Mar 13, 2015

Resensi Buku Ayah Edy Punya Cerita

Resensi Buku Ayah Edy Punya Cerita
Judul Buku : Ayah Edy Punya Cerita
Penulis : Ayah Edy
Penerbit : Noura Books
Terbit : 2013
Halaman : 304 halaman
Kategori : Parenting, Anak
Rating : Must Be Read!

Siapa yang tak kenal dengan Ayah Edy? Tentunya Mommies sudah tak asing lagi. Praktisi pendidikan anak yang juga penggagas gerakan Indonesia Strong From Home ini memang banyak membagikan pengalaman serta pemikirannya dalam bentuk buku maupun Compact Disc (CD). Selain Buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak (resensinya dapat Mommies baca di sini), buku Ayah Edy Punya Cerita ini juga dapat menjadi wacana, membuka wawasan, sekaligus motivasi bagi Mommies semua tentang konsep pendidikan anak.

Buku Ayah Edy Punya Cerita ini berisi kumpulan kisah inspirasi tentang parenting yang wajib diketahui setiap orang tua dan menyadarkan kita bahwa keluarga adalah tempat terpenting bagi pembelajaran dan pengembangan diri anak-anak. Seperti Albert Einstein, yang berkata bahwa otaknya digunakan untuk berpikir dan menemukan, bukan untuk 'menghapal' hal-hal yang bisa kita cari di buku. Bill Gates yang meninggalkan kuliahnya di Harvard karena ia sudah tahu apa keinginannya, dan tahu bahwa keinginannya tidak mungkin tercapai melalui Harvard. Thomas Alfa Edison yang dikeluarkan pada bulan ketiga ia mulai sekolah, sampai akhirnya berhasil mematenkan lebih dari 1000 penemuan dengan motivasi dari ibunya. Serta cerita tentang sekolah para monyet dan sekolah para binatang yang mungkin bisa menyadarkan kita semua tentang hakekat pendidikan sebenarnya.

Berikut saya kutip berbagai pandangan dari beberapa tokoh dari Buku Ayah Edy Punya Cerita yang patut kita renungkan:
  • Soichiro Honda, seorang pengusaha, pendiri perusahaan honda motor pernah berkata dalam satu wawancara, "Sekolah terlalu banyak memberi apa yang saya tidak ingin ketahui, tapi justru sangat sedikit memberikan apa yang sungguh-sungguh saya ingin ketahui. Oleh karena itu, saya hanya pergi ke sekolah apabila merasa ingin mengetahui sesuatu yang tidak saya temukan di luar sekolah."
  • John Lennon, pernah menulis dalam buku hariannya. Aku menyadari apa arti genius pada usia delapan tahun. Aku selalu bertanya-tanya, mengapa tidak ada seorang pun yang menyadari kalau aku ini juga genius?
  • Bob Sadino, juga pernah menyampaikan hal serupa kepada anaknya, "Nak, kamu boleh sekolah sejauh yang kamu mau, tapi jika kamu sudah tidak mau sekolah ya keluar saja. Biar Papalah yang akan menjadi gurumu."
Dari kutipan di atas, bukan berarti saya menganggap sekolah itu buruk, atau menyarankan untuk tidak menyekolahkan anak. Namun, mari kita perluas wawasan kita tentang apa itu belajar? apa itu sekolah? sekolah seperti apa yang cocok dengan cara belajar anak kita? apakah anak kita nyaman di sekolah? apakah sekolah membantu kita untuk tahu bidang minat anak-anak? apa keinginan mereka? bagaimana mencapai tujuannya? Itulah tugas besar kita sebagai orang tua. 

"Puncak dari pendidikan itu sendiri adalah akhlak (moral dan perilaku) yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari."

Di luar semua hal itu, seorang sahabat saya pernah berkata, bahwa puncak dari pendidikan itu sendiri adalah akhlak (moral dan perilaku) yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, apalah gunanya pintar tapi berakhlak buruk. Apalah arti genius jika berakhir dengan bunuh diri. Sayangnya, di negara kita belum ada pelajaran khusus moral dan akhlak, dengan hanya menyisakan dua jam pelajaran Agama dalam satu minggu. That's our resposibility!

Salam Hangat,

No comments:

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.