Kedudukan Para Sahabat Nabi dalam Islam

Kedudukan Para Sahabat Nabi dalam Islam PENGANTAR Perlu diketahui, topik mengenai kedudukan dan keutamaan shahabat, adalah topik y...

Kedudukan Para Sahabat Nabi dalam Islam
Kedudukan Para Sahabat Nabi dalam Islam

PENGANTAR
Perlu diketahui, topik mengenai kedudukan dan keutamaan shahabat, adalah topik yang banyak diangkat oleh para ulama. Seluruh ulama mengakui keutamaan para shahabat.

Mengapa kita perlu mempelajari tentang kedudukan shahabat? Karena Islam sampai ke kita melalui perantara Shahabat. Tentu kita memerlukan untuk mengenal dari siapa kita mendapatkan agama yang mulia ini. Jika sekarang kita sholat, maka orang pertama yang melaksanakan sholat adalah para shahabat. Kita bisa melaksanakan sholat juga dengan belajar tata cara sholat dari shahabat.

Demikian juga dengan amal ibadah lainnya. Puasa, sedekah, haji, jihad. Semua yang melaksanakan pertama kali adalah shahabat. Merekalah kaum pertama yang melakukan amal sholih dalam Islam. Jika kita sekarang membaca Al-Quran, maka ketahuilah bahwa mushaf Al-Quran yang kita baca itu adalah hasil usaha para shahabat yang membukukannya dari yang tadinya tersebar di tulang-tulang, pelepah daun kurma, batu, hafalan dan lain-lain.

TANYA JAWAB
PERTANYAAN 1
Prtanyaan saya, terkait dengan poin pertama diskusi kita malam ini, yaitu siapakah yang di maksud dengan sahabat Nabi, yang menjadi rujukan kita setelah wafatnya nabi?

JAWAB 1
1. Siapakah yang disebut Sahabat Nabi?
Dari sekian banyak ulama yang mendefinisikan para Sahabat, maka definisi yang paling mewakili adalah:  ialah orang yang bertemu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beriman kepadanya, dan meninggal (wafat) dalam keadaan muslim.

2. Apa prestasi yang diraih para sahabat?
Sahabat adalah satu-satunya golongan yang dipuji dalam Al-Quran dalam keadaan masih hidup. Allah banyak memuji dalam Al-Quran. Para Nabi dan Rasul, para orang shalih yang bukan Nabi (Imran, Ashabul Kahfi, Ashabul Ukhdud). Namun, mereka ini sudah wafat ketika Al-Quran turun, kecuali Nabi Isa yang diangkat Allah ke langit.

Ayat-ayat yang memuji para shahabat amatlah banyak, baik secara langsung maupun dengan isyarat / perumpamaan. Salah satu ayat tentang shahabat yang paling gamblang adalah:
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar." (QS Attaubah : 100)

3. Apa sifat istimewa para shahabat?
Adapun sifat paling istimewa dari para shahabat adalah ketaatannya. Ketika turun larangan khamr, mereka memecahkan kendi-kendi khamr mereka. Padahal itu adalah harta berharga bagi mereka. Ketika turun batasan menikah dengan 4 orang wanita, ada di antara mereka yang punya 10 istri, maka ia menceraikan 6 di antaranya. Padahal kita tahu bagaimana cintanya seorang suami kepada istrinya. Ketika turun perintah hijab, maka mereka menggunakan kain-kain yang ada untuk hijab mereka. Tidak ada yang menunda melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.

4. Mengapa harus mengikuti para sahabat dalam hal beragama?
Pertanyaan ini bisa terjawab dari dua sisi : Pertama, apakah Allah dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita mengikuti shahabat. Kedua, apakah para shahabat adalah sosok yang pantas utk diikuti?‬

Jawaban untuk pertanyaan kedua, sudah kita ulas sedikit di atas. Bahwa mereka adalah generasi yang sukses dunia dan akhirat, generasi terbaik, memiliki sifat-sifat istimewa dan keutamaan-keutamaan, sehingga pantas utk diikuti.

