Oct 17, 2014

Resensi Buku Terima Kasih Ayah

Resensi Buku Terima Kasih Ayah
Resensi Buku Terima Kasih Ayah
Judul Buku : Terima Kasih Ayah

Penulis : @terimakasihayah
Penerbit : Wahyu Qolbu
Terbit : 2014
Halaman : 252 halaman
Kategori : Kumpulan Cerpen
Rating : Good

AYAH
-Rinto Harahap

Di mana... akan kucari
Aku menangis, seorang diri
Hatiku, slalu ingin bertemu
Untukmu, aku bernyanyi

Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi


Siapa yang tidak mengenal lagu di atas? Saya yakin siapapun akan akan terharu karena meresapi maknanya. This is for you ay.. I know when you miss him, you will sing it deeply -bighug-. Cuplikan lagu di atas rasanya sangat mewakili apa yang ingin disampaikan para penulis dalam buku Terima Kasih Ayah. Yup, buku ini berisi kumpulan cerpen, kumpulan quotes, kumpulan renungan yang kesemuanya menggambarkan kemuliaan seorang ayah.


Berawal dari akun twiter @TerimakasihAyah yang kemudian di kemas dan di satukan dalam sebuah buku yang sarat makna akan pengorbanan dan perjuangan seorang ayah. Begitu pula kisah-kisah nyata yang dtulis oleh para followernya sangat layak untuk di baca sebagai perenungan kita, kenapa ayah tidak banyak bicara? kenapa ayah seringkali sibuk bekerja? kenapa ayah jarang mengungkapkan rasa sayang lewat kata? semuanya menjadi bisa diterima saat kita memahami beban dan tanggung jawab yang dipikul seorang ayah.


Meski seringkali kita lebih dekat dengan ibu, namun sosok ayah tak kan pernah tergantikan. Right? Seorang anak perempuan selalu mengidamkan pasangan yang memiliki sifat seperti ayahnya, dan anak laki-laki akan bermimpi bahwa saat dewasa kelak ia akan se keren sang ayah. Di beberapa kesempatan putra kami berkata "Ayah keren, bisa ini", "Ayah pemberani, soalnya begini", "Ayah hebat, karena begitu" atau "Abang kalau besar nanti pengen kerja kayak Ayah!", hingga saya paham ayah adalah panutan, ayah adalah idola, ayah adalah super hero yang ada di dunia nyata.


Langsung cuss baca buku Terima Kasih Ayah aja ya dears, udah speechless saya jadi emosional gini ;). Terima kasih Bapak, karena selalu ada untuk kami. Terima kasih Suamiku, karena selalu berusaha menjadi ayah terbaik bagi anak-anak kami. Terima kasih para calon ayah (anak-anak) ku, yang membuat kami selalu ingin menjadi orang tua yang lebih baik.


Ia adalah orang yang mencintai kita dalam diam,
Ia adalah orang yang tak pandai menangis ketika bersedih,
Ia juga orang yang selalu mengerti akan hati pada saat yang lain tak bisa memahami...
Terima Kasih, Ayah
---Red. Terima Kasih Ayah---

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.