Blogging, Eksistensi Sarat Isi

Blogging, Eksistensi Sarat Isi Dunia blogging alias informasi digital banyak didominasi oleh kaum wanita. Hal ini sejalan dengan sebua...

Blogging, Eksistensi Sarat Isi
Blogging, Eksistensi Sarat Isi
Dunia blogging alias informasi digital banyak didominasi oleh kaum wanita. Hal ini sejalan dengan sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Neuroscience di Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa wanita memiliki protein FOXP2 30% lebih banyak dari pria. Protein FOXP2 ini merupakan protein bahasa yang terdapat dalam otak manusia. Hasil ini menguatkan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa wanita dapat mengeluarkan 20.000 kata setiap harinya, sedangkan pria hanya 7.000 kata per hari.
Uniknya dengan kemajuan teknologi saat ini, kata yang dikeluarkan seorang wanita bukan lagi sebatas perkataan, namun mulai bergeser dalam bentuk digital. Sebut saja vlog, novel serta cerpen digital hingga ngeblog. Maka tak heran jika dunia blogging menjadi salah satu pilihan kaum hawa sebagai sarana untuk menunjukkan eksistensi sarat isi.

Hingga usia 40 tahun, manusia mengalami masa-masa dimana keberadaan diri atau eksistensi menjadi sangat penting. Siapa saya, apa peran saya, untuk apa saya hidup, hinggal legacy (peninggalan) apa yang hendak saya tinggalkan di bumi ini, menjadi pertanyaan yang sering kali berkecamuk dalam diri. Banyak yang melakukan hal positif untuk mengoptimalkan kemampuan diri, namun tak sedikit pula yang memilih sensasi tanpa arti untuk menunjukkan eksistensi diri. 

Secara pribadi, saya memilih blogging sebagai media "pelarian" sekaligus me time. Dan setelah menceburkan diri dalam komunitas blogger perempuan Semarang, ternyata saya belajar banyak hal baru dari aktifitas ini. Bagi kalian yang ingin terjun di dunia blogging, berikut beberapa manfaat ngeblog yang bisa kalian dapat :

MENJAGA KEWARASAN. 
Sebagaimana kebutuhan wanita untuk mengeluarkan 20.000 kata setiap harinya, maka jelas ngeblog dapat menjaga kewarasan kita. Saat sedang disibukkan dengan pekerjaan, kuliah, urusan rumah tangga, hingga mendidik anak, ngeblog bisa menjadi "tempat sampah"mu. Meski tempat sampah, kita pun jadi punya rem untuk memilah dan memilih apa yang akan ditulis karena blog kita adalah wajah kita di dunia maya. Ibaratnya, nyampah yang berfaedah. Hahaha...

MELESTARIKAN BUDAYA LITERASI. 
Meski terdengar klise, itulah yang benar-benar saya rasakan. Bukankah kita harus menjadi pembaca terlebih dahulu untuk bisa menulis? Karena secara tidak langsung cara pandang, cara penyampaian, cara menulis, juga dipengaruhi oleh literasi yang kita baca.

BELAJAR DARI KOMUNITAS. 
Sejujurnya, masuk dalam sebuah komunitas adalah hal terpenting jika ketika ingin mendalami suatu bidang. Menjadi bagian dalam komunitas Gandjel Rel membuat saya selalu merasa menjadi seorang murid. 

BERKOLABORASI. 
Ngeblog juga menjadi ajang kolaborasi yang sangat diperhitungkan. Era milenial ini bukan lagi soal kompetisi, tapi kolaborasi. Melalui blog ini pula saya dapat berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mengadakan playdate manfaat (kegiatan anak-anak) secara rutin setiap bulannya. 

Blogging, Eksistensi Sarat Isi
Salah satu manfaat ngeblog, bisa mendatangkan rejeki ^,^

SUMBER REJEKI. 
Tak sedikit influencer yang memiliki latar belakang seorang blogger. Dari ngeblog ini saya makin percaya bahwa ada banyak pintu rejeki di luar sana selagi kita mau mencoba dan berusaha. Mulai dari lomba blog, mengikuti event, artikel berbayar, dan lain sebagainya.

Kalau sudah sampai pada persoalan rejeki, pasti makin semangat ngeblog, kan? Hehehe... Tapi tunggu dulu, tidak semudah itu Ferguso! Ada beberapa tips ngeblog yang bisa kita lakukan sebelum monetizing alias cari uang dari blog :  
  1. Tentukan niche / tema blog. Apakah lifestyle blogger, fashion blogger, travel blogger. Pilih tema sesuai passion kita, agar menulis bisa tetap menjaga kewarasan. Bukan sekedar mengejar keuntungan.
  2. Buat target menulis. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Maka semakin banyak menulis akan meningkatkan kemampuan menulis kita. Buatlah target berapa tulisan yang akan dibuat dalam sebulan.
  3. Konsistensi. Pada akhirnya konsistensi yang akan menunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Apakah kita termasuk penulis galau, yang nulis kalau lagi resah aja. Apakah penulis bayaran, yang nulis kalau ada permintaan klien. Atau penulis deadliner, yang nulis kalau ikut arisan blog aja. Wkwkwkwk... Apapun itu, kembali lagi pada legacy apa yang ingin kita tinggalkan di blog ini.
Setelah panjang lebar gini makin semangat untuk mulai ngeblog, kan? Yuk tunjukkan eksistensimu melalui tulisan-tulisan yang informatif dan berisi. Happy blogging!  

Related

Tips 2368177842383837148

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item