Traveling Di Era New Normal

Traveling Di Era New Normal New normal atau tatanan hidup baru adalah tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua insti...

Traveling Di Era New Normal
New normal
atau tatanan hidup baru adalah tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang berada di wilayah tersebut untuk melakukan pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya, guna mengurangi tingkat risiko penularan Covid-19 (Sumber : promkes.kemkes.go.id). Yang terbaru, istilah new normal kini dinarasikan menjadi adaptasi kebiasaan baru (AKB), yang dimaksudkan agar kita dapat kembali bekerja, belajar dan beraktifitas secara produktif dengan tetap mengimplementasikan protokol kesehatan di masa pandemi ini.

Seiring dengan diberlakukannya AKB, aktifitas ekonomi perlahan mulai bangkit dari keterpurukan. Beberapa perkantoran mulai dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat, hingga melakukan sistem shifting atau masuk secara bergiliran bagi para pegawainya. Tak terkecuali di bidang pariwisata yang menjadi salah satu sektor terdampak paling besar selama adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak Maret, lalu. Beberapa tempat wisata yang berkonsep alam atau di luar ruangan (outdoor) mulai dibuka dengan pembatasan jumlah pengunjung dan pengurangan jam operasional. Tentunya pembukaan sektor wisata ini dengan terlebih dahulu mengajukan perijinan melalui survey yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota.

Minggu lalu kami sekeluarga menginap di sebuah resort & convention centre di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang, karena urusan pekerjaan. Ini adalah permata pengalamanku menginap di luar rumah sejak Coronavirus resmi masuk Indonesia. Dari situ terlihat bagaimana usaha perhotelan mulai berbenah sedemikian rupa agar tetap beroperasi di masa pandemi. Mulai dari kewajiban penggunaan masker, pengecekan suhu, penggunaan desinfektan, hingga pembatasan jumlah pengunjung. Para pegawai pun seluruhnya menggunakan masker, face shield dan sarung tangan. Minggu itu tak lebih dari sepuluh keluarga yang menginap di sana, padahal biasanya hotel tersebut selalu overbooked setiap akhir pekan. Hal tersebut adalah komitmen pihak manajemen untuk tetap dapat melakukan pembatasan jarak fisik (physical distancing), demi menjamin kenyamanan dan kesehatan seluruh pengunjung dan pegawai.

Traveling Di Era New Normal
Pagi di Bandungan

Sepulang dari sana, kami sempat mampir ke sebuah wisata alam di sekitar Bandungan. Di sana terlihat pengumuman tentang pengurangan jam operasional dan pembatasan jumlah pengunjung di setiap jamnya. Cukup banyak kendaraan yang akhirnya putar balik karena pembatasan tersebut, namun lagi-lagi, pelaksanaan protokol kesehatan adaalah prioritas kita semua saat ini. Dari perbincangan sejenak dengan bapak tukang parkir, ia bercerita bahwa untuk dapat membuka obyek wisata ini perlu proses perijinan yang panjang. Mulai dari membuat standar prosedur pelayanan di masa Covid-19, bukti-bukti perbaikan layanan sesuai protokol kesehatan, pengajuan survey ke Dinas Pariwisata serta Dinas Kesehatan setempat, hingga waktu buka pun baru bisa diperpanjang secara berkala dengan pemantauan ketat. 


Usaha para pelaku ekonomi ini tentunya harus kita dukung, dengan mengunjungi tempat-tempat yang memang menerapkan protokol kesehatan sesuai peraturan pemerintah. Namun ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut jika hendak traveling di era new normal  seperti sekarang ini.
  • Pilih lokasi wisata yang berada di luar ruangan (outdoor). Menurut pengalaman saya, wisata alam adalah pilihan yang terbaik, karena kita dapat menerapkan pembatasan jarak fisik dan menghindari kerumuman.
  • Resort yang luas lebih baik dari hotel bertingkat. Lagi-lagi urusan jarak menjadi perhataian utama untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.
  • Wisata air belum menjadi pilihan. Karena besar kemungkinan terdapat sisa cairan tubuh dari orang lain. Kecuali jika berenang di private pool, hehe..
  • Bepergian pagi hari lebih diutamakan. Dengan udara yang masih segar, lalu lintas masih lengang, serta tampat wisata masih sepi tentu akan membuat kita makin nyaman.
  • Selalu sedia alat pelindung diri (APD). Selain masker, face shield, dan hand sanitizer, wajib banget untuk membawa tisue kering, tisue basah serta botol minum (dan alat makan) sendiri. Mencegah lebih baik dibanding mengobati, bukan?
Traveling Di Era New Normal?
Sumber gambar : kesehatanmuslim.com

Setelah usaha maksimal telah kita lakukan, doa adalah sebaik-baik bentuk kepasrahan pada takdir Yang Maha Kuasa. Allah yang memberi sakit, Allah pula yang menyembuhkan.

Related

Wisata 7979086499002974861

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item