Dec 22, 2015

Bagaimana Menanamkan Aqidah pada Anak?

Bagaimana Menanamkan Aqidah pada Anak?
Bagaimana Menanamkan Aqidah pada Anak? via sabumibdg.wordpress.com
Pengantar
Berbicara soal aqidah / iman maka kita membahas sesuatu yang tidak bisa kita lihat tapi terasa ada, bahkan itu menjadi barometer kita dalam menyikapi kehidupan. Aqidah adalah pondasi, yang kuat lemahnya akan menjadi penentu bangunan apa di atasnya. Semakin kuat pondasi tentu semakin baik bangunan tersebut.

Karenanya, 13 tahun Rasulullah menempa keimanan para sahabat. Yang kemudian kita tahu, aqidah yang kokoh menjadikan para sahabat orang-orang yang senantiasa taat dalam kondisi lapang maupun sempit.

Tanya-Jawab
1. Bunda Putri Jatim 1
Hal yang paling urgent untuk menanamkan akidah pada anak perempuan kelas 8 SMP dan anak kelas 10 SMA apa ustazah? Dan bagaimana caranya?

Jawab
Sejak dalam kandungan pun sudah bisa bunda Maghfiroh. Memperdengarkan tilawah Al Qur'an, mengajaknya berbicara. Tapi tentu penanaman yang optimal dilakukan saat anak sudah bisa diajak bicara, diajak bercerita. Paling mudah lewat cerita, lewat bermain peran, atau diskusi ringan. Pada awalnya tentu anak-anak belum sepenuhnya memahami, namun seiring waktu insyaallah mereka akan mencerna denganbaik.

2. Ummu Ibad
Dalam kajian parenting nabawiyah, mereka mengadopsi lamanya Nabi dalam penanaman aqidah kepada para sahabat yang akhirnya menjadi standar waktu bagi anak-anak sekarang. Yakni usia 0-13 tahun adalah masa penanaman aqidah yang optimal. Lantas di atas usia itu bagaimana?

Jawab
Jika mengacu pada sistem tarbiyah Rasulullah, fase 7th ketiga yakni sejak anak usia 14 th maka peran kita hanya sebagai teman yang membersamai, tidak lagi sebagai pendidik. Dengan asumsi, saat mereka balligh sudah tuntas masa pengajaran. Jadi idealnya selepas balligh anak-anak sudah terkondisi baik keimanannya. Namun bukan berarti terlambat, di masa ini kita bisa melakukan tindakan penguatan.

Anak-anak usia remaja sudah tidak nyaman didoktrin, mereka senang diskusi, senang ditanya. Jadi biasakan di rumah ada waktu khusus ngobrol dengan mereka, kita bisa masuk lewat kasus-kasus yang terjadi di masyarakat. Lihat tanggapan mereka, puji jika sesuai dan luruskan jika menyimpang.

Bunda, kita akan terkejut dengan jawaban mereka. Kebetulan sulung saya juga kelas 1 SMA. Asyik betul kalau dia pulang dari pondoknya, diskusi kami selalu seru. Hal yang terpenting untuk anak usia remaja adalah pemahaman mereka tentang Allah, bahwa Allah membersamai mereka di setiap waktu. Pengalaman saya sebagai kepala sekolah SMP hal ini sangat krusial, karena anak remaja rentan terhadap hal-hal yang menyimpang.

Tanggapan
Asumsi penanaman keimanan sudah tuntas kan ya ustazah. Kalau belum bagaimana kira-kira penekanan akidahnya? Dengan kondisi bertemu anak-anak sekali dalam sebulan?

Jawab
Optimalkan pertemuan sebulan sekali untuk bonding sekaligus diskusi. Seperti yang saya bilang, pancing dengan pertanyaan, nanti dari sana kita akan tahu hal-hal yang perlu kita tambahkan.

