Jan 29, 2015

Mana yang Lebih Baik, Kencing Berdiri, Duduk atau Jongkok?

Mana yang Lebih Baik, Kencing Berdiri, Duduk atau Jongkok?
Hai Mommies, kali ini saya mau sharing tentang cara terbaik untuk buang air kecil (kencing) ditinjau dari berbagai sudut pandang. Mana yang Lebih Baik, Kencing Berdiri, Duduk atau Jongkok?  masa hal kayak gitu dibahas? Ah, itu kan cuma masalah sepele! Pemikiran saya awalnya juga begitu, sampai saat si Abang masuk play group dan di sekolahnya di ajarkan untuk buang air kecil dengan cara jongkok, baik laki-laki maupun perempuan. Waktu itu tanggapan saya, "Kok aneh ya, laki-laki harus jongkok juga?", "Terus kenapa hampir semua toilet pria di dunia ini diperuntukkan buang air kecil dengan cara berdiri?" serta "Emang kenapa harus jongkok?". Maklum seumur hidup saya taunya kalau laki-laki kencing ya dengan cara berdiri, yang jongkok itu perempuan. Duh, ketahuan kurang wawasan. ^_^

Buang air kecil atau berkemih (biasa kita bilang : kencing) adalah proses pengosongan kandung kemih atau vesica urinaria, yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dalam tubuh. Pada kehidupan sehari-hari, umumnya laki-laki buang air kecil dengan cara berdiri, sedangkan perempuan dengan jongkok atau duduk pada toilet duduk. Yuk langsung kita bahas satu-satu!

Kencing Berdiri

Walaupun hal ini sudah umum dilakukan oleh laki-laki dan didukung dengan sarana toilet yang memang dimaksudkan untuk kencing dengan cara berdiri, taukah Mommies bahwa kencing berdiri sesungguhnya tidak baik?
  • Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu pada penderitanya, yang dapat mengakibatkan terjadinya lemah syahwat pada sebagian pria.
  • Kenapa? Kebiasaan kencing berdiri membuat proses pengosongan kandung kemih tidak maksimal, sehingga masih ada sisa-sisa air seni yang tertinggal di saluran kencing karena tak habis terpancar. Akibatnya sisa air seni yang menumpuk lama kelamaan akan mengkristal dan dapat membentuk batu kencing. Bayangkan saja, toilet umum yang banyak terdapat sisa air kencing bagaimana keraknya? Apalagi kalau terjadi dalam tubuh kita? Fu fu fu...
  • Sedangkan bagi laki-laki muslim, apabila kencing dengan berdiri sebelum melakukan ibadah sholat, sangat dimungkinkan pada saat gerakan rukuk atau sujud masih terdapat sisa air seni yang menetes karena tidak tuntasnya proses berkemih. Itulah sebabnya terkadang ada rasa tidak puas setelah kencing berdiri. Tentunya ibadah yang dilakukan pun menjadi tidak sah. 
Lain halnya bila kencing dilakukan dengan cara jongkok, dalam posisi ini tulang paha kiri dan kanan akan meregangkan saluran kencing dari himpitan buah dzakar sehingga memudahkan air kencing untuk mengalir habis.

Kencing Duduk

Di masa sekarang ini toilet duduk sudah terdapat di mana-mana, di pusat perbelanjaan, bandara, stasiun dan sudah banyak pula rumah-rumah pribadi yang kini menggunakan toilet duduk. Memang sangat membantu terutama bagi para lansia yang pasti akan kesulitan untuk jongkok, termasuk para ibu hamil sampai pasca melahirkan (udah kebayang gimana nasib jahitan, hehe..).

Namun tahukah Mommies bahwa toilet duduk dapat mempengaruhi proses alami pembuangan kotoran bahkan sampai mengakibatkan sembelit, wasir, penyakit usus, gangguan panggul dan infeksi saluran kencing? Dalam keadaan duduk, otot tidak dapat mempertahankan kontinuitas pengeluaran air seni, tubuh juga sulit memberikan tekanan yang lebih pada proses berkemih sehingga tidak maksimal, seperti yang terjadi pada laki-laki yang kencing berdiri.

