Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel " Bund, kayaknya Ayah nggak bisa ikut camping besok nih, karena harus nemenin tamu dar...

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
"Bund, kayaknya Ayah nggak bisa ikut camping besok nih, karena harus nemenin tamu dari Jakarta keliling. Berani nggak nyetir sendiri ke Kopeng?". Setelah membaca pesan singkat itu mendadak kepala ini mulai nyut-nyutan. Bukan apa-apa, meski terbiasa mengendarai di jalan naik turun sempit nan berkelok (karena rumah kedua orang tua kami berada di wilayah yang kontur tanahnya naik turun), namun tetap saja ada rasa khawatir ketika berada di daerah yang belum pernah dilalui. Begitulah mini drama yang terjadi sebelum Playdate Manfaat yang mengambil tema Family Camping dilaksanakan.

Ya, sesuai kesepakatan dengan para member (baca : emak-emak) yang lain, Playdate Manfaat kali ini kita mau camping bersama keluarga. Setelah melalui aneka survey dan perbandingan harga serta fasilitas yang dilakukan oleh penanggungjawab acara, kami dihadapkan pada berbagai pilihan lokasi camping. Ada camping rasa hotel (alias camp di pelataran resort), camping di lokasi outbond, camping di bumi perkemahan, hingga akhirnya pilihan jatuh pada Camping Ground Pinus Cuntel yang berlokasi di lereng Gunung Merbabu daerah taman wisata Kopeng, Salatiga. Lokasi ini dipilih oleh sebagian besar anggota tentu saja yang utama karena harganya yang paling bersahabat. Selain itu letaknya yang berada di hutan pinus nan sejuk, serta pemandangan Gunung Telomoyo dan Gunung Andhong yang langsung terhampar di depan tenda.

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Pemandangan dari Camping Ground (dok.pri)

Setelah berdiskusi dengan Bang Suami, akhirnya Sabtu sore kami berangkat dari Semarang menuju Kopeng. Saya dan anak-anak mengendarai mobil sendiri yang diikuti suami menuju Kopeng. Kalau dipikir-pikir rada ribet juga sih, pakai acara dianterin tapi bawa mobil sendiri-sendiri. Namun saya jadi terharu karena si ayah harus susah payah bergegas kembali ke Semarang setelah kami sampai di gapura menuju Dusun Cuntel dan bertemu dengan penjemput dari pihak camping ground untuk menggantikan saya menyetir menuju lokasi kemah.

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Tenda kami yang berjajar rapi (@campinggroundpinus)

Di luar dugaan, Mas Dimas yang menjemput dan membantu kami naik ke lereng Gunung Merbabu ini adalah sang pemilik Camping Ground Pinus Cuntel. Penampilannya yang sederhana serta pembawaannya yang humble membuat kami banyak bercerita di sepanjang perjalanan. Ternyata tempat camping ini baru dibuka sekitar 6 bulan yang lalu, hasil pencariannya dan sang istri yang memang menjadi camping ground kedua yang ia buka. Dengan pengalaman kerja selama belasan tahun di sebuah hotel & resort di kawasan Kopeng, membawanya melalui banyak pelatihan yang membuat Mas Dimas memiliki ketrampilan dalam menangani camping dan outbond, baik untuk per orangan maupun rombongan. Hal ini terbukti dari pelayanan para crew Camping Ground Pinus Cuntel yang selalu siap membantu dan sangat ramah mulai dari mobil yang siap membawa segala perlengkapan kami ke lokasi camping, sepeda motor yang dengan senang hati mengantar para ayah bunda yang nggak kuat hiking, mini cafe alias warung yang buka 24 jam, api unggun, serta mas-mas yang selalu stand by untuk membantu kami. Pokoknya pelayanan paripurna lah. Hahaha..

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Suasana perkemahan di malam hari (@niaardani)

Gagasan Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel ini adalah untuk refreshing sekaligus saling mendekatkan antar anggota keluarga maupun teman. Jadi dari awal kami sudah siap repot untuk segala kegiatan yang akan dilaksanakan saat kemah. Jangan sampai momen langka ini terlewati dengan sia-sia atau sekedar leyeh-leyeh menghabiskan waktu. That's why kami saling berbagi tugas, ada yang bertanggung jawab menyiapkan tikar dll untuk tempat kumpul di pendopo, bertanggung jawab atas catering (makan malam & pagi), BBQ party alias bakar-bakaran, games malam hari, perfom (bahkan kami membawa keyboard dan minisound dari Semarang!), senam pagi, games pagi hingga persiapan pulang. Semuanya bahu-membahu saling melengkapi satu sama lain, baik anak-anak maupun ayah bundanya.