Yang paling mudah misalnya ceritakan tentang seorang perempuan yang saat kerja harus melepas jilbab, menurut kamu bagaimana, Nak? Padahal sekarang cari kerjaan susah dan dia butuh banget untuk membiayai ortunya. Tapi dengan syarat, diskusi hanya bisa menarik jika kita dekat dengan anak. Kalau tidak, yang ada kabur anaknya. Hehe.. Saya tidak menyarankan penanaman aqidah dalam bentuk nasehat secara terus menerus. Aqidah tentu meliputi syahadatain, ma'rifatullah, ma'rifaturrasul, ma'rifatul Islam dll.

3. Bunda Dika
Bagaimana menanamkan aqidah kepada anak usia 17 bulan? Bagaimana langkah menanamkan aqidah sesuai tahapan usia anak?

Jawab
Lewat buku yang kita bacakan, Bunda. Atau dengan mengajarkan indahnya ciptaan Allah, membiasakan menyebut asma Allah dalam setiap momen. Contoh mudah, dalam perjalanan kita bisa mengajaknya bicara, "Dek, lihat awannya indah ya, ciptaan siapa?" dsb

Penanaman aqidah disesuaikan dengan usia mereka, karena seiring berkembangnya usia tentu berkembang pula pola pikirnya. Secara konsep tentang keesaan Allah, Islam satu-satunya agama yang diterima Allah, Rasul tauladan mulia dll. Namun cara penyampaian dan contoh-contoh yang disesuaikan dengan tahapan usia mereka.

Pembahasan akan sangat panjang namun sebagai contoh langkah penanaman aqidah pada anak usia 0-3 thn sebagai berikut :
1. Membiasakan kalimat tauhid, asma Allah dalam setiap perbuatan.
2. Mengajarkan cinta pada Allah. Ceritakan tentang karunia Allah yang luar biasa, pada dirinya. Indahnya jari, kuatnya kaki dsb.
3. Mengajarkan cinta pada Rasul. Pengorbanan Rasulullah dan para sahabat hingga kita bisa merasakan nikmatnya Islam.
4. Membiasakan interaksi dengan Al Qur'an. Tidak utk membacanya, tapi membiasakan dekat, menghafal surat-surat pendek. dll

4. Bunda Yevi Jatim 2
Saya sering debat sama suami, kalau bicara akidah takut ga kesampean sama si anak .Apalagi suami saya kadang pakai bahasa orang dewasa jawaban nya. Lambat laun si anak juga akan faham sesuai waktu. Tapi saya masih khawatir kira-kira memberatkan tidak ya? Kadang penegenalan Allah aja bicara nya udah kayak bicara ke anak kuliah. Worry nya si anak.merasa bingung, emang dia cuman diem sambil mikir.

Jawab
Itu yang dimaksud dengan bicara cerdas, biasakan berbicara dengan anak seperti teman. Tidak dicadel-cadelkan, karena sesungguhnya anak-anak adalah penyimpan memori yang luar biasa. Saya sudah membuktikan pada si sulung, dan dia jauh lebih banyak memiliki kosa kata dibanding anak seusianya, jauh lebih dewasa dan memahami masalah dengan baik. Jadi insyaalah tdk apa-apa bunda Yevi. Hanya saja intonasi perlu disesuaikan, jangan seperti dosen pada mahasiswanya.

Tanggapan
Adakah buku rekomendasi,yang menceritakan kisah2 seperti di Alquran?

Jawab
Banyak bunda. Terbitan sygma, dzikrul kids, rumah pensil banyak yg bagus.

5. Bunda Dwi
Saya sekarang sedang mengajarkan tentang Allah dan ciptaan-ciptaanNya, nah suatu hari anak saya bercerita tentang hantu dan setan, saya cukup kaget dan menjelaskan kalo hantu itu tidak ada, tapi setan itu makhluk ciptaan Allah. Tapi teman nya sering cerita hantu dan setan itu sama saja. Bagaimana saya memfilter si kecil biar tidak ikut temannya?

