Jan 20, 2018

Ngedate Bareng si Kecil? Ini yang Perlu Bunda Perhatikan

Ngedate Bareng si Kecil? Ini yang Perlu Bunda Perhatikan
Ngedate Bareng si Kecil? Ini yang Perlu Bunda Perhatikan
Kata ngedate biasanya identik dengan pasangan. Namun sebagai emak jaman now, ngedate sama si kecil adalah hal lumrah dilakukan, tak terkecuali saya. Ngedate dengan dua lelaki kecil kami sering kali menjadi pelarian di kala sang ayah masih bekerja saat weekend. Hiks..

Ngedate sama anak biasanya ngapain aja, sih? Jangan salah, banyak kok aktifitas seru di luar rumah yang bisa kita lakuin bareng bocah. Seperti ngadain playdate sendiri bareng teman-teman, ikut kegiatan komunitas, mengikuti aneka lomba, nyobain tempat makan baru, nonton film anak (yang mana si ayah paling males), sholat jum'at di masjid kota, atau sekedar muter-muter ngabisin bensin sampai akhirnya nyantol beli jajanan. Hahaha..

Buat saya jalan bareng anak-anak udah semacam ritual di kala bosen di rumah sambil nunggu si ayah pulang. Bisa dibilang mereka itu best friend saya banget, yang tak terpisahkan 7 x 24 jam kecuali saat jam sekolah (sementara saya bekerja) dan ketika mereka liburan di rumah eyangnya. Percaya atau tidak, meski saya masih tercatat sebagai working mom, saya bahkan susah cari kesempatan untuk sekedar potong rambut di salon. Ntar anak-anak sama siapee?? Tapi saya berusaha menikmati momen-momen rempong saat ini, toh masa kecil mereka hanya sekejap. Bukankah hidup adalah tentang prioritas?

Ngedate Bareng si Kecil? Ini yang Perlu Bunda Perhatikan
Siap ngedate dengan ikutan lomba
Bicara tentang ngedate bareng si kecil, sebagai ibu, ada juga lho hal-hal yang perlu kita perhatikan. Apa aja sih? Yuk kita simak :

Toiletries
Meski hanya keluar sebentar, namanya pergi sama anak itu harus serba siap sedia. Sebagai ibu dari dua anak lelaki berusia 6 dan 9 tahun, tisue basah, tisue kering dan gel pencuci tangan adalah toiletries wajib yang harus selalu ada. Karena kejadian makan belepotan ke baju hingga lari-lari sampai keringetan adalah hal yang mustahil untuk dihindari.

Botol minum
Entah kenapa sejak punya anak saya jadi terbiasa membawa minum sendiri setiap keluar rumah, terlebih ketika mengajak mereka. Bukannya sok higienis atau apa, tapi lebih kepada rasa nyaman karena I have my own water aja. Terutama duo krucil yang super banyak gerak itu nggak bisa diprediksi kapan mereka mendadak haus, bahkan ketika sedang di atas sepeda motor!


Bekal makanan ringan
Yang ini wajib banget bawa kalau ngajakin mereka ke acara-acara komunitas, jum'atan di mesjid (karena seringnya laper sepulang sekolah), atau pas ngikut ke kantor! 

Waktu ngedate
Ini juga penting untuk diperhatikan, jangan sampai niatnya ngedate tapi malah si anak ngantuk! Yang seperti ini biasanya terjadi kalau perginya di siang hari. Apalagi saya yang terbiasa kemana-mana naik motor, momen ketika si adek mulai ngantuk itu benar-benar cobaan berat. Maka usahakan bepergian di pagi hari ketika si kecil masih fresh, atau sore hari setelah anak tidur siang.

Outfit
Outfit alias busana yang dipakai sang ibu juga penting untuk diperhatikan. Gunakanlah pakaian yang casual untuk beraktifitas bersama anak-anak, bahan yang nyaman serta tidak menggunakan aksesoris berlebihan. Terlebih jika si kecil masih di usia balita, nggak mau kan kalung yang kita pakai dibrodoli karena rasa penasaran mereka, hehehe.. 