Bagaimana dgn jawaban utk pertanyaan pertama? Ada sedikitnya 23 ayat, 20 hadits, puluhan atsar shahabat, dan ratusan pendapat ulama yang kerap digunakan dalam kitab-kitab untuk menjelaskan wajibnya mengikuti para shahabat.

5. Bagaimana kedudukan shahabat dalam hukum Islam?
Shahabat memiliki kedudukan yang tinggi dan istimewa dalam hukum Islam. Kedudukan ini tidak dimiliki oleh selain shahabat. Beberapa di antaranya adalah:
  • Kesepakatan shahabat adalah sumber hukum Islam setelah Quran dan Sunnah
  • Dalam ilmu sanad hadits, setiap perawi dalam suatu rantai hadits, akan ditimbang tingkat kevalidannya dengan sebuah ilmu yang bernama Jarh wa Ta'dil. Namun, ketika sanad tersebut sudah sampai pada Shahabat, maka tidak ada seleksi / pertimbangan Jarh wa Ta'dil untuk para Shahabat. Yakni, semua shahabat berpredikat adil dan diambil ilmunya.

6. Bagaimana adab kita kepada shahabat?
  • Tidak mencela mereka. dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu 'ahnu, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda,”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.
  • Tidak berkomentar yang tidak pantas atas perselisihan yang terjadi di antara para shahabat

7. Apanya yang diikuti dari para shahabat?
Yang perlu diikuti dari para sahabat adalah pemahaman mereka terhadap Quran dan Sunnah. Sehingga sering kita temui para ulama berkata : berpeganglah pada Quran dan Sunnah dengan pemahaman para shahabat.

8. Apa manfaatnya mengikuti para shahabat?
Manfaat mengikuti para shahabat: kaum muslimin akan bersatu di atas akidah yang shahih, dan meraih kembali kejayaan Islam. Demikian materi kulwap kita malam ini. Semoga dapat dipahami dengan baik, untuk selanjutnya diamalkan oleh kita semua.

PERTANYAAN 2
Assalamualaikum Abu Abas, saya Meydiana. Bagaimana menanamkan / mendorong kepada anak-anak untuk meneladani sekaligus mengidolakan para sahabat? Sebagaimana kita perhatikan bahwa generasi sekarang lebih mengidolakan tokoh dalam film fiksi.

JAWAB 
Waalaykumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh. Di sini berlaku pepatah 
Tak kenal maka tak sayang. Tak tahu maka kenapa harus mengidolakan?
Tentu langkah pertama adalah mengenalkan anakanak kita kepada para shahabat. Sebenarnya, dengan sirah nabi saja sudah banyak terlihat peran shahabat dalam sejarah Islam. Sahabat yang mudah dikenalkan kepada anak-anak adalah para khulafaur Rasyidun yang empat. Lalu 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga (hafal kan ya bu?). Dari 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga saja, tiap orang punya sejarah sendiri yang menarik untuk disampaikan. Lalu, sahabat-sahabat lain yang banyak dan mudah kita temui kisahnya terlebih dahulu.

PERTANYAAN 3
Bagaimana Penggambaran sosok sahabat Nabi bagi anak2 dibawah 7th agar mudah diterima?

JAWABAN
Ya yang sesuai saja bu. Jujur jujur saja. Misalnya : 
Abu Bakar selalu membenarkan Nabi.
Umar, tegas.
Utsman, sopan, pemalu dan kaya raya.
Ali, kuat, cerdas, berani mengorbankan diri utk Nabi.
Yang sulit di bagian mananya ya? Yang perlu ibu pahami dahulu sebelum menceritakan kepada anak, sahabat ini bukan tokoh fiktif. Mereka benar-benar ada di dunia ini. Nasabnya jelas, sampai sekarang anak keturunannya juga masih ada. Lokasinya jelas. Malah menurut saya, lebih sulit mengenalkan tokoh fiktif kepada anak, karena pasti ada unsur bohongnya, dan kebohongan pasti akan kontradiktif nantinya. Misal : Upin ipin tinggal di mana?