Jawab
Saat anak melontarkan pertanyaan atau bercerita, itu momen yang pas untuk kita banyak membahas, karena mereka sedang dalam kondisi penasaran / ingin tahu. Sampaikan bahwa hantu hanya nama lain dari setan. Tapi biasanya kita mengkonotasikan hantu dengan sesuatu yang gentayangan. Nah ini yang perlu diluruskan, karena dalam Islam setiap orang yang sudah meninggal, ruhnya Allah simpan/angkat hingga waktu hisab tiba.

Jelaskan pula tentang setan / jin. Mereka menganggu manusia, tapi manusia lebih kuat karena kita punya Allah dan diajarkan doa-doa oleh Rasulullah. Memang semakin banyak saja godaan yang akan dihadapi anak-anak kita untuk mempertahankan aqidah di zaman akhir ini..

Tanggapan
Mungkin ada tips agar anak lebih kebal terhadap lingkungan yang kurang kondusif Ustadzah? Misal pakai lagu itu apa efektif juga untuk menanamkan aqidah.

Jawab
Intinya pada bounding antara anak dan ortu. Jika pengaruh kebaikan kita besar atas mereka maka insyaallah pengaruh luar kecil perannya. Lagu-lagu menurut saya kurang mengena. Lebih optimal melalui cerita dan obrolan. 


5. Bagaimana menanamkan pemahaman bahwa Islam satu-satu nya agama yang Diridhoi Alloh pada anak usia TK atau SD, sedang mereka berinteraksi dengan anak lain yang beda agama. Namanya anak-anak kan polos kalau bicara dengan temannya atau orang lain. Takutnya orang yang beda agama tsb jadi tersinggung dan menilai kita tidak toleran.

Jawab
Toleran atau tidak toleran tidak berlaku dalam masalah aqidah. Tahukah bunda, anak-anak yahudi dan nashrani sudah didoktrin tentang Islam adalah bad thing sejak mereka kecil. Kita tentu tidak melakukan itu, kita hanya benci orang kafir yang memerangi. Tapi yang perlu kita tanamkan pada anak-anak adalah izzah Islam, kebanggaan mereka sebagai muslim.

Ceritakan keindahan Islam, sempurnanya Islam mengatur seluruh kehidupan sejak bangun tidur hingga tidur lagi, sucinya Islam karena sumber hukumnya terjaga keasliannya dll. Jadi yang tumbuh pada anak adalah PDnya dia sebagai muslim, yakinnya dia Islam adalah agama yang diridhoi Allah.

Penutup
Semoga kita terus menguatkan aqidah kita dan membina aqidah anak-anak kita, karena yang akan dimintai perranggung jawaban adalah kita sebagai orang tua, bukan para guru di sekolah ataupun guru ngaji anak-anak kita.



Resume Kulwap Jatim 1&2
hari dan tanggal : JUMAT  DESEMBER  2015
 Pukul : 19:30-21:30
Pemateri : Ustadah lilah
Tema : Menanamkan keimanan
Moderator :  Bunda lutfi
Notulen : Bunda phita

Dec 17, 2015

Inspirasi Anak dengan Impian Masa Depan Terbaik

Inspirasi Anak dengan Impian Masa Depan Terbaik
Inspirasi Anak dengan Impian Masa Depan Terbaik
Artikel ini mengambil satu bab dari buku The MODEL for Smart Parents. Buku ini tujuannya sejiwa dengan motto pendidikan anak dari saya. Yaitu, Mencetak Anak Sukses dan Kontributif Sejak Kecil. Apa itu Sukses dan apa itu Kontributif bisa didiskusikan di sesi diskusi. 

Harvard Business School (Inspirasi Mereka dengan Impian Masa Depan Terbaik)

Pagi yang indah. Dalam perjalanan mengantar anak-anak ke sekolah saya biasa mengisi waktu di dalam mobil dengan bercengkrama. Mengisi pikiran segar mereka dengan hal-hal positif. Pagi hari adalah waktu yang istimewa untuk mendapatkan hasil tuning terbaik.