Baca juga : Hiking di Gunung Sikunir bersama Keluarga

Setelah tiba di lokasi dan pembagian tenda (anyway kami menyewa dome isi 4 orang untuk tiap keluarga, include kasur busa, 2 bantal dan 2 selimut), dilanjutkan dengan ishoma hingga isya. Kemudian para ayah mulai mengangkut kayu bakar untuk membuat api unggun, sementara sebagian yang lain memasang MMT, mempersiapkan sound sambil makan malam berupa nasi kotak yang kami pesan melalui catering. Selepas makan malam, acara diisi dengan penampilan anak (dan emak bapaknya) yang udah pada ngantri buat nyanyi, hehe... Bersamaan dengan BBQ party yang bahan-bahannya kami bawa dari rumah. Bahagia rasanya melihat anak-anak berlarian di sekitar api unggun, ada yang menyanyi, ada pula yang antri mengambil sosis bakar, jagung bakar & rebus hingga kacang rebus sembari menghangatkan badan.

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Keseruan games di malam hari (dok.pri)

Pukul 20.30 WIB udara dingin mulai menembus tulang. Kaos kaki, kaos tangan, masker, slayer, jaket hingga penutup kepala tak bisa lepas dari badan ini. Agar dingin tak semakin mendera, kami mengadakan games untuk anak-anak. Pastinya dipilih permainan yang membuat mereka banyak bergerak. Malam itu kami bermain oper bola, pesan berantai dan tebak gambar sampai kantuk mulai terasa.

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Kamar mandi yang bersih lengkap dengan air hangat (dok.pri)


Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Wajah-wajah belum mandi, hehe (@niaardani)

Pukul 04.05 WIB waktu subuh telah tiba, kami harus kembali bergulat dengan dingin untuk melangkahkan kaki keluar tenda. Bersyukur sekali di kamar mandi tersedia air hangat, jadi tak harus menahan dinginnya air pengunungan sambil menggigil.  Pukul 05.00 WIB anak-anak sudah terlihat berlarian. Diantara mereka ada yang main bola, tidur-tiduran di hammock atau sekedar bercanda di sekeliling abu sisa api unggun semalam. Mini cafe mulai ramai kami datangi sekedar untuk memesan teh hangat, susu atau mie instan. Meski dispenser tersedia 24 jam, namun bekal gula dan teh kami ternyata habis lebih cepat dari yang kita rencanakan. Hahaha...

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Anak-anak menjadi instruktur senam kami ^,^
(@niaardani)

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Bersantai di hammock (@ernysusiyanti)

Setelah udara mulai menghangat, kami memulai senam pagi. Tentu saja anak-anak yang menjadi mentornya. Mulai dari senam baby shark hingga SKJ 2012 yang mereka pelajari di sekolah, yang dilanjutkan dengan permainan telusur jejak dengan menggunakan playmatt. Mandi dan sarapan menjadi agenda selanjutnya. Menu sarapan kami pesan ke pihak Camping Ground Pinus Cuntel berupa soto ayam lengkap dengan garnish, krupuk serta teh panas yang disajikan secara prasmanan.

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Sarapan sederhana namun berkesan (dok.pri)

Waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB ketika kami kembali berkumpul di pendopo untuk melanjutkan games. Kali ini anak-anak berlomba menghabiskan sandwich secara berkelompok. Lucunya seusai lomba, seluruh sisa roti tawar dan meises habis dikeroyok oleh mereka. Duh, heboh banget! Yang tak kalah seru adalah games ayah dan anak. Di saat inilah si Adek rada bete sambil bergumam, "Ayahku ke luar kota..". Hiks, hati emak mana yang nggak ikut melow? Yah, semoga lain kali bisa camping sama ayah. Back to topic, 5 peserta yang terdiri dari pasangan ayah dan anak duduk saling berhadapan. Masing-masing dari mereka mengambil 3 pertanyaan secara acak untuk kemudian ditanyakan secara bergantian dan harus dijawab dengan jujur. Kebayang kan, gimana serunya ketika anak ditanya apa yang membuat mereka bangga pada ayahnya? Kamu ingin menjadi superhero apa? Apa tujuan wisata impianmu? Sifat apa yang ingin kamu perbaiki dari dirimu? Apa yang membuatmu betah di rumah? Atau ketika ayah menjawab pertanyaan, Apa yang membuat ayah merasa keren? Biasanya ayah bertengkar dengan teman karena apa? Hal memalukan apa yang pernah ayah lakukan? Sebutkan 3 hal yang membuat ayah sayang terhadap si anak? Ayah merasa hebat dalam hal apa? serta berbagai pertanyaan seru lainnya.

