Resensi Buku Muhammad Al Fatih 1453

J udul Buku :  Muhammad Al Fatih 1453 Penulis : Felix Y. Siaw Penerbit : Al Fatih Press Terbit : Cetak Kelima, November 2013 Hala...

Resensi Buku Muhammad Al Fatih 1453
Judul Buku : Muhammad Al Fatih 1453
Penulis : Felix Y. Siaw
Penerbit : Al Fatih Press
Terbit : Cetak Kelima, November 2013
Halaman : 320 halaman
Kategori : Biografi, Sejarah Islam
Rating : Must Be Read!

Jum'ah Mubarokah Readers... Spesial di hari Jum'at ini saya mau posting most favorite book versi saya, yaitu Buku Muhammad Al Fatih 1453. Yang ngaku muslim / muslimah keren, adakah yang belum baca buku ini? atau ada yang belum kenal siapa Muhammad Al Fatih? Duh, berarti sama kupernya kayak saya 2 tahun yang lalu ^,^

Biar bikin penasaran bagi yang belum kenal saya kasih beberapa testimoni deh, Readers tau ustadz Felix Y. Siaw kan? Tau juga nggak kalau putra-putra beliau diberi nama Al Fatih? Bikin Studio Alfatih, Al Fatih Press. Kalau masih belum ngeh, tau dong pesinetron Teuku Wisnu? Babynya yang baru lahir bernama Al Fatih juga kan? -ketahuan update gosip-. Nah dari situ jelaslah bahwa kedua tokoh tersebut adalah fans pejuang muslim Muhammad Al Fatih. Kalau testimoni saya? jangan ditanya, buku setebal 320 halaman ini saya baca kurang dari 2 hari! sampai rela lembur seharian pas weekend, Seninnya dibawa ke kantor dan khatam sebelum Dhuhur. Hehe.. Dengan jalan cerita yang runut mengalir serta penggambaran detil yang sangat terperinci plus dilengkapi peta wilayah di masa itu dan lampiran berbagai foto peninggalan sejarahnya bikin saya benar-benar merasakan aura kejadian di jaman kesultanan Utsmani (Ottoman), nggak kalah menariknya sama baca novel! Salut pada ustadz Felix Y. Siauw yang telah mengemas buku sejarah ini menjadi begitu apik dan jangan harap bisa ketemu sama kata "bosen" atau "ngantuk" ya...

Soal tokoh Al Fatih sendiri? Setelah tau ada tokoh khalifah Islam se-keren ini lewatlah semua super hero yang pernah saya idolakan dari kecil sampe sekarang. Siapa? Ksatria Baja Hitam? Lewattt, Superman? Spiderman? Thor? Hercules? Leeewaaatttt semua ;) Makin kepo ya? Yuk chek this video out DISINI yang saya ambil dari tayangan Khalifah di salah satu station tv. Readers juga bisa lihat filmnya FETIH 1453 / CONQUEST 1453 terlebih dahulu di you tube  biar ada gambaran waktu baca bukunya.

Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Berbekal hadits Rasulullah SAW inilah selama beratus-ratus tahun sepeninggal beliau para pejuang di tiap Kesultanan Islam meyakini akan adanya hari itu, hari jatuhnya kota Konstantinopel (sekarang Istanbul, Turkey) dari tangan penguasa Romawi. Setiap era kekhalifahan selalu mengupayakan terwujudnya janji Rasulullah SAW itu dengan melakukan serangan demi serangan, pengepungan, memikirkan berbagai strategi yang dilakukan secara turun temurun menjadi tujuan utama kekhalifahan Ottoman meski selalu berakhir dengan kegagalan. Hingga tibalah masa itu di tahun 1453 pada masa Khalifah Sultan Mehmed II atau Muhammad Al Fatih.
Seandainya seluruh dunia berkata bahwa Konstantinopel tidak akan bisa ditaklukkan, selama Muhammad saw berkata “bisa” maka bagi Mehmed II itu sudah cukup (hal. 292)

Betapa besar keyakinan para pendahulu kita pada Rasulullah Muhammad SAW. Coba bandingkan dengan kita saat ini, seberapa yakin kita pada hadist Nabi atau pada ayat-ayat Al-Qur'an yang kita baca setiap hari? Yakinkah kita pada hukum qishash? Yakinkah kita akan datangnya hari kiamat? Seberapa yakin? Lantas kenapa kita masih bisa hidup santai di dunia yang jelas hanya dipenuhi dengan senda gurau, Hiks.. #selfplak
Beberapa hikmah yang saya ambil dari Buku Muhammad Al Fatih 1453 adalah :

  • Pendidikan agama dan akhlaq sejak dini sangatlah penting, sebagaimana Al Fatih yang di didik oleh Ulama pilihan, hafidz Qur'an di usia dini, dibekali ketrampilan berkuda, memanah dan strategi, dijejali kisah-kisah para Nabi dan pejuang-pejuang Islam hingga mendarah daging.
  • Betapa Islam menjadi nafas kehidupan di masa itu, di saat perang sang Khalifah selalu memimpin sholat berjama'ah, sholat tahajjud bersama pasukan-pasukannya, bahkan para Ulama senantiasa mendampingi di setiap moment kenegaraan untuk mengajak berdoa bersama, mengingat Allah, memurnikan tujuan yang ingin dicapai, Masya Allah... -kembali mikir kondisi sekarang-
  • Buku Muhammad Al Fatih 1453 ini menjadi titik balik saya untuk kembali lebih mengenal sejarah Islam, nyesel kenapa waktu saya sekolah dulu pas pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sering tidur =(
  • Setelah baca buku ini saya jadi semangat buat baca -lagi- Shiroh Nabi Muhammad SAW -yang entah kenapa selalu bikin ngantuk-, saya cuma berfikir kalau pengikut Rasulullah SAW aja sedemikian keren, harusnya saya lebih mengidolakan beliau. #selfreminder
Sekian ya Readers, udah ngerti kan kenapa buku ini masuk kategori Must Be Read -dengan huruf tebal dan warna merah- seperti yang saya tulis di atas? Kalau belum punya bukunya boleh pinjem saya, tapi sangat disarankan beli sendiri ya jadi bisa diwariskan buat anak-anak kelak, sebagai investasi akhirat kita.

Salam Hangat

Related

Resensi Buku 3679589875677159615

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item