Fun Time #22 : Menggunakan Kembali Sisa Sabun Batangan

Fun Time #22 : Menggunakan Kembali Sisa Sabun Batangan Meskipun termasuk pecinta sabun mandi cair, namun saya dan keluarga masih meng...

Fun Time #22 : Menggunakan Kembali Sisa Sabun Batangan
Fun Time #22 :
Menggunakan Kembali Sisa Sabun Batangan

Meskipun termasuk pecinta sabun mandi cair, namun saya dan keluarga masih menggunakan sabun konvensional a.k.a batangan. Salah satunya adalah karena kegemaran kami terhadap sabun sere, and you know lah kalau sabun sere itu kebanyakan batangan. Permasalahan terjadi ketika sabun mulai mengecil sehingga susah digunakan, bahkan tak jarang suka 'mrucut' dan berakhir masuk ke dalam lubang closet. Hahaha... Biasanya sih, Bang suami yang ahli dalam menggabungkan beberapa sisa sabun yang telah mengecil menjadi satu. Namun begitu tiba giliran saya yang menggunakan, ambyarlah sabun-sabun mini yang tadinya saling menempel itu, wkwkwk..

Karena insiden itu terjadi terus-menerus, akhirnya tercetuslah ide untuk menggunakan kembali sisa sabun batangan tersebut, sekaligus mengisi jadwal fun time kami di minggu ini.

Pertama, saya minta bantuan si kecil untuk mengumpulkan sisa sabun sere dari kamar mandi. Lumayan lah, terkumpul empat batangan kecil-kecil. Selanjutnya, si Abang bertugas untuk memarut sabun menjadi serpihan kecil-kecil. Harapannya, semakin kecil partikel sabun, maka akan semakin cepat proses pelelehan terjadi. Untuk memarut bisa menggunakan parut biasa maupun parutan keju dengan hasil tekstur yang agak kasar.

Fun Time #22 : Menggunakan Kembali Sisa Sabun Batangan

Baca juga : Fun Time #21 : Membuat Dompet Koin dari Kardus Bekas

Setelah selesai memarut, langkah selanjutnya adalah melelehkan serpihan sabun. Untuk melelehkan sabun, kami memindahkan hasil parutan ke dalam panci tahan panas, kamudian dipanaskan di atas kompor dengan api yang sangat kecil. Tak lupa kami menambahkan sedikit air panas (mendidih) untuk mempercepat proses yang terjadi.

Fun Time #22 : Menggunakan Kembali Sisa Sabun Batangan

Behind the scene :
Sejujurnya, goals dari fun time kali ini adalah mengubah sabun batangan menjadi sabun mandi cair. Namun selama proses pemanasan, tiap kali sabun mulai mencair, tak lama kemudian ia justru mengeras (mengental) kembali. Setelah saya tambah sedikit air panas lagi, ia akan mencair. Namun selang satu menit kemudian kembali mengental, hingga si Abang mulai frustasi. Bersyukur, Adek yang ingin menenangkan segala kepanikan pun nyletuk, "Namanya aja percobaan bang, kan memang belum tahu hasilnya kayak apa..". Yess, ada yang belain emak bingung! Hahaha...

"Kita tidak gagal mengubah sabun batangan menjadi sabun cair, tapi kita jadi tahu cara mengubah sisa sabun batangan agar bisa digunakan kembali seperti baru"

Well, setelah beberapa kali sabun batangan itu galau karena berulang kali berubah dari padat, jadi cair, balik mengental lagi, akhirnya ketika sabun belum cair sepenuhnya (namun belum pula mengental), saya berinisiatif mematikan api kompor. Lalu memindahkan cairan sabun ke wadah. Terus terang yang saya lakukan ini benar-benar gambling, kalau esok hari sabun ini tetap cair berarti percobaan membuat sabun cair berhasil. Namun bila hasilnya mengental, ya akan saya pakai bak sabun colek lah. Wkwkwk

Fun Time #22 : Menggunakan Kembali Sisa Sabun Batangan

Keesokan paginya saya menengok hasil percobaan kami, ternyata sabun kembali membeku! It means, saya tetap bisa menggunakannya dengan bentuk sesuai cetakan wadah. Karena memang semalam nyetaknya nggak niat, bentuk sabun pun jadi sangat ala kadarnya alias tidak rapi (seperti pada foto paling atas). Namun kami jadi punya ilmu dan pengalaman baru, jika lain kali hendak melelehkan sabun bekas, setelahnya harus saya tuangkan di cetakan yang bagus, agar hasilnya seperti sabun baru kembali. Yeay!

Baca juga : Fun Time #17 : Membuat Proyektor Sederhana

Dari percobaan ini, saya dan anak-anak jadi mengerti bahwa sabun sere yang kami gunakan bersifat seperti lilin. Ia akan mudah mencair, namun dengan adanya udara ia akan cepat pula mengental dan menjadi padat kembali. Sepertinya untuk mengubah sabun batangan menjadi cair diperlukan katalisator tertentu untuk memungkinkan proses tersebut terjadi. Semoga di fun time berikutnya kita bisa mencobanya lagi dengan menambah katalisator. Artinya mulai sekarang harus ngumpulin sisa sabun batangan lagi nih, hahaha...

Oiya, pesan moral dari percobaan ini adalah tidak ada percobaan yang gagal. Sebagaimana Thomas Alfa Edison yang mengatakan bahwa ia telah menemukan ratusan logam baru yang tak cocok sebagai penghantar listrik, sebelum menemukan bola lampu, maka saya pun berkata pada anak-anak, "Kita tidak gagal mengubah sabun batangan menjadi sabun cair, tapi kita jadi tahu cara mengubah sisa sabun batangan agar bisa digunakan kembali seperti baru". Mindset is the key!

Semoga bermanfaat!

Related

Tips 7163963228983635524

Post a Comment

  1. pernah baca kah bahwa sabun batang bisa diubah menjadi sabun cair? karena setahuku ada bahan yg berbeda antara sabun batang dan cair. jadi tidak bisa diubah begitu saja kalau bahannya masih bahan sabun batang :)

    ReplyDelete
  2. Asikk ya Mba permainan ini, jadi pengen deh aku praktekin tapi beli cetakan dulu ya hahaha.
    Makasih mba udah sharing pengalamannya.

    ReplyDelete

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item