Pagi itu saya bercerita kepada anak-anak tentang kampus terbaik di dunia. Kampus beken yang sempat saya ceritakan seperti Harvard Business School, Oxford University, Massachusetts Institute of Technology, termasuk Tokyo Institute of Technology. Yang terakhir adalah tempat abinya menimba ilmu dulu di Jepang. Tidak hanya itu saya menyampaikan peluang mereka menembusnya suatu saat nanti. Dengan sedikit sentuhan teknik visualisasi maka cerita kampus hebat dan peluang menembusnya berubah menjadi energi yang menggairahkan anak-anak.

Setelah bicara kampus hebat dan peluangnya, saya berbagi informasi tentang salah satu beasiswa yang dapat membiayai mereka di sana, Presidential College. Saya sebutkan besaran beasiswanya. Lalu mengajak mereka berhitung berapa uang yang dapat mereka kumpulkan selama kuliah di sana. Mereka membuat kalkulasi. Mereka takjub. Membayangkan besarnya uang yang akan terkumpul. Uang itu akan menjadi modal untuk membangun bisnis yang mereka impikan. Paling tidak itulah yang terlontar dari omongan mereka di pagi itu.

Mobil terus menembus segarnya pagi. Imajinasi kampus terhebat, peluang beasiswa berlanjut dengan rencana membangun bisnis dari uang yang terkumpul. Mereka berkhayal dan menghitung pertumbuhan keuntungan bisnis. Saya biarkan khayalan mereka berkelana. Saya nikmati lontaran pikiran-pikiran segar mereka sambil berharap mereka dapat meraih potensi maksimal di masa depan. Semoga Allah swt. memudahkan cita-citamu, Nak. Bukankah Allah swt. mencintai muslim yang kuat?

“Tingginya cita-cita dan kuatnya semangat adalah bagian dari iman” (Imam Ali bin Abi Thalib ra.), Apa yang terjadi setelah perbincangan di mobil itu? Sepulang sekolah mereka bersemangat melihat-lihat kampus terbaik. Berselancar di dunia maya melalui lorong search engine, Google. Mereka cari listing kampus-kampus terbaik. Mereka ketemu dengan Carlifornia Institute of Technology sebagai kampus nomor satu. Mereka pun membicarakannya.

Beberapa hari kemudian saya kumpulkan anak-anak di dalam forum halqah. Saya lanjutkan pembicaraan kami di mobil tentang kampus terbaik. Saya buat gambar seperti di samping. Saya jelaskan sebuah lingkaran target yang bertuliskan Harvard Business School (HBS). Lalu garis-garis yang menuju dan menyentuh lingkaran itu adalah jalan orang-orang yang mau masuk ke sana.  Saya tuliskan nama-nama mereka di garis yang menyentuh HBS. Itu adalah saat lulus Sekolah Menengah Atas. Garis di belakangnya adalah saat mereka menjalani Sekolah Menengah Atas. Lalu ada garis-garis di belakangnya lagi. Berturut-turut menggambarkan saat di Sekolah Menengah Pertama sampai kondisi sekarang.

Saya ajarkan mereka berpikir dengan prinsip “Berawal dari akhir di dalam pikiran”. Memulai dari capaian visi dunia di masa depan kemudian merunutnya pada masa sekarang. Mereka dapat menangkap gagasan bahwa untuk masuk ke Harvard Business School atau sekolah beken yang lain diperlukan garis-garis yang konsisten mengarah ke tujuan. Garis itu melambangkan aktivitas keseharian atau kebiasaan mereka. Garis yang mengarah ke sana berarti keseharian yang relevan untuk sampai di sana.

