Mar 10, 2017

Fun Time #17 : Membuat Proyektor Sederhana

Fun Time #17 : Membuat Proyektor Sederhana
Fun Time #17 : Membuat Proyektor Sederhana
Sumber gambar : http://palingmudah.wordpress.com
Proyektor adalah sebuah alat optik yang digunakan untuk menampilkan gambar di sebuah layar proyeksi atau permukaan serupa (sumber : https://id.wikipedia.org). Nah, proyektor sendiri dibagi menjadi 3 macam, ada proyektor elektronik (LCD), proyektor transparansi (film, slide, overhead), dan proyektor matematika.

Kali ini, dalam rangka belajar tentang berbagai macam lensa, kami punya project Fun Time #17 : Membuat Proyektor Sederhana. Eniwei, nantinya, kita bisa nonton video atau film dari handphone yang dipantulkan oleh lensa cembung ke bidang datar seperti tembok, sehingga gambar yang muncul menjadi lebih besar. Yaaa.. istilah kerennya kaya nonton layar tancap gitu, hehehe...

Apa aja sih, yang dibutuhkan untuk Fun Time #17 : Membuat Proyektor Sederhana?

Fun Time #17 : Membuat Proyektor Sederhana
Step by step Fun Time #17 : Membuat Proyektor Sederhana
Alat & Bahan :
  • Kardus sepatu bekas
  • Lensa cembung (kami membeli di toko buku seharga Rp. 45.000,-)
  • Cutter / Gunting
  • Lem tembak
How to make it?
  1. Lepaskan lensa cembung dari rangkanya
  2. Buat lubang sebesar lensa cembung pada kardus 
  3. Tempelkan lensa menggunakan lem tembak (kami sudah mencoba berbagai lem lain, namun semuanya berujung mudah lepas, jadi direkomendasikan pakai lem tembak ya..)
  4. Buat penyangga handphone (seperti pada gambar)
  5. Setting handphone pada kecerahan maksimal (brightness-nya diatur maksimal)
  6. Letakkan handphone pada tempatnya dan tutup rapat kardus
  7. Matikan lampu di ruangan (semakin gelap hasil gambar semakin jernih), tempatkan pada ketinggian yang diinginkan dan selamat menikmati pertunjukan!
Fun Time #17 : Membuat Proyektor Sederhana
Letakkan handphone pada penyangga dan
atur maju mundur sampai didapat gambar yang jelas
Mudah bukan Fun Time #17 : Membuat Proyektor Sederhana kali ini? Tidak sampai 30 menit untuk membuatnya. Namun berhasil tidaknya pantulan pada proyektor sangat ditentukan pada penentuan jarak, ketinggian serta gelap terangnya ruangan.

Jujur saja di hari pertama kami merasa gagal, karena hanya mendapatkan gambar blur pada tembok. Saya sampai melihat berbagai tutorial lain dan merasa yakin apa yang kami lakukan sudah benar. Nggak seru dong, sudah beli lensa mahal tapi nggak bisa menikmati layar tancap. Kami pun mencoba lagi di hari kedua. Berpindah ke ruangan yang lebih gelap, maju mundur berulang-ulang hingga gambar muncul, serta mengatur jarak handphone dalam kardus. Lumayan butuh kesabaran untuk menemukan titik yang pas, tapi happy banget saat bisa nonton ipin upin di gelapnya kamar sambil ngadep tembok. Hehehe...

Intinya jangan pernah merasa gagal, coba lagi, coba lagi sampai berhasil. Pasti sepadan dengan kesenangannya! So, selamat mencoba ya...

Salam Hangat,

No comments:

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.