Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? #2

Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? #2 Lanjut topik Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? ya Mommies, artikel sebelumnya bisa dibaca disini . So , d...

Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? #2
Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? #2
Lanjut topik Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper?? ya Mommies, artikel sebelumnya bisa dibaca disini. So, dengan berbagai kegiatan yang bisa kita lakukan di rumah, Mommies ga perlu khawatir si kecil akan di cap Kuper alias Kurang Pergaulan. 

Bukti nyatanya adalah apa yang saya alami ketika suatu sore si Abang minta ijin buat beli mainan kartu, pas saya tanya,
B : "Mau beli kartu apa? Abang kan udah punya kartu di rumah?"
A : "Tapi abang belum punya yang gambarnya Ganteng-Ganteng Serigala bunda.." #gubrakk

Di lain hari sepulang sholat maghrib di masjid si Abang nyanyi-nyanyi sendiri yang ga jelas nadanya buat saya, terus saya tanya, 
B : "Abang nyanyi apa siy? Kok Bunda ga pernah denger, itu lagu apa?"
A : "Itu lagunya Ganteng-Ganteng Serigala, Bunda nggak tau ya?"
#tuiiingggg


Ternyata si Abang tau dari temen-temennya, padahal dia siy ga ngerti juga film macem apa itu Ganteng-Ganteng Serigala, tapi nggak Kuper kan? Hehe.. Cukup tau apa yang lagi happening di kalangan temen-temennya aja, tanpa harus ditambah dengan pengetahuan dan tontonan yang ga ada manfaatnya. Coba apa positifnya nonton anak-anak sekolah yang selalu berburu darah suci? #loh kok saya tau ;)
Yang lebih bikin amazed lagi belakangan saya sering liat foto anak-anak yang pake gigi palsu di upload di medsos, suwer! saya beneran ga paham maksudnya apa. Lucu-lucuan kok nggak lucu? barulah saya tau setelah dijelasin putra kami, Ooo.. ternyata itu anak-anak kecil lagi pada niruin film serigala sama harimau itu to! Katanya siy temen-temennya banyak juga yang beli gigi vampir ato serigala itu, dimana-mana penjual mainan selalu nawarin gigi. Hadeeeeh,,, makin parah aja niy virus nyebar.

Ditinjau dari pengalaman saya di atas, jelas Anak Tanpa Tv (Nggak) Kuper Kan? Sebenernya mereka cuma butuh eksistensi untuk diakui (sebagaimana orang dewasa), kalau ada temennya bahas ini, dia tau. Cerita itu, dia ngerti. Justru dengan mengendalikan interaksi anak dengan tv kita bisa menyelamatkan mereka. Mommies tau sendiri, bahkan tayangan cartoon yang ditujukan untuk anak pun nggak semuanya punya nilai-nilai positif, kitalah yang harus pintar-pintar jadi filter. Perkenalkan anak mana tayangan yang boleh, seperti Dora The Explorer, Diego, Thomas and Friends, Barney, Laptop si Unyil, Upin dan Ipin serta serial Dodo dan Syamil. Mana tayangan yang perlu pendampingan orang tua, "Abang kalau mau nonton panggil Bunda ya, nanti Bunda temani." itu yang sering saya sampaikan ketika akan menonton Masha and Bear, Spongebob Squarepants, Si Entong, Keluarga Pak Somad, karena ada hal-hal yang baik dicontoh dan yang tidak patut ditiru sehingga kita yang harus menjelaskan jika ada adegan yang kurang mendidik, "Kalau sombong kayak si ini akibatnya begini Bang" "Kalau Abang malas jadinya seperti si itu" dan sebagainya.

"Kunci untuk mendisiplinkan anak adalah konsistensi dari orang tua, karena pada kenyataannya orang-orang dewasalah yang seringkali merusak tatanan yang telah dibuat sendiri"

Kunci untuk mendisiplinkan anak adalah konsistensi dari orang tua, karena pada kenyataannya orang-orang dewasalah yang seringkali merusak tatanan yang telah dibuat sendiri. Yuk selamatkan anak-anak kita dari bahaya Tv ya Mommies, Happy Thursday!!

Salam Hangat

Related

Parenting 5194203803734419768

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item