Para pengguna toilet duduk akan dipaksa mengejan untuk medorong gerakan usus (terutama pada proses buang air besar), kebiasaan mengejan itulah yang dapat meningkatkan tekanan dalam perut dan menjadi faktor terbentuknya hemorrhoid atau wasir. Selanjutnya, karena sisa-sisa metabolisme tidak sepenuhnya dapat dikeluarkan maka akan terjadi penumpukan yang mengakibatkan penyakit usus (dalam hal buang air besar) serta meningkatkan resiko infeksi saluran kencing (pada proses berkemih). Disamping itu tekanan perut yang besar akan berakibat buruk bagi panggul, sementara ketika berjongkok kita dapat melindungi saraf panggul. Tak heran sekarang di internet banyak dijual penahan kaki untuk toilet duduk, tentunya dengan maksud agar posisi tulang paha agak ke atas sehingga menyerupai jongkok.

Kencing Jongkok

Well, dengan pembahasan di atas sepertinya memang kencing dengan cara jongkok tetaplah lebih baik (termasuk buang air besar dengan cara jongkok) dari sisi kesehatan maupun agama. Yah, dibalik hebatnya kata modernitas dan kenyamanan, ciptaan Tuhan tetaplah yang terbaik. Toh, dari dulu manusia buang air dengan cara jongkok sebelum tercipta berbagai alat penunjang kenyamanan seperti sekarang. Karena Tuhan tidak pernah salah dalam menciptakan sesuatu.

"Dan tidak ada sehelai daun pun yang jatuh di bumi ini tanpa ijin Allah.."

Jadi sekarang, Mana yang Lebih Baik, Kencing Berdiri, Duduk atau Jongkok? silakan Mommies menilai sendiri.

Salam Hangat,












Jan 26, 2015

Resensi Buku Cerita Paling Jorok!

Resensi Buku Cerita Paling Jorok!
Cover Buku
Judul : BUKU CERITA PALING JOROK!
Cerita : Fitri Kurniawan & Watiek Ideo
Ilustrasi : Indra Bayu
Penerbit : PT. Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit : 2014
Kategori : Pengetahuan Anak


Tahukah Mommies apa yang membuat Buku Cerita Paling Jorok! ini menarik? Yup, sekali lewat kita langsung kepingin berhenti gara-gara lihat judul dan cover bukunya yang aduhaiiiii JOROKNYAAA.. Bisa dibilang strategi marketing buku ini sangat berhasil, dengan judul aneh dan tampilan cover yang, aish jorok abis itu sukses bikin saya penasaran. 

Setelah dibuka halaman demi halaman, ternyata gambarnya di dalamnya memang jorok semua! Ada ingus meler, kutu dimana-mana, luka bernanah, bisul, dan berbagai ilustrasi menjijikkan lainnya. Tapiiii... menjijikkan yang saya maksud punya nilai positif lho!. Why? Karena Buku Cerita Paling Jorok! ini memang ditujukan untuk mengajari anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menginformasikan tentang berbagai penyakit serta hal-hal buruk yang bisa diakibatkan oleh sikap kita yang kurang peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan.

Resensi Buku Cerita Paling Jorok!
Awalnya saya tidak merasa perlu membeli buku ini dan hanya kagum dengan sang ilustrator yang mampu memberikan gambaran sedemikian joroknya. Saya pikir, menjaga kebersihan memang sudah ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, dampaknya pun dapat kita lihat secara nyata. Saat banyak sampah di selokan pinggir jalan maka begitu hujan turun jalanan akan selalu banjir. Namun kemudian saya menunjukkan Buku Cerita Paling Jorok! tersebut pada anak-anak dan ternyata mereka sangat tertarik dan bertanya tentang apa itu lava? bakteri sama virus itu seperti apa? bisul yang gimana sih? dan lain sebagainya sehingga saya putuskan untuk membelinya.

"Buku ini memang benar-benar buku terjorok! yang harus kita punya."

