Dec 22, 2015

Bagaimana Menanamkan Aqidah pada Anak?

Bagaimana Menanamkan Aqidah pada Anak?
Bagaimana Menanamkan Aqidah pada Anak? via sabumibdg.wordpress.com
Pengantar
Berbicara soal aqidah / iman maka kita membahas sesuatu yang tidak bisa kita lihat tapi terasa ada, bahkan itu menjadi barometer kita dalam menyikapi kehidupan. Aqidah adalah pondasi, yang kuat lemahnya akan menjadi penentu bangunan apa di atasnya. Semakin kuat pondasi tentu semakin baik bangunan tersebut.

Karenanya, 13 tahun Rasulullah menempa keimanan para sahabat. Yang kemudian kita tahu, aqidah yang kokoh menjadikan para sahabat orang-orang yang senantiasa taat dalam kondisi lapang maupun sempit.

Tanya-Jawab
1. Bunda Putri Jatim 1
Hal yang paling urgent untuk menanamkan akidah pada anak perempuan kelas 8 SMP dan anak kelas 10 SMA apa ustazah? Dan bagaimana caranya?

Jawab
Sejak dalam kandungan pun sudah bisa bunda Maghfiroh. Memperdengarkan tilawah Al Qur'an, mengajaknya berbicara. Tapi tentu penanaman yang optimal dilakukan saat anak sudah bisa diajak bicara, diajak bercerita. Paling mudah lewat cerita, lewat bermain peran, atau diskusi ringan. Pada awalnya tentu anak-anak belum sepenuhnya memahami, namun seiring waktu insyaallah mereka akan mencerna denganbaik.

2. Ummu Ibad
Dalam kajian parenting nabawiyah, mereka mengadopsi lamanya Nabi dalam penanaman aqidah kepada para sahabat yang akhirnya menjadi standar waktu bagi anak-anak sekarang. Yakni usia 0-13 tahun adalah masa penanaman aqidah yang optimal. Lantas di atas usia itu bagaimana?

Jawab
Jika mengacu pada sistem tarbiyah Rasulullah, fase 7th ketiga yakni sejak anak usia 14 th maka peran kita hanya sebagai teman yang membersamai, tidak lagi sebagai pendidik. Dengan asumsi, saat mereka balligh sudah tuntas masa pengajaran. Jadi idealnya selepas balligh anak-anak sudah terkondisi baik keimanannya. Namun bukan berarti terlambat, di masa ini kita bisa melakukan tindakan penguatan.

Anak-anak usia remaja sudah tidak nyaman didoktrin, mereka senang diskusi, senang ditanya. Jadi biasakan di rumah ada waktu khusus ngobrol dengan mereka, kita bisa masuk lewat kasus-kasus yang terjadi di masyarakat. Lihat tanggapan mereka, puji jika sesuai dan luruskan jika menyimpang.

Bunda, kita akan terkejut dengan jawaban mereka. Kebetulan sulung saya juga kelas 1 SMA. Asyik betul kalau dia pulang dari pondoknya, diskusi kami selalu seru. Hal yang terpenting untuk anak usia remaja adalah pemahaman mereka tentang Allah, bahwa Allah membersamai mereka di setiap waktu. Pengalaman saya sebagai kepala sekolah SMP hal ini sangat krusial, karena anak remaja rentan terhadap hal-hal yang menyimpang.

Tanggapan
Asumsi penanaman keimanan sudah tuntas kan ya ustazah. Kalau belum bagaimana kira-kira penekanan akidahnya? Dengan kondisi bertemu anak-anak sekali dalam sebulan?

Jawab
Optimalkan pertemuan sebulan sekali untuk bonding sekaligus diskusi. Seperti yang saya bilang, pancing dengan pertanyaan, nanti dari sana kita akan tahu hal-hal yang perlu kita tambahkan.

Yang paling mudah misalnya ceritakan tentang seorang perempuan yang saat kerja harus melepas jilbab, menurut kamu bagaimana, Nak? Padahal sekarang cari kerjaan susah dan dia butuh banget untuk membiayai ortunya. Tapi dengan syarat, diskusi hanya bisa menarik jika kita dekat dengan anak. Kalau tidak, yang ada kabur anaknya. Hehe.. Saya tidak menyarankan penanaman aqidah dalam bentuk nasehat secara terus menerus. Aqidah tentu meliputi syahadatain, ma'rifatullah, ma'rifaturrasul, ma'rifatul Islam dll.

3. Bunda Dika
Bagaimana menanamkan aqidah kepada anak usia 17 bulan? Bagaimana langkah menanamkan aqidah sesuai tahapan usia anak?

Jawab
Lewat buku yang kita bacakan, Bunda. Atau dengan mengajarkan indahnya ciptaan Allah, membiasakan menyebut asma Allah dalam setiap momen. Contoh mudah, dalam perjalanan kita bisa mengajaknya bicara, "Dek, lihat awannya indah ya, ciptaan siapa?" dsb

Penanaman aqidah disesuaikan dengan usia mereka, karena seiring berkembangnya usia tentu berkembang pula pola pikirnya. Secara konsep tentang keesaan Allah, Islam satu-satunya agama yang diterima Allah, Rasul tauladan mulia dll. Namun cara penyampaian dan contoh-contoh yang disesuaikan dengan tahapan usia mereka.

