Pelajaran Pertama dalam Kurikulum Keluarga Muslim #1

Pelajaran Pertama dalam Kurikulum Keluarga Muslim #1 Gambar : komunitashsmnsemarang.wordpress Artikel berikut merupakan resume diskusi ...

Pelajaran Pertama dalam Kurikulum Keluarga Muslim #1
Pelajaran Pertama dalam Kurikulum Keluarga Muslim #1
Gambar : komunitashsmnsemarang.wordpress
Artikel berikut merupakan resume diskusi komunitas Homeschooling Muslim Nusantara - Semarang, semoga bermanfaat ya, Bunda..

PENGANTAR MATERI Pelajaran Pertama dalam Kurikulum Keluarga Muslim oleh narasumber :

Bismillah, sebelumnya saya ingin sampaikan bahwa yang saya bicarakan nanti merupakan pengalaman kami. Saya mohon koreksinya dan mari sama-sama belajar.

"Ibu, bayangkanlah nanti, saat hari perhitungan: anak-anak akan ditanya tentang ibadah mereka, akhlak mereka, dan semua tindakan mereka. Bayangkan, saat anak-anak kita menyebut nama kita dalam perjalanan mereka memperoleh ilmu. Berapa banyak huruf alquran yang akan mereka ucapkan, berapa ribu kali alfatihah yang mereka baca, sepanjang usia mereka. Bayangkan, bayangkan jika itu semua ia dengar dari lisan ibunya, ia ikuti huruf demi huruf ayat-ayat Allah dari lisan kita, sampai akhirnya ia tuntaskan alfatihahnya, juz 30 nya, hafalan alquran seluruhnya"


Saat menjalankan Homeschooling (selanjutnya disingkat HS), kita akan merasa begitu tingginya otoritas kita sebagai orang tua dalam memilihkan materi untuk anak-anak. Orang tua bisa memilihkan olahraga apapun, jenis bacaan apapun, komunitas apapun. Tentu mudah, karena tidak ada batasan dari kurikulum target, nilai, dan sebagainya.

Berkeliaran pula dengan bebasnya wacana pendidikan dengan sistem 'unschooling', belajar tanpa batas dan sejenisnya. Pada prakteknya, tak bisa dipungkiri kita akan melewati masa-masa 'tak terjadwal', tetapi akan sangat rugi apabila kita melewati masa-masa keemasan anak tanpa sebuah 'rencana'.

Keluarga muslim haruslah memiliki visi keagamaan, baik yang menjalankan HS maupun tidak. Keluarga HS muslim harus memiliki arah yang jelas tentang pendidikan agama keluarga, rujukan yang benar, target, juga evaluasi.


Modal utama dalam melaksanakan HS adalah ilmu. Orang tua harus memulai dirinya suka belajar, haus akan ilmu. Begitu banyaknya ilmu Allah, sedangkan usia kita di dunia sangat terbatas, membuatkita harusmenentukan prioritas dlm menuntut ilmu.

Prioritas untuk dipelajari orang tua:

1. Tauhid dan Akidah. 
Akidah adalah keyakinan yang kuat dari seorang muslim tentang prinsip-prinsip mendasar dalam Islam. Keyakinan tersebut akan menjadikannya tenang, teguh prinsip. Akidah yang benar merupakan dasar dari segala tindakan seorang muslim, serta merupakan syarat sahnya amalan. Tauhid maknanya meyakini keEsaan Allah dalam rububiyahnya, ikhlas beribadah kepadaNya, serta menetapkan nama-nama dan sifat-sifatNya.

Perkara paling besar yang Allah perintahkan adalah tauhid, lawannya ada syirik. Syirik adalah dosa yang paling besar. Risalah para nabi dan rasul semuanya diawali dengan menyeru kaum mereka untuk menyembah kepada Allah dan menjauhi syirik. Maka, sangatlah penting sebuah keluarga mempelajari tauhid, dalam rangka menjaga keluarga mereka dari api neraka.

Implementasinya dalam  keluarga, Ayah dan ibu mempelajari akidah yang benar, memahami, dan mengamalkannya. Maka, secra tidak sadar, hal tersebut akan mempengaruhi sikap, cara pandang, serta perkataan ayah dan ibu di saat mendampingi anak-anak belajar.


Sumber2 untuk belajar akidah:
  1. Buku
  2. Sumber online: almanhaj.or.id; Muslim.or.id; Rumaysho.com
  3. Mendatangi majelis ilmu(ini yang utama)
  4. Mendatangkan guru ke rumah.

