Jeep Adventure, Asah Adrenalin Bersama Keluarga

Jeep Adventure, Asah Adrenalin Bersama Keluarga Enam bulan sudah sejak Maret 2020 lalu kita bergelut dengan pandemi Covid-19, yang mau tidak...

Jeep Adventure, Asah Adrenalin Bersama Keluarga
Enam bulan sudah sejak Maret 2020 lalu kita bergelut dengan pandemi Covid-19, yang mau tidak mau mengubah segala kebiasaan kita sebelumnya. Termasuk dalam hal wisata atau traveling. Kini memilih tempat wisata keluarga menjadi tantangann tersendiri. Tak sekedar seru dan menyenangkan, namun penerapan protokol kesehatan selalu menjadi prioritas pertimbangan.

Salah satu cara kami untuk tetap berwisata dengan menghindari kerumunan adalah dengan melakukan family adventure, alias berpetualang bersama keluarga. Yang mana akhir-akhir ini, jeep adventure sedang menjamur di berbagai tempat wisata. Sebut saja di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger, Taman Nasional Baluran di Banyuwangi, wisata Baturraden Purwokerto, serta wisata Semarang dengan Bandungan jeep adventurenya. Bahkan di Yogyakarta, kini jeep adventure tak hanya bisa kita jumpai di kawasan Kaliurang saja, namun mulai ada di daerah dataran tinggi Mangunan, hingga pesisir pantai Parang Tritis.

Baca juga : Pendakian Menantang Menuju Kawah Ijen bersama Si Kecil

Setelah berbulan-bulan melakukan segala bentuk aktifitas di rumah, akhirnya beberapa waktu lalu kami pun menuju Jogja untuk sekedar menghirup udara segar. Tanpa tujuan yang jelas, acara sarapan di hotel berubah menjadi tempat diskusi nan heboh. Anak-anak ingin main air di pantai, sementara saya agak was-was dengan keramaian pantai dan memilih ke daerah dataran tinggi. Namun karena si Abang dan Adek luar biasa ingin ke pantai, akhirnya saya mulai berselancar di dunia maya untuk mencari spot pantai yang sekiranya cukup sepi. Hingga diputuskan bahwa hari itu kami akan menuju ke Pantai Cemara Sewu.

Suasana menuju pantai Cemara Sewu

Meski masih satu kompleks dengan Pantai Parang Tritis nan masyhur itu, namun masuk melalui Cemara Sewu suasananya relatif lebih sepi. Ditambah dengan sejuknya hutan pinus sebelum memasuki pantai, membuat aura di sana terasa berbeda. Untuk pertama kalinya pula kami menyadari bahwa wisata gumuk pasir yang terkenal dengan sand boardingnya itu ternyata berada di depan pintu masuk Cemara Sewu. Dan di sana sudah berjajarlah mobil jeep berbagai warna dengan gagahnya, menunggu wisatawan yang akan menyewa. 

Alih-alih langsung menuju pantai, saya dan Bang suami justru tertarik dengan jeep adventurenya. Setelah bertanya ini itu dan bernegosiasi, akhirnya kami menyewa jeep untuk durasi petualangan selama 3 jam. Dengan rute ke kawasan Goa Jepang melalui terjalnya jalan pegunungan, lalu menuju area persawahan nan asri, masuk berselancar di Gumuk Pasir, dan berakhir dengan menyusuri pantai selatan hingga ke ujung Parang Tritis. Selain sebagai guide, driver kami pun sekaligus menjadi fotografer dan pengarah gaya. Bak professional, ia sangat mahir dalam mengambil sudut foto, latar belakang, pencahayaan hingga tempat yang pas. Pokoknya kami tinggal haha hihi aja!

Pintu masuk Goa Jepang

Goa Jepang adalah tujuan pertama kami. Begitu menyusuri kawasan Goa Jepang ini, yang terlintas di benak saya adalah sepi dan bersih. Yup, siang itu literally hanya kami sekeluarga yang datang ke sana. Meski tampak sepi, namun hampir semua sudut di taman wisata ini dipastikan BERSIH. Mulai jalanannya, goanya yang aman dari bau-bau tak jelas, hingga toiletnya pun benar-benar bersih. Belum lagi pemandangan dari puncak Goa Jepang yang memanjakan mata. Selain menambah wawasan dengan memasuki satu per satu goa yang ada, tracking untuk melemaskan otot kaki, mencoba ayunan awan, berfoto diiringi semilir angin, kami pun puas menikmati ke Maha Kuasaan-NYA yang sangat menakjubkan.

Spot foto Goa Jepang

Puncak Goa Jepang

Pacu adrenalin di Goa Jepang

Melanjutkan perjalanan ke area persawahan, jeep melaju di tengah 'galengan' sawah yang sempit. Sambil sesekali kami berhenti di bawah pohon rindang, sekedar untuk menikmati udara dan berfoto.

Taman Gumuk Pasir

Track
selanjutnya adalah Taman Gumuk Pasir. Serasa berpetualang di gurun pasir yang langsung mengingatkan saya pada lagu desert rose, mas driver ngajakin kami ngosek-ngosek ban jeepnya dengan ahli hingga menghasilkan sisa debu pasir bertebaran di setiap tikungan. Seru!

Terakhir yang tak kalah berkesan adalah menyusuri pantai selatan. Masuk dari pintu Cemara Sewu, kami disuguhi indahnya hutan pinus yang menyamarkan panasnya suasana pantai. Menyusuri hingga ujung pantai parang tritis ternyata cukup jauh juga, kami pun jadi bisa melihat berbagai perbedaan dari tiap pantai yang kami lewati. Pasirnya, keramaiannya, suasana dan fasilitas masing-masing pantai yang berbeda, bikin kami sadar bahwa pantai selatan itu bukan Parang Tritis, doang. Hahaha...

Menyusuri pantai

Puas main air di tempat sepi!


At the end of the day, saya bisa bilang bahwa jeep adventure selalu berkesan untuk kami. Tak terkecuali di kawasan Parang Tritis ini. Highly recommended, lah! Beberapa hari sepulang dari Jogja, seorang sahabat di Jawa Barat menghubungi saya untuk minta rekomendasi tempat wisata baru di Jogja. Jadilah saya ceritakan dengan hebohnya pengalaman kami berpetualang dengan jeep. Tak kalah dengan para marketer property, akhirnya sang sahabat pun tergoda! Akhir pekan berikutnya, ia mengucapkan terima kasih karena pengalaman seru yang mereka sekeluarga dapatkan.  


So
, masih ragu mau asah adrenalin bareng keluarga? 

Related

Wisata 2483461364516442921

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item