Baca juga : Ingin Liburan Berkesan? Yuk, Ajak si Kecil ke Gunung Bromo

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Keseruan games ayah dan anak (@niaardani)

Melihat anak yang excited serta para ayah yang menjawab sambil malu-malu kucing itu merupakan momen yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Seperti hal kecil yang bisa mengubah hidupmu. Kalau dipikir-pikir lagi, semua pertanyaannya konyol, simple, namun sangat jarang kita utarakan. Hal itulah yang membuat permainan ini lebih bermakna.

Jam 11.00 WIB kami telah selesai membagi-bagikan hadiah games dan doorprize yang luar biasa banyaknya, untuk kemudian bersiap pulang. Mobil pengelola sudah nampak di tempat kemah untuk mengangkut tas perlengkapan kami menuju lokasi parkir. Tak lupa kami berfoto bersama dan berdoa sebelum berjalan menuruni bukit tempat kendaraan kami berada.

Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel
Berfoto bersama sebelum pulang (@niaardani)

Pengalaman Kemah Seru di Camping Ground Pinus Cuntel ini benar-benar tak terlupakan dan sukses bikin kami semua gagal move on selama berhari-hari. Sampai ketemu di cerita Playdate Manfaat selanjutnya ya, semoga bermanfaat!

Camping Ground Pinus Cuntel
Jl. Bukit Harapan dusun Cuntel, Kopeng
Kecamatan Getasan, Salatiga
CP. Mas Dimas (0856 4185 5585)

Related

Wisata 3392160600094895451

Post a Comment

  1. Masyaa Allah seru bangeet...semoga next event bisa ikut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyya mba, next time kita ngadain outbond seru lagi ya..

      Delete
  2. Alhamdulillah lihat anak2 yang berkegiatan begni jadi pengen, kebayang ini adalah pengalaman seru bagi mereka yg tak terlupakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Minimal once in a lifetime kudu ngrasain camping sama anak2 mba..

      Delete
  3. Baik di Jateng, Jabar dan Jabodetabek lagi musim kemah di gunung dan ada hutan pinusnya, memang adem dan anak anak suka ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba Vit, wisata alam apalagi camping emang lagi hits banget..

      Delete
  4. Nah ini blogpost yg kutunggu darimu mbak. Ga sabar rasanya bawa anak2 camping disini. Eh tapi bayi kira2 kuat ga ya mbak dinginnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. maapkeun kakak, terkendala perpanjangan domain. Wkwkwk.. Under 2th belum recommended sptny mba, kalo malem dinginnya nusukkk. Kecuali bawa selimut tuebell dari rumah ato penghangat buat d tenda.

      Delete
  5. Wah, dekat Semarang.. Asyik juga ya camping sekeluarga gitu ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk kalo mudik ajakin anak2 camping mba. Seruuu

      Delete
  6. Wah anak-anakku belum pernah merasakan kemping, beda dengan mamaknya petualang hihihi

    ReplyDelete
  7. Nhah ..pas lagi cari2 yg beginian nih buat liburan anak2. Alami sekaligus mengedukasi bgt. Langsung tunjukin ke anak2 dan suami..nih...

    ReplyDelete
  8. Ikutan berasa seru membaca kisah perjalanannya dari awal sampai akhir.

    Plus jadi terinspirasi membuat acara yang sama nih.

    Salam pagi dari Lombok.

    ReplyDelete
  9. MasyaAllah sepertinya seru sekali ya mbak..jadi pengen, semoga nanti kalau anak-anak sudah agak besar bisa direalisasikan..amin letaknya pun tidak begitu jauh :D

    ReplyDelete
  10. Wah asyik sekali ni ya, bisa jadi referensi utk kumpul2 bersama keluarga. TFS mba..

    ReplyDelete
  11. Anakku udah pernah kesini tahun kemarin. Apa ganti pemilik ya, soalnya aku pernah nulis juga di web hellosemarang. Aku sendiri malah belum sempat kesini, gagal melulu. Seru ya ngajakin anak2 camping gini

    ReplyDelete
  12. Jadi gak sabar pengen ngerasain ngecamp bareng anak disini :')

    ReplyDelete
  13. Mbaaakkk Nurulll....asik banget campingnya, wajib nyobain nih...

    Dirga bulan lalu camping di sekolah, besok cobain di Pinus Cuntel ahhh....tapi aku takut dingin hihihi

    ReplyDelete

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

item