Ngedate Bareng si Kecil? Ini yang Perlu Bunda Perhatikan
Legging dengan warna pastel
pic by : www.mataharimall.com
Jika menggunakan hijab dan lebih suka memakai gamis, pastikan juga untuk menggunakan dalaman rangkap atau legging. Jujur saja, dulu saya termasuk orang yang paling nggak suka pakai legging dengan alasan klise, sumuk dan sumpek. Namun sejak anak-anak mulai besar dan paham tentang aurat, saya mulai belajar untuk bersahabat dengan legging. Dari yang dulunya cuma punya 1 legging, sekarang mulai bertambah sedikit demi sedikit. Itupun kalau mau cari celana legging wanita terbaru, biasanya via online aja, banyak pilihan warna-warna pastel kesukaan dan nggak ribet. Mau bagaimana lagi, rok ngangkat sedikit aja sudah dibilang "Bunda saru (nggak sopan).." sambil dibacain hadits menutup aurat. Hehehe... Punya dua anak lelaki memang seperti punya bodyguard tambahan yang selalu ngingetin emaknya ketika mulai 'aneh-aneh'.

Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika ngedate bareng si kecil, demi tercapainya dolan-dolan yang aman, nyaman serta menyenangkan. Happy hangout, Mom!

Jan 9, 2018

Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel, Menutup 2017 dengan Sempurna

Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel, Menutup 2017 dengan Sempurna
Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel,
Menutup 2017 dengan Sempurna
Sebagaimana liburan sebelum-sebelumnya, saya dan anak-anak mulai merencanakan berbagai kegiatan untuk mengisi liburan semester gasal tahun ini yang bertepatan dengan libur Natal dan tahun baru. Kami sekeluarga berencana ke Jakarta selama libur Natal dan mengisi libur tahun baru dengan mengikuti Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel pada tanggal 30 - 31 Desember 2017. By the way, ini adalah camping pertama yang diikuti si sulung tanpa didampingi keluarga, setelah sebelumnya kami hiking atau mendaki gunung bersama. Saya dan suami berharap agar kali ini Abang punya pengalaman tersendiri dengan camping bersama teman-temannya.

Camp Qur'an merupakan kegiatan liburan yang digagas oleh Pesantren Tahfidz Rijalul Qur'an Semarang untuk pertama kalinya. Saya sendiri tertarik dengan acara ini karena mengambil tema simulasi pembebasan Benteng Konstantinopel.

For your information, cerita pembebasan konstantinopel oleh Sultan Mehmed II atau Muhammad Al Fatih menjadi kisah epic nan heroik yang paling saya kagumi. Dalam beberapa kesempatan, saya  sering kali menceritakan tentang kisah hidup Al-Fatih dari kecil hingga menjadi Penakluk Konstantinopel (sekarang Istanbul, Turki) sebagai kisah pengantar tidur. Pernah juga mengajak kedua putera kami untuk menonton video kisah Al Fatih. Namun rasanya tak ada yang lebih membekas bagi anak-anak selain pengalaman merasakan langsung simulasi Pembebasan Konstantinopel tersebut.

Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel, Menutup 2017 dengan Sempurna
Informasi Camp Qur'an

Baca juga : Resensi Buku Muhammad Al Fatih

Kegiatan Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel ini ibarat mengajarkan sejarah besar umat Islam di masa lampau dengan memberi kesempatan kepada anak-anak untuk ikut merasakan suasana perjuangan di masa itu, sehingga timbul semangat (ghirah) dan kecintaan dalam diri mereka pada agama dan RABBnya. Saya beserta lebih dari 250 orang tua lain yang mendaftarkan anaknya di Camp Qur'an ini, menjadi saksi perjuangan anak-anak kami untuk bertahan hidup dan merasakan lelah letihnya perjuangan para pasukan Al Fatih selama camp. Seringkali kami ikut bergetar, merinding dan merasakan ghirah yang sama, setiap kali panitia mengabarkan kegiatan yang sedang dilakukan anak-anak sembari mengirimkan foto-foto mereka.