Buku Cerita Paling Jorok! ini termasuk buku yang paling cepat selesai dibaca oleh kami dirumah, karena hampir setiap malam sebelum tidur anak-anak selalu penasaran tentang kisah-kisah hewan menjijikkan lainnya. Didukung dengan gambar yang disuguhkan benar-benar sukses bikin anak-anak ngeri membayangkan kalau ada kutu dirambut ketika malas keramas, gatal dipantat takut bisulan saat buang air sembarangan, lava yang bisa membuat closet bau jika tidak pernah dibersihkan serta betapa cepatnya virus melompat dari satu anak ke anak lain saat terkena flu. Buku ini memang benar-benar buku terjorok! yang harus kita punya. ^,^

Resensi Buku Cerita Paling Jorok!
Dampak positif dari buku ini selain membuat anak-anak lebih peka terhadap kebersihan adalah membuat rasa ingin tahu semakin tinggi. Jadi sekarang PR saya adalah mencarikan video maupun referensi dari internet tentang hewan-hewan jorok di buku itu agar bisa menjawab rasa penasaran mereka. Disamping itu adanya visualisasi gambar yang sedemikian rupa membuat apa yang ingin disampaikan sang penulis benar-benar tertanam pada ingatan anak. Sekian Resensi Buku Cerita Paling Jorok! nya ya Mommies, semoga menambah pengetahuan bagi kita semua. ^_^

Salam Hangat,

Jan 22, 2015

Waspada Ancaman Bakteri Listeria!

Waspada Ancaman Bakteri Listeria!
Baru-baru ini ancaman bakteri Listeria monocytogenes menjadi pusat perhatian dunia. Pasalnya, telah ditemukan apel produksi Amerika Serikat yang positif mengandung bakteri Listeria khususnya pada apel jenis Granny Smith dan Gala yang sebagian besar produksinya di ekspor di berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Sebaiknya Mommies waspada karena infeksi apel yang mengandung bakteri Listeria ini telah mengakibatkan tiga orang meninggal dan beberapa orang perlu perawatan intensif di AS dan Kanada. Bahkan kini pemerintah Malaysia pun telah melarang beredarnya apel produksi Amerika tersebut. Sedangkan pemerintah AS menarik peredaran apel jenis Granny Smith dan Gala sejak proses produksinya di Shafter, California.

Jadi, apakah bakteri Listeria itu? Listeria monocytogenes adalah bakteri gram positif, motil yang dapat hidup di suhu dingin hingga 10 - 4 derajat celcius. Bakteri ini biasa ditemukan di tanah, air, makanan mentah, makanan olahan, serta susu yang tidak dipasteurisasi. Infeksi bakteri Listeria disebut dengan Listeriosis. Karena kemampuannya bertahan hidup pada suhu rendah maka bakteri Listeria bahkan dapat hidup meski di dalam almari pendingin atau pembeku sekalipun. Mengerikan! Makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria akan mudah menginfeksi manusia terutama pada Ibu hamil, bayi, lanjut usia dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah. 

"Bakteri ini biasa ditemukan di tanah, air, makanan mentah, makanan olahan, serta susu yang tidak dipasteurisasi."

Adanya infeksi bakteri Listeria ditunjukkan dengan gejala demam serta nyeri otot selama 7 - 10 hari, sebagian lain ditambah dengan gejala mual dan diare. Jika tidak segera ditangani Listeriosis dapat menutupi otak dan sumsum tulang belakang yang mengakibatkan terjadinya meningitis dengan gejala sakit kepala, leher kaku, kejang-kejang, kebingungan dan hilangnya keseimbangan. Listeria bahkan lebih berbahaya dibanding dengan infeksi bakteri salmonella yang menyebabkan 1% kematian, sedangkan Listeria 25%.