Jangan sampai terbalik, yang fiktif mudah diterima, yang nyata jadi sulit diterima. Karena penyampaiannya masif ke anak-anak. Ini perlu diajarkan ke anak, mana yang nyata, mana yang tidak. Dari yang nyata, mana yang pantas dicontoh, mana yang tidak. dst. Semoga ALlah jadikan anak keturunan kita menjadi generasi sholih, dan kita dijadikan perantara mencapai hal tsb.. aamiin.

PERTANYAAN 4 
Jaman dulu para sahabat sangat dekat dengan Nabi hingga bisa melihat secara langsung dan meniru bahkan menanyakan langsung bila ada yang blm jelas kepada Nabi. Bagaimana dengan era kita sekarang ini yang sudah sangat jauh bahkan banyak yang simpang siur ini hadits/sunah atau bukan. Maksud saya, bagaimana aplikasinya secara nyata dikehidupan kita agar bisa meneladani para sahabat? Terima kasih

JAWABAN
Pertanyaannya bagus sekali, dan sebenarnya menjadi inti dari materi kulwap malam ini. Untuk dapat mengikuti NAbi dan sahabatnya, tidak ada jalan lain kecuali belajar. Mengikuti jalannya dan metodenya orang-orang yang satu visi dengan kita, yaitu mengikuti Nabi dan shahabat. Siapa mereka? Mereka adalah para ulama.

Mengenal ulama, adalah seri ketiga dari rangkaian kulwap yang saya sampaikan. Nanti insya Allah akan kita ikuti. Jalan mereka dalam mengikuti Nabi adalah dengan mempelajari Islam melalui dalil yang valid. Yakni ayat-ayat Quran, hadits2 Nabi, perkataan shahabat. dst. Orang-orang seperti ini (paham dan dekat dengan agama) adalah orang-orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, sebagaimana dalam hadits:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).”
Sampai-sampai, Syaikhul Islam ibnu Taimiyah ketika masih jadi pelajar, beliau kalau tidak paham suatu bahasan, beliau merasa cemas, jangan-jangan bukan termasuk orang yang dikehendaki baik oleh ALlah. Jadi, dorong anak-anak kita utk mendapat kebaikan dari Allah melalui ilmu.

PERTANYAAN 5

Saya sendiri sangat kesulitan untuk memberi gambaran betapa hebatnya para sahabat kepada anak, disamping memang ilmu agama yang minim, bolehkah kita memberi gambaran misalnya lebih mudah dengan sdongeng pada anak-anak?

JAWABAN

Ibu bercerita kepada anak itu adalah senjata ampuh menanamkan nilai-nilai kepada anak. Tinggal kita yang mengupgrade saja dengan content pengetahuan yang pokok. Saran praktisnya, ibu siapkan saja materi yang mau disampaikan kepada anak. Bahannya bisa ambil dari buku, dari Quran juga ada, dari kitab-kitab sirah, kitab hadits, kalau pun googling harus hati-hati.

Maaf, kalau boleh berbagi URL : bisa memanfaatkan http://muslimkecil.com/, http://bam.raudhatulmuhibbin.org/ dll

Wikipedia cukup valid bu, untuk info tentang shahabat Nabi. Buku kisah shahabat bergambar, sejauh ini yang saya tahu terbitan Perisai Quran bu. Tanpa menutup yang lain juga bagus, cuman saya belum ketemu saja. Kitab Sirah Nabi seperti karangan Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri, juga bagus. Bisa dibaca oleh anak. Kitab ini meraih penghargaan pada kompetisi menulis Sirah yang dilakukan kerajaan Saudi, mungkin sudah 30 tahun yang lalu. Artinya, kualitas dan validitas isi bisa dipertanggung jawabkan, karena lolos dari review panitia yang cukup ketat. Dan seperti dikatakan tadi, jika sejarah disampaikan dengan jujur, mudah ditangkap. Tidak ada yang perlu disembunyikan, malah bangga dgn kisah tsb.