Meski hanya berlangsung selama 2 hari 1 malam, namun kegiatan Camp Qur'an sangat padat dan memberikan palajaran yang sangat berharga. Baik bagi anak-anak maupun para orang tua yang menitipkan putera puteri mereka. Apa saja sih, kegiatan di Camp Qur'an yang sangat berkesan?

Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel, Menutup 2017 dengan Sempurna
Pembukaan Camp Qur'an 30-31 Desember 2017

Sholat Dhuha
Para peserta Camp Qur'an berkumpul di lokasi Wisata Kebun Durian Watu Simbar Semarang sejak pukul 07.00 WIB. Mereka melakukan registrasi dan berganti dengan kaos seragam yang telah disediakan oleh panitia. Setiap anak berkumpul dengan regu masing-masing, yang berisi sekitar 12 anak usia kelas 4 SD hingga SMP, dengan seorang kakak pempimping yang telah ditunjuk. Si Abang sangat senang karena banyak teman-teman dari sekolahnya yang juga ikut serta dalam kegiatan ini. Selepas mempersiapkan tenda dan para orang tua berpamitan, peserta Camp Qur'an melakukan apel pembukaan dan dilanjutkan dengan Sholat Dhuha.

Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel, Menutup 2017 dengan Sempurna
Persiapan tenda jelang pembukaan Camp Qur'an

Hafalan Al-Qur'an
Setelah sholat dhuha, anak-anak diberi tugas berupa hafalan oleh panitia. Peserta yang berhasil menghafal minimal 6 ayat akan mendapat reward berupa koin 1 dinar. Semakin banyak ayat yang dihafal, amak semakin banyak pula dinar yang diperoleh.

Menganal mata uang Dinar
"Ternyata dinar itu kayak uang receh ya, Bund?" begitulah komentar abang tentang uang dinar. Ya, pada kegiatan ini anak-anak diperkenalkan dengan dinar sebagai mata uang. Dinar yang diperoleh satu regu dari hasil hafalan, nantinya dikumpulkan untuk membeli berbagai bahan makanan bagi mereka. Seperti jagung, singkong dan nasi bakar.

Belajar arti kerja sama dan pengorbanan
Di sinilah mereka dilatih untuk bekerja sama dan menumbuhkan sifat rela berkorban. Seorang ibu di regu kami bercerita, bahwa anaknya yang usia SMP beserta temannya berusaha menyetor hafalan sebanyak-banyaknya agar mendapat banyak dinar, sekaligus menutup setoran adik-adik SD yang mungkin tak terlalu banyak (di antara mereka banyak yang hanya mendapat 1 - 2 dinar). Peserta yang lebih besar ini secara tidak langsung dididik untuk berkorban demi anggota regu yang lain (yang rata-rata kelas 4 SD), karena beberapa dari mereka sudah mulai tiduran sambil memegang perut dan terlihat lapar. Si kakak SMP ini benar-benar merasakan beratnya tanggung jawab sebagai pemimpin. Saya sampai terharu mendengarnya..

Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel, Menutup 2017 dengan Sempurna
Kesibukan di dapur umum Camp Qur'an

Survival

Dengan dinar yang diperoleh, setiap regu harus memikirkan apa saja yang perlu mereka beli untuk memasak di dapur umum. Seperti harus membeli berapa panci, alat pembakar makanan, berapa buah jagung, singkong serta nasi bakar agar bisa mengisi perut semua anggota regu.