"Saya jelaskan pula kebiasaan yang tidak menuju lingkaran cita-cita. Saya buatkan garis-garis yang tidak menuju lingkaran target. Untuk menggambarkan perjalanan hidup yang tidak sampai tujuan. Menyimpang entah kemana. Saya dramatisasi penjelasan tentang arah garis yang salah dapat membawa mereka pada kegagalan hidup. Jauh dari pusat cita-cita."
Tentu saja teknik visualisasi ini saya lakukan untuk anak-anak yang usianya cukup matang berpikir abstrak. Waktu itu usia mereka, Shafa (15 tahun), Althof (13 tahun) dan Kautsar (11 tahun). Bila Anda ingin melakukannya pada anak-anak, pastikanlah mereka mampu dan tertarik dengan visualisasi masa depan seperti ini.

Apa yang saya lakukan ini terinspirasi dari praktek Rasulullah saw. Ketika mengajar kadang Rasulullah saw. menggunakan teknik ilustrasi gambar. Dalam bukunya Muhammad Sang Guru, Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah menunjukkan sketsa gambar yang pernah dibuat Rasulullah saw. tentang angan-angan dan gangguan-gangguan yang datang tak terduga. Gambar ini beliau tulis berdasarkan hadits Bukhari yang meriwayatkan kisah dari Abdullah bin Mas’ud ra. Saya tidak menyampaikan gambar beliau di sini. Poinnya adalah gambar sangat efektif untuk mengilustrasikan penjelasan, termasuk penjelasan kepada anak-anak bagaimana masa depan mereka kelak.

Apakah anak-anak saya kelak bisa sampai pada kampus semacam Harvard Business School, Oxford University, California Institute, Massachusetts Institute of Technology atau Tokyo Institute of Technology? Wallahu’alam. Masih banyak kemungkinan. Biarkan nanti mereka yang memutuskan.

Di lain kesempatan saya juga pernah berbincang tentang Al-Azhar Mesir atau King Abdullah University of Science & Technology Saudi Arabia. Sebenarnya bukan tentang kampus beken ini sebagai tujuan utama. Poin utamanya adalah mengajarkan mereka bagaimana membangun visi masa depan. Menginspirasi mereka agar hidup dengan tujuan jauh ke depan. Mengajarkan mereka bahwa untuk meraihnya diperlukan usaha yang relevan.

Begin with the end in the mine. Berawal dari akhir dalam pikiran. Sudahkah Anda berbagi inspirasi masa depan kepada anak-anak Anda? Seperti yang pernah disampaikan oleh Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna "Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok." Semoga Allah swt. memudahkan anak-anak meraih masa depan terbaik mereka. Aamiin ya rabbal 'alamin.


Allah swt. memberi hadiah terindah berupa buah hati. Mereka adalah calon orang-orang hebat yang tidak hanya sukses tapi juga berkontribusi untuk membangun peradaban Islam. Umat Islam itu adalah umat terbaik. Maka kita mustinya juga memberi pendidikan terbaik untuk anak-anak kita. Pandanglah anak-anak kita sebagai anak raja. Anak raja biasanya mendapat yang terbaik. Untuk memberi yang terbaik maka kita perlu ilmu dan pengalaman.


Maka dari itu mari bunda-bunda shalehah kita terus belajar dan mengamalkan apa yang kita pelajari dalam mendidik anak-anak kita. Semoga Allah swt. membudahkan kita mencetak anak yang sukses-bahagia dan kontributif dalam membangun peradaban Islam. 




Resume kulwap jogja
hari dan tanggal : jum'at, 11 Desember 2015
Pukul  : 19.30- 21.30
pemateri : Ust nopriadi
Nopriadi Hermani, Ph.D.
Facebook: Nopriadi Hermani


Twitter: @nopriadi
Tema : The MODEL for smart parent (Harvard Bussines School)
Modetator : Bunda Rita
Notulen : Bunda yosi

Dec 10, 2015

Resensi Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans

Resensi Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans
Resensi Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans
Judul : Resensi Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans
Penulis : Sayf Muhammad Isa & Felix Y. Siauw
Penerbit : Al-Fatih Press
Terbit : 2014
Halaman : 320 Halaman
Kategori : Novel Sejarah
Rating : 4.5 of 5


"Dengan menyebut nama Allah 'azza wa jalla.
Dari Murad, Khalifah Orang Beriman, kepada Ivan Alexander, Kaisar Bulgaria.
Aku bermaksud untuk mengajakmu bersama-sama berpegang teguh kepada satu kalimat tahuhid, tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, Tuhan seru sekalian alam. Dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah sebagaimana Isa 'alaihissalam telah diutus juga olehNya.

