Sakit Kepala? Jangan ASAL Minum Obat

Sakit Kepala? Jangan ASAL Minum Obat Sakit kepala pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, hampir setiap orang pernah mengalami sakit k...

Sakit Kepala? Jangan ASAL Minum Obat
Sakit Kepala? Jangan ASAL Minum Obat
Sakit kepala pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, hampir setiap orang pernah mengalami sakit kepala. Namun kebanyakan orang ASAL Minum Obat tanpa memperhatikan sebab sakit kepala yang dirasakannya.

Sebelum menikah, suami saya selalu sedia obat merk PARA**X di dalam tasnya. Saya sampai terheran-heran, karena di setiap tas yang dimilikinya selalu terdapat obat tersebut yang sengaja ditinggalkan. Saat saya tanya, ia mengaku sering sakit kepala atau pusing, dan setelah minum obat jadi mengantuk sehingga bisa beristirahat dan kembali bugar setelahnya.

Hal ini terlihat sepele, mungkin beberapa dari Anda juga melakukannya. Tapi bayangkan berapa obat yang telah ditelan dalam sebulan jika setiap merasa sakit kepala selalu meminumnya?

Hampir semua obat sakit kepala mengandung paracetamol yang berfungsi sebagai antipyretik dan analgetik (penghilang rasa sakit), padahal penggunaan paracetamol secara terus menerus dapat merusak fungsi hati. Belum lagi zat aktif lain yang direspon sebagai "zat asing" oleh tubuh dan berpotensi besar memperberat kerja ginjal. Bukankah sudah sering kita dengar bahwa orang yang mengkonsumsi banyak obat justru berakhir dengan penyakit ginjal?

Dari kebiasaan suami tersebut saya jadi penasaran, akhirnya setiap sakit kepalanya kambuh saya cek tekanan darahnya (tensi). Ternyata tekanan darah tinggi (hipertensi) lah penyebabnya, jadi solusinya adalah mentimun, seledri, melon, apel dan buah-buahan serta sayuran yang bisa menurunkan tekanan darah. Bukan lagi PARA**X.

Namun sebaik-baik penanganan penyakit adalah mengobati sumbernya, sebagaimana tekanan darah tinggi maupun tekanan darah rendah juga ada sebabnya. Gula (diabetes) kah? Lemak (kolesterol) kah? Atau ada penyumbatan serta masalah yang lain? Dalam kasus suami saya terjawablah bahwa ujung pangkalnya adalah si "kolesterol'. Nah, jelas sudah mana yang harus dikendalikan. Jika kolesterol normal tentu tekanan darah akan terkendali, maka sakit kepala tidak akan muncul lagi.

Tentu setiap orang memiliki keluhan dan kasusnya tersendiri, tapi pada intinya adalah Obati Penyebabnya, Bukan Gejala yang Timbul. Dalam dunia kesehatan, pengobatan dikatakan gagal apabila terapi hanya bersifat mengurangi gejala / akibat suatu penyakit, bukan penyakitnya itu sendiri.

Secara umum, saat Anda atau keluarga Anda mengalami Sakit Kepala, Jangan ASAL Minum Obat. Tapi perhatikan terlebih dahulu hal-hal berikut :
  1. Apakah ia sudah makan? You know, banyak dari kita yang mendadak pusing karena lapar. Termasuk saya, hehe...
  2. Apakah ada riwayat migrain?
  3. Cek tekanan darahnya. Sediakan tensimeter digital di rumah atau datanglah ke apotek terdekat yang saat ini banyak melayani berbagai tes sederhana.
  • Jika tekanan darahnya rendah, perlu asupan yang dapat meningkatkan tekanan darahnya
  • Jika tekanan darahnya tinggi, pelajari lebih lanjut bagaimana kadar gula dan kolesterolnya. Karena sebagian besar penyebab tersumbatnya aliran darah adalah kedua hal tersebut.
Selanjutnya tentukan terapi yang akan dilakukan. Utamakan terapi non medis terlebih dahulu. Bagaimanapun bahan-bahan alami akan lebih mudah diterima tubuh dibanding zat kimia, kecuali terdapat kondisi khusus yang perlu penanganan medis.

Salam Hangat,


Sumber Gambar : mencegahpenyakit.com

Related

Kesehatan 8430799771517604408

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item