Kuliner Indonesia Sulit Mendunia?

Kuliner Indonesia Sulit Mendunia? "Kalau ingin memperkenalkan kuliner Indonesia ke orang asing, kenalkan dulu budaya makannya. Karena ...

Kuliner Indonesia Sulit Mendunia?
Kuliner Indonesia Sulit Mendunia?
"Kalau ingin memperkenalkan kuliner Indonesia ke orang asing, kenalkan dulu budaya makannya. Karena makanan dengan rasa enak itu banyak. Budaya makanlah yang membuatnya istimewa.
" Itulah hal penting yang disampaikan oleh Chef William Wongso saat wawancara pada sebuah kanal video berbagi baru-baru ini. 

Chef dengan nama lengkap William Wirjaatmadja Wongso ini kembali menjadi perbincangan publik sejak video memasak rendangnya bersama chef internasional Gordon Ramsay di Sumatera Barat menjadi trending topic di media Indonesia maupun mancanegara. Sebelum memperkenalkan kenikmatan masakan rendang, chef senior Indonesia berusia 73 tahun ini terlebih dahulu mengajak Gordon Ramsay mengikuti tradisi makan bajamba yang dilaksanakan di Istana Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar. Tak tanggung-tanggung, acara ini disupport penuh oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno beserta jajarannya  guna mengenalkan budaya Sumatera Barat kepada dunia internasional.

Kuliner Indonesia Sulit Mendunia?
Sumber : kompas.com

Tak akan ada yang membantah tentang kenikmatan rendang. Bahkan rendang telah dua kali menjadi makanan tradisional terbaik menurut survey yang dilakukan oleh kanal berita CNN. Sejatinya rendang adalah teknik memasak suhu rendah dalam waktu lama menggunakan rempah-rempah dan santan yang diaduk terus-menerus hingga menyisakan daging berwarna hitam pekat. Teknik ini yang membuat rendang dalam suhu ruangan tahan hingga berminggu-minggu, sesuai kebiasaan masyarakat Padang yang senang bepergian. Maka kita sebagai warga Indonesia, jangan sampai tidak mengerti kuliner bangsa kita sendiri. Karena saat kita ke luar negeri, ketrampilan dalam membuat pizza atau pasta menjadi tidak ada artinya.

Di dunia pariwisata, tak dipungkiri lagi bahwa keunikan kuliner menjadi salah satu daya tarik terbesar bagi turis lokal maupun asing setelah tempat wisata. Maka kini tidak hanya ada tour leader bagi tempat wisata, namun para wisatawan juga memburu tour kuliner yang otentik, yang bahkan tidak dapat kita temui di google map.

Lantas, jika rendang memang seenak itu, mengapa sulit sekali untuk bisa menembus pasar internasional? Untuk menjawab hal ini, chef William Wongso memiliki jawaban tersendiri menurut pengalaman dan pengamatannya.
  1. Indonesia tidak memiliki koloni yang solid dan tidak punya perkampungan di luar negeri. Sehingga susah mencari resto Indonesia dibanding  resto Thailand maupun Vietnam. 
  2. Perlunya membina diaspora (warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri) yang disubsidi oleh pemerintah). Jika perlu, setiap kedutaan dan konsulat Indonesia wajib memiliki daftar retso / toko Indonesia yang terdapat di negara tersebut dengan sangat lengkap.
  3. Spice up the world, membumbui dunia. Ekspor bumbu khas Indonesia, untuk mengubah profile cita rasa orang asing. Kirim bumbu jadi sebagai salah satu program pariwisata dan konsulat Indonesia di luar negeri.
  4. Harus memiliki target yang jelas. Misalnya,  membumbui Afrika sebagai prioritas. Dengan pertimbangan bahwa bangsa Afrika telah mengenal Indomie, sehingga lebih mudah dipengaruhi dan dikenalkan dengan bumbu nusantara, daripada orang Prancis yang menyukai barbeque.
  5. Program pemerintah. Sebagaimana yang dilakukan oleh Thaksin Sinawatra mencanangkan 9.000 gerai / rumah makan Thailand di seluruh dunia agar dapat mengekspor komoditi bahan baku makanan. Dari program tersebut saat ini sudah terdapat lebih dari 25.000 gerai melalui program Thai go to the world. Keseriusan pemerintah Thailand terlihat dari konsep setiap resto Thailand di luar negeri, seperti bumbu asli dari Thailand, piring gelas dari Thailand, mengucap salam dengan menggunakan bahasa Thailand, menjual cindera mata khas Thailand, pakaian pelayan khas Thailand. Dengan pesan yang amat jelas, If you want more? Go to Thailand!
  6. Mengembangkan street food di dalam dan di luar negeri. 
  7. Pendidikan kuliner yang terstandar. Setiap duta besar perlu diwajibkan membawa setidaknya 2 orang chef sebagai wakil negara.
Meski masih terdapat PR panjang sebagaimana yang disampaikan Chef William Wongso, tetap bukan tidak mungkin kuliner Indonesia bisa mendunia. Siapa tahu kamulah orang yang mewujudkannya?

Related

Wisata 8160291754936795774

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item