Aku menyeru kepadamu, masuklah kau ke dalam Islam, maka pasti kau akan selamat di dunia dan di akhirat. Kehidupanmu akan mudah dan berkah. Tapi kalau kau menolak, kau diwajibkan untuk membayar jizyah setiap tahun. Jangan dulu berburuk sangka, Islam mengatur bahwa jizyah hanya diambil dari laki-laki dan dari orang mampu, bukan dari anak-anak, perempuan dan orang-orang miskin. Dengan bernaung di bawah penerapan syariat Islam kesejahteraanmu akan dijamin dan keamananmu akan terjamin pula. Kau tidak akan dipaksa untuk memeluk Islam dan tidak akan dianiaya secuil pun.

Tapi kalau pilihan kedua ini pun kau tolak, tandanyan kau telah menghalangi sampainya seruan Islam kepada rakyatmu, dan Allah mengajarkan bahwa aku harus menghancurkan penghalang itu dengan memerangimu dan pasukanmu.

Aku dan prajuritku telah sampai di Velbudz. Aku mengharapkan jawabanmu terhadap seruanku ini...."
The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans (halaman 48 - 49)

Demikianlah isi surat yang dikirim oleh Sultan Murad I dari Kesultanan Utsmani kepada Kaisar Bulgaria. Surat yang sama pun kelak dikirimkan kepada para penguasa Eropa lainnya, Kaisar Serbia, Voivode (Pangeran) Bosnia, Voivode Kroasia, Voivode Wallachia hingga Sang penguasa Romawi, Kaisar Hungaria (Raja Hungaria, Raja Bohemia, Raja Lombardia dan Kaisar Romawi Suci). Diantara mereka ada yang tersentuh dengan kemuliaan Islam dan serta merta mengucap dua kalimat Syahadat, namun tak sedikit pula yang memilih jalan perang.

Sebuah novel sejarah luar biasa yang bercerita tentang masuknya Islam di masa Kesultanan Utsmani (Ottoman) ke daratan Eropa. Dulu saat saya membaca tulisan-tulisan tentang perjuangan umat Islam di Kosovo, Serbia, Bosnia, jujur saja saya tidak mengerti sama sekali bagaimana semua konflik itu bermula. Dari Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans inilah pandangan saya terbuka akan betapa hebatnya para ksatria Islam di masa lampau.

Kisah yang dimulai sekitar setengah abad sebelum penaklukan Konstantinopel (Istambul) oleh Muhammad Al-Fatih, Putra Sultan Murad II (Baca : Resensi Buku Muhammad Al Fatih 1453). Diawali dengan penaklukan wilayah Eropa oleh Kesultanan Utsmani, Kisah Al-Fatih kecil, hingga perkenalannya dengan cucu Voivode Wallachia, sang Vlad Dracula yang legendaris.

Masih bingung apa hubungan Vlad Dracula dengan sejarah Islam? Yup, ternyata Vlad Dracula memang benar-benar ada, nama yang memiliki arti "Vlad anak Sang Naga" ini pada masanya meninggalkan kekejian dan kepedihan yang akan dikenang seluruh umat manusia hingga saat ini.

So, jangan ngaku muslim / muslimah keren kalau nggak melek sejarah. Setelah membaca Buku The Chronicles of Ghazi - The Rise of Ottomans dijamin akan langsung berburu buku kedua dan ketiga dari trilogi The Chronicles of Ghazi ini. Satu lagi, bagi saya buku ini adalah aset tak terhingga yang kelak bisa diwariskan kepada anak cucu kita agar semakin mencintai dan memegang teguh agamanya, Islam. Happy reading!