Belajar Dasar-Dasar TIM SAR dan Pengurusan Jenazah
Pelajaran ini sebagai bekal pasukan Al-Fatih jika terjadi keadaan darurat ketika 'perang'. Mereka diajarkan tentang pertolongan pertama hingga merawat jenazah, dari memandikan hingga memakaikan kain kafan.
Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel, Menutup 2017 dengan Sempurna
Kegiatan Camp Qur'an
Memanah
Pemilihan panglima Al-Fatih ditentukan dengan kegiatan seleksi memanah.

Nobar Film Al-Fatih
Malam harinya, peserta diajak untuk nonton bareng film tentang Al-Fatih. Ternyata Al-Fatih kecil adalah anak yang nakal, malas dan sombong, karena merasa sebagai anak seorang khalifah. Hingga suatu hari sang Sultan membawa seorang guru untuk mendidik Al-Fatih. Dialah Syaikh Ahmad Qur'ani, guru sekaligus mentor kehidupan Al-Fatih. Beliau berhasil mengubah Al-Fatih kecil yang manja menjadi anak yang sangat visioner dan pantang menyerah.

Belajar Tali Temali 
Setelah kurang lebih 3 jam tidur di malam hari, anak-anak dibangunkan sekitar pukul 01.30 dini hari. Mereka diberi tugas membuat kuda perang, kapal perang, pelontar peluru dan lain sebagainya menggunakan tongkat. Sebagaimana pasukan Al-Fatih yang sangat sibuk pada malam hari menjelang penaklukan, suasana di Camp Qur'an pun sangat riuh dengan para 'arsitek' yang membuat aneka perlengkapan perang. 

Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel, Menutup 2017 dengan Sempurna
Kapal Panglima, Kuda Perang dan Para Pasukan Musuh penjaga Benteng
Berburu
Sebelum  khusyuk bermunajat di 1/3 malam, para 'pasukan' mencari hewan buruan untuk dimakan pagi hari menjelang penaklukan. Panitia melepas ayam-ayam untuk ditangkap oleh setiap regu. Mereka lalu membersihkan, merebus dan membakar ayam tersebut untuk dijadikan sarapan. Ini adalah hal yang paling bikin saya amazed! Kalau bukan dari event seperti ini, rasanya kok mustahil saya mengajarkan hal seperti ini ke anak-anak. Maklum, saya ini picky banget dan rada jijikan. Hahaha.. Surprisingly, saat saya tanya ke Abang, ternyata dia makan ayam bakar itu dengan lahap. "Ayamnya alot, nggak ada rasanya. Tapi enak!" begitu katanya. Entah enak beneran atau efek lapar. But I'm so proud of him.


Simulasi Pembebasan Benteng Konstantinopel
Sekitar pukul 07.30 keesokan harinya, anak-anak telah sarapan dengan ayam buruan dan siap menaklukkan Benteng Konstantinopel. Anak dengan nomor ganjil menjadi pasukan Al-Fatih, sedangkan yang bernomor genap menjadi pasukan musuh yang melindungi benteng. Riuhnya para pasukan yang saling melontarkan 'peluru' (dibuat dari plastik berisi air, yang mereka ambil dari kolam), suara meriam a.k.a mercon hingga gema Takbir terdengar dimana-mana. Pada momen ini rasanya dada saya ikut bergetar.

Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel, Menutup 2017 dengan Sempurna
Simulasi Pembebasan Benteng Konstantinopel,
dilanjutkan makan soto bersama. SEGERRR

Baca Juga : Buku yang Membuatku Jatuh Cinta pada Sejarah

Selepas acara puncak simulasi pembebasan benteng, anak-anak disuguhi soto segarrr. Mereka makan dengan lahap layaknya orang yang udah lama nggak lihat nasi, hehehe.. Betul, selama camp memang bisa dikatakan makanan serba terbatas. Hanya nasi bakar, jagung dan singkong. Lapar, dong? Jelas, namun hal itu pula yang dirasakan oleh pasukan AL-Fatih selama pengepungan Benteng Konstantinopel dalam kurun waktu berbulan-bulan hingga akhirnya meraih kemenangan. Selalu ada pengorbanan besar dibalik setiap keberhasilan. And you did it, Son!

