Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera Jalur Darat)

Tradisi Mudik Lebaran Tahun 2022 ini memang terasa berbeda. Setelah dua tahun lebih kita diuji dengan Coronavirus yang banyak mengambil ora...

Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera melalui Jalur Darat)

Tradisi Mudik Lebaran Tahun 2022 ini memang terasa berbeda. Setelah dua tahun lebih kita diuji dengan Coronavirus yang banyak mengambil orang-orang terkasih, akhirnya geliat perekonomian bangsa perlahan mulai pulih. Puncaknya adalah dicabutnya pembatasan bepergian pada libur Lebaran 1443 H yang disambut seluruh masyarakat dengan sangat antusias. Termasuk kami.

Ya, Lebaran kali ini Bang Suami mengajak saya dan anak-anak untuk mudik ke Sumatera, tepatnya di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Provinsi Sumatera Utara. Sebagaimana yang sudah-sudah, kami menempuh perjalanan dari Kota Semarang dengan menggunakan jalur darat. Bukan karena kurang kerjaan, tapi tujuan mudik kami memang serba tanggung. Jika menggunakan pesawat, kami masih harus menempuh 11 jam perjalanan dari Kota Padang, Sumatera Barat atau 9 jam dari Kota Medan, Sumatera Utara. Ada sih, Bandara Aek Godang yang terletak tak jauh dari kampung di Pasar Matanggor, tapi akomodasi yang digunakan adalah pesawat perintis dengan kapasitas tidak sampai 10 orang dan hanya beroperasi sehari sekali. Tentunya dengan harga yang menguras kantong. Jadilah kami mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama keluarga berpetualang dari Jawa Tengah menuju Sumatera Utara. Hahaha..

"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (Q.S. Al-Mulk : 15)

Menempuh perjalanan pergi pulang selama seminggu menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Dengan membawa dua orang anak dan mengandalkan suami sebagai driver tunggal lintas Sumatera, jelas membutuhkan strategi serta manajemen waktu yang baik, agar perjalanan nyaman dan kembali ke kota asal tepat waktu. So, inilah Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera melalui Jalur Darat) ala keluarga kami. 

1. Kendaraan yang Nyaman

Syarat utama melakukan perjalanan panjang adalah membuat kendaraan senyaman mungkin. Pastikan jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas kendaraan, barang bawaan yang tidak berlebihan (biasanya kami mencuci baju setibanya di kampung halaman), serta membawa barang penunjang yang dirasa perlu. 

Selain bantal-bantal kecil dan bantal leher, kami pun membawa serta kasur angin di bagasi. Jika dirasa anak-anak sudah mulai tidak nyaman tidur dalam posisi duduk, maka kasur pun siap dipompa dan menjadi alas tidur yang nyaman pada saat dibutuhkan.

Baca juga : Yang Unik di Sepanjang Lintas Sumatera

2. Istirahat Cukup

Perjalanan tidak akan pernah menyenangkan bila kita (terutama pemegang kendali kemudi) tidak cukup istirahat. Seindah apapun pemandangan yang kita lihat, menjadi tak lagi seru kalau kita ngantuk, kan? Sebaliknya, dengan istirahat cukup kita bisa lebih menikmati hal-hal lucu/unik yang ditemui sepanjang perjalanan. Selain berhenti di SPBU untuk mengisi ulang bahan bakar, Masjid adalah pilihan terbaik untuk sholat dan rehat sejenak. Kabar baiknya, sepanjang jalan lintas Sumatera adalah surganya masjid-masjid besar yang berderet di sepanjang jalan. Atau sempatkan waktu untuk menuju masjid-masjid yang ikonik, pasti perjalanan jadi tak membosankan!

Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera melalui Jalur Darat)
Singgah di Masjid Agung Al-Ittihad Muara Tebo, Jambi (dok.pri)


Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera melalui Jalur Darat)
Penginapan kami di Kabupaten Dharmasraya,
Sumatera Barat (Dok.pri)

Oh iya, selain perhentian sementara, kami selalu beristirahat di penginapan pada malam hari. Dibanding memaksakan diri berjalan tengah malam dengan badan luluh lantak, lebih baik mencari penginapan agar dapat melanjutkan perjalanan sebelum matahari terbit dalam keadaan segar. Memang jadi memakan waktu lebih lama sih, itulah pentingnya manajemen waktu selama traveling/mudik.

3. Manajemen Waktu

Inilah faktor paling krusial ketika harus menempuh perjalanan panjang dengan batasan waktu tertentu seperti libur Lebaran ini. Dengan libur dan cuti bersama selama 10 hari yang telah ditetapkan pemerintah, kami pun harus berhitung tentang lama perjalanan. 

Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera melalui Jalur Darat)
Pentingnya manajemen waktu ketika melakukan perjalanan
(dok.pri)

Dari Semarang menuju Padang Lawas Utara dapat ditempuh selama dua hari jika tanpa istirahat (menginap). Karena kami selalu menginap di malam hari, maka perkiraan waktu perjalanan menjadi 3 hari. Ditambah singgah di rumah saudara selama perjalanan serta ke destinasi wisata, maka kami mengalokasikan waktu 4 hari sekali jalan. Artinya jika libur Lebaran itu 10 hari, maka 8 hari untuk pergi pulang dan 2 hari di kampung halaman. Itulah skenario terburuk kami. Dengan begitu tak ada lagi jalan keburu waktu, terlalu mengeluh dengan ramainya jalanan, takut nggak sempat mampir-mampir di jalan, atau bahkan terlambat kembali pulang. Dengan longgarnya waktu yang diperhitungkan, insyaa Allah akan lebih siap menghadapi hal-hal tidak terduga. Seperti pengalaman ditutupnya jalan tol 24 jam dari arah Jakarta ke timur selama arus balik kemarin, yang berakibat pada molornya waktu tempuh dari Pelabuhan Merak, Cilegon menuju Semarang. Tentu semua tidak akan terjadi begitu saja tanpa doa, tasbih dan selalu memohon pertolongan kepada Allah, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.

"Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." (Q.S. Al-Hadid : 1)

Baca Juga : 6 Oleh-oleh Khas Padang Sidempuan

4. Mampirlah ke Tempat Wisata!

Ini dia poin favorit dari perjalanan road tour lintas Sumatera kami dan menjadi tips mudik anti bosan paling jitu! Pertama kali mudik di 2009 lalu, saya bisa demikian bahagia bisa melihat jembatan Ampera. Di 2018, mengelilingi Stadion Jakabaring, Palembang selama persiapan Asian Games ternyata lebih menyenangkan daripada Ampera. Begitu seterusnya hingga tiap kali mudik selalu menemukan tempat wisata baru yang sukses membuat kami antusias dalam melakukan perjalanan. 

Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera melalui Jalur Darat)
Pemandangan Ngarai Sianok dari Taman Panorama,
Bukittinggi (dok.pri)

Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera melalui Jalur Darat)
Menyusuri kompleks perkantoran Pemda dan
Masjid Agung Kab. Pelalawan, Riau (dok.pri)

Bisa sekedar makan pempek langsung di Kota asalnya, sholat dhuhur dan makan siang di tepi Danau Singkarak, melintasi garis khatulistiwa di Kabupaten Pasaman, singgah ke Masjid Agung dan Istano Rajo Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar, menikmati Ngarai Sianok dari Taman Panorama Bukittinggi, menghabiskan sore di Jam Gadang, atau sekedar mengagumi arsitektur pusat perkantoran dan Masjid Agung di Kabupaten Pelalawan, Riau. Jika ada waktu lebih, bisa menempuh perjalanan 6 jam ke utara menuju Danau Toba atau sekedar membeli pernak-pernik kerajinan tangan di Sipirok! Oh iya, selagi menuju Bukittinggi, kita juga bisa ke arah Payakumbuh untuk mencoba jalur Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota. Dijamin rasa lelah kita akan terbayar dengan pengalaman yang diperoleh!

Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera melalui Jalur Darat)
Istano Rajo Basa Pagaruyung, Kab. Tanah Datar (dok.pri)

Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera melalui Jalur Darat)
Istana Pagaruyung tampak depan (dok.pri)

Tips Mudik Anti Bosan (Menyusuri Lintas Sumatera melalui Jalur Darat)
Melintasi garis khatulistiwa di Kab. Pasaman, 
Sumatera Barat (dok.pri)

Intinya sih, nikmati saja perjalanan darat lintas Sumatera ini. Jangan parno duluan karena jauh dan jangan jadi beban harus lekas sampai tujuan. Selalu menggantungkan diri pada Allah, jaga kesehatan, makan teratur, banyak minum air putih, tambah suplemen serta istirahat cukup, insyaa Allah perjalanan panjang kita tak lagi membosankan. Selamat Mudik!

Related

Tips 5713102943646981151

Post a Comment

Hai, saya Nurul.
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar pada artikel ini. Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Salam hangat.

emo-but-icon

Member of

Member of

Part of

Blogger Perempuan

Member of

Member of
Blogger Perempuan Semarang

Random Artikel

item