Salam Hangat,

Dec 7, 2015

Islamic Parenting

Islamic Parenting
Islamic Parenting
Islamic Parenting - Dalam pendidikan Islam pada dasarnya mengajak manusia untuk memahami kehidupan, mulai dari tujuan hidup, tugas kehidupan, pegangan hidup, visi misi strategi hidupnya, teman hidup, prinsip dan nilai hidup, hingga gaya hidup. Sayangnya banyak diantara kita harus perbanyak istighfar,  karena belum apa apa kita sudah melanggar perintah Allah.

Surah Al-Isra, ayat 36: 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا 

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya."

Surah Al-Isra, ayat 37: 

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا 

"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung."

Surah Al-Isra, ayat 38: 

كُلُّ ذَٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِندَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا 

"Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu."

Yakni punya anak dulu baru belajar ilmu pendidikan anak, padahal adabnya adalah Ilmu Qabla Amal. Sehingga pengasuhan sering kali terjadi hanya karena kepanikan, reaksi, dan faktor tradisi saja, yang seharusnya pada dasar-dasar islam sudah dijelaskan secara lengkap 

Tanya Jawab

1. Abah bagaimana jika kita terlambat merancang visi dan misi keluarga islami? Apa yang harus dibenahi dahulu? Dari manakah kita harus memulai untuk menjalankan visi dan misi keluarga yang meneladani ruh islami.(bunda Noni)

Jawab
Pertama, perbanyak istighfar dan akui dibagian mana kita salah nya, buatlah mindmaping nya. 
Kedua, bicara dengan pasangan agar sinergi 
Ketiga, meminta maaf pada anak dan ubah pola komunikasi lebih positif 
Keempat, belajar kembali soal : tauhid, adab, akhlak dan tahapan pendidikan anak dalam islam 
Kelima, mulai buat program 3 bulanan 
Bagaimana pun kita terlebih dahulu yang harus diterapi sebagai ayah bunda agar dapat diputus mata rantai pola pengasuhan yang negatif.


2. Abah, bagaimana cara kita mengubah sudut pandang pola asuh anak dengan pola asuh yang kita dapat dari orang tua terdahulu? Terkadang ketika bersama keluarga besar kita pun terbawa arus mereka. Dan terkadang pula kita harus mengalah sebentar . (bunda Khansa)

Jawab
Pertama, akui dulu bahwa ada yang salah dan negatif serta menyadari dampak nya dari pola asuh yang lama. 
Kedua, fahami secara jelas mendalam, apa sih yang diinginkan oleh islam dalam pendidikan anak?
Ketiga, akui secara jujur, kondisi realita saat ini kelebihan dan kekurangan kita. Akui dengan tegas dan rendah hati, siapa diri kita senyatanya dan siapa diri kita yang seharusnya dalam pandangan psikologi islam. 
Keempat,  perkuat pemahaman kita tentang tauhid, sehingga Allah lagi, Allah saja dan Allah terus, sambil tetap tersenyum dan baik hati menikmati prosesnya.
Paling awal buat dulu TUJUAN PENGASUHAN ANAK. Yang penting mindmap dasarnya dulu yang terdiri dari : tujuan hidup, visi misi hidup, pandangan hidup, pegangan hidup, teman hidup, gaya hidup, strategi hidup. dan ini perlu coaching tersendiri 

3. Sebaiknya ilmu apa saja yang harus dimiliki para orang tua? Khususnya karena sekarang Alhamdulillah sudah terlanjur punya anak, bagaimana cara menyikapi & mengejar ketertinggalan tsb? (bunda Ryan)

