Dec 10, 2014

Daftar Raport Merah Orang Tua

Daftar Raport Merah Orang Tua
Daftar Raport Merah Orang Tua
Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk memfasilitasi dan melakukan apa saja agar sang buah hati menjadi pribadi yang lebih baik daripada kita, orang tuanya. Namun seringkali kita lupa bahwa menyiapkan segala kebutuhan anak saja tidaklah cukup bila tanpa disertai dengan tekad dan konsistensi untuk terus menerus menanamkan hal-hal baik dari kedua orang tua sendiri.

Motivator Nasional Keluarga Sakinah dari Surakarta Ustadz Triasmoro Kurniawan, pada acara workshop yang diselenggarakan di Blora 20/11/2014 kemarin mengingatkan bahwa setidaknya ada 7 kesalahan yang mengakibatkan orang tua mendapat "Raport Merah"

Berikut Daftar Raport Merah Orang Tua yang patut kita renungkan :
  1. Tidak sepenuh hati dalam mengemban serta mengawasi pertumbuhan dan pendidikan anak. Bukan berarti kita sebagai orang tua tidak tulus dalam mengawasi tumbuh kembang anak, akan tetapi lebih ditekankan pada kurangnya effort / usaha kita dalam mendampingi pertumbuhan dan pendidikan anak. Seringkali kesibukan kita akan hal lain bisa dijadikan permakluman atas kebiasaan kurang baik pada anak. Seperti ungkapan "Ah nggak apa-apa anak main gadget seharian, lagipula saya harus lembur kerja di rumah. Daripada mereka main di luar, siapa yang mengawasi?" dan kesalahan kecil lain yang seringkali kita anggap benar, padahal sebenarnya kita sendirilah yang mencari pembenaran itu.
  2. Tidak memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari hari kepada anak. Mari kita akui bahwa hal paling sulit berperan sebagai orang tua adalah memberikan teladan yang baik, jadi sepatutnya saat kita tidak bisa memberi contoh yang baik atau melanggar peraturan yang kita buat sendiri segeralah minta maaf pada anak. Tunjukkan bahwa orang tua juga bisa melakukan kesalahan dan kita akan berusaha untuk mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama. 
  3. Membeda bedakan dalam berprilaku. Tak ada seorang pun di dunia ini yang suka di banding-bandingkan dengan orang lain, terlebih dengan saudaranya sendiri. Saya yakin sebagian besar dari kita pernah mengalami "sakitnya" dibeda-bedakan, dan tidak ingin hal itu terjadi pula pada anak-anak kita.  
  4. Tidak adil dalam memberikan kebijakanya. Tentunya prinsip adil di sini sesuai dengan proporsi kebutuhan, kemampuan dan tingkat pemahaman masing-masing anak.  
  5. Bertengkar dengan pasangan di depan anak. Untuk hal yang satu ini jelas BIG NO! dilakukan di depan anak.
  6. Tidak konsisten dengan aturan yang disepakati. Nah point ini adalah tantangan terbesar orang tua dalam membentuk kebiasaan anak. Misalnya di rumah kami ada kesepakatan bahwa waktu menonton tv adalah jam 14.00 - 16.00, setelahnya anak bermain di luar dan NO TV hingga tidur malam. Jadi walau saat itu saya lagi kepengen banget liat ILK atau Om Mario Teguh, saya harus rela menunggu anak-anak tidur dulu, dan kalau acaranya sudah selesai toh saya masih bisa liat di You Tube tanpa ada anak-anak. Rasanya hal tersebut sangat layak dilakukan, karena dengan begitu si anak akan paham bahwa baik dirinya maupun orang tua tidak ada yang boleh melanggar kesepakatan. Dan walaupun si Abang sering bilang kepingin nonton Mahabarata seperti teman-temannya, tapi dia tidak pernah merajuk atau marah-marah agar dituruti keinginannya karena menyadari bagaimana semua orang berjuang menegakkan peraturan. Hehe..
  7. Tidak membiasakan dengan hal yang baik. Habit atau kebiasaan anak 100% dibentuk oleh orang tua. Kembali lagi apakah kita sebagai orang tua konsisten melakukannya sehingga menjadi kebiasaan bagi si anak, atau seringkali kita loyo di tengah jalan sehingga proses pembentukan kebiasaan akan gagal begitu saja. Setiap hal yang dilakukan anak mulai bangun tidur sampai ia tidur kembali di malam hari adalah murni peran dan tanggung jawab kita sebagai orang tua. Jadi no excuse buat nyalahin eyang, assisten rumah tangga atau orang lain di sekitar kita ya...
Semoga daftar raport merah orang tua ini menjadikan kita sadar, bahwa anak adalah amanah yang di berikan Allah kepada setiap orang tua yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya. Semangat!!

Salam Hangat,

No comments:

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.