Pembahasan akan sangat panjang namun sebagai contoh langkah penanaman aqidah pada anak usia 0-3 thn sebagai berikut :
1. Membiasakan kalimat tauhid, asma Allah dalam setiap perbuatan.
2. Mengajarkan cinta pada Allah. Ceritakan tentang karunia Allah yang luar biasa, pada dirinya. Indahnya jari, kuatnya kaki dsb.
3. Mengajarkan cinta pada Rasul. Pengorbanan Rasulullah dan para sahabat hingga kita bisa merasakan nikmatnya Islam.
4. Membiasakan interaksi dengan Al Qur'an. Tidak utk membacanya, tapi membiasakan dekat, menghafal surat-surat pendek. dll

4. Bunda Yevi Jatim 2
Saya sering debat sama suami, kalau bicara akidah takut ga kesampean sama si anak .Apalagi suami saya kadang pakai bahasa orang dewasa jawaban nya. Lambat laun si anak juga akan faham sesuai waktu. Tapi saya masih khawatir kira-kira memberatkan tidak ya? Kadang penegenalan Allah aja bicara nya udah kayak bicara ke anak kuliah. Worry nya si anak.merasa bingung, emang dia cuman diem sambil mikir.

Jawab
Itu yang dimaksud dengan bicara cerdas, biasakan berbicara dengan anak seperti teman. Tidak dicadel-cadelkan, karena sesungguhnya anak-anak adalah penyimpan memori yang luar biasa. Saya sudah membuktikan pada si sulung, dan dia jauh lebih banyak memiliki kosa kata dibanding anak seusianya, jauh lebih dewasa dan memahami masalah dengan baik. Jadi insyaalah tdk apa-apa bunda Yevi. Hanya saja intonasi perlu disesuaikan, jangan seperti dosen pada mahasiswanya.

Tanggapan
Adakah buku rekomendasi,yang menceritakan kisah2 seperti di Alquran?

Jawab
Banyak bunda. Terbitan sygma, dzikrul kids, rumah pensil banyak yg bagus.

5. Bunda Dwi
Saya sekarang sedang mengajarkan tentang Allah dan ciptaan-ciptaanNya, nah suatu hari anak saya bercerita tentang hantu dan setan, saya cukup kaget dan menjelaskan kalo hantu itu tidak ada, tapi setan itu makhluk ciptaan Allah. Tapi teman nya sering cerita hantu dan setan itu sama saja. Bagaimana saya memfilter si kecil biar tidak ikut temannya?

Jawab
Saat anak melontarkan pertanyaan atau bercerita, itu momen yang pas untuk kita banyak membahas, karena mereka sedang dalam kondisi penasaran / ingin tahu. Sampaikan bahwa hantu hanya nama lain dari setan. Tapi biasanya kita mengkonotasikan hantu dengan sesuatu yang gentayangan. Nah ini yang perlu diluruskan, karena dalam Islam setiap orang yang sudah meninggal, ruhnya Allah simpan/angkat hingga waktu hisab tiba.

Jelaskan pula tentang setan / jin. Mereka menganggu manusia, tapi manusia lebih kuat karena kita punya Allah dan diajarkan doa-doa oleh Rasulullah. Memang semakin banyak saja godaan yang akan dihadapi anak-anak kita untuk mempertahankan aqidah di zaman akhir ini..

Tanggapan
Mungkin ada tips agar anak lebih kebal terhadap lingkungan yang kurang kondusif Ustadzah? Misal pakai lagu itu apa efektif juga untuk menanamkan aqidah.

Jawab
Intinya pada bounding antara anak dan ortu. Jika pengaruh kebaikan kita besar atas mereka maka insyaallah pengaruh luar kecil perannya. Lagu-lagu menurut saya kurang mengena. Lebih optimal melalui cerita dan obrolan. 


5. Bagaimana menanamkan pemahaman bahwa Islam satu-satu nya agama yang Diridhoi Alloh pada anak usia TK atau SD, sedang mereka berinteraksi dengan anak lain yang beda agama. Namanya anak-anak kan polos kalau bicara dengan temannya atau orang lain. Takutnya orang yang beda agama tsb jadi tersinggung dan menilai kita tidak toleran.

Jawab
Toleran atau tidak toleran tidak berlaku dalam masalah aqidah. Tahukah bunda, anak-anak yahudi dan nashrani sudah didoktrin tentang Islam adalah bad thing sejak mereka kecil. Kita tentu tidak melakukan itu, kita hanya benci orang kafir yang memerangi. Tapi yang perlu kita tanamkan pada anak-anak adalah izzah Islam, kebanggaan mereka sebagai muslim.

Ceritakan keindahan Islam, sempurnanya Islam mengatur seluruh kehidupan sejak bangun tidur hingga tidur lagi, sucinya Islam karena sumber hukumnya terjaga keasliannya dll. Jadi yang tumbuh pada anak adalah PDnya dia sebagai muslim, yakinnya dia Islam adalah agama yang diridhoi Allah.

Penutup
Semoga kita terus menguatkan aqidah kita dan membina aqidah anak-anak kita, karena yang akan dimintai perranggung jawaban adalah kita sebagai orang tua, bukan para guru di sekolah ataupun guru ngaji anak-anak kita.



Resume Kulwap Jatim 1&2
hari dan tanggal : JUMAT  DESEMBER  2015
 Pukul : 19:30-21:30
Pemateri : Ustadah lilah
Tema : Menanamkan keimanan
Moderator :  Bunda lutfi
Notulen : Bunda phita

No comments:

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.