Jawab
Ilmu Tauhid, Adab, pemahaman tentang manusia dan perkembangannya, pemahaman tentang takdir. psikologi pendidikan dan perkembangan anak. Memang harus ada kesungguhan buat belajar lagi. Karena sebenarnya hal diatas sudah selesai paling lambat usia 20 tahun. Nah, ibu-ibu punya target tidak, bahwa anak-anak harus sudah dewasa usia berapa? Jejakjiwa itu lebih kepada pemahaman tentang tahapan tahapan perkembangan dan belajar dari pola-pola yang salah dari pengalaman orang lain 

4. Apa yang harus dilakukan apabila ada perbedaan dalam visi misi bersama pasangan, atau visi misinya sama tetapi actionnya beda. Bagaimana membuat itu bersinergi? (bunda Dewi)

Jawab
1. Bicarakan semua yang berbeda di belakang anak, jangan didepan anak
2. Ajak suami ikut seminar workshop training konseling 
3. Tetapi semua dimulai dari perbaikan komunikasi 
4. Jangan menunggu pasangan berubah,  lakukan perubahan diri 
5. Doakan pasangan kita dengan tambahan ibadah nafilah (dhuha, wirid, ngaji, tahajud, layani pasangan sepenuh hati dll)  

Lalu bagaimanakah contoh program 3 bulanan? Yang penting kita harus punya rencana 3 bulan prinsip dan nilai hidup, wawasan, skill apa yang ingin diajarkan pada anak, baru setelah itu kita pikirkan strategi pembelajaran nya 

5. Terkadang bukan karena tidak belajar atau tidak punya ilmu tentang pendidikan dan pengasuhan anak, tapi bagi yang pembelajar saja ini selalu menjadi keluh kesah harian. Jujur, saya belum paham karena saya belum mngalaminya, sebenarnya apa yang salah dengan hal seperti ini? (bunda Tia)

Jawab
Islam itu the best 
Islam sudah sempurna 
Al Islam tertinggi 
itu aja bu, yg lainnya jadi makmum 

6. Bagaimana cara yang paling baik untuk mengajarkan anak untuk teguh pada syariat, misalnya pada anak perempuan, bagaimana agar membuat anak untuk teguh menggunakan hijab tanpa merasa terpaksa. karena anak kadang mungkin melihat temannya tidak berhijab akhirnya minta buka hijabnya. (bunda Nurul)

Jawab
Jangan sampai tahapan terlewatkan, dan harus ada teladan dulu, pendekatan bukan syariat belaka tapi tauhid lengkap dengan segala turunan nya. Intinya pola komunikasi yg positif.


7. Bagaimana dengan orang tua yang sudah buat perencanaan pengasuhan anak, tetapi karena kesibukan keduanya bekerja sehingga tidak terlaksana, sehingga yang mengasuh anak tersebut apa adanya? (bunda Nuha)

Jawab
istighfar dan taubatan nashuha, Uang bisa dicari tapi peluang sulit terulang lagi. 


Kesimpulannya adalah harus siap rendah hati untuk belajar lagi, karena adabnya adalah Ilmu dulu baru amal. 
"Karir boleh gagal, bisa diulang tapi parenting tidak boleh gagal"


Sumber : 
RESUME DISKUSI HSMN TANGERANG 2
Hari/tgl : Rabu, 2 Des 2015
Pkl : 20.00 s.d 22.00 wib
Pemateri : Abah Lilik
Tema : Islamic Parenting
Moderator : Noni Suprianti
Notulen : Nadia Fatma



Profil abah lilik Riza.  
Nama lengkap Fadli Riza, insya Allah ayah 6 anak. Fokus di mindset motivasi dan Jejakjiwa parenthood coaching, psikologi perkembangan islami, dalam dunia konseling sering menemui orang orang yang mengadakan permasalahan nya, baik dengan atasan, teman, sahabat, pasangan hidup, mertua, pendidikan anak. Yang ternyata semua itu tidak lepas dari pola pengasuhan yang pernah dialami client, sehingga abah membuat pola coaching yang berbasis  pada jejak jiwa seseorang.