Tak heran Camp Qur'an Pembebasan Benteng Konstantinopel ini menutup 2017 dengan sangat sempurna. Kegiatan penuh petualangan nan sarat makna. Jadi, ini dia salah satu peristiwa paling berkesan di tahun 2017, sebagai jawaban atas challenge di #ArisanBlogGandjelRel periode 19 yang dipilih oleh Mbak Tanti, empunya www.mechtadeera.com dan Mba Nuzha, yang tulisannnya bisa dibaca di www.gayeman.com. Semoga bermanfaat!

"Agar kelak, ada golongan pemuda yang Allah mencintainya dan dia mencintai Allah. Pemuda pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa"
-Camp Qur'an 1, Detik-detik Pembebasan Konstantinopel-

Jan 2, 2018

Membangun Kedekatan Ibu dan Anak dengan Belajar Tentang Kehidupan

Membangun Kedekatan Ibu dan Anak dengan Belajar Tentang Kehidupan
Membangun Kedekatan Ibu dan Anak
dengan Belajar Tentang Kehidupan
Setiap keluarga memiliki caranya masing-masing untuk membangun kedekatan antar anggotanya. Kita bisa belajar dari cara-cara yang dilakukan oleh keluarga lain, namun tak bisa lantas menduplikasi begitu saja. Sebagaimana setiap manusia diciptakan unik oleh Allah SWT, hubungan emosional dalam setiap keluarga pun selalu memiliki kekhasan masing-masing. Karena setiap orang tua mempunyai visi misi tersendiri yang ingin mereka capai.

Salah satu cara yang saya lakukan untuk membangun kedekatan dengan kedua putera kami adalah dengan belajar bersama tentang kehidupan. Belajar tentang hidup bukan berarti harus dengan ngobrol serius membahas tujuan hidup dan sebagainya, namun lebih kepada menanamkan bahwa selalu ada pesan dari Sang Pencipta dalam setiap kejadian yang kita alami. Sebagaimana yang tercantum dalam Firman Allah :

"(Orang-orang yang mempunyai akal yang cerdas) yaitu orang-orang yang mengingat Allah saat dia berdiri, duduk dan berbaring, mereka memikirkan tentang penciptaan langit-langit dan bumi (kemudian berkata), Wahai Tuhan Pemelihara kami, Engkau tidak menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, maka jagalah kami dari adzab neraka"
QS. Ali Imron : 191
Sebagai orang tua, saya mengajak kedua putera kami untuk bersama-sama mengamalkan ayat tersebut secara konkret. Intinya adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi pastilah ada kehendak Allah. Maka, tak akan ada hal yang sia-sia, karena dibalik setiap peristiwa selalu ada 'pesan' dari Yang Maha Kuasa kepada hambanya. Ternyata proses keseharian seperti ini membuat hubungan kami semakin dekat, karena tak segan untuk saling mengingatkan satu sama lain. Toh, orang tua juga manusia biasa yang sering kali lupa.

