kawan yang berhasil diajaknya atau yang berhasil ibu himpun. Kalau membaca, dalam arti sudah membaca tulisan, mungkin agak dikurangi dulu kecuali anak ibu membaca hal yang paling sangat disukainya. Usia 4,5 tahun, kalau baru minta belum bisa diambil kesimpulan apa-apa, paling kita coba ikuti saja, sambil dicek terus 4Enya. Bosan dan tidak fokus, selain bagian dari ke-tidak enjoy-an anak ibu, bisa juga karena banyak hal. Suka memerintah atau mengatur? barengi dengan pendidikan akhlak agar menjadi pribadi yg menyenangkan sehingga anak ibu menjadi anak yg disukai teman-temannya. 


8. Bunda Novita
Bagaimana cara test Talents Mapping Di semarang? Maksudnya tempat test Talents Mapping seperti Finger Print, Stiffin Finger print di Semarang.
Jawaban:
Bunda Novita kalau di Semarang, tgl 2 mei HSMN Semarang menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan Talents Mapping. Langsung dengan Abah Rama dan Cikgu Adrian, silahkan form tesnya ibu menghubungi bu Meydiana. Info seminar TM, bisa langsung menghubungi Bunda Asti. Hp 0816 667 730 / WA 0812 2522 2583


9. Bunda Faiza
Anak saya 8th. Sangat gemar membuat tabel. Kegiatan apa saja bisa dibuat tabelnya. Saya malah bingung memetakan hobinya ini. hehehe.. Motoriknya kurang bagus. Gerakannya sering clampsy. Saya sering mengajaknya menari atau melenturkan tubuh. Hasilnya belum banyak kemajuan. Kalau saya teruskan apakah ini termasuk memaksanya?
Jawaban:
Bunda Faiza, senang membuat tabel, bisa dikembangkan potensi otak kirinya, terutama di cluster THINKING & REASONING-nya. Coba saja dibantu juga anak ibu melengkapi tabelnya dengan grafik dan uraian analisis terhadap tabel yang ia buat. Mengenai geraknya yang clampsy, maka saya pikir tidak masalah jika ibu latih menari atau senam, selama tidak anak ibu menjalani dengan senang.


Sumber : diskusi HSMN Semarang 

Narasumber: Cikgu Adrian 
Tema: Tallent Mapping Training Benefit 
Moderator: Bunda Meydiana & Bunda Indah 
Notulen: Bunda Indri 
Hari: Ahad, 19 April 2015
Pukul: 06.00

Semoga Bermanfaat ^_^

Related

Tips 7624463084204199735

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item