PERTANYAAN 6
Bagaimana memilih buku yg isinya Sesuai dng Alqur'an Dan sunnah?

JAWABAN
Cara yang paling selamat tentu dengan metode takhrij (meneliti satu per satu sumbernya) seperti pada hadits. Namun jika hal ini tidak mampu kita laksanakan, dengan banyak membaca, akan ada proses konfirmasi antara satu buku dengan buku lainnya. Karena alhamdulillah, mayoritas ulama umumnya berusaha mengikuti Quran dan Sunnah. Apalagi ulama yang jujur, dan tidak memiliki agenda pribadi.

PENUTUP
Dari materi di atas, kita dapat mengetahui kedudukan tingginya sahabat nabi. Serta adanya perintah untuk mengikuti mereka dalam beragama. Menariknya, dalam tafsir ibnu katsir, ketika beliau menafsirkan ayat 7 dari alfatihah. Yaitu, penggalan ayat
"Tunjukilah kami jalan yg lurus, jalannya orang-orang yang Kau beri nikmat."
Maka ibnu katsir menafsirkan siapa "org yg diberi nikmat" merujuk pada Annissa ayat 69
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan ORANG-ORANG YANG DIANUGERAHI NIKMAT nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. "
Dan para ulama menafsirkan ayat ini, shiddiiqiin adalah Abu Bakar, orang yang mati syahid adalah Umar bin Khatab dan Ustman. Berdasarkan hadits :
"Bahwasannya Anas bin Maalik radliyallaahu ‘anhu telah menceritakan kepada mereka : Bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah mendaki bukit Uhud yang diikuti oleh Abu Bakr, 'Umar, dan 'Utsmaan. (Tiba-tiba), Uhud bergetar (gempa), maka beliau bersabda : "Tenanglah wahai Uhud, karena di atasmu sekarang ada seorang nabi, seorang shiddiiq, dan dua orang syahiid" [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 3675].

Artinya, sedikitnya selama 17 kali dalam sehari ketika membaca Al-fatihah dalam sholat, kita sedang meminta kepada Allah agar dapat mengikuti para shahabat Nabi, yaitu orang-orang yang diberi nikmat. Demikian materi kulwap kita malam ini. Semoga dapat dipahami dengan baik, untuk selanjutnya diamalkan oleh kita semua. Sampai di sini dulu kebersamaan kita malam ini, mohon maaf atas segala kesalahan. Mari kita tutup dengan doa kafaratul majelis. 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Wassalamualaykum warahmatullahi wabarakaatuh



Resume Kulwap HSMN Semarang
Hari : Kamis
Tanggal : 25 Februari 2016
Waktu: 20.00 -22.22 
Tema : Kedudukan para sahabat (Contoh nyata yang menjalankan wahyu)
Narasumber : Ust. Beta Andri (Abu Abbas)
Peserta : Grup HSMN Semarang
Moderator : Indah Purwanty
Notulen : Arina Mabruroh

PROFIL NARASUMBER
Bismillahirrahmanirrahim..
Perkenalkan nama saya Beta Andri (Abu Abbas), saya PNS, saat ini bertugas di Pusdiklat KNPK dan mengajar akuntansi di STAN. Saya ayah dari 3 org anak: 12, 9 dan 5 thn. Dalam kesempatan ini saya akan membawakan tema Kedudukan Shahabat dalam Islam.

Sumber gambar : rapungsamuddin.com

Related

Pendidikan Anak 6599071311385852720

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item