Hal-hal kecil yang dapat dilakukan untuk membangun kedekatan melalui belajar tentang hidup diantaranya :
  1. Setiap akan menyebrang jalan berkata, "Ya Allah, tolong tundukkan para pengendara agar kami bisa menyebrang dengan lancar", dan setelah selesai tak lupa mengucap "Terima kasih Ya Allah, kita sudah bisa menyebrang dengan selamat.."
  2. Ketika dalam perjalanan kehujanan, "Maha Suci Engkau Ya Allah, Tuhan yang Maha Menundukkan. Tundukkanlah hujan, angin, guntur di sekitar kami. Jika bukan Allah yang menundukkan, maka kami tidak akan mampu menguasainya. Dan hanya kepada Allah lah kami kembali". Sadar nggak, kalau kata-kata di atas adalah arti dari Doa Dalam Perjalanan yang mungkin sudah anak-anak kita hafal (tanpa mengetahui maksudnya)? That's why saya selalu berusaha mengajak anak-anak berdoa dengan Bahasa Arab kemudian diartikan dalam bahasa Indonesia sesuai dengan situasi kita saat itu. Bukankah itu arti "AlQur'an sebagai pedoman hidup" yang sebenarnya?
  3. Saat anak-anak jatuh ketika bermain, alih-alih marah. Hal pertama yang saya ungkapkan adalah, "Kira-kira Allah mau ngingetin Abang apa ya, sampai dibuat jatuh dulu begini?" dan si Abang akan menjawab bahwa dia main terlalu lama, sudah hampir maghrib tapi belum pulang, main tidak pakai sandal dsb, yang intinya sang anak tahu bahwa jatuhnya dia bukan karena keteledoran semata, namun ada peringatan lain dari Allah. Setelah itu biasanya saya juga mengakui, "Astaghfirullah, ampuni Bunda Ya Allah, yang lupa nggak manggil Bang Azka padahal sudah mau maghrib.." serta hal-hal lain yang mungkin saya abaikan saat itu. Bagaimanapun selalu ada pelajaran, baik bagi yang mengalami, yang melihat maupun yang terkena dampaknya secara tak langsung. Karena kita adalah orang-orang yang berakal sebagaimana tercantum di QS. Ali Imran ayat 191 di atas.
  4. Bila ada anak yang sakit, seperti demam. Biasanya saya akan memberinya penurun panas Tempra Syrup terlebih dahulu. Kemudian kami akan saling mengingatkan. "Kenapa ya, Allah berikan sakit buat Abang / Adek?" Jawaban anak bisa beraneka ragam, bisa karena suka pilih-pilih makanan, suka lupa berkata keras sama Bunda, sholatnya nggak tepat waktu, terlalu banyak main hingga kecapekan dan apapun yang terlintas di benak mereka kala itu. Setelah itu saya juga meminta maaf kepada mereka karena mungkin sering galak, mudah marah, yang kesemuanya itu lantas kami istighfarkan untuk memohon ampun pada Allah agar memberi kesembuhan.
"Dan ketika aku sakit, maka Allah lah yang akan menyembuhkan"
QS. Asy-Syu'ara : 80

Sebagai ibu tentunya saya juga tidak ingin anak-anak terlalu bergantung pada obat. Kami percaya bahwa obat hanyalah sarana ikhtiar kita sebagai manusia, selanjutnya harus tahu pelajaran apa yang hendak Allah sampaikan melalui sakit ini, karena Allah lah Yang Maha Menyembuhkan. Itulah mengapa persediaan obat kami cukup penurun panas seperti Tempra Syrup. Karena penggunaannya yang mudah (tanpa dikocok terlebih dahulu), dosisnya yang tepat untuk anak-anak, serta yang terpenting adalah aman di lambung, cocok untuk si Abang yang memiliki kelebihan produksi asam lambung. Selanjutnya perbanyak istighfar secara rinci atas hal-hal (yang telah kita lakukan) yang membuat Allah tidak suka, barulah bertawakkal atau menyerahkan kepada Allah. Jangan sampai hal yang kita alamai terjadi begitu saja dengan sia-sia tanpa kita bisa memperoleh pelajaran apapun.

Membangun Kedekatan Ibu dan Anak dengan Belajar Tentang Kehidupan
Membangun Kedekatan Ibu dan Anak dengan Belajar Tentang Kehidupan

Melalui belajar bersama tentang kehidupan, anak-anak menjadi lebih jujur dan terbuka. Begitupun saya sebagai ibu, tak perlu malu mengakui kesalahan di depan anak. Dengan begitu hubungan ibu dan anak akan terasa sangat dekat karena memiliki dasar pemikiran yang sama, yaitu Robbana maa kholaqta hadza baatilaa..

Semoga bermanfaat.


Disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra