Bekal Masa Depan Bagi Generasi Pandemi

Minggu ini genap 16 bulan sejak ditiadakannya pertemuan tatap muka di sekolah karena pandemi Covid-19. Maka praktis segala aktifitas pendidi...

Bekal Masa Depan Bagi Generasi Pandemi

Minggu ini genap 16 bulan sejak ditiadakannya pertemuan tatap muka di sekolah karena pandemi Covid-19. Maka praktis segala aktifitas pendidikan resmi beralih ke rumah dan media daring. Tidak efektif? Jelas. Hasil pembelajaran tidak optimal? Pasti. Orangtua makin repot? Apalagi! Akhirnya mulai muncul banyak kekhawatiran dari berbagai pihak tentang bagaimana masa depan generasi ini. Yang setiap hari tak pernah lepas dari gawai, sementara kontrol guru menjadi berkurang, pengalaman organisasi yang hampir tak bisa didapatkan, seluruh lomba-lomba beralih melalui layar, belum lagi soal kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemandirian. Mengutip kata Kak Ria Enes kepada Susan, "Besok gede mau jadi apa???". Parahnya lagi, kita tidak akan dapat mencari kambing hitam atas segala hal terkait masa depan anak ini kecuali menyalahkan diri kita sendiri. Ya, ketidakberhasilan anak-anak tentulah menjadi tanggung jawab kita, orangtua. 

Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian ini, saya dan suami pun jadi berpikir, bekal apa yang bisa kita berikan bagi masa depan anak-anak di tengah pandemi? Dengan harapan selepas pandemi berlalu, anak-anak tidak menjadi generasi kaget, bingung menghadapi persaingan, atau bahkan kesulitan dalam menemukan pekerjaan, karena tidak paham terhadap potensi mereka sendiri. Dari hasil diskusi kami, berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam membekali anak-anak di masa pandemi :

MENTAL

Bekal mental menjadi prioritas bagi kami sebagai orangtua, karena dalam 'pelajaran mental' ini tak bisa dilepaskan dari spiritualitas dan pola pikir (mindset). Jadi pembentukan mental merupakan pondasi yang akan terus mereka bawa hingga dewasa. Dari sisi spiritualitas dapat ditanamkan dan dilakukan pembiasaan seperti :
  • Menyadari bahwa kita hanyalah seorang hamba Allah, maka sungguh tak pantas jika sikap sombong melekat pada diri kita.
  • Menyadari  bahwa manusia sejatinya diciptakan lemah, maka hanya Allah tempat kita bergantung dan memohon pertolongan.
  • Dengan memahami bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki, sekaligus Maha Teliti, maka jangan pernah merasa rugi dengan melakukan sedekah. Dan hitunglah zakat/sedekahmu dengan TELITI, serta tak lupa NIATkan setiap pemberian yang kita keluarkan. 
Dengan dasar kedekatan dengan Allah di atas, maka sisi pola pikir pun akan mengikuti. Seperti :
  • Jangan terlalu larut dalam kesedihan, karena setelah kesulitan pasti ada kesudahan.
  • Jangan suka menyalahkan orang lain atas hal yang menimpa kita, karena Allah berfirman bahwa bencana yang menimpa tidak lepas dari hasil tangan kita sendiri.
  • Jangan terlalu berharap pada orang lain, karena berharap selain pada Allah pasti hasilnya adalah kecewa.
Intinya jatuh bangun itu biasa, berhasil atau gagal juga sunnatullah, nikmati prosesnya dan lakukan menurut kesanggupanmu (dengan sekuat tenaga!).
Dari sudut pandang yang berbeda, penguatan mental sangat bisa dipraktikkan melalui pemberian tanggung jawab kepada anak. Tanggung jawab atas tugas sekolah, tanggung jawab terhadap pekerjaan di rumah, ketrampilan melakukan hal-hal teknis di rumah, tanggung jawab atas gawai yang mereka pakai, serta penggunaannya. Lagi-lagi perlu kita pahami bersama bahwa anak akan MELIHAT bagaimana orangtuanya dibanding MENDENGAR omelan kita. Hehehe..

Melalui kegiatan sehari-hari di rumah, banyak nilai-nilai yang dapat kita sampaikan. Bahwa rumah bersih itu butuh usaha. Mengecat rumah agar indah juga memerlukan waktu. Mengoperasikan mesin cuci pun perlu belajar. Untuk mencapai target hafalan harus ditempuh dengan kedisiplinan. Bahkan demi membangun rumah di dunia minecraft pun perlu belajar dari tutorial! Intinya jatuh bangun itu biasa, berhasil atau gagal juga sunnatullah, nikmati prosesnya dan lakukan menurut kesanggupanmu (dengan sekuat tenaga!).