2. Adab
Adab meliputi seluruh tata cara hidup yang dicontohkan Rosul shollalloohu alaihi wasallam. Dimulai sejak bangun tidur sampai akan tidur kembali, Para ulama zaman dahulu banyak menghabiskan waktu mereka untuk mempelajari adab sebelum belajar ilmu. Pelajarilah adab dari kitab ulama terdahulu. Ambillah dalil-dalil yang shohih, amalkan segala yang sudah dipelajari.

Prakteknya dalam keluarga, ibu/Ayah membaca doa saat akan masuk kamar mandi. Ibu menjawab salam ayah yang baru masuk rumah, membiasakan makan dengan duduk, menggunakan tangan kanan, dst. Pelajaran adab lebih mudah diajarkan dengan contoh, terutama untuk anak-anak yang masih balita.

3. Fiqih
Utamakan mempelajari fiqih dari amalan-amalan utama, seperti sholat, bersuci, berpuasa. Sebelum mengajarkan anak-anak, terlebih dahulu perbaiki cara beribadah orang tua. Cara berwudhu, gerakan-gerakan sholat yang benar, berpuasa yang benar, doa-doa yang benar. Hendaknya setiap keluarga memiliki buku-buku dari ulama terdahulu. Buku-buku fiqih, sejarah, hadits, dsb.

4. Al-Quran
Ajari anak-anak membaca Alquran. Mulai dari huruf hijaiyah, sampai (jika mampu) mengantarkannya menghafal keseluruhannya. Pelajari juga ilmu tajwid, baca bersama-sama anak, katakan kepada mereka bahwa kita juga perlu untuk memperbaiki bacaan kita, sehingga konteksnya adalah sama-sama belajar.

Setidaknya sebagai orang tua kita telah memberikan pondasi yang penting dalam 4 materi di atas. Selanjutnya, saat anak-anak semakin besar, tambahlah terus ilmu kita. Kalaupun kalah berpacu dengan waktu, mintalah bantuan dengan mendatangi ustad/ustadzah, mendatangkan ustad/ustadzah, mengikutkan anak ke majelis ilmu, dan sebagainya.

SAAT RASA MALAS DAN BOSAN MERAYU
Dua hal inilah musuh kita dalam belajar. Rasa malas dari dalam diri kita, dan rasa bosan yang dihembuskan syaitan kepada para penuntut ilmu.

Ibu, bayangkanlah nanti, saat hari perhitungan: anak-anak akan ditanya tentang ibadah mereka, akhlak mereka, dan semua tindakan mereka. Bayangkan, saat anak-anak kita menyebut nama kita dalam perjalanan mereka memperoleh ilmu. Berapa banyak huruf alquran yang akan mereka ucapkan, berapa ribu kali alfatihah yang mereka baca, sepanjang usia mereka. Bayangkan, bayangkan jika itu semua ia dengar dari lisan ibunya, ia ikuti huruf demi huruf ayat-ayat Allah dari lisan kita, sampai akhirnya ia tuntaskan alfatihahnya, juz 30 nya, hafalan alquran seluruhnya. Jika semua itu dilandasi niat ikhlas hanya mengharap wajah alloh, tak ada kesempatan untuk rasa malas, tak ada celah untuk bosan.

Variasikan kegiatan di rumah, bedakan tekniknya. Semoga Alloh memudahkan langkah kita dalam mendidik generasi Qur'ani
.
Sesi Tanya Jawab Pelajaran Pertama dalam Kurikulum Keluarga Muslim akan kami lanjutkan pada artikel berikutnya. Semoga bermanfaat

Salam Hangat,



PROFIL NARA SUMBER
Nama : Maya Dwilestari, Ibu dari 3 oranganak  (11, 8, 5). Menjalani HS sejak 2007.
Domisili Bitung, Sulawesi Utara
Suami PNS
Profil saya dan suami: biasa-biasa saja, kami tinggal berpindah-pindah sesuai penugasan negara.
Anak-anak senang bermain, membuat sesuatu, belajar berbisnis, dsb
Fb saya: maya umm abdillah
Blog: www,ummujita.blogspot.com

Disusun ulang dari :

Sumber : DISKUSI HSMN SEMARANG 
Tema : Pelajaran Pertama dan Utama yang harus ada dalam Kurikulum Keluarga Muslim
Tanggal 14 Oktober 2015
Pukul 20.00 - 22.00 WIB

Narasumber : Bunda Maya Ummu Abdillah
Notulen : Hanik Asmawati
Moderator : Kamilia dan Suri

Related

Pendidikan Anak 193257646107159555

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item