Untuk menghindari kontaminasi bakteri Listeria pada makanan yang dikonsumsi, Mommies usahakan untuk memakan makanan yang benar-benar matang, baik buah maupun masakan. Karena bakteri Listeria ini baru akan mati pada suhu 75 derajat celcius. Dan berhati-hatilah dalam mengkonsumsi telur mentah, sayuran mentah, tuna mentah, tauge mentah, jamur mentah, kentang, keju, ice cream (ingat, Listeria bisa hidup dalam mesin pembeku) dan buah-buahan mentah karena kita tak pernah tau apakah ada bakteri Listeria maupun Salmonella yang terkandung di dalamnya. Yang paling utama adalah mencuci semua bahan yang akan kita konsumsi, memasaknya hingga matang dan JANGAN LUPA BERDOA. ^_^

Salam Hangat



Jan 1, 2015

Pohon Betadin Sebagai Obat Luka Alami

Pohon Betadin Sebagai Obat Luka Alami
Kenalkah Mommies dengan Pohon Betadin? Kerabat pohon jarak yang memiliki nama latin Jatropha multifida L.ini termasuk dalam famili Euphorbiaceae walaupun bentuk daunnya menyerupai daun pepaya. Saya sendiri mengenalnya karena ada di kebun kami sejak saya masih sekolah. Pohon betadin atau pohon yodium ini memiliki berbagai nama di tiap daerah, seperti batai di ternate, ada yang menyebutnya balacai, jarak tintir, jarak cina, jarak gurita (karena bentuk daunnya yang menjari panjang bak gurita), miodine di Afrika dan disebut coral plant di Inggris.

Lalu kenapa disebut dengan pohon betadin atau pohon yodium (kandungan betadin)? karena getah dari pohon ini sangat ampuh digunakan sebagai anti mikroba terutama untuk pengobatan pada luka terbuka. Bahkan masa penyembuhan yang dibutuhkan jauuuh lebih cepat dibanding betadin itu sendiri dan proses regenerasi jaringannya juga lebih cepat dibanding bioplacenton. Hanya saja tidak dapat menghilangkan bekas luka yang telah sembuh. Saya berani menjamin khasiatnya karena keluarga kami sudah terbiasa menggunakannya bertahun-tahun untuk luka karena terjatuh, terkena knalpot, luka bakar, luka infeksi serta luka luar lain yang menyebabkan terkelupasnya jaringan kulit.

Getah pada ujung batang
Bagaimana penggunaannya? tinggal kita petik satu buah daun pohon betadin dan oleskan getah yang keluar dari ujung batangnya pada area yang terluka. Gunakan sesering mungkin, meski akan terasa perih namun beberapa jam kemudian akan terbentuk jaringan kulit baru berwarna hitam yang menghindarkan luka terbuka dari kemungkinan terjadinya infeksi. Selanjutnya kulit hitam itu akan terkelupas dan sembuhlah luka kita. Intinya luka tidak akan sempat berair atau bahkan bernanah dan sembuh dalam keadaan kering. Biasanya untuk luka kecil cukup satu sampai tiga kali penggunaan luka akan sembuh dan tak akan makan waktu sampai seminggu. Hebat bukan?

Alangkah baiknya jika Mommies menanamnya sendiri di halaman rumah, karena sangat bermanfaat terutama karena putra putri kita yang sedang aktif-aktifnya bereksplorasi sangat rentan terjatuh maupun terluka. Saya sendiri memiliki dua buah pohon yang masing-masing tingginya hampir dua meter. Kalaupun tak ada keluarga maupun tetangga sekitar yang terluka, pohon dan bunganya sendiri sangat cantik! sehingga membuat pekarangan kita juga indah.

Daun betadin untuk dekorasi dinding ^_^
Mau tau manfaat lain dari pohon betadin? Karena bentuk daunnya menjari dan memiliki detail yang cantik, sehingga dapat juga digunakan sebagai unsur dekoratif dinding seperti yang kami lakukan di kamar anak-anak. Cukup keren kan? Hehe...  Bisa juga lho dicetak aneka warna pada papan gabus / triplek persegi dan difungsikan sebagai hiasan dinding nan artistik. So, ada yang mau ikut menanam? boleh minta batangnya di rumah saya! ^_^

Salam Hangat,