MELEK TEKNOLOGI

Di era 4.0 ini kita mengalami perubahan yang dipercepat dengan adanya pandemi Covid-19. Semua jadi serba digital dan virtual. Maka penguasaan teknologi sudah bukan lagi sesuatu yang wah, namun menjadi kebutuhan. Melek teknologi tidak harus bermodal gawai mahal, namun seberapa optimal kita bisa menggunakan seluruh fungsinya. Segalanya dapat dipelajari melalui layar. Maka tugas orangtua adalah menggali potensi anak dengan memfasilitasi minat mereka lewat kursus-kursus daring

BAHASA

Tak dapat dipungkiri saat dunia berubah menjadi digital dan tanpa batas, kecakapan bahasa menjadi salah satu bekal yang dapat digunakan anak hingga dewasa. Bahasa internasional seperti Bahasa Inggris dan Mandarin menjadi pilihan utama di banyak akademi, karena tingginya permintaan kedua bahasa tersebut di dunia kerja, kampus bahkan sekolah. Jika dulu kita mengenal banyak kursus bahasa yang cukup besar di Indonesia, lalu apa kabar di saat pandemi ini?

Sebagai lembaga kursus pembelajaran terbesar di Indonesia, Ruangguru memiliki English Academy by Ruangguru sebagai tempat les Bahasa Inggris online yang interaktif dengan pengajar dan kurikulum berstandar Internasional. Kursus Bahasa Inggris English Academy ini menjadi solusi agar anak tetap dapat mendapat input yang baik serta output maksimal di tengah segala keterbatasan saat ini. Jika si kecil belum pernah mengikuti kursus / les Bahasa Inggris sebelumnya, mereka dapat mengikuti Placement Test, yaitu uji ketrampilan untuk mengetahui kemampuannya. Selain gratis, peserta juga berhak mendapat sertifikat!



Tak hanya ditujukan bagi anak usia sekolah, English Academy memiliki 4 program yang dapat diikuti.
  1. Runner : untuk usia 7 hingga 10 tahun. Bertujuan mengenalkan Bahasa Inggris sebagai subjek menarik untuk dipelajari.
  2. Sprinter : Usia 11 hingga 14 tahun. Bertujuan mengasah teknik berbahasa Inggris anak, dari menulis sampai berbicara.
  3. Ranger : Usia 15 hingga 18 tahun. Fokus untuk mematangkan kefasihan siswa dalam berbahasa Inggris.
  4. Explorer : Usia di atas 18 tahun. Bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri pelajar dewasa dalam berbahasa Inggris.
Bekal Masa Depan Generasi Pandemi
4 Program Pilihan English Academy


Selain memiliki program yang sesuai dengan usia, English Academy memiliki kelebihan dengan dukungan para pengajar profesional bersertifikat internasional, menggunakan kurikulum internasional (Cambridge), sistem belajar dengan kelas interaktif online, harga yang terjangkau. Plus, saat ini sedang ada promo tahun ajaran baru!. Tak ketinggalan, anak-anak dapat mencoba melalui fitur Free Trial Class. 

Bagi kita yang membutuhkan sertifikat TOEFL, English Academy menyediakan fitur TOEFL iBT Preparation. Yaitu kursus untuk mempersiapkan diri mengikuti tes TOEFL iBT, dikemas dengan metode interaktif dan intensif dalam 26 pertemuan selama 2 bulan. Selama proses persiapan ini, peserta mendapat materi pembelajaran lengkap, evaluasi berkala, tes komprehensif, serta adaptive mock test.

Bekal Masa Depan Generasi Pandemi
Profil Pengajar di English Academy


Keunggulan TOEFL iBT Perparation di English Academy di antaranya :
  • Kelas intensif dan interaktif
  • Materi belajar ekstra melalui platform digital
  • Metode belajar interaktif berbasis teknologi
So, dengan membekali anak dari segi mental, teknologi, serta bahasa secara maksimal selama Belajar Dari Rumah (BDR), diharapkan mereka kuat secara mental spiritual, memiliki pola pikir positif, memahami teknologi, serta menguasai setidaknya satu bahasa asing. Sehingga membawa anak-anak menjadi generasi yang lebih tangguh dan siap dalam menghadapi dunia di kala pandemi ini pergi, insyaa Allah.

Related

Ulasan 8157561061968145186

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Follow by Email

Random Artikel

item